Konten dari Pengguna

130 Contoh Pantun Nasihat yang Mendidik dan Penuh Makna

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 12 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Pantun Nasihat. Foto: Unsplash/Clary abu-abu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Pantun Nasihat. Foto: Unsplash/Clary abu-abu

Di antara berbagai jenis pantun, contoh pantun nasihat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan ajaran hidup, norma, serta nilai-nilai kebaikan secara halus dan menyenangkan.

Mengutip dari Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Dedi Apriansah, (2020:44), pantun merupakan bentuk puisi lama yang memiliki nilai sastra tinggi dan kaya akan pesan moral.

Daftar isi

Contoh Pantun Nasihat yang Mendidik dan Penuh Makna

Ilustrasi Contoh Pantun Nasihat. Foto: Unsplash/Nadine E

Berikut adalah kumpulan contoh pantun nasihat yang mendidik dan penuh makna.

  1. Pagi hari makan ketupat Burung berkicau di atas dahan Jangan mudah bersikap cepat Pikirkan baik sebelum tindakan

  2. Naik sepeda ke pasar lama Membeli sayur dan juga ikan Ilmu itu cahaya utama Belajarlah tanpa bosan

  3. Bunga melati harum mewangi Mekar indah di pagi hari Hormati orang yang lebih tinggi Itu tanda rendah hati

  4. Duduk santai di bawah pohon buah tin Membaca buku sambil tertawa Sabar itu kekuatan batin Hadapi hidup dengan jiwa

  5. Berlayar jauh membawa perahu Menyusuri laut tanpa takut Jujur itu sifat yang perlu Membuat hidup jadi lembut

  6. Petik mangga di tengah ladang Dimakan bersama di waktu petang Jangan suka menyebar kebohongan Nanti hidup jadi malang dan mengenaskan

  7. Ayam berkokok di pagi hari Menandakan hari telah terang Rajin-rajinlah berdoa diri Agar hidup tenang dan senang

  8. Pagi hari pergi bertani Menanam padi di sawah sahabat Saling menghargai sesama ini Membuat damai dalam bersahabat

  9. Kupu-kupu terbang menari Di taman bunga warna-warni Jangan tinggi hati sendiri Kesombongan bawa rugi

  10. Pergi ke hutan mencari madu Bersama teman dan juga paman Janganlah iri dalam kalbu Hati bersih jadi pedoman

  11. Main layangan di sore hari Angin bertiup makin kencang Jangan suka berkata semau hati Lidah tajam bisa menyerang

  12. Ke kota naik kereta api Duduk manis sambil bernyanyi Jangan suka mencela diri Syukurilah yang dimiliki

  13. Siang hari matahari bersinar Burung pipit pun cari makan Ilmu bermanfaat harus dikejar Jadi bekal masa depan

  14. Anak kecil main ke taman Berlari-lari sambil tertawa Belajar itu bukan beban Tapi jalan menuju cahaya

  15. Ikan berenang di dalam kolam Air jernih menyejukkan hati Jangan dendam dalam dendam Maafkan agar hidup berseri

  16. Membaca buku saat malam Ditemani secangkir teh hangat Rajin ibadah bagaikan salam Menjaga hati tetap kuat

  17. Pagi-pagi menyapu halaman Membersihkan daun berserakan Hormatilah ayah dan ibu kalian Mereka sumber keberkahan

  18. Tanam bunga di tepi jalan Disiram air setiap pagi Jangan suka membalas kejahatan Balas dengan sikap yang bijak lagi

  19. Beli roti di warung dekat jembatan Dibungkus rapi oleh penjual Jangan menunda buat kebaikan Lakukan sekarang, jangan menyesal

