Konten dari Pengguna

11 Penyebab Gusi Bengkak dan Cara Mengobatinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 9 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seorang wanita mengalami nyeri akibat gusi bengkak. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang wanita mengalami nyeri akibat gusi bengkak. Foto: Pexels

Gusi bengkak merupakan masalah kesehatan mulut yang cukup umum terjadi. Gusi bengkak ditandai dengan pembesaran gusi yang menggelembung atau menonjol.

Pada sebagian kasus, gusi bengkak yang terjadi bisa menjadi lebih parah hingga menutupi gigi secara keseluruhan.

Mengutip Tangkis Diabetes dan Racun dalam Tubuh dengan Mentimun oleh Tiara Putri (2019: 76), gusi bengkak adalah kondisi ketika gusi berwarna kemerah-merahan dan tampak lebih gemuk dari yang biasanya, terlihat mengkilat, dan mudah berdarah.

Pada dasarnya, gusi yang sehat memiliki warna merah muda, stabil, tidak goyah saat disentuh, dan memiliki tekstur berbintik-bintik seperti kulit jeruk. Jika gusi berwarna merah terang, bengkak, sensitif, atau bahkan sampai berdarah, berarti ada peradangan yang terjadi.

Gusi bengkak memengaruhi jaringan dan tulang yang menopang gigi, sehingga memunculkan beberapa gejala yang menyertainya, mulai dari nanah di bawah gusi atau gigi, bau napas tidak sedap, hingga rasa tidak enak di dalam mulut.

Untuk mengetahui apa saja penyebab gusi bengkak dan bagaimana cara mengobatinya, simak uraian lengkapnya di bawah ini.

Penyebab Gusi Bengkak

Ilustrasi seseorang yang mengalami gusi bengkak. Foto: Pexels

Apa penyebab gusi bengkak? Salah satu penyebab gusi bengkak yang paling umum adalah adanya infeksi pada jaringan gusi. Infeksi yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti luka karena menyikat gigi terlalu keras dan penyakit mulut tertentu.

Selain infeksi, gusi bengkak juga disebabkan oleh beberapa faktor lainnya, antara lain:

1. Penumpukan Plak

Gusi bengkak dapat terjadi secara tiba-tiba. Kenapa tiba-tiba gusi bengkak? Penyebab paling umum terjadinya gusi bengkak secara mendadak adalah karena penumpukan plak atau sisa-sisa makanan yang tertinggal di gigi dan tidak segera dibersihkan.

Penumpukan plak tersebut akan menjadi tempat kuman bersarang, sehingga menyebabkan infeksi gigi. Akibatnya, gigi yang terinfeksi akan menimbulkan peradangan pada area gusi sehingga gusi mengalami pembengkakan yang disertai rasa sakit.

2. Infeksi Bakteri

Gusi bengkak juga disebabkan oleh adanya bakteri yang menginfeksi jaringan gusi. Infeksi tersebut kemudian membuat gusi menjadi bengkak, sakit, dan pada kasus lanjutan akhirnya gigi menjadi goyang dan lepas.

3. Kebersihan Mulut yang Kurang Terjaga

Kebersihan mulut yang kurang terjaga menjadi penyebab timbulnya gusi bengkak. Ini karena mulut yang tidak bersih dari sisa-sisa makanan dapat menimbun bakteri yang menyebabkan infeksi.

4. Abses Perikoronal

Abses perikoronal merupakan infeksi akut pada gusi di sekitar mahkota gigi yang terjadi karena gigi tidak erupsi (tumbuh) sempurna sehingga gusi mengalami pembengkakan.

Mukosa yang menutupi sebagian gigi tersebut akan mengakibatkan terperangkap dan terkumpulnya bakteri karena sisa makanan. Biasanya, peradangan pada gusi ini terjadi di bagian gigi geraham bawah yang terakhir tumbuh.

