Konten dari Pengguna

15 Lagu Daerah yang Berasal dari Yogyakarta, Lirik, dan Penciptanya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lagu daerah yang berasal dari Yogyakarta. Unsplash.com/Kelly-Sikkema
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lagu daerah yang berasal dari Yogyakarta. Unsplash.com/Kelly-Sikkema

Yogyakarta adalah salah satu provinsi dengan keistimewaan tersendiri sehingga disebut Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dikenal sebagai kota yang kaya akan warisan budaya serta tradisi, termasuk di dalamnya ada lagu daerah yang berasal dari Yogyakarta.

Dikutip dari balaiyanpus.jogjaprov.go.id, Kumpulan Lagu-lagu Daerah Istimewa Yogyakarta, lagu-lagu daerah Yogyakarta memiliki ciri khas yang unik dan menggambarkan kehidupan masyarakatnya.

Daftar isi

Lagu Daerah yang Berasal dari Yogyakarta

Ilustrasi lagu daerah yang berasal dari Yogyakarta. Unsplash.com/Kati-Hoehl

Berikut ini beberapa lagu daerah yang berasal dari Yogyakarta dan makna di baliknya.

1. Suwe Ora Jamu

Pencipta: R.C. Hardjosubroto

Lirik:

Suwe ora jamu

Jamu godhong telo

Suwe ora ketemu

Temu pisan atine gelo

Suwe ora jamu

Jamu sogo thunteng

Suwe ora ketemu

Temu pisan atine seneng

Suwe ora jamu

Jamu godhong bunder

Suwe ora ketemu

Temu pisan tambah pinter

Lagu ini mengisahkan pertemuan dengan teman lama yang telah lama tidak berjumpa, yang menimbulkan perasaan senang atau kecewa tergantung pada perubahan yang terjadi pada teman tersebut.

2. Caping Gunung

Pencipta: Gesang

Lirik:

Dhek jaman berjuang

Njur kelingan anak lanang

Mbiyen tak openi

Ning saiki ana ngendi

Jarena wis menang

Keturutan sing digadhang

Mbiyen ninggal janji

Ning saiki apa lali

Ning gunung tak cadhongi sega jagung

Yen mendhung tak silihi caping gunung

Sokur bisa nyawang

Gunung ndesa dadi reja

Dene ora ilang nggone padha lara lapa

Lagu ini menceritakan kerinduan orang tua terhadap anaknya yang telah pergi merantau dan tidak memberikan kabar.

3. Kidang Talun

Pencipta: R.C. Hardjosubroto

Lirik:

Kidang talun

Mangan kacang talun

Mil kecemil mil kecemil

Si kidang mangan lembayung

Tikus pithi

Duwe anak siji

Cit cit cuit cit cit cuit

Maju perang wani mati

Gajah belang

Soko tanah mlembang

Nuk legunuk nuk legunuk

Gedhene meh podho gunung

Lagu ini menggambarkan berbagai hewan dengan perilaku dan ciri khasnya, memberikan pelajaran tentang kehidupan dan keberanian.

4. Sinom

Pencipta: Sunan Muria

Lirik:

Amenangi jaman edan

Ewuh aja ing pambudi

Melu edan ora tahan

Yen tan melu anglakoni

Boya kaduman melik kaliren

Wekasanipun dilalah karsa Allah

Begjane kang lali

Luwih begja kang eling lan waspada

Lagu ini berisi nasihat agar tetap ingat dan waspada dalam menghadapi zaman yang penuh tantangan, serta pentingnya menjaga perilaku dan budi pekerti.

5. Pitik Tukung

Pencipta: R.C. Hardjosubroto

Lirik:

Aku duwe pitik, pitik tukung

Saben dina, tak pakani jagung

Petok gogok petok petok, ngendhog pitu

Tak nggremake netes telu

Kabeh trondhol dhol tanpa wulu

Mondhol mondhol dhol gawe guyu

Lagu ini menggambarkan kehidupan sederhana di pedesaan, dengan cerita tentang ayam yang lucu dan menghibur.

