Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.99.0
Konten dari Pengguna
18 Makanan Khas Jawa Tengah yang Nikmat dengan Ciri Khasnya
27 Februari 2025 21:24 WIB
·
waktu baca 7 menitTulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Jawa Tengah dikenal dengan ragam kuliner yang sangat banyak. Dari sajian sederhana hingga hidangan istimewa, makanan khas Jawa Tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan pecinta kuliner.
ADVERTISEMENT
Mengutip Buku Makanan Khas Jawa Tengah, Prasita Puspita Sari, dkk., (2020: 7), Indonesia merupakan negara yang terdiri dari suku-suku bangsa dan mempunyai keanekaragaman makanan khas, mulai dari kering hingga kuah.
Makanan Khas Jawa Tengah yang Nikmat
Rempah-rempah lokal yang melimpah menjadi bahan utama dalam banyak resep tradisional . Berikut adalah makanan khas Jawa Tengah yang nikmat dengan ciri khasnya.
1. Soto Krandegan (Banjarnegara)
Soto krandegan, yang juga dikenal dengan sebutan soto banjarnegara, merupakan makanan khas dari Banjarnegara. Nama "Soto Krandegan" berasal dari nama kawasan tempat pemilik warungnya berasal, yaitu Krandegan.
Soto krandegan adalah hidangan khas Banjarmasin yang terdiri dari potongan ketupat, tauge, dan irisan daging sapi, disajikan dengan kuah santan berwarna kuning. Kuah yang kaya rasa ini sangat cocok dipadukan dengan tulang dan daging sapi.
ADVERTISEMENT
2. Combro Kalipalet (Banjarnegara)
Kalipelet terkenal dengan keahlian masyarakatnya dalam membuat combro yang memiliki rasa khas tersendiri. Combro ini dibuat dari singkong yang diparut halus, kemudian diberi sedikit garam dan parutan kelapa sebagai campuran.
Untuk isian combro kalipelet, digunakan sambel oncom yang memberikan rasa gurih dan pedas. Setelah itu, combro digoreng dan siap disajikan sebagai camilan yang nikmat.
3. Buntil (Banjarnegara)
Buntil adalah salah satu hidangan khas dari kabupaten Banjarnegara yang terbuat dari daun papaya, daun singkong, atau daun talas yang dibentuk bulat. Nama "buntil" diberikan karena dalam proses pembuatannya, daun-daun tersebut dibungkus atau diikat dengan cara "diuntil-until."
4. Lontong Lemprak (Batang)
Kabupaten Batang memiliki berbagai makanan khas yang tidak dapat ditemukan di daerah lain, salah satunya adalah lontong lemprak. Hidangan ini terdiri dari opor ayam yang diberi berbagai bumbu rempah.
ADVERTISEMENT
Lontong lemprak memiliki rasa gurih dari kuah kuning yang terbuat dari santan, serta rasa pedas yang berasal dari sambal. Nama "lontong lemprak" sendiri diambil dari cara makannya yang dilakukan dengan duduk lesehan, atau "ngelemprak" dalam bahasa setempat.
5. Sotong Ireng (Batang)
Sotong adalah hewan yang hidup di perairan, baik di sungai, laut, maupun danau. Sotong ireng adalah sotong yang dimasak dengan bumbu rempah-rempah, lalu disiram dengan santan yang menghasilkan rasa gurih yang khas.
Nama "sotong ireng" berasal dari kata "ireng" dalam bahasa Jawa, yang berarti hitam. Berbeda dengan cara memasak sotong pada umumnya, tinta yang ada pada sotong ini tidak dibuang, melainkan digunakan dalam proses memasak untuk menambah cita rasa.
6. Soto Kebo (Batang)
Di Kabupaten Batang, terdapat soto kebo yang menjadi hidangan khas daerah tersebut. Soto ini disajikan dalam porsi besar dengan kuah yang memiliki rasa mirip dengan kuah tauto, dipadu dengan berbagai rempah-rempah dan daging kebo.
ADVERTISEMENT
7. Sate Jagat (Blora)
Sate jagat merupakan kuliner khas dari Blora yang penyajiannya berbeda dari daerah lainnya. Sate ini terbuat dari daging sapi, dengan bumbu kacang kuning yang berwarna kecoklatan sebagai pelengkap.
Daging sapi yang sudah dibumbui kemudian dibakar di atas tungku arang yang dipersiapkan di depan meja. Sate ini disajikan bersama nasi yang disiram kuah soto, lengkap dengan mi hun, seledri, dan taburan bawang goreng.
8. Sego Kobong (Blora)
Sego kobong berasal dari bahasa Jawa yang berarti nasi dan bakar. Hidangan ini terdiri dari nasi yang disajikan bersama cumi, udang, ayam, dan teri, kemudian dibentuk menyerupai lontong.
Aroma khas dari sego kobong berasal dari daun pisang yang digunakan untuk membungkusnya. Secara umum, tekstur nasi liwet ini serupa dengan nasi liwet pada umumnya.
ADVERTISEMENT
9. Gethuk Goreng (Banyumas)
Gethuk Goreng adalah salah satu makanan khas Banyumas yang cukup populer. Proses pembuatannya memerlukan dua tahap, dengan singkong berkualitas sebagai bahan utamanya.
Pertama, singkong dikukus hingga matang. Setelah itu, singkong dilumatkan bersama gula jawa, kemudian dicampur dengan tepung beras dan tepung terigu. Adonan yang sudah tercampur tersebut dibentuk menjadi kotak-kotak kecil dan digoreng hingga matang.