5. Penggunaan Pasta Gigi dan Obat Kumur yang Tidak Tepat

Pada sebagian kasus, penggunaan pasta gigi dan obat kumur dengan kandungan alkohol dapat memicu iritasi di bagian gusi dan menimbulkan rasa nyeri.

Selain itu, beberapa jenis bahan yang terkandung di dalam pasta gigi dan obat kumur, seperti fluoride dan chlorhexidine, bisa menimbulkan reaksi alergi, seperti pembengkakan pada gusi, sensasi terbakar di dalam mulut, hingga sesak napas.

6. Impaksi Gigi Bungsu

Impaksi adalah kondisi ketika gigi bungsu tumbuh tidak biasa atau miring. Gigi bungsu yang tumbuh dalam posisi miring dan berdesakan dengan gigi lain dapat menyebabkan gusi bengkak di sekitar area gigi.

7. Periodontitis

Periodontitis merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan penyokong gigi. Jaringan penyokong gigi termasuk gusi, jaringan lunak, dan tulang penyokong gigi.

Kondisi ini menyebabkan gusi bengkak berwarna merah terang atau keunguan, mudah berdarah, terasa nyeri, hingga mengeluarkan nanah.

8. Kekurangan Vitamin C (Skorbut)

Skorbut adalah kondisi kekurangan vitamin C yang sangat parah. Vitamin C dibutuhkan tubuh untuk membentuk kolagen. Saat seseorang mengalami kekurangan vitamin C, kolagen dalam tubuh tidak dapat terbentuk sehingga memicu kerusakan jaringan tubuh.

Skorbut umumnya kasus langka yang hanya terjadi ketika seseorang kekurangan vitamin C dalam waktu setidaknya tiga bulan. Salah satu gejala yang dialami penderita skorbut adalah gusi bengkak dan berdarah hingga gigi yang tanggal.

9. Abses Gigi

Abses gigi adalah terbentuknya kantong berisi nanah di area gigi serta gusi. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang masuk melalui lubang di gigi yang tidak ditangani.

Abses gigi menyebabkan gusi mengalami pembengkakan, berwarna kemerahan, dan terasa lebih lunak.

10. Gigi Berlubang

Gigi berlubang yang tidak ditangani dapat menyebabkan sisa-sisa makanan dan bakteri menyusup masuk sehingga menimbulkan peradangan pada gusi dan rasa nyeri.

11. Penyebab Lainnya

Selain beberapa penyebab yang telah disebutkan di atas, gusi bengkak juga dapat disebabkan oleh beberapa hal lain, seperti:

  • Infeksi virus

  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid, anti-epilepsi, dan obat-obatan kemoterapi

  • Perubahan hormon pada wanita selama kehamilan, pubertas, menstruasi, dan menopause

  • Sariawan

  • Kebiasaan merokok

  • Baru memasang kawat gigi

  • Penumpukan karang gigi

Lalu, berapa lama gusi bengkak bisa sembuh? Secara umum, gusi bengkak biasanya dapat sembuh dalam waktu 7-14 hari. Namun, semakin serius kondisinya, butuh waktu lebih lama untuk sembuh.

Cara Mengobati Gusi Bengkak

Ilustrasi minum air putih untuk mengobati gusi bengkak. Foto: Pexels

Apa obatnya gusi bengkak? Ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati gusi bengkak, antara lain sebagai berikut.

1. Memperbanyak Minum Air Putih

Khasiat air putih sangat beragam, salah satunya untuk mengobati gusi yang bengkak. Cukup memperbanyak konsumsi air putih untuk mengobati gusi bengkak.

Pasalnya, saat gusi bengkak, produksi air liur akan menurun. Selain itu, air putih dapat membersihkan rongga mulut untuk menghindari infeksi bakteri.

2. Berkumur dengan Larutan Garam Hangat

Larutan garam hangat banyak digunakan untuk mengatasi gangguan pada rongga mulut, salah satunya gusi bengkak. Ini menjadi salah satu cara mengobati gusi bengkak secara alami tanpa obat yang cukup ampuh.