  20. Anak kecil bermain bola Di lapangan luas nan ceria Berbuat baik jangan ditunda Itu tabungan bahagia

  21. Petani menanam padi di sawah Hujan turun menyuburkan tanah Jangan hidup penuh amarah Tenang hati, ringan langkah

  22. Kelinci lompat di sawah Indah nian pagi terasa Hidup ini tak selalu mudah Tapi tetap bisa bahagia

  23. Anak ayam mencari induk Berjalan cepat di tengah ladang Jangan mudah terbawa buruk Tetaplah kuat dan tenang

  24. Berlayar jauh membawa harapan Menjaring ikan di tengah lautan Jangan putus asa dalam ujian Cobaan datang membawa pelajaran

  25. Naik becak keliling desa Membawa hasil panen semalam Rajin belajar penuh usaha Sukses datang dengan salam

  26. Duduk termenung di bawah pohon Mendengar kicau burung permai Janganlah banyak mengeluh dan memohon Syukuri nikmat dari Ilahi

  27. Pergi ke toko beli pensil Dibungkus rapi oleh pedagang Rajin menabung sejak kecil Agar dewasa hidup tenang

  28. Anak kecil menari riang Iringi lagu penuh ceria Jangan suka buat bimbang Jujur dan jelas lebih bahagia

  29. Minum teh di pagi hari Dengan biskuit rasa pandan Jangan memandang dari luar diri Lihat isi dan kebaikan

  30. Taman indah penuh warna Bunga-bunga mekar di pagi buta Saling memaafkan sesama Membuat hati jadi lega

  31. Main layang-layang di padang teman Angin kencang membuat senang Jangan hidup penuh angan Wujudkan dengan kerja dan terang

  32. Menanam jagung di kebun luas Disiram air setiap matahari bersinar Hidup ini bukan soal kuas Tapi soal kasih dan sabar

  33. Ikan berenang di kolam tenang Air jernih memantulkan bayang Hidup damai bukan karena uang Tapi hati yang lapang

  34. Anak kecil memetik bunga Diberi untuk ibu tercinta Jangan suka menebar duka Tebarlah kasih dan cinta

  35. Menyapu halaman tiap pagi Daun kering disapu bersih Jaga lisan dan janji Agar hidup tak berselisih

  36. Bintang bersinar di langit atas Terangi bumi penuh harap Jangan jadi orang yang malas Sukses hanya untuk yang giat dan siap

  37. Dengar azan di waktu magrib Hati tenang dan tidak redup Jangan tinggalkan shalat wajib Karena itu fondasi hidup

  38. Anak kecil bermain pasir Di tepi pantai sore hari Jangan hidup terlalu khawatir Rendah hati lebih dihargai

  39. Pergi ke hutan cari rotan Dibawa pulang dijual cepat Jangan suka ambil jatah teman Itu bukan sifat hebat

  40. Pagi hari memetik bunga Diseduh hangat terasa nikmat Jangan suka berdusta Kejujuran lebih tepat

  41. Main gasing di gubuk sawah Tawa riang terdengar nyaring Jangan mudah terbawa amarah Sabar itu pelindung sifat sinting

  42. Naik sepeda ke rumah Pak Heri Membawa oleh-oleh dari kota Jangan sombong karena banyak rezeki Ingat semua bisa sirna

  43. Pergi ke pantai saat senja Duduk tenang melihat ombak Hidup ini hanya sementara Isi dengan cinta dan hikmah yang banyak