6. Gethuk

Pencipta: Manthous

Lirik:

Gethuk asale saka telo

Sing digodhog terus digiling

Dicampur karo gula kelapa

Panganan ndeso saka Bantul

Yen arep nyandingke gethuk

Ojo lali karo cenil

Ditambah maneh lupis

Supaya komplit panganane

Gethuk, cenil, lupis

Panganan khas saka Bantul

Rasane enak, manis

Gawe kangen wong adoh

Lagu ini menceritakan tentang makanan tradisional Yogyakarta yang terbuat dari singkong, yaitu gethuk, serta panganan tradisional lainnya seperti cenil dan lupis. Lagu ini menggambarkan kelezatan makanan tersebut dan bagaimana makanan ini dapat membuat rindu bagi mereka yang berada jauh dari kampung halaman.

7. Walang Kekek

Lirik:

Walang kekek ngidung

Ngedung ning pinggir kali

Suwenge padha nglindur

Nglindur ning ngisor wit waru

Bocah cilik padha dolanan

Dolanan ing pinggir kali

Aja nganti padha kelangan

Kelangan klambi

Lagu ini menggambarkan suasana anak-anak yang bermain di pinggir sungai pada malam hari, dengan latar belakang suara walang kekek (belalang) yang bernyanyi. Lagu ini juga mengingatkan anak-anak untuk berhati-hati agar tidak kehilangan pakaian mereka saat bermain.

8. Te Kate Dipanah

Lirik:

Te kate dipanah

Panahane wong buta

Yen kowe ora salah

Mesthi ora kenapa-kena

Te kate dipanah

Panahane wong edan

Yen kowe ora salah

Mesthi ora kenapa-kena

Lagu ini berisi pesan moral bahwa jika seseorang tidak bersalah, maka ia tidak perlu takut akan ancaman atau bahaya yang datang, karena kebenaran akan melindunginya.

9. Kupu Kuwi

Lirik:

Kupu kuwi

Kupu kuwi

Menclok neng pucuk lo

Yen ketangkap

Dadi impianku

Lagu ini menggambarkan keindahan kupu-kupu yang hinggap di pucuk daun, serta keinginan untuk menangkapnya yang menjadi impian. Lagu ini sering dinyanyikan oleh anak-anak sebagai lagu permainan.

10. Jamuran

Lirik:

Jamuran, yo ge ge thok

Jamur apa, yo ge ge thok

Jamur gajih, yo ge ge thok

Sirahmu penthung, yo ge ge thok

Lagu ini merupakan lagu permainan tradisional anak-anak di Yogyakarta. “Jamuran” sendiri adalah permainan yang melibatkan sekelompok anak yang bermain sambil menyanyikan lagu ini. Liriknya sederhana dan mudah diingat, mencerminkan keceriaan anak-anak saat bermain.

11. Lir Ilir

Pencipta: Sunan Kalijaga

Lirik:

Lir ilir, lir ilir

Tandure wus sumilir

Tak ijo royo-royo

Tak sengguh temanten anyar

Cah angon, cah angon

Penekna blimbing kuwi

Lunyu-lunyu penekna

Kanggo mbasuh dodotira

Dodotira, dodotira

Kumitir bedhah ing pinggir

Dondomana, jlumatana

Kanggo seba mengko sore

Mumpung padhang rembulane

Mumpung jembar kalangane

Yo suraka, surak hiyo

Lagu ini sarat dengan makna filosofis dan spiritual. “Lir Ilir” sering diartikan sebagai ajakan untuk membangkitkan semangat dan kesadaran spiritual, serta memperbaiki diri. Lagu ini juga menggambarkan pentingnya memanfaatkan waktu dengan baik sebelum terlambat.

12. Gambang Suling

Lirik:

Gambang suling

Paring tresna tulus

Nadyan atiku

Rindu sliramu

Gambang suling

Swara neng ati

Nadyan adoh

Roso tresno iki

Lagu ini menggambarkan perasaan rindu dan cinta yang tulus, meskipun terpisah oleh jarak. Gambang suling, sebagai alat musik tradisional, menjadi simbol dari suara hati yang merindukan kekasihnya.

