Konten dari Pengguna

110 Quotes Ali bin Abi Thalib yang Bijak dan Penuh Makna tentang Kehidupan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Quotes Ali bin Abi Thalib. Foto: Unsplash/Drew Beamer.
zoom-in-whitePerbesar
Quotes Ali bin Abi Thalib. Foto: Unsplash/Drew Beamer.

Quotes Ali bin Abi Thalib yang penuh makna seringkali dijadikan sebagai inspirasi kehidupan bagi banyak orang. Tak ayal, karena hal tersebut didasari karena Ali bin Abi Thalib sikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad saw yang memiliki sifat bijak.

Mengutip dari Jurnal Rihlah, Rasyid Surayah. (2015), Ali bin Abi Thalib memiliki kepribadian terpuji dan sejumlah keistimewaan, salih, penyabar, adil dalam menepati janji, cerdas, tegas dan berani.

Hal itulah yang menjadikan ucapan Ali bin Abi Thalib sebagai quote.

Daftar isi

110 Quotes Ali bin Abi Thalib yang Bijak dan Penuh Makna

Quotes Ali bin Abi Thalib. Foto: Unsplash/Mert Talay.

Berikut adalah kumpulan quotes Ali bin Abi Thalib yang bijak dan penuh makna tentang kehidupan:

  1. Jangan mengucapkan sesuatu yang tidak ingin kamu dengar jika hal itu diucapkan orang lain kepadamu.

  2. Orang bijak menempatkan ucapannya setelah pertimbangan hati, sedangkan orang bodoh berbicara tanpa berpikir.

  3. Gunakanlah tutur kata yang lembut, terlebih kepada ibu yang mengajarkanmu berbicara.

  4. Amarah biasanya dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.

  5. Tak perlu menjelaskan dirimu pada siapa pun yang mencintaimu tak membutuhkan itu, dan yang membencimu pun tak akan percaya.

  6. Jadilah seperti bunga yang tetap menyebarkan aroma harum, meski tangan yang memetiknya menyakitinya.

  7. Jangan menyimpan kebencian, tak peduli seberapa dalam luka yang kau terima.

  8. Hiduplah dengan rendah hati meski kau memiliki banyak harta, berpikirlah positif walau kehidupan terasa berat, dan tetap memberi walau yang kau terima sedikit.

  9. Pertahankan hubungan dengan orang yang telah melupakanmu, maafkan kesalahan mereka, dan terus doakan kebaikan bagi orang yang kau cintai.

