Konten dari Pengguna

20 Kata-Kata Bijak Sunda tentang Kehidupan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kebudayaan masyarakat Sunda. Sumber: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kebudayaan masyarakat Sunda. Sumber: Pixabay.com

Setiap kebudayaan yang dimiliki suatu masyarakat tentunya mempunyai pegangan hidup yang berbeda dengan kebudayaan lainnya. Dalam budaya suatu masyarakat, terdapat nilai-nilai yang dipegang teguh sebagai representasi dari kepercayaan masyarakat tersebut.

Masyarakat Sunda merupakan salah satu masyarakat yang memiliki falsafah tentang kehidupan tersendiri. Salah satu falsafah hidup masyarakat Sunda ialah Silih asah, silih asih, silih asuh.

Melansir dari situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Silih asah, silih asih, silih asuh satu istilah yang lahir dari kearifan masyarakat sunda, dan tidak asing bagi masyarakat Sunda karena telah menjadi falsafah hidupnya.

Istilah ini memiliki arti, yakni saling mencintai, memberi nasihat dan mengayomi.

Tak hanya itu, masyarakat Sunda juga masih mempunyai sejumlah kata-kata bijak yang memiliki arti bagi kehidupan. Berikut kumpulan kata-kata bijak dalam bahasa Sunda.

Kata-Kata Bijak Sunda

Berikut kumpulan kata-kata bijak berbahasa Sunda yang dapat digunakan sebagai pedoman hidup. Sumber: Unsplash.com

1. Nu lain kudu dilainkeun nu enya kudu dienyakeun

Makna: bicaralah apa adanya, katakan tidak pada yang tidak dan katakan iya pada yang iya.

2. Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay tangan

Makna: saling bekerja sama membangun kekerabatan yang kuat.

3. Ulah taluk pedah jauh tong hoream pedah anggang jauh kudu dijugjug anggang kududiteang

Makna: maju terus pantang menyerah.

4. Ka cai jadi saleuwi kadarat jadi salogak

Makna: kekompakan dan solidaritas.

5. Ulah lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang, omat ulah lali tina purwadaksina

Makna: integritas harus mengikuti etika yang ada.

6. Nyaur kudu diukur nyabda kudu di unggang

Makna: berbicara harus tepat, jelas, tidak asal bunyi.

7. Ngeduk cikur kedah mihatur nyokel jahe kedah micarek

Makna: Tentang kejujuran, tidak boleh korupsi atau mencuri. Jika ingin mengambil sesuatu, harus meminta izin dari sang pemilik.

8. Pondok jodo panjang baraya

Makna: Walaupun bukan jodoh, persaudaraan kita tetap harus tetap dijaga

9. Ulah ngaliarkeun taleus ateul

Makna: jangan menyebarkan berita buruk atau kabar bohong serta memfitnah.

10. Bengkung ngariung bongok ngaronyok

Makna: mengenai kekompakan atau kerja sama yang harus dilakukan demi menyelesaikan masalah.

Salah satu falsafah hidup masyarakat Sunda ialah Silih asah, silih asih, silih asuh. Sumber: Kumparan/CIINTERJD

11. Bobot pangayun timbang taraju

Makna: semua yang harus dilakukan harus berdasarkan pertimbangan yang matang dan masuk akal.

13. Lain palid ku cikiih lain datang ku cileuncang

Makna: seseorang harus mempunyai tujuan dan visi sebelum melangkah.

14. Kudu nepi memeh indit

Makna: setiap manusia perlu merencanakan sesuatu sebelum berbuat.

15. Taraje nangeuh dulang pinande

Makna: setiap tugas dan tanggung jawab yang dimiliki harus dijalankan dengan baik.

16. Ulah pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian

Makna: tidak boleh atau hindari perebutan kekuasaan.

17. Ulah keok memeh dipacok

Makna: terkait sifat ksatria, jangan mundur sebelum berupaya keras.

18. Kudu bisa kabulu kabale

Makna: Harus mudah bergaul dan bisa menyesuaikan diri ke mana saja.

19. Neangan luang tipapada urang

Makna: belajarlah mencari pengetahuan dari pengalaman orang lain.

(SAI)