Konten dari Pengguna

14 Contoh Soal Akuntansi Keuangan dan Jawabannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Soal Akuntansi Keuangan. Foto: Unsplash/Tim Wildsmith
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Soal Akuntansi Keuangan. Foto: Unsplash/Tim Wildsmith

Salah satu cara efektif untuk menguasai sebuah meteri adalah dengan banyak berlatih soal. Dengan mempelajari contoh soal akuntansi keuangan dan jawabannya, mereka akan terlatih menyelesaikan sebuah permasalahan secara cepat.

Mengutip Jurnal Riset Akuntansi, Evelyna M. Halim, dkk., (2021: 54), akuntansi keuangan merupakan suatu proses yang menghasilkan laporan keuangan sebuah perusahaan, yang dapat dimanfaatkan oleh pihak internal maupun eksternal.

Daftar isi

Contoh Soal Akuntansi Keuangan dan Jawabannya

Ilustrasi Contoh Soal Akuntansi Keuangan. Foto: Unsplash/Anoushka Puri

Akuntansi keuangan adalah salah satu cabang akuntansi yang wajib dipelajari oleh siswa maupun mahasiswa jurusan ini. Berikut adalah contoh soal akuntansi keuangan dan jawabannya.

1. Contoh Soal 1

PT Surya Makmur mendapatkan pembayaran atas penjualan barang senilai Rp15.000.000. bagaimana cara pencatatan transaksi ini dalam jurnal yang benar?

Jawaban:

Debit = Kas Rp15.000.000

Kredit = Piutang Usaha Rp15.000.000

Transaksi penerimaan pembayaran dari pelanggan atas penjualan dicatat dengan mendebit akun Kas (aset lancar) sebesar Rp15.000.000 dan mengkredit akun Piutang Usaha (aset lancar) dengan jumlah yang sama.

Pencatatan ini dilakukan karena pembayaran tersebut mengurangi saldo piutang yang masih belum terbayar.

2. Contoh Soal 2

Sebuah barang dibeli seharga Rp200.000.000 dengan umur manfaat 5 tahun dan nilai residu Rp20.000.000. Hitunglah beban penyusutan tahunan menggunakan metode garis lurus!

Jawaban:

Beban penyusutan tahunan adalah jumlah biaya yang dialokasikan setiap tahun untuk mencerminkan penurunan nilai aset tetap selama masa manfaatnya.

Beban ini dicatat dalam laporan laba rugi sebagai pengurang pendapatan untuk mencerminkan pemakaian aset dalam operasional perusahaan.

Beban Penyusutan = (Harga Perolehan – Nilai Residu) / Umur Manfaat

Beban Penyusutan = (200.000.000 – 20.000.000) / 5

Beban Penyusutan = 36.000.000

Jadi, beban penyusutan barang tersebut per tahun adalah Rp36.000.000.

3. Contoh Soal 3

Perusahaan kencana memiliki aktiva tetap sebesar Rp600.000.000 dan depresiasi tahunan sebesar Rp60.000.000. Berapa nilai buku aktiva tetap setelah 3 tahun?

Jawaban:

Nilai buku aktiva tetap adalah nilai aset tetap yang tercatat dalam laporan keuangan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Nilai ini mencerminkan sisa nilai aset yang belum diamortisasi dan dapat berubah setiap tahun seiring dengan penyusutan.

Nilai Buku = Nilai Awal – (Depresiasi x Jumlah Tahun)

Nilai Buku = 600.000.000 – (60.000.000 x 3)

Nilai Buku = 600.000.000 – 180.000.000

Nilai Buku = 420.000.000

Jadi, nilai buku aktiva tetap setelah 3 tahun adalah Rp420.000.000.

4. Contoh Soal 4

Perusahaan ABCD memiliki pendapatan bersih sebesar Rp10.000.000 dan pajak penghasilan yang ditetapkan sebesar 25%. Berapa jumlah pajak yang harus dibayarkan perusahaan tersebut?

