Mengenal 5 Jenis Majas Beserta Contohnya

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi para sastrawan maupun penikmat sastra, majas istilah yang tak asing karena ada berbagai jenis majas yang biasanya digunakan dalam setiap karyanya, seperti pada puisi, cerpen, novel, ataupun prosa.
Menurut Buku Pintar Majas, Pantun, dan Puisi oleh Ulin Nuha Masruchin (2017:9) majas adalah gaya bahasa yang bisa berupa kiasan, ibarat, perumpamaan yang bertujuan mempercantik makna dan pesan sebuah kalimat.
Jenis-jenis Majas dan Contohnya
Majas menjadi salah satu komponen yang dapat menghidupkan sebuah karya sastra. Hal ini agar lebih menarik, dan ekspresif ketika dinikmati. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berbagai jenis majas yang ada. Berikut penjelasannya.
1. Majas Perbandingan
Majas perbandingan merupakan jenis majas yang paling populer dan sering digunakan. Sesuai dengan namanya, majas ini digunakan untuk membandingkan dua hal.
Beberapa macam majas yang termasuk dalam majas perbandingan adalah metafora, personifikasi, asosiasi, hiperbola, alegori, metonimia, pars pro toto, totem pro parte, dan eufimisme. Berikut contoh majas perbandingan.
Wajah Tasya dan Tasyi sangat mirip bak pinang dibelah dua.
Meski saudara kandung, namun Adi dan Toni bagaikan minyak dan air.
Syech Akbar adalah seorang keturunan darah biru
2. Majas Pertentangan
Majas pertentangan memiliki fungsi untuk menggambarkan dua hal yang saling bertentangan. Tak hanya dalam sastra, jenis majas ini juga sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Beberapa macam majas yang termasuk dalam majas pertentangan antara lain, litotes, paradoks, oksimoron, kontradiksi interminus, anakronisme, dan antithesis. Berikut contohnya:
Kalau tidak repot, silakan Anda mampir ke gubuk kami di timur perempatan.
Baju yang pakai sangat buruk dibanding punyamu
Usaha saya hanya kecil seperti ini, tidak ada apa-apanya dibanding dengan bisnismu
4. Majas Sindiran
Jenis majas terakhir adalah majas sindiran. Majas ini tentu memiliki fungsi sebagai sindiran atau mengkritik sesuatu hal dan diungkapkan secara halus. Contoh dari majas sindiran yaitu ironi, sinisme, satire, inuendo, dan sarkasme. Berikut contohnya:
Bajumu sangat bagus, sampai aku tidak ingin memakainya meskipun aku diberi
Kemarin Rani sangat tepat waktu, sampai hanya mendengarkan kesimpulan rapat saja
Berat tas ini seperti sehelai kapas, sampai tanganku sakit mengangkatnya
Baca Juga: 4 Jenis-Jenis Majas dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya
Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis majas yang dapat jadi referensi beserta contohnya, jika ingin membuat karya sastra sendiri.(NUM)