10. Kraca (Banyumas)
Kraca, yang juga dikenal dengan nama kreco, adalah jenis keong sawah kecil yang banyak ditemukan di berbagai daerah. Di banyak tempat, kraca biasanya diolah menjadi sate kraca. Namun, di Banyumas, kraca dimasak bersama batang sereh yang memberikan aroma harum khas.
Bumbu yang digunakan untuk memasak kraca meliputi pala, bawang, merica, garam, dan berbagai bumbu lainnya. Dengan campuran bumbu tersebut, kraca dimasak hingga berkuah. Cara menikmatinya adalah dengan mencuup atau menyedotnya menggunakan mulut.
ADVERTISEMENT
11. Jenang Pecel (Boyolali)
Jenang pecel memiliki tekstur lembut seperti bubur dan rasa gurih yang khas dari bubur sum-sum. Sementara itu, rasa manis dan pedas berasal dari bumbu kacang atau pecel. Hidangan ini sebenarnya adalah kombinasi antara bubur sum-sum dan pecel.
Jenang pecel adalah modifikasi dari pecel sayur yang disajikan dengan cara unik, yaitu menggunakan jenang sebagai pengganti nasi.
12. Tahu Susu (Boyolali)
Tahu adalah makanan yang terbuat dari kacang kedelai. Untuk membuat tahu susu, bahan-bahan yang digunakan antara lain kedelai putih, susu sapi murni, mentega, garam, kunyit, dan bawang putih.
Tahu susu mengandung protein yang sangat baik untuk pertumbuhan anak-anak. Keistimewaan tahu susu ini terletak pada penggunaan susu yang berasal dari sapi yang baru melahirkan.
13. Kupat Glabed (Brebes)
Kupat glabed adalah hidangan yang terdiri dari ketupat dan kuah kuning glabed. Kata "glabed" sendiri digunakan oleh masyarakat Tegal untuk menggambarkan tekstur makanan yang kental saat masuk ke mulut.
ADVERTISEMENT
Seiring waktu, makna kata glabed bergeser menjadi sebutan untuk sajian yang terdiri dari potongan ketupat dengan kuah kuning yang gurih dan kental. Meskipun tampak mirip dengan opor ayam, kedua hidangan ini sebenarnya berbeda.
Kupat glabed memiliki kuah yang lebih kental, hampir seperti sup krim, karena dimasak dengan tambahan tepung maizena. Ciri khas lainnya adalah taburan kerupuk kuning yang melimpah di atasnya.
14. Brekecek (Cilacap)
Brekecek adalah hidangan tradisional khas Cilacap, Jawa Tengah, yang terbuat dari kepala ikan. Makanan ini memiliki keunikan tersendiri, sehingga sangat disukai oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.
Nama brekecek berasal dari kata "brek," yang berarti dijatuhkan atau diletakkan, dan "krecek," yang berarti dicampur atau diaduk. Dalam pembuatan hidangan ini, kepala ikan yang digunakan adalah ikan jahan.
ADVERTISEMENT
Terdapat dua jenis brekecek, yaitu brekecek ikan dan brekecek basur atau itik serati. Meskipun bahan dasarnya berbeda, bumbu yang digunakan tetap sama untuk kedua jenis hidangan ini.
15. Karedok (Cilacap)
Karedok terbuat dari sayuran segar yang masih mentah, seperti wortel, mentimun, kol, kacang panjang, dan kecambah. Hidangan ini disajikan dengan siraman kuah yang terbuat dari sambal kacang.
16. Nasi Gandul (Pati)
Nasi gandul adalah hidangan khas asal Pati yang sekilas mirip dengan sumur dagig dan gulai. Masakan ini terkenal di Desa Gajahmati, yang terletak di selatan terminal bus Pati.
Cara penyajiannya cukup unik, karena nasi gandul diletakkan di atas daun pisang. Selain itu, makanan ini tidak disantap dengan sendok, melainkan dengan suru, yaitu daun pisang yang dipotong memanjang dan dilipat dua sebagai pengganti sendok.
ADVERTISEMENT
Saat membeli nasi gandul, biasanya pelanggan akan mendapatkan nasi putih yang disajikan dengan kuah gandul dan potongan daging sapi. Namun, jika ingin menambah, penjual juga menyediakan berbagai lauk lainnya.
17. Kluban Bothok (Pekalongan)
Kluban bothok adalah hidangan khas dari warga Pekalongan, terutama di wilayah Kecamatan Kedungwuni, Pekajangan, dan Wonopringgo. Kluban sendiri adalah urapan yang terbuat dari kacang panjang, tauge, kol, bayam, atau kangkung.
Hidangan ini disajikan dengan bumbu yang dikenal dengan sebutan mboksiyah atau lombok, terasi, dan garam, ditambah kencur, lalu diurap bersama parutan kelapa. Kluban sering kali dicampur dengan bothok dalam penyajiannya.
18. Megono (Pekalongan)
Megobo berasal dari kata "mergo" yang berarti sebab dan "ono" yang berarti ada. Megono terbuat dari bahan dasar nangka muda dan kelapa. Jika nangka muda sulit ditemukan, maka bisa diganti dengan rebung atau tunas bambu.
ADVERTISEMENT
Megono diolah dengan mencampurkan bumbu-bumbu yang terdiri dari parutan kelapa dan bumbu dapur yang dihaluskan. Kadang-kadang, ditambahkan kacang panjang dan petai sebagai pelengkap selain nangka muda.
Demikianlah makanan khas Jawa Tengah yang nikmat dengan ciri khasnya. Makanan ini tidak hanya menawarkan cita rasa yang lezat, tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya yang terus dilestarikan. (nab)