Jawaban:

Pajak Penghasilan Perusahaan adalah pajak yang dikenakan atas laba atau penghasilan yang diperoleh suatu badan usaha dalam satu periode tertentu.

Jumlah Pajak = Tarif Pajak x Jumlah Pendapatan Bersih

Jumlah Pajak = 25% x 10.000.000

Jumlah Pajak = 25/100 x 10.000.000

Jumlah Pajak = 2.500.000

Jadi, jumlah pajak penghasilan yang harus dibayarkan perusahaan ABCD adalah Rp2.500.000.

5. Contoh Soal 5

PT Maju Mapan memiliki data persediaan awal Rp50.000.000, pembelian Rp200.000.000, dan persediaan akhir Rp30.000.000. Hitunglah nilai HPP nya!

Jawaban:

Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh atau memproduksi barang yang dijual dalam satu periode. HPP penting dalam menentukan laba kotor suatu perusahaan.

HPP = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir

HPP = 50.000.000 + 200.000.000 – 30.000.000

HPP = 220.000.000

Jadi nilai HPP perusahaan tersebut adalah Rp220.000.000.

6. Contoh Soal 6

Sebuah perusahaan memiliki aset lancar sebesar Rp500.000.000 dan utang lancar Rp250.000.000. Hitunglah current ratio!

Jawaban:

Current Ratio adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan aset lancar yang dimilikinya. Rasio ini menunjukkan seberapa likuid perusahaan dalam jangka pendek.

Current Ratio = Aset Lancar / Utang Lancar

Current Ratio = 500.000.000 / 250.000.000

Current Ratio = 2

Jadi, current ratio perusahaan tersebut adalah 2.

7. Contoh Soal 7

Modal awal sebuah perusahaan adalah Rp300.000.000. Pada tahun berjalan, laba bersihnya Rp100.000.000 dan dividen yang dibagikan Rp50.000.000. Berapa ekuitas akhir?

Jawaban:

Ekuitas akhir adalah jumlah hak pemilik atas aset perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban (liabilitas) pada akhir periode akuntansi. Ekuitas ini mencerminkan kekayaan bersih perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham atau pemilik bisnis.

Ekuitas Akhir = Modal Awal + Laba Bersih – Dividen

Ekuitas Akhir = 300.000.000 + 100.000.000 - 50.000.000

Ekuitas Akhir = 350.000.000

Jadi, ekuitas akhir perusahaan tersebut sebesar Rp350.000.000.

8. Contoh Soal 8

Pada 1 Januari 2025, PT Sejahtera menerima uang muka Rp20.000.000 dari pelanggan untuk layanan yang akan diberikan selama 4 bulan. Bagaimana pencatatannya per 31 Maret 2025?

Jawaban:

Pendapatan yang diakui per 31 Maret (3 bulan):

(20.000.000/4)x3 = 15.000.000

Pencatatan:

Debit = Uang Muka Pendapatan Rp15.000.000

Kredit = Pendapatan Rp15.000.000

9. Contoh Soal 9

PT Sukses Bersama memiliki data keuangan pada tahun 2024, yaitu pendapatan Rp500.000.000, bebang aji Rp100.000.000, beban sewa Rp50.000.000, beban listrik Rp20.000.000, dan beban penyusutan Rp30.000.000. Hitunglah laba bersih perusahaan!

Jawaban:

Laba bersih adalah keuntungan akhir yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi semua biaya. Laba bersih mencerminkan profitabilitas perusahaan dan digunakan untuk membayar dividen, investasi kembali, atau ditahan sebagai laba ditahan.

Laba Bersih = Pendapatan – (Beban Gaji + Beban Sewa + Beban Listrik + Beban Penyusutan)

Laba Bersih = 500.000.000 – (100.000.000 + 50.000.000 + 20.000.000 + 30.000.000)

Laba Bersih = 500.000.000 – 200.000.000 = 300.000.000

Jadi, laba berih perusahaan tersebut adalah Rp300.000.000.

