19 Hadits tentang Silaturahmi dalam Islam

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anjuran silaturahmi pada lingkungan sekitar sudah tidak asing lagi di kalangan muslim. Sudah banyak hadits silaturahmi yang menyinggung hal tersebut.
Istilah silaturahmi berasal dari dua kata gabungan dalam bahasa Arab. Kata tersebut yaitu shilah dan ar-rahim, yang secara bahasa diartikan sebagai menghubungkan tali kekerabatan atau rasa kasih sayang antar sesama manusia.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Silaturahmi
Manusia tidak akan pernah lepas dari kesalahan dan dosa. Seringkali, ini dapat menyebabkan putusnya suatu hubungan. Untuk menyambung tali yang putus, umat Islam dihimbau untuk tetap bersilaturahmi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, silaturahmi adalah tali persahabatan (persaudaraan). Silaturahmi merupakan salah satu amalan untuk menyambung tali persaudaraan yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam.
Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa makna silaturahmi dalam Islam adalah menunjukkan kasih sayang atau menjalin hubungan persaudaraan.
Persaudaraan yang dimaksud adalah hubungan berdasarkan garis keturunan (keturunan) atau perkawinan, yang ditentukan dari asal kata “Rahim”. Istilah rahim mengacu pada orang tua yang berasal dari rahim yang sama.
Manfaat Silaturahmi
Berikut adalah beberapa manfaat silaturahmi dalam Islam:
1. Melapangkan Rezeki
Ada kalanya seseorang mengalami kesulitan dalam mencari rezeki. Mudah bagi Allah memberikan rezeki bagi hambanya bahkan dari arah yang tidak diduga-duga.
Rasulullah menyampaikan dalam sebuah hadits bahwa salah satu manfaat silaturahmi dalam islam adalah melapangkan rezeki.
2. Memperpanjang Umur
Tentu saja setiap orang mendambakan umur yang panjang, karena dengan umur yang panjang akan semakin banyak kesempatan untuk berbuat baik.
Manusia juga melakukan kesalahan dan lupa, sehingga dengan umur yang panjang mereka mempunyai kesempatan untuk bertobat dari dosa-dosa masa lalunya.
3. Menghibur Kerabat
Manusia adalah makhluk sosial dan saling membutuhkan. Dengan tetap terhubung, dapat menghibur dan membantu orang dalam kesulitan.
Terkadang orang ragu untuk meminta bantuan meskipun mereka membutuhkannya. Sebagai anggota keluarga, hendaknya membantu tanpa menunggu ada yang meminta.
Bukan hal yang mustahil bagi orang-orang untuk membantu ketika berada dalam kesulitan. Karena segala perbuatan dihargai sesuai dengan apa yang dilakukan. Jika tidak menerima pahala di dunia, jelas akan menerimanya di akhirat.
4. Sebagai Tanda Ketaatan kepada Allah
Silaturahmi adalah salah satu ajaran yang diperintahkan oleh Allah. Bahkan dalam sebuah hadits Nabi bersabda bahwa orang yang menjalin tali silaturahmi adalah orang-orang yang beriman kepada hari akhir.
5. Menghilangkan Perselisihan
Konflik sering muncul antara saudara kandung dan orang tua, yang bisa diakibatkan oleh perbedaan keputusan, prinsip atau bahkan masalah ekonomi.
Namun, Allah melarang putusnya tali silaturahmi. Salah satu wujud hikmah silaturahmi dalam Islam adalah kemampuan menghilangkan kesalahpahaman yang muncul.
Permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah bersama.
6. Mendapatkan Rahmat
Mengejar rahmat Allah merupakan wujud ikhtiar sebagai umat Islam untuk meraih tempat terbaik di akhirat. Salah satu cara termudah untuk menerima rahmat Tuhan adalah dengan menjaga tali silaturahmi.
7. Dapat Masuk Surga
Tidak ada pahala yang lebih besar daripada surga. Membangun tali silaturahmi bukan hanya sekedar urusan dengan orang yang disayangi, tetapi juga wujud ikhtiar dan ketaatan terhadap apa yang diperintahkan Allah.
Hadits tentang Silaturahmi
Hendaknya umat Islam mengetahui hadits tentang silaturahmi karena Islam selalu mengajarkan untuk berbuat baik dan tetap berhubungan dengan orang lain. Bahkan orang yang melanggarnya pun akan mengalami dosa.
Silaturahmi mempunyai nilai yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Tak hanya sekedar mempererat tali persaudaraan, silaturahmi juga diyakini bisa membuka pintu kebahagiaan. Berikut merupakan hadits tentang silaturahmi:
"Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat." (HR Ibnu Majah)
"Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah menjalin silaturrahim." (HR Bukhari)
Dari Anas bin Malik r.a., Rasulullah saw bersabda, ‘Ada tiga orang yang mendapat naungan Arasy pada hari kiamat: orang yang menjaga silaturahim, seorang istri yang ditinggal mati suaminya kemudian membesarkan anak-anak yatimnya sampai Allah mencukupi mereka atau sampai mereka wafat, dan orang yang membuat makanan kemudian mengajak anak yatim dan orang miskin untuk makan.'