13. Padang Bulan

Lirik:

Padang bulan

Padange koyo rino

Rembulane sing awe-awe

Sopo ngguyu

Ngelingake atiku

Padang bulan

Padange koyo rino

Rembulane sing awe-awe

Sopo ngguyu

Ngelingake atiku

Lagu ini menggambarkan keindahan malam dengan sinar bulan yang terang benderang, yang mengingatkan seseorang pada kenangan manis dan membuat hati merasa rindu.

14. Cublak-Cublak Suweng

Lirik:

Cublak-cublak suweng

Suwenge teng gelenter

Mambu ketundhung gudel

Pak empo lera-lere

Sopo ngguyu ndhelikake

Sir-sir pong dele kopong

Sir-sir pong dele kopong

Lagu ini sering digunakan dalam permainan tradisional anak-anak di Jawa. Liriknya mengandung makna filosofis tentang mencari sesuatu yang berharga (suweng) yang sebenarnya ada di dalam diri sendiri, namun seringkali dicari di luar.

15. Yen Ing Tawang Ono Lintang

Pencipta: Andjar Any

Lirik:

Yen ing tawang ono lintang, cah ayu

Aku ngenteni tekamu

Marang mega ing angkasa, nimas

Sun takokke pawartamu

Janji-janji aku eling, cah ayu

Sumedhot rasaning ati

Lintang-lintang ngiwi-iwi, nimas

Tresnaku sundhul wiyati

Dhek semana janjimu disekseni

Mega kartika kairing rasa tresna asih

Yen ing tawang ono lintang, cah ayu

Rungokna tangising ati

Binarung swaraning ratri, nimas

Ngenteni mbulan ndadari

Lagu ini menggambarkan kerinduan seseorang terhadap kekasihnya yang jauh. Namun, berdasarkan latar belakang penciptaannya, lagu ini sebenarnya merupakan ungkapan kerinduan dan harapan Andjar Any saat menantikan kelahiran anak perempuannya.

Pada saat itu, ia telah memiliki tiga anak laki-laki dan sangat mendambakan kehadiran seorang putri. Saat menunggu proses persalinan istrinya, Andjar Any terinspirasi oleh pemandangan langit malam yang berbintang, yang kemudian dituangkan dalam lirik lagu ini.

Keistimewaan Lagu Daerah Yogyakarta

Ilustrasi lagu daerah yang berasal dari Yogyakarta. Unsplash.com/Catalin-Balta

Lagu daerah Yogyakarta memiliki beberapa keistimewaan yang membedakannya dari lagu daerah lain di Indonesia.

Berikut ini beberapa keistimewaannya berikut:

1. Pengaruh Budaya Keraton

Lagu-lagu daerah Yogyakarta sering kali dipengaruhi oleh budaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, baik dalam lirik, nada, maupun makna filosofisnya.

2. Menggunakan Bahasa Jawa Krama

Banyak lagu daerah Yogyakarta menggunakan bahasa Jawa tingkat tinggi (krama), yang mencerminkan kesopanan dan tata krama khas budaya Jawa.

3. Gamelan Sebagai Instrumen Utama

Lagu-lagu daerah Yogyakarta biasanya diiringi oleh gamelan khas Yogyakarta, yang memiliki karakteristik lebih lembut dan meditatif dibandingkan gamelan dari daerah lain, seperti Jawa Tengah atau Bali.

4. Syair Penuh Petuah dan Filosofi

Lirik lagu daerah Yogyakarta sering mengandung ajaran moral, kehidupan sosial, dan filosofi Jawa, seperti ajaran hamemayu hayuning bawana (menjaga keseimbangan dunia).

Dengan memahami dan menghargai lagu-lagu daerah Yogyakarta, masyarakat dapat lebih menghargai kekayaan budaya Indonesia dan melestarikan warisan budaya untuk generasi mendatang.

Demikian beberapa contoh lagu daerah yang berasal dari Yogyakarta. Lagu-lagu ini memiliki nilai estetika yang tinggi, dan menggambarkan kehidupan masyarakat Yogyakarta dan warisan budaya yang istimewa. (Win)

Baca juga: 9 Lagu Daerah Papua beserta Lirik dan Maknanya