10. Contoh Soal 10

Pada tanggal 1 Januari 2025, PT Maju Jaya mendirikan perusahaan dengan modal awal sebesar Rp500.000.000 yang disetorkan ke rekening bank perusahaan. Pada tanggal 3 Januari, perusahaan membeli peralatan seharga Rp100.000.000 secara tunai. Buatlah jurnal umum untuk mencatat transaksi tersebut!

Jawaban:

Tanggal 01/01/25

Debit = Kas Rp500.000.000

Kredit = Modal Rp500.000.000

Tanggal 03/01/25

Debit = Peralatan Rp100.000.000

Kredit = Kas Rp100.000.000

11. Contoh Soal 11

PT Setia Abadi menyusutkan asset tetap berupa bangunan sebesar Rp3.000.000 per bulan. Bagaimana pencatatan transaksi ini dalam jurnal?

Jawaban:

Debit = Beban Penyusutan Rp3.000.000

Kredit = Akumulasi Penyusutan Gedung Rp3.000.000

Transaksi penyusutan aset tetap dicatat dengan mendebit akun Beban Penyusutan (beban) sebesar Rp3.000.000 dan mengkredit akun Akumulasi Penyusutan Gedung (kontra aset) dengan jumlah yang sama.

Penyusutan ini dilakukan sebagai bentuk alokasi biaya perolehan aset tetap sepanjang masa manfaatnya.

12. Contoh Soal 12

Diketahui saldo akun PT Sejahtera per 31 Desember 2024 adalah kas Rp50.000.000, piutang usaha Rp20.000.000, persediaan Rp30.000.000, peralatan Rp100.000.000, utang usaha Rp40.000.000 dan modal Rp160.000.000. Susunlah neraca saldo per 31 Desember 2024!

Jawaban:

Debit = Kas Rp50.000.000

Debit = Piutang Usaha Rp20.000.000

Debit = Persediaan Rp30.000.000

Debit = Peralatan Rp100.000.000

Total Debit = Rp200.000.000

Kredit = Utang Usaha Rp40.000.000

Kredit = Modal Rp160.000.000

Total Kredit = Rp200.000.000

13. Contoh Soal 13

PT Bersama memiliki pelanggan yang tidak mampu membayar utang sebesar Rp5.000.000. Perusahaan memutuskan untuk menghapus piutang tersebut. Buatlah jurnal penghapusan piutang!

Jawaban:

Debit = Beban Kerugian Piutang Rp5.000.000

Kredit = Piutang Usaha Rp5.000.000

Nilai beban kerugian piutang (akun debit) meningkat sejumlah Rp5.000.000 karena perusahaan mengalami kerugian akibat pelanggan tidak membayar. Sementara piutang usaha (akun kredit) berkurang Rp5.000.000 karena utang tersebut tidak dapat ditagih lagi.

14. Contoh Soal 14

PT Makmur Jawa memiliki data keuangan yaitu persediaan awal Rp50.000.000, pembelian barang dagang Rp200.000.000, biaya angkut pembelian Rp10.000.000, retur dan potongan pembelian Rp5.000.000, persediaan akhir Rp80.000.000, dan penjualan bersih Rp400.000.000. Hitunglah laba kotornya.

Jawaban:

Pembelian Bersih = Pembelian + Biaya Angkut – Retur dan Potongan

Pembelian Bersih = 200.000.000 + 10.000.000 – 5.000.000 = 205.000.000

HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir

HPP = 50.000.000 + 205.000.000 – 80.000.000 = 175.000.000

Laba Kotor = Penjualan Bersih – HPP

Laba Kotor = 400.000.000 – 175.000.000 = 225.000.000

Jadi, laba kotor PT Makmur Jaya sebesar Rp225.000.000

Demikianlah contoh soal akuntansi keuangan dan jawabannya. Latihan soal seperti ini tidak hanya membantu dalam meningkatkan pemahaman teori, tetapi juga melatih keterampilan praktis yang diperlukan dalam dunia kerja. (nab)

Baca Juga: 15 Contoh Soal Psikotes Matematika dan Pembahasannya