  44. Tanam tomat dekat jendela Daunnya rimbun hasilnya banyak Jangan suka mencari cela Hargai usaha walau tak banyak

  45. Lari pagi keliling desa Tubuh sehat jadi terasa Jangan biarkan iri membara Hidup damai jauh lebih berharga

  46. Malam hari menatap langit Bulan dan bintang saling bersinar Jangan lupa sedekah walau sedikit Itu membuat hati sabar

  47. Anak sekolah membaca puisi Di atas panggung penuh semangat Belajar harus dari hati Bukan sekadar ikut niat

  48. Naik perahu menyusur rawa Melihat burung di antara ilalang Jangan suka berkata dusta Itu bisa bikin celaka orang

  49. Anak kecil bermain air rawa Di sungai jernih dekat bukit Jaga adab dan tutur kata Itu cermin hati yang tidak pelit

  50. Pergi ke pasar naik delman Membeli buah dan juga garam Jangan lupa pada Tuhan Dia penolong paling dalam

  51. Naik gunung di pagi buta Menyusuri jalan yang mendaki Jangan hidup penuh dosa Bersihkan diri tiap hari

  52. Menulis puisi di atas kertas Kata indah jadi untaian Ilmu itu cahaya jelas Belajarlah tanpa kebosanan

  53. Anak kecil berlari riang Mengejar kupu warna cerah Jangan suka berbuat curang Nanti hidup jadi susah

  54. Menyiram bunga setiap hari Agar tumbuh segar mewangi Jangan biarkan iri di hati Karena itu merusak diri

  55. Menenun kain di pagi terang Dikerjakan ibu dengan sabar Jangan mudah ikut orang Pilih jalan yang benar

  56. Lonceng berbunyi tanda waktu Anak sekolah segera masuk Hormati guru setiap waktu Agar ilmu cepat merasuk

  57. Membuat layang dari bambu Diterbangkan saat angin riuk Jangan suka berkata palsu Itu dosa yang menumpuk

  58. Membaca buku di sore hari Menambah ilmu dalam kepala Jangan sombong karena tinggi diri Nanti jatuh tak bersisa

  59. Membeli es di warung depan Diminum saat hari panas Jangan suka menyimpan kedendaman Maafkan hati jadi ikhlas

  60. Duduk tenang di bawah mentari Menikmati angin sepoi bertiup Jangan bandingkan diri sendiri Setiap orang punya hidup

  61. Naik kapal ke seberang pulau Menyusuri laut luas membiru Jangan gampang berkata mau Bila belum siap menepati janji itu

  62. Membeli buah di pasar pagi Pilih yang manis dan segar Jangan tinggalkan akhlak diri Itu bekal hidup benar

  63. Berjalan kaki ke rumah teman Sambil membawa buah tangan Jangan lupakan kebaikan teman Balas dengan senyuman

  64. Main gitar di teras rumah Mengalun lagu penuh cinta Jangan dengki pada anugerah Semua sudah punya jatahnya

  65. Menyapu jalan hingga bersih dari sampah Daun kering dibuang ke tong sampah Jangan hidup penuh keluh kesah Syukur kunci utama berkah

  66. Ikan mas hidup di kolam Airnya jernih tenang dan segar Jangan mencela dan mencemarkan Jaga lidah agar benar

  67. Membuat layang bentuk burung Diterbangkan anak kecil riang Jangan berkata menyakitkan Lebih baik diam tenang

  68. Petani menanam di tanah subur Panen banyak jadi harapan Jangan lupa hidup bersyukur Rezeki datang tanpa beban

  69. Beli batik di kota Solo Motif cantik dan warna cerah Jangan suka hidup boros Sisakan untuk masa susah

  70. Anak kecil belajar mengaji Setiap malam sebelum tidur Jangan lupa isi hati Dengan iman yang subur

  71. Duduk santai sambil minum susu Menatap langit biru bersih Jangan suka menilai nafsu Gunakan akal lebih bijih

  72. Membeli sandal di pasar pagi Dipilih satu yang empuk Jangan hidup penuh iri hati Hancurkan dengan syukur yang cukup

  73. Menikmati senja di tepi rawa Air tenang menyejukkan hati Jangan hidup tanpa arah Miliki tujuan yang pasti

  74. Pergi ke desa panen jagung Disimpan dalam karung besar Jangan iri orang beruntung Kita punya takdir yang benar

  75. Memetik buah di kebun sendiri Dimakan segar bersama keluarga Jangan dengar fitnah basi Percaya diri dan tetap jaga

  76. Naik sepeda ke sekolah anak Bertemu teman di jalan Jangan lupa jaga akhlak Itu bekal sepanjang zaman

  77. Makan siang bersama sahabat Masakan enak penuh rasa Jangan merasa diri paling hebat Rendah hati bawa bahagia

  78. Tidur siang sejenak saja Untuk segarkan badan lelah Jangan banyak mengeluh saja Sabar bawa hasil indah

  79. Main bola di lapangan Teriakan sorak terdengar nyaring Jangan suka buat kerusakan Jaga bumi tetap hening

  80. Lihat pelangi setelah hujan deras Warna-warni indah berseri Jangan biarkan hati menderita keras Bersihkan dengan doa dan berdiam diri

