130 Contoh Pantun Nasihat yang Mendidik dan Penuh Makna

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 12 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di antara berbagai jenis pantun, contoh pantun nasihat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan ajaran hidup, norma, serta nilai-nilai kebaikan secara halus dan menyenangkan.
Mengutip dari Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Dedi Apriansah, (2020:44), pantun merupakan bentuk puisi lama yang memiliki nilai sastra tinggi dan kaya akan pesan moral.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Pantun Nasihat yang Mendidik dan Penuh Makna
Berikut adalah kumpulan contoh pantun nasihat yang mendidik dan penuh makna.
Pagi hari makan ketupat Burung berkicau di atas dahan Jangan mudah bersikap cepat Pikirkan baik sebelum tindakan
Naik sepeda ke pasar lama Membeli sayur dan juga ikan Ilmu itu cahaya utama Belajarlah tanpa bosan
Bunga melati harum mewangi Mekar indah di pagi hari Hormati orang yang lebih tinggi Itu tanda rendah hati
Duduk santai di bawah pohon buah tin Membaca buku sambil tertawa Sabar itu kekuatan batin Hadapi hidup dengan jiwa
Berlayar jauh membawa perahu Menyusuri laut tanpa takut Jujur itu sifat yang perlu Membuat hidup jadi lembut
Petik mangga di tengah ladang Dimakan bersama di waktu petang Jangan suka menyebar kebohongan Nanti hidup jadi malang dan mengenaskan
Ayam berkokok di pagi hari Menandakan hari telah terang Rajin-rajinlah berdoa diri Agar hidup tenang dan senang
Pagi hari pergi bertani Menanam padi di sawah sahabat Saling menghargai sesama ini Membuat damai dalam bersahabat
Kupu-kupu terbang menari Di taman bunga warna-warni Jangan tinggi hati sendiri Kesombongan bawa rugi
Pergi ke hutan mencari madu Bersama teman dan juga paman Janganlah iri dalam kalbu Hati bersih jadi pedoman
Main layangan di sore hari Angin bertiup makin kencang Jangan suka berkata semau hati Lidah tajam bisa menyerang
Ke kota naik kereta api Duduk manis sambil bernyanyi Jangan suka mencela diri Syukurilah yang dimiliki
Siang hari matahari bersinar Burung pipit pun cari makan Ilmu bermanfaat harus dikejar Jadi bekal masa depan
Anak kecil main ke taman Berlari-lari sambil tertawa Belajar itu bukan beban Tapi jalan menuju cahaya
Ikan berenang di dalam kolam Air jernih menyejukkan hati Jangan dendam dalam dendam Maafkan agar hidup berseri
Membaca buku saat malam Ditemani secangkir teh hangat Rajin ibadah bagaikan salam Menjaga hati tetap kuat
Pagi-pagi menyapu halaman Membersihkan daun berserakan Hormatilah ayah dan ibu kalian Mereka sumber keberkahan
Tanam bunga di tepi jalan Disiram air setiap pagi Jangan suka membalas kejahatan Balas dengan sikap yang bijak lagi
Beli roti di warung dekat jembatan Dibungkus rapi oleh penjual Jangan menunda buat kebaikan Lakukan sekarang, jangan menyesal
Anak kecil bermain bola Di lapangan luas nan ceria Berbuat baik jangan ditunda Itu tabungan bahagia
Petani menanam padi di sawah Hujan turun menyuburkan tanah Jangan hidup penuh amarah Tenang hati, ringan langkah
Kelinci lompat di sawah Indah nian pagi terasa Hidup ini tak selalu mudah Tapi tetap bisa bahagia
Anak ayam mencari induk Berjalan cepat di tengah ladang Jangan mudah terbawa buruk Tetaplah kuat dan tenang
Berlayar jauh membawa harapan Menjaring ikan di tengah lautan Jangan putus asa dalam ujian Cobaan datang membawa pelajaran
Naik becak keliling desa Membawa hasil panen semalam Rajin belajar penuh usaha Sukses datang dengan salam
Duduk termenung di bawah pohon Mendengar kicau burung permai Janganlah banyak mengeluh dan memohon Syukuri nikmat dari Ilahi
Pergi ke toko beli pensil Dibungkus rapi oleh pedagang Rajin menabung sejak kecil Agar dewasa hidup tenang
Anak kecil menari riang Iringi lagu penuh ceria Jangan suka buat bimbang Jujur dan jelas lebih bahagia
