Konten dari Pengguna

14 Contoh Puisi Ibu yang Memiliki Makna Menyentuh

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ungkapan kasih sayang seorang kepada sang ibu dapat berupa puisi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ungkapan kasih sayang seorang kepada sang ibu dapat berupa puisi. Foto: Pixabay

Puisi dengan tema ibu cocok diberikan pada momen-momen tertentu. Sebagian anak mungkin masih malu untuk mengungkapkan rasa sayang kepada ibunya. Oleh sebab itu, contoh puisi ibu berikut ini bisa menjadi solusinya.

Puisi merupakan ungkapan yang berasal dari pikiran, kekacauan batin, unek-unek, dan perasaan terdalam milik seseorang. Itulah mengapa, puisi kerap menggunakan bahasa-bahasa kiasan dengan makna yang cukup menyentuh hati.

Ibu sendiri adalah sosok orang tua yang menjadi bagian terpenting dalam kehidupan anak-anaknya. Banyak hal yang sudah dilakukannya tanpa pamrih, sehingga sudah sepantasnya seorang anak mampu membahagiakan ibunya.

Tidak perlu hal-hal mewah untuk membuat ibu bahagia. Kata-kata kasih sayang yang mencerminkan ketulusan seperti dalam puisi ibu, biasanya sudah cukup membuatnya senang. Berikut contoh puisi ibu yang bisa anak-anak bacakan pada momen-momen tertentu.

Baca Juga: 4 Contoh Puisi Ibu Singkat yang Menyentuh Hati

Puisi Ibu Tersayang

Ilustrasi menunjukkan kasih sayang kepada sang ibu dengan memberikan puisi. Foto: Pixabay

Sebagai ungkapan kasih sayang, inilah referensi puisi untuk ibu yang menjadi sosok tersayang bagi anak-anaknya. Puisi berikut dikutip dari buku Antologi Puisi Kasih Ibu Sepanjang Masa karya Dahlia Damayanti Sholikhah dkk.

1. Kesunyian Ibu

Karya: Denza Perdana

Ibu...

Dahinya adalah jejak sujud yang panjang

Perjalanan waktu membekas di pelupuk matanya

Derai air mata di pipinya telah mengering

Tanpa sisa, tanpa ada yang menduga

Ia memilih jalan sunyi untuk bertanya

Hiruk pikuk untuk tersenyum di beranda derita

Menjerit saat lelap berkuasa

Berdoa bukan untuk dirinya.

2. Ibu Matahariku

Ibu...

Tanpa mu, aku tidak bisa lahir..

Tanpa mu, aku tidak bisa melihat dunia ini

dan tanpa mu, aku tidak bisa sebesar dan sekuat ini

Ibu...

Kau malaikatku...

Kau pahlawanku

dan kau matahariku

Ibu...

Aku tidak tahu harus berkata apa...

Terima kasih, itu tidak cukup

Membahagiakan mu, itu belum cukup

Aku sangat sayang padamu ibu...

3. Catatan Terima Kasih

Karya: Lang Leav

Kamu telah memberi tahuku

Semua hal

Aku perlu mendengar

Sebelum aku tahu,

Aku perlu mendengar mereka

Agar tidak takut dari semua hal

Aku pernah takut,

Sebelum aku tahu

Aku seharusnya tidak takut pada mereka

4. Apa Arti "Ibu"?

Karya: Karl Fuchs

"Ibu" adalah kata yang sangat sederhana,

Tapi bagi aku ada makna yang jarang terdengar.

Untuk semua hari ini,

Kasih ibuku menunjukkan jalan.

Aku akan mencintai ibuku sepanjang hari-hariku,

Untuk memperkaya hidupku dalam banyak hal.

Ibu membuatku lurus dan kemudian membebaskanku,

Dan itulah arti kata "ibu" bagiku.

Terima kasih telah menjadi ibu yang luar biasa, Bu!

5. Berjuang untuk Ibu

Bau rerumputan

Mengantarkan pagi hening

Hening sangat

Hingga matahari mengeluarkan kekuatannya

Semua sinarnya bebas

Liar...

