14 Contoh Puisi Ibu yang Memiliki Makna Menyentuh

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi dengan tema ibu cocok diberikan pada momen-momen tertentu. Sebagian anak mungkin masih malu untuk mengungkapkan rasa sayang kepada ibunya. Oleh sebab itu, contoh puisi ibu berikut ini bisa menjadi solusinya.
Puisi merupakan ungkapan yang berasal dari pikiran, kekacauan batin, unek-unek, dan perasaan terdalam milik seseorang. Itulah mengapa, puisi kerap menggunakan bahasa-bahasa kiasan dengan makna yang cukup menyentuh hati.
Ibu sendiri adalah sosok orang tua yang menjadi bagian terpenting dalam kehidupan anak-anaknya. Banyak hal yang sudah dilakukannya tanpa pamrih, sehingga sudah sepantasnya seorang anak mampu membahagiakan ibunya.
Tidak perlu hal-hal mewah untuk membuat ibu bahagia. Kata-kata kasih sayang yang mencerminkan ketulusan seperti dalam puisi ibu, biasanya sudah cukup membuatnya senang. Berikut contoh puisi ibu yang bisa anak-anak bacakan pada momen-momen tertentu.
Baca Juga: 4 Contoh Puisi Ibu Singkat yang Menyentuh Hati
Puisi Ibu Tersayang
Sebagai ungkapan kasih sayang, inilah referensi puisi untuk ibu yang menjadi sosok tersayang bagi anak-anaknya. Puisi berikut dikutip dari buku Antologi Puisi Kasih Ibu Sepanjang Masa karya Dahlia Damayanti Sholikhah dkk.
1. Kesunyian Ibu
Karya: Denza Perdana
Ibu...
Dahinya adalah jejak sujud yang panjang
Perjalanan waktu membekas di pelupuk matanya
Derai air mata di pipinya telah mengering
Tanpa sisa, tanpa ada yang menduga
Ia memilih jalan sunyi untuk bertanya
Hiruk pikuk untuk tersenyum di beranda derita
Menjerit saat lelap berkuasa
Berdoa bukan untuk dirinya.
2. Ibu Matahariku
Ibu...
Tanpa mu, aku tidak bisa lahir..
Tanpa mu, aku tidak bisa melihat dunia ini
dan tanpa mu, aku tidak bisa sebesar dan sekuat ini
Ibu...
Kau malaikatku...
Kau pahlawanku
dan kau matahariku
Ibu...
Aku tidak tahu harus berkata apa...
Terima kasih, itu tidak cukup
Membahagiakan mu, itu belum cukup
Aku sangat sayang padamu ibu...
3. Catatan Terima Kasih
Karya: Lang Leav
Kamu telah memberi tahuku
Semua hal
Aku perlu mendengar
Sebelum aku tahu,
Aku perlu mendengar mereka
Agar tidak takut dari semua hal
Aku pernah takut,
Sebelum aku tahu
Aku seharusnya tidak takut pada mereka
4. Apa Arti "Ibu"?
Karya: Karl Fuchs
"Ibu" adalah kata yang sangat sederhana,
Tapi bagi aku ada makna yang jarang terdengar.
Untuk semua hari ini,
Kasih ibuku menunjukkan jalan.
Aku akan mencintai ibuku sepanjang hari-hariku,
Untuk memperkaya hidupku dalam banyak hal.
Ibu membuatku lurus dan kemudian membebaskanku,
Dan itulah arti kata "ibu" bagiku.
Terima kasih telah menjadi ibu yang luar biasa, Bu!
5. Berjuang untuk Ibu
Bau rerumputan
Mengantarkan pagi hening
Hening sangat
Hingga matahari mengeluarkan kekuatannya
Semua sinarnya bebas
Liar...
Jalan panjang ini jadi terasa
Kadang berliku
Kadang curam
Namun aku terus berjuang
Demi masa depan dan ibuku
Puisi Untuk Ibu yang Sudah Meninggal
Banyak yang mengatakan, kehilangan ibu untuk selama-lamanya adalah momen paling menyakitkan dalam hidup seorang anak. Bahkan, sebagian dari mereka merasa kehilangan separuh hidupnya.