Minum teh di pagi hari Dengan biskuit rasa pandan Jangan memandang dari luar diri Lihat isi dan kebaikan
Taman indah penuh warna Bunga-bunga mekar di pagi buta Saling memaafkan sesama Membuat hati jadi lega
Main layang-layang di padang teman Angin kencang membuat senang Jangan hidup penuh angan Wujudkan dengan kerja dan terang
Menanam jagung di kebun luas Disiram air setiap matahari bersinar Hidup ini bukan soal kuas Tapi soal kasih dan sabar
Ikan berenang di kolam tenang Air jernih memantulkan bayang Hidup damai bukan karena uang Tapi hati yang lapang
Anak kecil memetik bunga Diberi untuk ibu tercinta Jangan suka menebar duka Tebarlah kasih dan cinta
Menyapu halaman tiap pagi Daun kering disapu bersih Jaga lisan dan janji Agar hidup tak berselisih
Bintang bersinar di langit atas Terangi bumi penuh harap Jangan jadi orang yang malas Sukses hanya untuk yang giat dan siap
Dengar azan di waktu magrib Hati tenang dan tidak redup Jangan tinggalkan shalat wajib Karena itu fondasi hidup
Anak kecil bermain pasir Di tepi pantai sore hari Jangan hidup terlalu khawatir Rendah hati lebih dihargai
Pergi ke hutan cari rotan Dibawa pulang dijual cepat Jangan suka ambil jatah teman Itu bukan sifat hebat
Pagi hari memetik bunga Diseduh hangat terasa nikmat Jangan suka berdusta Kejujuran lebih tepat
Main gasing di gubuk sawah Tawa riang terdengar nyaring Jangan mudah terbawa amarah Sabar itu pelindung sifat sinting
Naik sepeda ke rumah Pak Heri Membawa oleh-oleh dari kota Jangan sombong karena banyak rezeki Ingat semua bisa sirna
Pergi ke pantai saat senja Duduk tenang melihat ombak Hidup ini hanya sementara Isi dengan cinta dan hikmah yang banyak
Tanam tomat dekat jendela Daunnya rimbun hasilnya banyak Jangan suka mencari cela Hargai usaha walau tak banyak
Lari pagi keliling desa Tubuh sehat jadi terasa Jangan biarkan iri membara Hidup damai jauh lebih berharga
Malam hari menatap langit Bulan dan bintang saling bersinar Jangan lupa sedekah walau sedikit Itu membuat hati sabar
Anak sekolah membaca puisi Di atas panggung penuh semangat Belajar harus dari hati Bukan sekadar ikut niat
Naik perahu menyusur rawa Melihat burung di antara ilalang Jangan suka berkata dusta Itu bisa bikin celaka orang
Anak kecil bermain air rawa Di sungai jernih dekat bukit Jaga adab dan tutur kata Itu cermin hati yang tidak pelit
Pergi ke pasar naik delman Membeli buah dan juga garam Jangan lupa pada Tuhan Dia penolong paling dalam
Naik gunung di pagi buta Menyusuri jalan yang mendaki Jangan hidup penuh dosa Bersihkan diri tiap hari
Menulis puisi di atas kertas Kata indah jadi untaian Ilmu itu cahaya jelas Belajarlah tanpa kebosanan
Anak kecil berlari riang Mengejar kupu warna cerah Jangan suka berbuat curang Nanti hidup jadi susah
Menyiram bunga setiap hari Agar tumbuh segar mewangi Jangan biarkan iri di hati Karena itu merusak diri
Menenun kain di pagi terang Dikerjakan ibu dengan sabar Jangan mudah ikut orang Pilih jalan yang benar
Lonceng berbunyi tanda waktu Anak sekolah segera masuk Hormati guru setiap waktu Agar ilmu cepat merasuk
Membuat layang dari bambu Diterbangkan saat angin riuk Jangan suka berkata palsu Itu dosa yang menumpuk
Membaca buku di sore hari Menambah ilmu dalam kepala Jangan sombong karena tinggi diri Nanti jatuh tak bersisa
Membeli es di warung depan Diminum saat hari panas Jangan suka menyimpan kedendaman Maafkan hati jadi ikhlas
Duduk tenang di bawah mentari Menikmati angin sepoi bertiup Jangan bandingkan diri sendiri Setiap orang punya hidup
Naik kapal ke seberang pulau Menyusuri laut luas membiru Jangan gampang berkata mau Bila belum siap menepati janji itu
Membeli buah di pasar pagi Pilih yang manis dan segar Jangan tinggalkan akhlak diri Itu bekal hidup benar
Berjalan kaki ke rumah teman Sambil membawa buah tangan Jangan lupakan kebaikan teman Balas dengan senyuman