Jalan panjang ini jadi terasa

Kadang berliku

Kadang curam

Namun aku terus berjuang

Demi masa depan dan ibuku

Puisi Untuk Ibu yang Sudah Meninggal

Ilustrasi membuat puisi untuk ibu yang sudah meninggal. Foto: Pixabay

Banyak yang mengatakan, kehilangan ibu untuk selama-lamanya adalah momen paling menyakitkan dalam hidup seorang anak. Bahkan, sebagian dari mereka merasa kehilangan separuh hidupnya.

Mengutip dalam buku Pagi Menjadi Ibu: Antologi Puisi karangan Ibnu Wahyudi, inilah contoh puisi untuk ibu yang sudah meninggal, yang termasuk dalam kategori puisi ibu sedih.

6. Rindu Ibu di Surga

Tiga tahun sudah kau pergi,

Tinggalkan kami semua di sini,

Masih tertanam luka di hati,

Jiwa rapuh tak terobati.

Ibu kami tercinta,

Kini telah berada di Surga,

Rindu yang ada begitu menggelora,

Jiwa dipenuhi oleh asa.

Kulihat pakaianmu di lemari,

Seakan kau hadir lagi di sini,

Kutatap tungku memasak di dapur,

Cukup sedikit untuk menghibur.

Entah kapan sedih berakhir,

Luka seakan telah mengukir,

Makin hari semakin getir,

Derai air mata kian mengalir.

Aku tak kuasa menahan rindu,

Rindu akanmu wahai ibu,

Wanita terbaik dalam hidupku,

Tempat bersandar segala pilu.

7. Sampaikan Rinduku

Pada sang fajar yang baru terbit,

Kutitipkan rindu yang tak sedikit,

Untuk yang pergi tanpa pamit,

Hingga tinggalkan luka pahit.

Pada sang Surya yang tenggelam,

Sampaikanlah ada pada kelam,

Bahwa ada rindu tak pernah padam,

Selalu bergelora meski merajam.

Pada langit yang kelabu,

Mimpikan aku dengan ibu,

Pertemukan aku dengannya,

Walau hanya sekejap saja.

Aku rindu padanya,

Rindu melihat sosoknya,

Lapar akan senyumannya,

Haus akan tegurannya.

8. Aku Ikhlas, Ibu!

Ibu,

Meski kepergiannya adalah duka,

Ku terima dengan lapang dada,

Dengan hati yang ikhlas pula.

Ibu,

Aku tahu ini amat pedih,

Hadirkan tangis dan rintih,

Namun hidup tak bisa kita pilih.

Ibu,

Kepergianmu adalah beban jiwaku,

Kehilanganmu sungguh berat bagiku,

Semoga kita kembali bertemu.

9. Semenjak Kepergianmu

Ibu,

Semenjak kepergianmu,

Dunia terasa berbeda,

Tak seperti sedia kala.

Ibu,

Seusai kau pergi,

Sepi datang menggerogoti,

Setiap sudut relung hati.

Ibu,

Kehilanganmu adalah pilu,

Luka yang berat bagiku,

Pukulan telak untukku.

10. Kusimpan Semua Tentangmu

Begitu banyak kenangan denganmu,

Amat besar rasa cintamu padaku,

Kini semua sudah berlalu,

Namun takkan hilang ditelan waktu.

Kusimpan semua tentangmu,

Tentang canda, tawa dan tegurmu,

Tentang nasihat dan pituahmu,

Kususun rapi dalam kalbu.

Kau abadi di sana,

Selama-lamanya,

Takkan pernah ku lupa,

Akan selalu ku jaga.

11. Kekal Abadi

Oh ibuku sayang,

Kasih sayangmu takkan lekang,

Oleh waktu maupun ruang,

Kan hidup sepanjang zaman.

Ibu,

Kekal abadi namamu,

Terpatri dalam sanubariku,

Tertanam lekat dalam hatiku.

Ibuku tercinta,

Jutaan nasihat yang pernah ada,

Semua pelajaran berharga,

Kan abadi sepanjang masa.