Mengutip dalam buku Pagi Menjadi Ibu: Antologi Puisi karangan Ibnu Wahyudi, inilah contoh puisi untuk ibu yang sudah meninggal, yang termasuk dalam kategori puisi ibu sedih.
6. Rindu Ibu di Surga
Tiga tahun sudah kau pergi,
Tinggalkan kami semua di sini,
Masih tertanam luka di hati,
Jiwa rapuh tak terobati.
Ibu kami tercinta,
Kini telah berada di Surga,
Rindu yang ada begitu menggelora,
Jiwa dipenuhi oleh asa.
Kulihat pakaianmu di lemari,
Seakan kau hadir lagi di sini,
Kutatap tungku memasak di dapur,
Cukup sedikit untuk menghibur.
Entah kapan sedih berakhir,
Luka seakan telah mengukir,
Makin hari semakin getir,
Derai air mata kian mengalir.
Aku tak kuasa menahan rindu,
Rindu akanmu wahai ibu,
Wanita terbaik dalam hidupku,
Tempat bersandar segala pilu.
7. Sampaikan Rinduku
Pada sang fajar yang baru terbit,
Kutitipkan rindu yang tak sedikit,
Untuk yang pergi tanpa pamit,
Hingga tinggalkan luka pahit.
Pada sang Surya yang tenggelam,
Sampaikanlah ada pada kelam,
Bahwa ada rindu tak pernah padam,
Selalu bergelora meski merajam.
Pada langit yang kelabu,
Mimpikan aku dengan ibu,
Pertemukan aku dengannya,
Walau hanya sekejap saja.
Aku rindu padanya,
Rindu melihat sosoknya,
Lapar akan senyumannya,
Haus akan tegurannya.
8. Aku Ikhlas, Ibu!
Ibu,
Meski kepergiannya adalah duka,
Ku terima dengan lapang dada,
Dengan hati yang ikhlas pula.
Ibu,
Aku tahu ini amat pedih,
Hadirkan tangis dan rintih,
Namun hidup tak bisa kita pilih.
Ibu,
Kepergianmu adalah beban jiwaku,
Kehilanganmu sungguh berat bagiku,
Semoga kita kembali bertemu.
9. Semenjak Kepergianmu
Ibu,
Semenjak kepergianmu,
Dunia terasa berbeda,
Tak seperti sedia kala.
Ibu,
Seusai kau pergi,
Sepi datang menggerogoti,
Setiap sudut relung hati.
Ibu,
Kehilanganmu adalah pilu,
Luka yang berat bagiku,
Pukulan telak untukku.
10. Kusimpan Semua Tentangmu
Begitu banyak kenangan denganmu,
Amat besar rasa cintamu padaku,
Kini semua sudah berlalu,
Namun takkan hilang ditelan waktu.
Kusimpan semua tentangmu,
Tentang canda, tawa dan tegurmu,
Tentang nasihat dan pituahmu,
Kususun rapi dalam kalbu.
Kau abadi di sana,
Selama-lamanya,
Takkan pernah ku lupa,
Akan selalu ku jaga.
11. Kekal Abadi
Oh ibuku sayang,
Kasih sayangmu takkan lekang,
Oleh waktu maupun ruang,
Kan hidup sepanjang zaman.
Ibu,
Kekal abadi namamu,
Terpatri dalam sanubariku,
Tertanam lekat dalam hatiku.
Ibuku tercinta,
Jutaan nasihat yang pernah ada,
Semua pelajaran berharga,
Kan abadi sepanjang masa.
Baca Juga: 4 Puisi Valentine untuk Ibu Tercinta
Puisi Ibu dan Ayah
Tak hanya ibu, sosok ayah juga dapat diapresiasi kehadirannya dengan menggunakan kata-kata indah. Perjuangannya mencari nafkah demi sang anak memang tak akan ada habisnya.