Main gitar di teras rumah Mengalun lagu penuh cinta Jangan dengki pada anugerah Semua sudah punya jatahnya
Menyapu jalan hingga bersih dari sampah Daun kering dibuang ke tong sampah Jangan hidup penuh keluh kesah Syukur kunci utama berkah
Ikan mas hidup di kolam Airnya jernih tenang dan segar Jangan mencela dan mencemarkan Jaga lidah agar benar
Membuat layang bentuk burung Diterbangkan anak kecil riang Jangan berkata menyakitkan Lebih baik diam tenang
Petani menanam di tanah subur Panen banyak jadi harapan Jangan lupa hidup bersyukur Rezeki datang tanpa beban
Beli batik di kota Solo Motif cantik dan warna cerah Jangan suka hidup boros Sisakan untuk masa susah
Anak kecil belajar mengaji Setiap malam sebelum tidur Jangan lupa isi hati Dengan iman yang subur
Duduk santai sambil minum susu Menatap langit biru bersih Jangan suka menilai nafsu Gunakan akal lebih bijih
Membeli sandal di pasar pagi Dipilih satu yang empuk Jangan hidup penuh iri hati Hancurkan dengan syukur yang cukup
Menikmati senja di tepi rawa Air tenang menyejukkan hati Jangan hidup tanpa arah Miliki tujuan yang pasti
Pergi ke desa panen jagung Disimpan dalam karung besar Jangan iri orang beruntung Kita punya takdir yang benar
Memetik buah di kebun sendiri Dimakan segar bersama keluarga Jangan dengar fitnah basi Percaya diri dan tetap jaga
Naik sepeda ke sekolah anak Bertemu teman di jalan Jangan lupa jaga akhlak Itu bekal sepanjang zaman
Makan siang bersama sahabat Masakan enak penuh rasa Jangan merasa diri paling hebat Rendah hati bawa bahagia
Tidur siang sejenak saja Untuk segarkan badan lelah Jangan banyak mengeluh saja Sabar bawa hasil indah
Main bola di lapangan Teriakan sorak terdengar nyaring Jangan suka buat kerusakan Jaga bumi tetap hening
Lihat pelangi setelah hujan deras Warna-warni indah berseri Jangan biarkan hati menderita keras Bersihkan dengan doa dan berdiam diri
Naik becak sambil menghirup udara Melewati jalan ramai sekali Jangan malu mengakui salah ya Karena itu sikap orang bijaksana sekali
Main congklak di sore hari Di teras rumah bersama teman Jangan lupa tanggung jawab diri Lakukan dengan ketulusan
Memetik bunga di kebun depan Diberi ibu untuk hiasan Jangan berbohong meski sama teman Karena bisa rusak kepercayaan
Naik perahu menyusuri rawa Menangkap ikan di pagi buta Jangan suka mengeluh saja Bangkit dan kuatkan doa
Menyusun batu di tepi jalan Dibuat taman sederhana Jangan suka rebutan peran Kerja sama lebih utama
Tidur malam jangan terlalu larut Pagi hari harus bangun cepat Jangan suka hidup boros dan tidak nurut Aturlah uang dengan tepat
Menjahit baju dari kain batik Dijahit rapi oleh ibu Jangan iri lihat yang cantik Cantik hati lebih perlu
Membeli kopi di warung sempit Diseduh hangat minum berdua Jangan jadi orang pelit Saling bantu sesama saudara
Menyapu lantai sampai rumah sahabat Rumah nyaman terasa indah Jangan lari dari nasihat Dengarlah demi ibrah
Naik kuda keliling padang Angin sepoi terasa nyaman Jangan bodoh dalam pandang Lihat dalam, bukan tampilan
Menyulam benang jadi selendang Dihias cantik oleh bapak Jangan malas berjuang Sukses tak datang mendadak
Menulis surat pada teman Menceritakan rindu sang mantan Jangan sombong punya jabatan Semua itu titipan Tuhan
Menangkap kupu dengan jaring Di taman bunga penuh warna Jangan hidup hanya garing Isi makna dengan cinta
Membuat roti di dapur pagi Dengan tepung, mentega, dan madu Jangan hidup keras hati Lembutkan dengan kalbu
Naik sepeda ke pasar lama Membeli jajanan kesukaan Jangan jauh dari agama Itu pondasi kehidupan
Duduk santai melihat awan Di bawah pohon rindang nan asri Jangan suka marah-marah kawan Tenang bawa hati berseri
Bermain gasing di tanah lapang Anak-anak penuh tawa riang Jangan suka mengumbar terang Sederhana itu tenang
Beli sosis di warung depan Dibakar hangat di sore petang Jangan suka ikut-ikutan Pilih yang benar dan tenang