  10. Kebaikan hati membuat seseorang tampak lebih indah, tak peduli penampilannya.

  11. Lepaskan beban yang hanya memberatkan pikiran dan hatimu.

  12. Air membersihkan tubuh, air mata membersihkan jiwa, ilmu mencerahkan pikiran, dan cinta menyucikan hati.

  13. Seseorang yang diam bukan berarti sombong—bisa jadi ia sedang berjuang dengan pikirannya sendiri.

  14. Jangan terus larut dalam kesedihan masa lalu, karena itu akan menghalangimu menghadapi masa depan.

  15. Si pesimis melihat rintangan dalam setiap peluang, sementara si optimis melihat peluang di balik setiap rintangan.

  16. Beruntunglah mereka yang sibuk memperbaiki diri sehingga tidak sempat mencari-cari kesalahan orang lain.

  17. Kadang obat berasal dari sesuatu yang menyakitkan, dan penyakit bisa datang dari sesuatu yang menyenangkan.

  18. Kesulitan bukan untuk ditakuti, karena bintang hanya tampak saat malam tergelap.

  19. Teman sejati adalah yang berani mengingatkan saat kau salah dan membelamu ketika kau tak ada.

  20. Aku tidak akan meninggalkan ajaran Nabi hanya demi kepentingan pribadi.

  21. Firman Tuhan menjadi penawar bagi hati yang resah.

  22. Mengampuni adalah bentuk kemenangan yang sejati.

  23. Lebih mudah meruntuhkan gunung daripada menanam cinta di hati yang dikuasai kebencian.

  24. Hindari keputusan saat marah dan janji saat terlalu gembira.

  25. Siapa yang terlalu berharap pada dunia akan merasakan kekecewaan.

  26. Ketika kehilangan harapan, ingatlah bahwa kasih Tuhan melebihi segala rencana kita.

  27. Nasihat dari lawan yang bijak lebih berguna daripada saran dari teman yang bodoh.

  28. Biarkan amal baikmu tersembunyi, cukup kau dan Tuhan yang tahu.

  29. Ada dua tipe manusia: yang mencari tanpa menemukan, dan yang menemukan tapi tetap merasa kurang.

  30. Selalu tersedia cahaya bagi mereka yang mau melihatnya.

  31. Jangan membesarkan anak seperti orangtuamu mendidikmu, karena zaman telah berubah.

  32. Orang yang dipenuhi harapan akan terus berusaha, sedangkan yang dikuasai ketakutan akan lari dari kenyataan.

  33. Percayalah, setelah kesabaran panjang, akan datang hal-hal indah yang membuatmu lupa pedihnya masa lalu.

  34. Amarah seperti api—menelannya lebih manis daripada membiarkannya berkobar.

  35. Kata-kata bisa menyembuhkan dalam jumlah kecil, namun membahayakan jika berlebihan.

  36. Tak ada yang lebih menyakiti hati selain dosa.

  37. Hormati seseorang, dan kau akan tahu kualitas karakternya dari bagaimana ia membalas perlakuanmu.

  38. Hindarilah membahas hal yang tidak kamu pahami atau yang bukan urusanmu.

  39. Ilmu sangat mulia, sampai-sampai orang bodoh pun mengaku memilikinya; sedangkan kebodohan begitu memalukan sampai yang memilikinya menyangkalnya.

  40. Jangan takut berjalan sendiri di jalan yang benar hanya karena tak banyak yang mengikuti.

  41. Bersikap murah hati bisa menyelesaikan masalah paling rumit.

  42. Kau bisa hidup bahagia dengan tinggal di hati seseorang, atau dalam doa-doanya.

  43. Menahan diri dari amarah meski hanya sejenak dapat menyelamatkan dari banyak penyesalan.

  44. Hidup ini tak lebih dari bayangan awan atau mimpi saat tidur.

  45. Perlakukan istrimu dengan penuh kasih, karena dia adalah sosok yang lembut, bukan pembantu di rumah.

  46. Jauhilah amarah, karena ia bermula dari kegilaan dan berakhir dengan sesal.

  47. Aku akan terus bersabar sampai kesabaran pun kelelahan menemaniku.

  48. Berikan banyak kesempatan kepada musuh untuk menjadi teman, namun jangan beri peluang bagi teman berubah jadi lawan.

  49. Abaikan rasa sakit jika ingin merasakan kebahagiaan sejati.

  50. Hidup ini terbagi dua: kadang berpihak padamu, kadang melawanmu. Saat mendukungmu, jangan sombong. Saat melawan, bersabarlah.

  51. Seseorang belum layak disebut sahabat jika belum diuji dalam tiga kondisi: saat butuh, di belakangmu, dan setelah kamu tiada.

  52. Jika kau tidak bisa menjaga rahasiamu sendiri, jangan heran jika orang lain juga mengungkapkannya.

  53. Jangan ikuti mayoritas hanya karena mereka banyak. Ikutilah kebenaran, meski hanya segelintir yang menjalaninya.

  54. Hadapilah masalah dengan keyakinan pada Tuhan, bukan keluhan tentang besarnya masalah.

  55. Pemilik kendali atas dirinya adalah penguasa atas hidupnya sendiri.

  56. Balasan terbaik untuk dendam adalah memperbaiki diri dan menjadi lebih baik.

  57. Yang paling pahit dari semua pengalaman hidup adalah menggantungkan harapan pada sesama manusia.

  58. Kejujuran seorang sahabat lebih berharga daripada warisan kekayaan.

  59. Menjadi orang yang baik di mata Tuhan, rendah hati di mata diri sendiri, dan biasa saja di mata orang lain adalah kunci kedamaian.

  60. Jangan menasihati orang bodoh—ia akan membencimu. Tapi orang cerdas akan menghargai nasihatmu.

  61. Bergunjing adalah kebiasaan orang-orang yang tidak memiliki kekuatan nyata.

  62. Orang yang tak mencari teman adalah yang paling lemah, dan yang menyia-nyiakan teman adalah yang lebih lemah lagi.

  63. Jika ucapan seseorang menyakitimu, biarkan saja dan jangan disimpan dalam hati.

  64. Tiga hal yang hanya terlihat dalam kondisi sulit: keberanian saat perang, kesabaran saat marah, dan ketulusan persahabatan saat dalam kesulitan.

  65. Akal lebih berharga dari kekayaan, dan pendidikan adalah warisan terbaik.

  66. Dirimu yang sejati tampak dari apa yang kau lakukan saat tak ada yang melihat.

  67. Kejujuran menghadirkan kepercayaan, cinta, dan penghormatan.

  68. Wanita bisa menyimpan cinta bertahun-tahun, tapi tak mampu menyembunyikan cemburu sesaat pun.

  69. Cintailah dengan sewajarnya, karena bisa jadi cinta itu akan berubah.

  70. Angin hadir bukan untuk menggoyang pohon, tapi untuk menguji kekuatannya.

  71. Lebih baik diam sampai diminta bicara, daripada bicara hingga disuruh diam.

  72. Takwa adalah rasa takut kepada Tuhan, melaksanakan perintah-Nya, rela atas pemberian-Nya, dan selalu bersiap menghadapi kematian.