Adapun caranya dengan melarutkan garam secukupnya pada segelas air hangat, kemudian berkumur selama 30 detik. Lakukan ini 2-3 kali sehari sampai bengkak pada gusi mereda.

3. Menggunakan Obat Kumur

Selain larutan garam, obat kumur yang mengandung antiseptik juga dapat digunakan untuk membasmi bakteri penyebab infeksi.

Pilih obat kumur yang tidak mengandung alkohol atau kandungan alkoholnya rendah. Berkumurlah setelah sikat gigi selama sekitar 30 detik.

4. Menghindari Makanan Terlalu Manis dan Asam

Hindari konsumsi makanan yang terlalu manis, seperti gulali, cokelat, dan permen. Selain itu, makanan yang terlalu asam juga perlu dihindari, seperti cuka, lemon, dan jeruk nipis.

5. Meminum Obat untuk Gusi Bengkak

Selain melakukan beberapa cara di atas, gusi bengkak juga dapat diatasi dengan penggunaan obat-obatan tertentu. Meminum obat menjadi salah satu cara mudah mengobati gusi bengkak secara efektif.

Beberapa obat gusi bengkak apotik yang ampuh antara lain sebagai berikut.

1. Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat nyeri yang dapat menangani gusi bengkak. Obat ini meredakan radang penyebab bengkak dan demam yang menyertainya.

Dosis aman ibuprofen adalah sebagai berikut.

  • Pada orang dewasa, berkisar dari 200-400 miligram (mg) diminum setiap 4-6 jam sekali sesuai kebutuhan.

  • Pada anak-anak, berkisar dari 4-10 mg. Dosis tersebut umumnya aman untuk anak usia 6 bulan hingga 12 tahun dan dapat diminum setiap 6-8 jam sekali.

Minumlah ibuprofen setelah makan, sesuai anjuran dan dosis yang ditentukan. Jika dikonsumsi saat perut kosong, ibuprofen dapat memperparah peradangan dan meningkatkan munculnya risiko perdarahan di perut.

Ibuprofen memiliki efek obat yang lebih tinggi dari obat sejenisnya, jadi harus digunakan secara hati-hati. Segera hentikan pengobatan dan cari bantuan medis jika mengalami efek samping, seperti nyeri dada, sesak napas, sakit kepala parah, hingga feses yang berwarna hitam.

2. Parasetamol

Sama seperti ibuprofen, parasetamol dapat membantu meredakan nyeri ringan di sekujur tubuh, termasuk di dalam mulut.

Dosis aman parasetamol adalah sebagai berikut.

  • Pada orang dewasa, dosis aman parasetamol berkisar dari 500 mg hingga 1 gram.

  • Pada bayi usia 2 bulan hingga 2 tahun, dosis aman parasetamol berkisar dari 60-120 mg.

Minumlah parasetamol sesuai anjuran yang tertera pada label kemasan. Jika merasa ragu tentang dosis parasetamol yang aman, konsultasikan dengan dokter.

3. Chlorhexidine

Obat untuk gusi bengkak selanjutnya adalah chlorhexidine. Chlorhexidine merupakan obat antiseptik untuk mencegah pertumbuhan bakteri penyebab peradangan dan gusi bengkak.

Tidak seperti beberapa obat sebelumnya, obat ini harus ditebus dengan resep dokter. Perlu diingat, sebagian kecil kasus menunjukkan bahwa chlorhexidine dapat menyebabkan reaksi alergi.

Chlorhexidine memiliki banyak jenis, mulai dari bentuk salep, larutan, dan obat kumur. Namun, untuk obat gusi bengkak, gunakan chloeherxidine varian obat kumur. Obat ini dapat digunakan setelah menyikat gigi.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, gusi bengkak dapat disebabkan oleh gigi berlubang. Lalu, apa obat sakit gigi berlubang dan gusi bengkak yang bisa digunakan?