"Beribadahlah kepada Allah Swt. dengan sempurna jangan syirik, dirikanlah sholat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahmi dengan orangtua dan saudara." (HR Bukhari).
"Tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan balasannya bagi para pelakunya di dunia. Bersama dosa yang disimpan untuknya di akhirat daripada perbuatan zalim dan memutus silaturahmi." (HR Abu Daud).
Rasulullah saw bersabda: "(Hakikat) orang yang menyambung silaturahmi itu bukan orang yang membalas kebaikan (Dengan kebaikan). Akan tetapi ia yang apabila silaturahminya terputus, bergegas menyambungnya." (HR Bukhari)
"Kekerabatan itu berada di arsy, ia berkata, 'Siapa yang menyambungku niscaya Allah akan menyambungkan kepadanya (kebaikan) dan siapa yang memutusku, maka Allah akan memutus darinya (kebaikan).'" (HR Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia menyambung tali silaturahmi, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari)
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Amr, dari Abu Qabus, dari Abdullah ibnu Amr r.a. yang menerimanya dari Nabi saw. Yang telah bersabda: “Orang-orang yang penyayang disayangi oleh Tuhan Yang Maha Pemurah. Sayangilah penduduk bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh penduduk langit. Rahim itu adalah bagian dari kata Rahman (Allah Swt berfirman).”Barang siapa yang menghubungkannya, maka Aku berhubungan dengannya. Dan barangsiapa yang memutuskannya, Aku putuskan dia”.
At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ammar Al-Mausuli, telah menceritakan kepada kami Isa ibnu Yunus, dari Al-Hajjaj ibnu Yunus, dari Al-Hajjaj ibnul Qarafisah, dari Abu Umar Al-Basri, dari Salman yang mengatakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: “Arwah itu adalah bagaikan pasukan yang terlatih. Maka mana saja darinya yang saling mengenal, dapat rukun; dan mana saja darinya yang bertentangan, maka pasti akan bertentangan.”
Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Bakar, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Artah, dari Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya dari kakeknya yang menceritakan bahwa seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai banyak kerabat; aku menghubungkan persaudaraan dengan mereka, tetapi mereka memutuskannya; dan aku memaafkan mereka, tetapi mereka terus berbuat aniaya terhadapku; dan aku berbuat baik kepada mereka, tetapi mereka terus-menerus berbuat buruk terhadapku. Bolehkah aku membalas perlakuan mereka?” Rasulullah saw menjawab: Tidak, kalau begitu berarti kamu semua sama tidak benarnya, tetapi bermurahlah dengan memberikan kelebihan dan tetaplah menghubungkan kekeluargaan, karena sesungguhnya kamu akan terus mendapat pertolongan dari Allah Swt. Selama kamu mau melakukan hal tersebut.”
"Allah Swt yang Maha Besar dan Maha Kuasa berfirman: Aku adalah yang Maha Pengasih (Ar-Rahman). Aku membuat ikatan persaudaraan dan memberinya nama dari namaKu. Jika siapa saja mempertahankan ikatan silaturahmi, mempertahankan hubungan dengannya. Dan Aku akan memutus hubungan dengan siapa saja yang memutuskan silaturahmi." (HR Abu Daud)
Ketika tamu datang pada suatu kaum, maka ia datang dengan membawa rezekinya. Ketika ia keluar dari kaum, maka ia keluar dengan membawa pengampunan dosa bagi mereka." (HR Ad-Dailami)
"Silaturahmi dapat menambah umur, sedangkan sedekah dengan sembunyi-sembunyi dapat meredam murka Allah." (HR Ath-Thabrani)
"Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu saling bersalaman, kecuali keduanya diampuni dosanya sebelum keduanya berpisah." (HR Abu Dawud)
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah saw, beliau bersabda, "Tidak ada yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah dengan sesuatu yang lebih baik daripada silaturahmi. Dan silaturahmi menghasilkan kasih sayang di antara keluarga dan meningkatkan rezeki."
Silaturahmi bukanlah yang saling membalas kebaikan. Tetapi seorang yang berusaha menjalin hubungan baik meski lingkungan terdekat (relatives) merusak hubungan persaudaraan dengan dirinya." (Hr Bukhari).
Tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan balasannya bagi para pelakunya di dunia -bersama dosa yang disimpan untuknya di akhirat- daripada perbuatan zalim dan memutus silaturahmi." (HR Abu Daud).
Dari Ibnu Syihab dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa ingin lapangkan pintu rizqi untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari)
Baca Juga: Hadits tentang Berbuat Curang, Ini Larangannya
Itulah beberapa hadits tentang silaturahmi dalam Islam. Saling memelihara hubungan yang baik dengan orang-orang terdekat karena itu merupakan salah satu perintah dari Allah Swt. (glg)