Berikut contoh puisi tentang ibu dan ayah yang diambil dari buku Sajak Kehidupan (Antopologi Puisi dan Diksi) tulisan Beni Apriska.
12. Orang Tua Istimewa
Aku senang!
Aku mengambara
Banyak sekali manusia
Tapi kau tetap orang tuaku
Mereka tulus menemaniku
Mereka istimewa
Meski mengembara
Meski banyak manusia
Kau tetap di hatiku
Dengan tulus kukatakan
Aku sayang kalian
Kalian istimewa
Meski ku mengembara
Meski ku menemui banyak orang
Kalian tak ada yang menandingi
Kalian istimewa
Kalian adalah guruku
Kumpulan ilmu dari kalian kugunakan
Cambuk dan ajaranmu selalu kuingat
Itu semua demi masa depanku
13. Temani Masa Kecilku
Pertama kali lahir di dunia fana ini aku sungguh tak ada arti
Kecil dan mungil digendong ibu kesana-kemari saat bayi
Tangisan nakal saja yang hanya aku beri
Tidak mengerti suasana lelah ibu tergambar dan tersembunyi
Seorang ayah nampak rindu dengan sang buah hati
Lucu nan cantik terhiasi lesung pipi kanan kiri
Diajaknya bermain canda dan tawa bersama
Tak terpisahkan oleh manis madu pada bunga
Lelah letih tak secuilpun tergantung diperasaan
Ayah dan ibu orang terbaik dalam menjaga titipan
Kompak dalam membangun istana bertahtah
Untuk ditempati saat-saat tua menyapa
Wahai sang pencipta alam semesta
Tolong jaga ayah dan ibu yang merawatku hingga dewasa
Berilah ketentraman hati di dunia muram durjana
Sehatkan tubuhnya yang tua ditelan usia
Wahai kepada yang maha Esa
Lindungi mereka dari kemerlap cahaya dunia yang bersifat sementara
Tudungkan dengan hidayah itu agar tak tersesat ke neraka
Aku titipkan ibu dan ayah kelak di taman surga
Sampai istana ku semat mahkota di kepala
14. Ayah dan Ibu Tercinta
Ayah...
Yang menyayangiku dengan penuh kasih
Yang telah memberiku nafkah lahir dan batin
Yang tak pernah lelah langkahmu tuk masa depan terbaikku
Dan yang tlah memberiku jalan terbaik
Ibu....
Yang telah mengandungku dengan penuh cinta
Yang telah melahirkanku dengan penuh perjuangan
Yang menerangi hidupku yang gelap gulita
Yang menjadi petunjuk jika ku tersesat
Ayah...Ibu....
Yang telah membesarkanku dengan penuh kesabaran
Yang telah merawatku dengan penuh kasih sayang
Ayah...Ibu....
Takkan mampu kubalas jasa-jasa kalian
Meskipun dengan seluruh isi dunia ini sekalipun
Hanya puisi sederhana ini kupersembahkan untuk kalian
Serta do'a yang selalu kupanjatkan untukmu
Ayah dan Ibuku yang tercinta.
Baca Juga: 6 Puisi Ibu Singkat 4 Bait yang Mengharukan
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Puisi berisi tentang apa?

Puisi berisi tentang apa?
Puisi merupakan ungkapan yang berasal dari pikiran, kekacauan batin, unek-unek, dan perasaan terdalam milik seseorang.
Apa bahasa yang digunakan dalam puisi?

Apa bahasa yang digunakan dalam puisi?
Puisi kerap menggunakan bahasa-bahasa kiasan dengan makna yang cukup menyentuh hati.
Apa hal yang bisa dilakukan anak untuk membuat ibunya bahagia?

Apa hal yang bisa dilakukan anak untuk membuat ibunya bahagia?
Tidak perlu hal-hal mewah untuk membuat ibu bahagia. Kata-kata kasih sayang yang mencerminkan ketulusan seperti dalam puisi ibu, biasanya sudah cukup membuatnya senang.