Tidur malam dengan doa berkah Bangun pagi penuh semangat Jangan hidup tanpa arah Tujuan hidup itu nikmat
Menonton film bersama teman Di ruang tamu sambil tertawa Jangan pernah lupa Tuhan Ia penolong tiap masa
Mentari pagi hangat menyapa Burung bernyanyi dengan merdu Jangan hidup dengan murka Damai hati kunci maju
Beli sepatu di kota Jambi Untuk berjalan di hari raya Jangan hidup dengan iri Itu racun dalam jiwa
Membaca buku di sore hari Ditemani secangkir teh tarik Jangan malas mencari arti Ilmu hadir tak semanis bisik
Menangkap ikan pakai jaring Hasil tangkapan untuk makan Jangan suka banyak miring Bicara jujur jadi andalan
Anak kecil bermain layang Diterbangkan tinggi ke angkasa Jangan suka bertindak kurang Belajar sabar setiap masa
Naik sepeda ke rumah sahabat Saling sapa penuh cinta Jangan simpan luka berat Maafkanlah, hidup bahagia
Memetik mangga di kebun bapak Diberi tetangga sebagai tanda Jangan berlagak sok bijak Tetap rendah dan bersahaja
Beli nasi di warung Mbak Rina Lauknya ayam dan sambal terasi Jangan mudah percaya berita Cek fakta sebelum aksi
Menyapu halaman tiap pagi Daun berserakan dikumpulkan Jangan iri lihat prestasi Kerja keraslah jadi jalan
Minum kopi sambil berdiskusi Di bawah pohon rindang berdiri Jangan menjauh dari visi Impian harus terus dicari
Menjahit baju dengan mesin Dikerjakan ibu dengan tekun Hiduplah dengan disiplin Wujudkan dengan kerja tekun
Anak-anak bermain gembira Di halaman rumah tak kenal lelah Jangan lupa cinta keluarga Tempat pulang saat susah
Menonton film bersama paman Cerita lucu membuat tertawa Jangan mudah jatuh harapan Bangkit selalu meski luka
Membeli buah di pasar jajan Pilih mangga yang tak bau Jangan sombong meski tampan Hati baik lebih memukau
Menangkap belut di sawah basah Dengan ember penuh air lumpur Jangan hidup penuh amarah Sabar bawa hati subur
Berlayar jauh ke pulau indah Menikmati alam dan suasana Jangan suka menghasut marah Tenang bawa suasana bahagia
Menjemur pakaian di pagi hari Angin bertiup terasa dingin Jangan terlalu keras hati Lembutkanlah dengan disiplin
Membuat kue dengan ibu Dihidangkan hangat untuk tamu Jangan banyak berlagu Rendah hati selalu laku
Menyiram bunga di halaman Warna-warni jadi segar Jangan terus cari kekurangan Syukuri nikmat yang besar
Menonton tari di balai desa Gerakan indah sangat elok Jangan hidup tanpa rasa Peka hati itu cukup kok
Naik kuda ke padang luas Ditemani senja dan cahaya Jangan terus merasa puas Belajar terus sepanjang usia
Menulis surat kepada ayah Rindu di hati makin besar Jangan lupa shalat dan ibadah Itu bekal hidup benar
Menyanyi lagu tentang damai Suaranya merdu penuh rasa Jangan biarkan dendam mengerai Maafkan walau tak biasa
Naik kapal ke dermaga tua Melihat langit saat senja Jangan takut jatuh dan luka Kegagalan bawa makna
Memancing ikan di kolam Bersama teman satu hobi Jangan diam dalam kelam Bangkit dan cari solusi
Menyikat sepatu hingga bersih Siap dipakai ke pesta desa Jangan banyak janji bersih Jika tak bisa tepati semua
Naik kereta menuju kota Menikmati pemandangan desa Jangan sibuk mengejar harta Lupa keluarga dan rasa
Bermain bola saat petang Di lapangan dekat rumah Jangan jadi orang bimbang Mantap hati itu berkah
Naik andong keliling kota Mengantar anak sekolah Jangan sia-siakan waktu kita Gunakan untuk hal yang indah
Membuat taman di belakang rumah Ditanami bunga warna-warni Jangan lupa bersikap ramah Santun bawa rezeki datang sendiri
Contoh pantun nasihat bukan hanya rangkaian kata yang berima, tetapi juga wadah yang menyampaikan pesan kehidupan dengan cara yang unik dan berkesan.
Setiap baitnya mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, berpikir positif, serta menghargai sesama dan lingkungan. (Dista)
Baca Juga: 80 Pantun Nasehat yang Penuh Makna dan Menyentuh Hati