  81. Naik becak sambil menghirup udara Melewati jalan ramai sekali Jangan malu mengakui salah ya Karena itu sikap orang bijaksana sekali

  82. Main congklak di sore hari Di teras rumah bersama teman Jangan lupa tanggung jawab diri Lakukan dengan ketulusan

  83. Memetik bunga di kebun depan Diberi ibu untuk hiasan Jangan berbohong meski sama teman Karena bisa rusak kepercayaan

  84. Naik perahu menyusuri rawa Menangkap ikan di pagi buta Jangan suka mengeluh saja Bangkit dan kuatkan doa

  85. Menyusun batu di tepi jalan Dibuat taman sederhana Jangan suka rebutan peran Kerja sama lebih utama

  86. Tidur malam jangan terlalu larut Pagi hari harus bangun cepat Jangan suka hidup boros dan tidak nurut Aturlah uang dengan tepat

  87. Menjahit baju dari kain batik Dijahit rapi oleh ibu Jangan iri lihat yang cantik Cantik hati lebih perlu

  88. Membeli kopi di warung sempit Diseduh hangat minum berdua Jangan jadi orang pelit Saling bantu sesama saudara

  89. Menyapu lantai sampai rumah sahabat Rumah nyaman terasa indah Jangan lari dari nasihat Dengarlah demi ibrah

  90. Naik kuda keliling padang Angin sepoi terasa nyaman Jangan bodoh dalam pandang Lihat dalam, bukan tampilan

  91. Menyulam benang jadi selendang Dihias cantik oleh bapak Jangan malas berjuang Sukses tak datang mendadak

  92. Menulis surat pada teman Menceritakan rindu sang mantan Jangan sombong punya jabatan Semua itu titipan Tuhan

  93. Menangkap kupu dengan jaring Di taman bunga penuh warna Jangan hidup hanya garing Isi makna dengan cinta

  94. Membuat roti di dapur pagi Dengan tepung, mentega, dan madu Jangan hidup keras hati Lembutkan dengan kalbu

  95. Naik sepeda ke pasar lama Membeli jajanan kesukaan Jangan jauh dari agama Itu pondasi kehidupan

  96. Duduk santai melihat awan Di bawah pohon rindang nan asri Jangan suka marah-marah kawan Tenang bawa hati berseri

  97. Bermain gasing di tanah lapang Anak-anak penuh tawa riang Jangan suka mengumbar terang Sederhana itu tenang

  98. Beli sosis di warung depan Dibakar hangat di sore petang Jangan suka ikut-ikutan Pilih yang benar dan tenang

  99. Tidur malam dengan doa berkah Bangun pagi penuh semangat Jangan hidup tanpa arah Tujuan hidup itu nikmat

  100. Menonton film bersama teman Di ruang tamu sambil tertawa Jangan pernah lupa Tuhan Ia penolong tiap masa

  101. Mentari pagi hangat menyapa Burung bernyanyi dengan merdu Jangan hidup dengan murka Damai hati kunci maju

  102. Beli sepatu di kota Jambi Untuk berjalan di hari raya Jangan hidup dengan iri Itu racun dalam jiwa

  103. Membaca buku di sore hari Ditemani secangkir teh tarik Jangan malas mencari arti Ilmu hadir tak semanis bisik

  104. Menangkap ikan pakai jaring Hasil tangkapan untuk makan Jangan suka banyak miring Bicara jujur jadi andalan

  105. Anak kecil bermain layang Diterbangkan tinggi ke angkasa Jangan suka bertindak kurang Belajar sabar setiap masa

  106. Naik sepeda ke rumah sahabat Saling sapa penuh cinta Jangan simpan luka berat Maafkanlah, hidup bahagia