  73. Orang yang tidak mampu mengendalikan pandangannya, tidak akan mampu menjaga hatinya.

  74. Masuki dan hadapi ketakutanmu, karena rasa takut lebih menyiksa daripada kenyataannya.

  75. Menahan marah lebih membahagiakan daripada meluapkannya.

  76. Mengikuti hawa nafsu menyesatkan dari kebenaran, dan terlalu banyak angan bisa membuat lupa akhirat.

  77. Ketidakadilan terjadi bukan karena banyaknya pelaku kejahatan, tapi karena diamnya orang-orang baik.

  78. Jadilah dermawan tanpa berlebihan, sederhana tanpa menjadi pelit.

  79. Siapa yang menganggap dirinya buruk, sebenarnya orang yang baik. Tapi yang merasa dirinya baik, justru orang yang buruk.

  80. Jangan berdebat dengan ibumu menggunakan kata-kata tajam yang kau pelajari darinya.

  81. Jika terlalu percaya pada dunia, bersiaplah untuk dikhianati.

  82. Kenali kebenaran dengan hatimu, bukan dari siapa yang menyampaikannya.

  83. Masa itu terbagi dua: suatu saat kau di atas dan pada saat lain kau di bawah. Maka ketika kau berada di atas, janganlah sekali-kali kau berbuat aniaya. Dan, ketika kau berada di bawah, janganlah sekali-kali kau gelisah.

  84. Kehidupan itu hanya dua hari saja. Satu hari untukmu, satu hari melawanmu. Maka pada saat ia untukmu, jangan bangga dan gegabah; dan pada saat ia melawanmu maka bersabarlah.

  85. Jangan menasihati orang bodoh, karena dia akan membencimu. Nasihatilah orang yang berakal, karena dia akan mencintaimu.

  86. Janganlah kamu mengucapkan perkataan yang kamu sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu.

  87. Jangan gunakan ketajaman kata-katamu pada ibumu yang mengajarimu cara berbicara.

  88. Teman sejati adalah dia yang selalu memberi nasihat ketika melihat kesalahanmu dan dia.

  89. Bergaul dengan orang jahat akan menyebabkan jahat, seperti angin apabila berhembus dengan bau tak sedap maka akan menyebabkan bau tak sedap pula.

  90. Berikan ribuan kesempatan kepada lawan untuk menjadi kawan, tapi jangan berikan satu kesempatan pun bagi kawan untuk menjadi lawan.

  91. Seorang teman tidak bisa dianggap teman sampai ia diuji dalam tiga kesempatan: 1) di saat membutuhkan, 2) di belakangmu, dan 3) setelah kematianmu.

  92. Nilai seseorang sesuai dengan apa yang ia cari.

  93. Ilmu lebih baik daripada harta. Ilmu menjaga dirimu, sedangkan harta, kaulah yang harus menjaganya.

  94. Jangan membenci sesuatu yang belum engkau ketahui, karena sebagian dari pengetahuan berasal dari penyangkalan.

  95. Ucapan adalah cerminan akal. Lidah orang berakal ada di belakang hatinya, sedangkan lidah orang bodoh ada di depan pikirannya.

  96. Orang yang paling miskin adalah orang yang tamak.

  97. Jika kamu ingin menguji akhlak seseorang, maka berikanlah kekuasaan padanya.

  98. Hidup ini terdiri dari dua hari: satu hari untukmu dan satu hari melawanmu. Maka saat hari itu untukmu, jangan sombong. Dan saat hari itu melawanmu, bersabarlah.

  99. Balas dendam terbaik adalah menjadi pribadi yang lebih baik.

  100. Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya. Dan beramallah untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok.

  101. Teman sejati adalah dia yang tetap bersamamu saat orang lain meninggalkanmu.

  102. Diam adalah hiasan bagi orang berilmu.

  103. Orang bodoh adalah musuh bagi dirinya sendiri.

  104. Kesabaran adalah kunci kemenangan.

  105. Ucapanmu menunjukkan siapa dirimu.

  106. Nilai manusia tergantung pada amalnya.

  107. Ilmu tanpa amal adalah sia-sia.

  108. Hati manusia bagaikan ladang, maka tanamkan kebaikan di dalamnya.

  109. Musuh terburukmu adalah nafsumu sendiri.

  110. Jangan terlalu berharap pada manusia.

Itulah beberapa kata bijak atau quotes Ali bin Abi Thalib yang bijak dan penuh makna yang bisa dijadikan sebagai inspirasi. (Ns)

Baca juga: 130 Contoh Pantun Nasihat yang Mendidik dan Penuh Makna