Baca Juga: 4 Puisi Valentine untuk Ibu Tercinta

Puisi Ibu dan Ayah

Ilustrasi anak-anak yang mengungkapkan rasa sayangnya dengan membuat puisi ibu dan ayah. Foto: Pixabay

Tak hanya ibu, sosok ayah juga dapat diapresiasi kehadirannya dengan menggunakan kata-kata indah. Perjuangannya mencari nafkah demi sang anak memang tak akan ada habisnya.

Berikut contoh puisi tentang ibu dan ayah yang diambil dari buku Sajak Kehidupan (Antopologi Puisi dan Diksi) tulisan Beni Apriska.

12. Orang Tua Istimewa

Aku senang!

Aku mengambara

Banyak sekali manusia

Tapi kau tetap orang tuaku

Mereka tulus menemaniku

Mereka istimewa

Meski mengembara

Meski banyak manusia

Kau tetap di hatiku

Dengan tulus kukatakan

Aku sayang kalian

Kalian istimewa

Meski ku mengembara

Meski ku menemui banyak orang

Kalian tak ada yang menandingi

Kalian istimewa

Kalian adalah guruku

Kumpulan ilmu dari kalian kugunakan

Cambuk dan ajaranmu selalu kuingat

Itu semua demi masa depanku

13. Temani Masa Kecilku

Pertama kali lahir di dunia fana ini aku sungguh tak ada arti

Kecil dan mungil digendong ibu kesana-kemari saat bayi

Tangisan nakal saja yang hanya aku beri

Tidak mengerti suasana lelah ibu tergambar dan tersembunyi

Seorang ayah nampak rindu dengan sang buah hati

Lucu nan cantik terhiasi lesung pipi kanan kiri

Diajaknya bermain canda dan tawa bersama

Tak terpisahkan oleh manis madu pada bunga

Lelah letih tak secuilpun tergantung diperasaan

Ayah dan ibu orang terbaik dalam menjaga titipan

Kompak dalam membangun istana bertahtah

Untuk ditempati saat-saat tua menyapa

Wahai sang pencipta alam semesta

Tolong jaga ayah dan ibu yang merawatku hingga dewasa

Berilah ketentraman hati di dunia muram durjana

Sehatkan tubuhnya yang tua ditelan usia

Wahai kepada yang maha Esa

Lindungi mereka dari kemerlap cahaya dunia yang bersifat sementara

Tudungkan dengan hidayah itu agar tak tersesat ke neraka

Aku titipkan ibu dan ayah kelak di taman surga

Sampai istana ku semat mahkota di kepala

14. Ayah dan Ibu Tercinta

Ayah...

Yang menyayangiku dengan penuh kasih

Yang telah memberiku nafkah lahir dan batin

Yang tak pernah lelah langkahmu tuk masa depan terbaikku

Dan yang tlah memberiku jalan terbaik

Ibu....

Yang telah mengandungku dengan penuh cinta

Yang telah melahirkanku dengan penuh perjuangan

Yang menerangi hidupku yang gelap gulita

Yang menjadi petunjuk jika ku tersesat

Ayah...Ibu....

Yang telah membesarkanku dengan penuh kesabaran

Yang telah merawatku dengan penuh kasih sayang

Ayah...Ibu....

Takkan mampu kubalas jasa-jasa kalian

Meskipun dengan seluruh isi dunia ini sekalipun

Hanya puisi sederhana ini kupersembahkan untuk kalian

Serta do'a yang selalu kupanjatkan untukmu

Ayah dan Ibuku yang tercinta.

Baca Juga: 6 Puisi Ibu Singkat 4 Bait yang Mengharukan

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Puisi berisi tentang apa?
chevron-down

Puisi merupakan ungkapan yang berasal dari pikiran, kekacauan batin, unek-unek, dan perasaan terdalam milik seseorang.

Apa bahasa yang digunakan dalam puisi?
chevron-down

Puisi kerap menggunakan bahasa-bahasa kiasan dengan makna yang cukup menyentuh hati.

Apa hal yang bisa dilakukan anak untuk membuat ibunya bahagia?
chevron-down

Tidak perlu hal-hal mewah untuk membuat ibu bahagia. Kata-kata kasih sayang yang mencerminkan ketulusan seperti dalam puisi ibu, biasanya sudah cukup membuatnya senang.