Beberapa obat di atas, seperti ibuprofen, parasetamol, dan chlorhexidine, bisa juga digunakan untuk membantu mengatasi rasa nyeri akibat gigi berlubang dan gusi bengkak. Selain itu, ada beberapa obat alami yang bisa digunakan untuk mengobati sakit gigi berlubang dan gusi bengkak, antara lain:

1. Minyak Cengkeh

Minyak cengkeh dapat membantu mengatasi gusi bengkak akibat gigi berlubang. Ini karena minyak cengkeh memiliki sifat antiradang, antibakteri, dan antinyeri.

Cara penggunaannya dengan mengoleskan minyak cengkeh secara langsung pada gigi yang sakit dan gusi yang bengkak sebanyak 2-3 kali sehari.

Selain itu, bisa juga berkumur dengan campuran 3-4 sendok teh minyak cengkeh dan segelas air hangat untuk mengurangi nyeri dan bengkak di gusi.

2. Bawang Putih

Bawang putih memiliki sifat antiseptik dan antibiotik alami yang dapat membantu melawan infeksi penyebab gusi bengkak dan sakit gigi berlubang.

Cara penggunaannya dengan meletakkan potongan bawang putih mentah yang sudah dikupas di bagian gigi yang sakit. Selain itu, bisa juga dengan mengunyah langsung bawang putih tersebut selama beberapa menit.

3. Jahe

Jahe mengandung senyawa antiinflamasi dan antioksidan yang berguna untuk meredakan sakit gigi berlubang dan gusi bengkak.

Cara penggunaannya dengan menumbuk sepotong jahe kecil hingga halus dan menambahkan garam. Kemudian, aduk rata hingga membentuk pasta.

Aplikasikan pasta tersebut pada gusi bengkak dan gigi yang sakit, lalu diamkan selama 10-12 menit. Selanjutnya, berkumurlah dengan air biasa. Ulangi sebanyak 2-3 kali sehari.

Baca Juga: Gusi Belakang Bengkak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Gusi Bengkak Tanda Penyakit Apa?

Ilustrasi seseorang yang mengalami sakit gigi dan gusi bengkak. Foto: Pexels

Gusi bengkak dapat menjadi beberapa tanda penyakit tertentu. Mengutip Terminologi Medis oleh Risna Agustina (2022: 96), berikut beberapa penyakit yang ditandai dengan gusi bengkak.

1. Gingivitis

Gingivitis adalah penyakit yang menyebabkan peradangan pada gusi karena mulut kurang terjaga kebersihannya sehingga muncul karang gigi atau plak yang menumpuk. Infeksi akan terjadi di bagian gusi karena bakteri di karang gigi atau plak tersebut.

2. Abses Gusi

Abses gusi adalah penyakit gigi dan mulut yang dapat menyebabkan gusi bernanah. Nanah yang keluar di bagian gusi tampak seperti cairan kental berwarna kuning, putih agak kekuningan, atau kuning agak cokelat. Nanah dapat muncul apabila terjadi inflamasi atau peradangan.

3. Karies Gigi

Karies gigi adalah penyakit akibat infeksi yang bisa memicu kerusakan struktur gigi dan peradangan pada gusi. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat menyebabkan rasa nyeri, gigi tanggal, hingga berpotensi kematian.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa obatnya gusi bengkak?

chevron-down

Beberapa obat gusi bengkak apotik yang ampuh antara lain ibuprofen, parasetamol, dan chlorhexidine.

Gusi bengkak tanda penyakit apa?

chevron-down

Gusi bengkak merupakan tanda sejumlah penyakit, seperti gingivitis, abses gusi, dan karies gigi.

Berapa lama gusi bengkak bisa sembuh?

chevron-down

Secara umum, gusi bengkak biasanya dapat sembuh dalam waktu 7-14 hari. Namun, semakin serius kondisinya, butuh waktu lebih lama untuk sembuh.