Konten dari Pengguna

9 Contoh Majas Perbandingan Berdasarkan Klasifikasi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh majas perbandingan. Foto: pexels.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh majas perbandingan. Foto: pexels.com.

Daftar isi

Berbagai macam contoh majas perbandingan dapat disimak pada artikel ini. Majas merupakan bahasa kias yang digunakan untuk menciptakan efek dan kesan imajinatif bagi pendengar maupun pembaca terhadap karya sastra tersebut.

Majas perbandingan adalah salah satu jenis majas yang banyak digunakan dalam dunia sastra. Sesuai namanya, jenis majas ini digunakan untuk menyatakan perbandingan.

Proses pembanding tersebut diungkapkan dengan cara yang berbeda, tergantung pada penulis atau penutur bahasa. Contoh majas perbandingan dapat dibedakan berdasarkan klasifikasi jenis majas tersebut. Adapun jenis dan contoh majas yang bisa disimak.

Contoh Majas Perbandingan Berdasarkan Jenis Majas

Ilustrasi contoh majas perbandingan. Foto: pexels.com.

Mengutip buku Periodisasi Sastra dan Antologi Puisi oleh Tafiqur Rahman, dalam Bahasa Indonesia majas perbandingan dibedakan menjadi sembilan jenis ditinjau dari cara menggunakan perbandingannya.

Berikut contoh majas perbandingan berdasarkan beragam jenis klasifikasi majas.

1. Majas Asosiasi

Majas Asosiasi disebut sebagai majas perumpamaan. Ini adalah bahasa kias yang membandingkan dua hal yang berbeda tapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai dengan penggunaan kata bagi, bagikan, seumpama, seperti, dan laksana.

Dikutip dari buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan Pembentukan Istilah terbitan Bhuana Ilmu Populer, contoh majas asosiasi antara lain:

  • Wataknya keras seperti batu

  • Pendiriannya kuat bagaikan batu karang

  • Menggapai mimpinya itu bagaikan punuk rindukan bulan

  • Wajah si kembar Lina Lani memang seperti pinang dibelah dua

  • Mukanya putih bersih seperti susu.

  • Wajahnya berseri-seri bagikan bulan purnama.

Baca Juga: Mengenal 5 Jenis Majas Beserta Contohnya

2. Majas Metafora

Metafora adalah majas yang memberikan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Penggunaan majas ini umumnya ditandai dengan pemakaian kata yang bukan makna sebenarnya, seperti tangan kanan, kembang desa, bintang kelas.

Agar lebih paham, berikut contoh majas metafora yang bisa disimak.

  • Beberapa pekerjaan sudah diselesaikan dengan baik oleh tangan kanan Pak Bobi

  • Winda memang kembang desa di kampung ini, wajar banyak pemuda yang ingin memperistrinya.

  • Prestasi Ardi yang selalu menjadi bintang kelas semakin membuat bangga ibunya.

  • Singa memang kuat, sehingga pantas dijuluki raja hutan.

  • Wajar jika semua warga dijadikan kaki tangan Pak Bowo, mereka mudah sekali meminta bantuan pada orang terkaya itu.

  • Kau bagaikan bulan yang tidur lelap di pangkuanku.

3. Majas personifikasi

Majas personifikasi adalah majas yang memunculkan karakteristik manusia dalam benda mati, sehingga benda tersebut seolah-olah memiliki sifat layaknya manusia. Contoh majas personifikasi antara lain:

  • Angin yang berbisik seolah menyampaikan pesanmu untukku Ayah

  • Dengan lihainya penulis itu berimajinasi dengan pena yang menari-menari di atas kertas.

  • Langit ikut menangis dengan beberapa bencana yang melanda Indonesia beberapa waktu ini.

  • Ombak berlarian semakin menambah eksotisnya Pantai Lovina.

  • Pikirannya pasti melayang ke mana-mana karena banyak masalah beberapa waktu belakangan.

  • Semak belukar tersebut beramai-ramai berkumpul di halaman rumah kami.

  • Tampak layangan melambai-melambai dengan bebasnya di langit yang biru.

4. Majas Alegori

Alegori adalah majas perbandingan yang berkaitan satu dengan yang lain. Jenis majas ini kerap ditemukan pada beberapa karya sastra seperti cerpen atau cerita pendek dan novel.

Penggunaan majas ini ditandai dengan pengungkapan dalam cerita yang penuh simbol bermuatan moral sebagai suatu bentuk kiasan dan penjelasan. Contohnya:

  • Merawat seorang anak itu ibarat memelihara sebuah pohon. Ketika memberinya dengan pupuk yang baik, maka pertumbuhannya juga akan baik sehingga berbuah manis.

  • Seorang guru adalah nahkoda bagi murid-muridnya. Ketika sang nahkoda menjalankan kapal di jalur yang tepat, maka kemudi pun akan tenang-tenang saja.

  • Menjaga nama baik ibarat merawat kertas putih, sedikit saja ada titik di sana pasti ketara.

  • Memang cantik rupa si Aisyah, bagikan mawar pesonanya menyihir kumbang-kumbang lelaki di sekitarnya.

  • Ibarat alat dapur, perlakuan otak seperti pisau semakin sering diasah semakin ia akan tajam.

  • Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudinya.

  • Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang sulit ditebak kedalamananya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

  • Menjalani kehidupan berumah tangga, sama seperti mengarungi samudra dengan sebuah bahtera.

  • Mencari seseorang yang berkepribadian jujur kini bagaikan mencari jarum dalam tumpukan jerami.

  • Menuntut ilmu di waktu kecil bagaikan mengukir aksara di atas batu.

