20 Contoh Sampah Organik dan Cara Mengelolanya sebagai Kompos

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sampah organik adalah sampah yang berasal dari bahan-bahan alami. Adapun beberapa contoh sampah organik yang sering ditemui di lingkungan sekitar, seperti sisa-sisa makanan, dedaunan, kertas, kotoran hewan dan lainnya.
Sampah-sampah organik tersebut nantinya bisa diolah atau didaur ulang menjadi barang yang lebih bernilai. Mulai dari pupuk, kertas bekas, dan lain sebagainya. Tidak heran, sampah organik sering disebut dengan sampah ramah lingkungan.
Ingin tau lebih banyak tentang sampah organik, contoh, dan cara mengolahnya? Simak penjelasan lengkapnya pada artikel di bawah ini.
Pengertian Sampah Organik
Menurut laman resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup yang mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia.
Sampah organik juga bisa dikatakan sebagai sampah yang ramah lingkungan, karena bisa diolah kembali menjadi suatu yang bermanfaat bila dikelola dengan tepat.
Meski begitu, mengelola sampah organik juga harus dilakukan dengan cara yang benar. Tujuannya agar tidak menimbulkan penyakit dan bau yang kurang sedap akibat pembusukan sampah organik.
Ketika dikelompokkan lebih mendalam, sampah organik terdiri dari beberapa jenis, yakni sampah organik basah dan kering. Berikut pengertian jenis-jenis sampah organik, yaitu:
Sampah organik basah, sampah organik yang banyak mengandung air. Misalnya sayur, kulit pisang, buah yang sudah busuk, kulit bawang, dan lainnya.
Sampah organik kering, sampah organik yang sedikit mengandung air. Misalnya kayu, ranting pohon, kayu, hingga daun-daun kering.
Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik
Sampah yang ada di lingkungan hidup terbagi menjadi dua macam, yaitu sampah organik dan anorganik. Berdasarkan penjelasan di atas, bisa dilihat bahwa sampah organik adalah sampah yang berasal dari bahan-bahan alami.
Pengertian tersebut juga yang dapat membedakan sampah organik dan anorganik. Masih menyadur dari sumber yang sama, berikut perbedaan sampah organik dan anorganik yang perlu untuk diketahui.
Sampah anorganik bisa dikatakan sebagai sampah yang sudah dipakai lagi dan umumnya sulit untuk terurai dengan begitu mudah. Selain itu, sampah anorganik sering ditemui atau dirimbun di tanah yang pada akhirnya menyebabkan pencemaran pada tanah.
Hal tersebut tentunya tidak baik karena bisa merusak ekosistem yang ada untuk manusia maupun hewan. Adapun beberapa contoh sampah anorganik, di antaranya:
Kaca
Kaleng
Keramik
Kemasan plastik
Peralatan logam
Contoh Sampah Organik
Informasi di atas sudah menunjukkan contoh-contoh sampah anorganik. Lantas, apa saja contoh sampah organik? Menurut buku Berkas Sampah karangan Hanindya Kusuma Artati, dkk, berikut informasinya.
Daun daun kering
Kulit buah
Makanan sisa yang basi
Buah busuk
Tissue bekas pakai
Kapas bekas pakai
Kertas bekas
Serbuk kayu sisa olahan mebel
Bangkai hewan
Kotoran hewan dan manusia
Minyak goreng bekas pakai
Air bekas cucian beras
Ampas kopi
Ampas teh
Jerami sisa panen padi
Kulit kerang
Kulit kacang tanah
Makanan kadaluarsa
Potongan rambut manusia
Ampas tahu dari pabrik tahu
Cara Mengelola Sampah Organik
Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa sampah organik dapat didaur ulang kembali dan menghasilkan barang yang lebih bernilai atau bermanfaat. Kegiatan daur ulang ini bermanfaat untuk mengurangi kerusakan lingkungan sekitar akibat menumpuknya sampah-sampah.
Untuk bisa menciptakan barang-barang dari sampah organik, ada beberapa proses pengelolaan yang harus dilewati. Tujuannya agar barang yang diciptakan bisa semakin berkualitas tanpa ada yang kurang sedikit pun.
Oleh karena itu, berikut beberapa cara mengelola sampah organik yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Pembuatan kompos
Menyadur laman resmi Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, kompos merupakan salah satu jenis pupuk organik yang sudah ada sejak lama.
Dalam pembuatannya, kompos menggunakan bahan-bahan organik yang sudah mengalami proses pelapukan karena terjadi interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pembusuk yang bekerja di dalam bahan organik tersebut.
Bahan organik yang dimaksud adalah rumput, jerami, sisa ranting, dahan, kotoran hewan, bunga yang sudah rontok, air kencing hewan ternak, dan lain sebagainya. Berikut langkah-langkah membuat kompos:
Siapkan sampah rumah tangga yang akan diolah menjadi pupuk kompos.
Pisahkan sampah organik (sisa makanan atau dedaunan) dengan sampah plastik. Sampah organiklah yang nantinya akan digunakan sebagai pupuk kompos.
Siapkan wadah berukuran besar untuk membuat pupuk kompos. Jangan lupa bahwa wadah harus dilengkapi dengan penutup agar pupuk yang dibuat tidak akan terkontaminasi.
Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah diisi dengan sampah organik. Ketebalannya bisa kamu sesuaikan dengan wadah dan banyaknya sampah organik.
Siram permukaan tanah tersebut menggunakan air secukupnya.
Masukkan sampah organik yang telah dicampur arang sekam (optional) dan kapur pertanian ke dalam wadah.
Pastikan sampah disimpan secara merata. Sebisa mungkin ketebalan sampah setara dengan ketebalan tanah
Siram dengan air yang telah bercampur EM4
Masukkan lagi tanah ke dalam wadah. Kali ini tanah berperan sebagai penutup sampah.
Tutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar tiga minggu.
2. Menjadi pakan ternak
Pakan ternak adalah makanan atau asupan yang diberikan kepada hewan ternak atau peliharaan. Umumnya, bahan-bahan pakan terbaik diambil dari sampah-sampah organik yang berasal dari tanaman atau hewan.
Menyadur laman resmi Dinas Peternakan Pemerintah Kabupaten Lebak, sampah organik dapat dijadikan sebagai bahan untuk pakan ternak. Sampah organik yang dimaksud adalah kulit jagung, kulit tauge, daun pisang, sisa sayur-sayuran dan sebagainya ternyata cukup melimpah setiap hari.
Sebelum diberikan kepada hewan ternak, sampah organik harus dibersihkan terlebih dahulu. Tujuannya agar sampah yang diberikan bisa terbebas dari mikroorganisme yang merugikan. Meski demikian, ada beberapa sampah organik yang bisa diberikan langsung kepada hewan ternak, seperti kulit jagung.
Namun, sampah organik seperti sayuran sebaiknya diolah terlebih dahulu karena mengandung kadar air yang tinggi bahkan mencapai 95%, sehingga cepat membusuk jika tidak diolah terlebih dahulu.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa itu sampah organik?

Apa itu sampah organik?
Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup yang mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia.
Apa jenis-jenis sampah organik?

Apa jenis-jenis sampah organik?
Sampah organik basah, sampah organik yang banyak mengandung air dan sampah organik kering, sampah organik yang sedikit mengandung air.
Apa contoh sampah anorganik?

Apa contoh sampah anorganik?
Kaca, kaleng, keramik, kemasan plastik, dan peralatan logam.