  107. Memetik mangga di kebun bapak Diberi tetangga sebagai tanda Jangan berlagak sok bijak Tetap rendah dan bersahaja

  108. Beli nasi di warung Mbak Rina Lauknya ayam dan sambal terasi Jangan mudah percaya berita Cek fakta sebelum aksi

  109. Menyapu halaman tiap pagi Daun berserakan dikumpulkan Jangan iri lihat prestasi Kerja keraslah jadi jalan

  110. Minum kopi sambil berdiskusi Di bawah pohon rindang berdiri Jangan menjauh dari visi Impian harus terus dicari

  111. Menjahit baju dengan mesin Dikerjakan ibu dengan tekun Hiduplah dengan disiplin Wujudkan dengan kerja tekun

  112. Anak-anak bermain gembira Di halaman rumah tak kenal lelah Jangan lupa cinta keluarga Tempat pulang saat susah

  113. Menonton film bersama paman Cerita lucu membuat tertawa Jangan mudah jatuh harapan Bangkit selalu meski luka

  114. Membeli buah di pasar jajan Pilih mangga yang tak bau Jangan sombong meski tampan Hati baik lebih memukau

  115. Menangkap belut di sawah basah Dengan ember penuh air lumpur Jangan hidup penuh amarah Sabar bawa hati subur

  116. Berlayar jauh ke pulau indah Menikmati alam dan suasana Jangan suka menghasut marah Tenang bawa suasana bahagia

  117. Menjemur pakaian di pagi hari Angin bertiup terasa dingin Jangan terlalu keras hati Lembutkanlah dengan disiplin

  118. Membuat kue dengan ibu Dihidangkan hangat untuk tamu Jangan banyak berlagu Rendah hati selalu laku

  119. Menyiram bunga di halaman Warna-warni jadi segar Jangan terus cari kekurangan Syukuri nikmat yang besar

  120. Menonton tari di balai desa Gerakan indah sangat elok Jangan hidup tanpa rasa Peka hati itu cukup kok

  121. Naik kuda ke padang luas Ditemani senja dan cahaya Jangan terus merasa puas Belajar terus sepanjang usia

  122. Menulis surat kepada ayah Rindu di hati makin besar Jangan lupa shalat dan ibadah Itu bekal hidup benar

  123. Menyanyi lagu tentang damai Suaranya merdu penuh rasa Jangan biarkan dendam mengerai Maafkan walau tak biasa

  124. Naik kapal ke dermaga tua Melihat langit saat senja Jangan takut jatuh dan luka Kegagalan bawa makna

  125. Memancing ikan di kolam Bersama teman satu hobi Jangan diam dalam kelam Bangkit dan cari solusi

  126. Menyikat sepatu hingga bersih Siap dipakai ke pesta desa Jangan banyak janji bersih Jika tak bisa tepati semua

  127. Naik kereta menuju kota Menikmati pemandangan desa Jangan sibuk mengejar harta Lupa keluarga dan rasa

  128. Bermain bola saat petang Di lapangan dekat rumah Jangan jadi orang bimbang Mantap hati itu berkah

  129. Naik andong keliling kota Mengantar anak sekolah Jangan sia-siakan waktu kita Gunakan untuk hal yang indah

  130. Membuat taman di belakang rumah Ditanami bunga warna-warni Jangan lupa bersikap ramah Santun bawa rezeki datang sendiri

Contoh pantun nasihat bukan hanya rangkaian kata yang berima, tetapi juga wadah yang menyampaikan pesan kehidupan dengan cara yang unik dan berkesan.

Setiap baitnya mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, berpikir positif, serta menghargai sesama dan lingkungan. (Dista)

Baca Juga: 80 Pantun Nasehat yang Penuh Makna dan Menyentuh Hati