5. Majas Simbolik

Simbolik adalah majas yang membuat kalimat menggunakan kata benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang perbandingan yang memiliki makna tertentu.

Selain sebagai itu, majas ini dapat digunakan untuk menyampaikan gagasan, mengkritik, atau beropini terhadap suatu hal. Dengan kata lain, penggunaan majas ini digunakan untuk menyampaikan pesan secara implisit.

Contoh majas simbolik antara lain, yaitu:

  • Karena seringnya berhutang pada lintah darat, alhasil tahun ini dipastikan tokonya bangkrut.

  • Rumah mewah di ujung jalan Surapati semalam ludes dilalap Jago Merah.

  • Sebutan buaya darat yang menempel pada Andi membuatnya sudah mendekati hati perempuan idamannya.

  • Semakin kaya saja penguasaha bangunan itu, seluruh pegawainya bertenaga kuda besi.

  • Tingkah lakunya seperti bunglon saja, tidak pernah punya pendirian.

  • Melati adalah lambang kesucian

  • Teratai adalah lambang pengabdian

  • Pertikaian itu tidak kunjung selesai juga walaupun sudah di bawa ke meja hijau

  • Ratih dijuluki sebagai kembang desa di kampung Sarinaga karena banyak pemuda yang tergila-gila padanya.

  • Entah siapa yang mengajarinya, Rani kini pintar bersilat lidah dengan orang tuanya.

6. Majas Metominia

Majas metominia adalah mahas yang menggunakan label sebuah merek dagang untuk menggantikan benda pada suatu kalimat. Contohnya:

  • Kakek tua yang berpenyakit asma itu masih saja menghisap Djarum (rokok).

  • Di kantongnya selalu terselip Gudang Garam (rokok)

  • Biasanya Ayah membawa Aqua (air minum) sebagai bekal saat olahraga pagi.

  • Bibi terbang dengan Garuda (naik pesawat terbang) ke Surabaya.

  • Kapal api (kopi) memang nikmat jika diseduh sore-sore begini

  • Setiap menonton televisi tidak lupa ia siapkan dua kelinci (jajanan kacang) favoritnya.

7. Majas Sinokde

Sinokde adalah majas perbandingan yang menyebut sebagian untuk menggantikan keseluruhan atau sebaliknya. Majas ini sering digunakan dalam percakapan atau dalam penyampaian suatu berita.

Majas ini terdiri dari dua kategori yakni majas Pars pro toto dan majas Titem pro parte. Sinokde Pars pro toto adalah majas yang menyebut sebagian untuk keseluruhan.

Sementara majas Sinokde Totem Pro Parte adalah majas yang menyebutkan keseluruhan untuk sebagian. Berikut masing-masing contohnya.

a. Sinokde Pars Pro Toto

  • Tiket masuk konser band luar negeri itu dijual Rp200.000 per kepala.

  • Batang hidung pengacara gadungan itu belum juga terlihat di ruang sidang.

  • Kabarnya setiap ibu hamil untuk tahun ini mendapat bantuan dana sebesar Rp1.200.000 per orang

  • Harga ikan tuna di pasaran semakin melojak. Kemarin sudah menapai Rp100.000 per ekornya.

  • Keluarga Anton terpaksa angkat kaki dari rumah kontrakan karena tidak membayar uang sewa selama 5 bulan.

b. Sinokde Totem Pro Parte

  • Para personel POLRI sudah siaga menjaga demonstran yang hendak berunjuk rasa pagi ini.

  • Anggota Darma Wanita kota Buleleng sedang menyiapkan lomba memasak untuk memperingati hari ibu.

  • Skuad Jerman berhasil dikalahkan oleh Portugal pada pertandingan semifinal semalam.

  • Kampung kami menjuarai lomba panjang pinang se kelurahan.

  • Dalam pertandingan sepak bola Indonesia melawan Cina unggul 2-0.

  • Indonesia meraih emas dalam Olimpiade Fisika Internasional 2018.

8. Majas Simile

Simile adalah majas yang menggunakan kata depan dan penghubung untuk menerangkan perbandingan eksplisit. Berbeda dengan personifikasi, majas ini tidak membandingkan dua hal yang berbeda melainkan bertujuan untuk menyandingkan sesuatu hal lain yang memiliki persamaan.

Ciri khas majas Simile adalah menggunakan kata pembanding atau kata penghubung. Seperti penggunakan kata layaknya, bagaikan, umpama, ibarat, bak, dan bagai. Berikut contohnya:

  • Mentalnya tangguh bagaikan baja, membuatnya semakin idealis.

  • Bak seperti belut saja kelakuannya, gesit kemana-mana.

  • Kedekatan merekan bagaikan sepasang kekasih yang tengah berbahagia.

  • Kehadiran sosok ibu dalam sebuah keluarga seperti cahaya bulan yang menerangi gelapnya malam.

  • Dua kakak beradik itu bagai air dan minyak bertengkar saja kerjanya.

  • Kau umpama air aku bagaiknya minyaknya.

  • Bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta, kau mau berkoban apa saja.

  • Perkataannya bak sembilu menyayat hatiku.

  • Gadis cantik itu bagaikan Melati yang baru mekar.

  • Dirimu laksana bulan yang menyinari kegelepan.

9. Majas Eufemisme

Eufemisme adalah kiasan bahasa yang digunakan untuk mengganti kata-kata yang dianggap kurang baik dengan padanan kata yang lebih halus. Contohnya:

  • Setiap universitas sekarang diwajibkan untuk menerima difabel.

  • Anak bapak belum waktunya untuk naik kelas.

  • Maaf saya ke belakang sebentar.

(IPT)