Konten dari Pengguna

2 Contoh Teks Biografi Singkat Pahlawan sebagai Referensi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Teks Biografi Singkat Pahlawan, Foto: Unsplash/Patrick Tomasso
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Teks Biografi Singkat Pahlawan, Foto: Unsplash/Patrick Tomasso

Contoh teks biografi singkat pahlawan sering kali dicari untuk digunakan sebagai referensi. Teks biografi sendiri biasanya berisi perjalanan hidup seseorang yang ditulis dengan tujuan memberikan teladan kepada pembacanya.

Teks biografi biasanya menjadi tugas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan sejarah. Struktur teksnya juga cukup sederhana, dimulai dari orientasi, peristiwa dan masalah, serta reorientasi.

Contoh Teks Biografi Singkat Pahlawan

Ilustrasi Contoh Teks Biografi Singkat Pahlawan, Foto: Unsplash/Jason Leung

Mengutip buku Bahasa Indonesia SMA/MA Tingkat Dasar, Asyhari Dwi Rukmana, dkk., (2022: 197), teks biografi dibuat untuk memberikan contoh baik kepada pembacanya. Berikut adalah contoh teks biografi singkat pahlawan.

1. Amir Hamzah

Amir Hamzah atau Tengku Amir Hamzah Pangeran Indra Poetera adalah salah satu pujangga terkenal di Indonesia yang memiliki gelar “Raja Penyair Pujangga Baru”. Amir lahir di Binjai, Langkat, Sumatera Utara, 28 Februari 1991.

Amir adalah putra dari Tengku Muhammad Adil yang merupakan wakil sultan di Langkat Hulu. Amir mulai menempuh pendidikan di Langkatsche School di Tanjung Pura pada tahun 1916 dan melanjutkan di HIS Tanjungpura.

Setelah tamat dari HIS pada tahun 1924, Amir melanjutkan pendidikan di sekolah Christelijk MULO di Medan. Setelah lulus sekolah menengah pertama, ia melanjutkan pendidikan di sekolah AMS, tepatnya di jurusan sastra timur.

Dalam dunia kesastraan, Amir Hamzah merupakan seorang sastrawan yang sangat berpengaruh. Dia berhasil menciptakan puisi-puisi dengan rangkaian kata yang khas Melayu, tanpa mencontek ke Barat dalam memodernkan kesusastraan Indonesia.

Beliau mulai menyiarkan karyanya ketika masih di Solo, tepatnya melalui majalah Timboel. Awal debutnya di dunia kesusastraan Indonesia dimulai ketika ia menyiarkan puisinya yang berjudul “Mabuk” dan “Sunyi”.

Pada saat revolusi sosial Meletus pada 3 Maret 1946 menjadi akhir dari hidupnya. Amir Hamzah menjad salah satu korban penangkapan yang dilakukan oleh pasukan Perindo. Beliau wafat di Kuala Begumit dan dimakamkan di pemakaman Masjid Azizi.

Kemudian, pada 3 November 1975, Amir Hamzah diangkat menjadi Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 106 Tahun 1975.

2. Ir. Soekarno

Ir. Soekarno atau Bung Karno merupakan Bapak Proklamator Indonesia. Beliau lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman Rai.

Soekarno menghabiskan masa kecilnya dengan orang tuanya hingga akhirnya ia tinggal bersama dengan kakeknya, yaitu Raden Hardjokromo di Tulungagung, Jawa Timur. Pendidikan pertamanya dimulai di Tulungagung.

Tak lama kemudian, ia ikut bersama dengan orang tuanya ke Mojokerto. Di sana, Soekarno dimasukkan ke Eerste Inlande School. Pada 1911, beliau dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS).

Setelah lulus dari pendidikan terakhirnya di Technise Hoogeschool pada tahun 1926, Soekarno mendirikan perusahaannya sendiri yang bernama Biro Insinyur bersama dengan rekannya Ir. Anwari dan Ir. Rooseno.

Pada tahun yang sama, Soekarno mendirikan organisasi di Bandung yang bernama Algemene Studie Club. Organisasi ini menjadi cikal bakal dibentuknya Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 1927.

Selama masa penjajahan di Indonesia, Soekarno memiliki peran yang sangat besar hingga akhirnya berhasil memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Soekarno kemudian menjadi presiden dan Hatta menjadi wakil presiden.

Pada Minggu, 21 Juni 1970, Soekarno meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta. Soekarno kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur berdekatan dengan makam ibunya.

Gelar “Pahlawan Proklamasi” diberikan oleh pemerintah kepada Soekarno berkat jasa-jasanya kepada bangsa Indonesia semasa hidupnya. Bahkan kisah perjuangan beliau diangkat menjadi sebuah film layar lebar yang berjudul “Soekarno: Indonesia Merdeka”.

Demikianlah contoh teks biografi singkat pahlawan. Panjang dari teks biografi tidak ada batasannya, sehingga dapat disesuaikan dengan keinginan penulis. (Nab)

Baca Juga: 10 Soal PKN Kelas 5 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Jawabannya