200 Contoh Kalimat Simpleks, Definisi, Ciri-ciri, dan Struktur

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, kalimat simpleks disebut juga dengan kalimat tunggal karena hanya memiliki satu struktur subjek dan predikat. Untuk memahami materi tersebut, siswa bisa belajar dari berbagai contoh kalimat simpleks.
Berbeda dengan kalimat kompleks yang memiliki dua klausa, kalimat simpleks hanya memiliki satu klausa dan strukturnya sangat sederhana. Kalimat simpleks hanya terdiri dari unsur wajib, yaitu subjek dan predikat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Kalimat Simpleks
Sebelum membahas tentang contoh kalimat simpleks, penting untuk memahami definisi, ciri-ciri, dan struktur kalimatnya terlebih dahulu. Beberapa hal tersebut cukup krusial dalam materi pelajaran Bahasa Indonesia.
Kalimat simpleks maupun kalimat kompleks tidak diukur dari panjang atau pendeknya kalimat, melainkan dari strukturnya. Mengutip dari buku Penguasaan Kosa Kata dan Struktur Kalimat Bahasa Indonesi oleh Yusni, S.Pd., M.Pd. (2024).
Definisi
Kalimat adalah deretan kata yang mengandung satu pengertian lengkap yang mana setiap katanya memiliki gungsi berbeda, ada subjek dan predikat. Pengklasifikasian kalimat yang pertama dilihat berdasarkan klausanya.
Jenis kalimat berdasarkan klausanya dibedakan menjadi empat di antaranya ada kalimat simpleks, kalimat kompleks, kalimat majemuk, dan kalimat majemuk kompleks.
Di antara keempat jenis kalimat, kalimat simpleks paling banyak digunakan sehari-hari karena bentuknya yang lebih sederhana. Kalimat simpleks adalah tipe kalimat yang hanya terdiri dari satu subjek dan satu predikat.
Dengan kata lain kalimat simpleks merupakan kalimat yang hanya terdiri dari satu klausa. Kalimat simpleks unsur wajibnya adalah subjek dan predikat.
Ciri-ciri
Adapun ciri-ciri kalimat simpleks adalah sebagai berikut:
Memuat satu klausa lengkap yang bisa berbentuk Subjek (Subjek), Predikat (P), Objek (O), dan K (Keterangan) dengan pola S-P, S-P-O, dan S-P-O-K.
Karena hanya terdiri dari satu klausa, maka kalimatnya bersifat sederhana.
Umumnya terdapat satu kejadian atau peristiwa saja.
Tidak menggunakan konjungsi atau kata penghubung.
Tidak menggunakan tanda baca koma (,)
Struktur
Struktur kalimat simpleks adalah Subjek (S) dan Predikat (P). Namun, bukan berarti tidak ada unsur lain seperti Objek (O), Keterangan (K) atau pelengkap.
Meskipun sederhana, kalimat simpleks tidak diukur dari panjang pendeknya kalimat. Karena faktanya, ada banyak kalimat simpleks yang panjang, sehingga terkesan tidak sederhana.
Kalimat simpleks yang panjang dipengaruhi oleh pemadatan informasi. Berikut ini beberapa struktur yang bisa digunakan dalam kalimat simpleks:
Subjek (S) + Predikat (P)
Subjek (S) + Predikat (P) + Objek (O)
Subjek (S) + Predikat (P) + Keterangan (K)
Subjek (S) + Predikat (P) + Objek (O) + Keterangan (K)
Contoh
Agar lebih mudah dipahami, perhatikan kumpulan contoh kalimat simpleks berikut ini:
Tina seorang guru.
Nindi menanam pohon.
Nenek menggoreng ubi.
Riska bermain bulu tangkis.
Vika melihat pemandangan alam.
Kakak menyapu di halaman.
Guru mengajar di kelas.
Nando menendang bola.
Ibu memasak di dapur.
Adik menangis di kamar.
Ratih mencuci piring di dapur.
Ayah sedang menyiram tanaman.
Bibi sedang membuat kue.
Paman sedang membaca koran.
Kakek sedang menonton televisi.
Mita membeli sayur di pasar.
Julian sedang meminum soda.
Rahman membeli bahan makanan.
Safira suka menonton drama Korea.
Ayah sedang mencari nafkah.
Kakek meninggal tadi pagi.
Jodi terjatuh dari sepeda.
Joko sedang menulis daftar pustaka.
Pak tani menanam padi di sawah.
Nanang dan Bambang memancing ikan di sungai.
Sopir itu menabrak pohon karena rem blong.
Ari sedang bermain bola voli di lapangan.
Nanda membersihkan sampah di belakang rumahnya.
Eka menonton film horor di bioskop malam ini.
Pelukis itu menjual lukisannya kepada orang kaya.
Harimau itu menerkam mangsanya dengan lahap.
Evi membersihkan sampah di belakang rumahnya.
Ibu Disti adalah seorang guru di SMAN 21 Jakarta.
Alisa memakai sepatu warna merah ketika OSPEK.
Maya mematikan komputernya lima menit yang lalu.
Citra sedang belajar membaca dan berhitung di rumah.
Roy sedang melihat alam sekitar.
Cahyo mengamati tumbuhan yang ada di sekitar rumahnya.
Rama dan Sinta menggambar gunung.
Polisi itu menangkap gerombolan pencuri.
Lusi menjual beberapa perhiasannya.
Devi menangis tersedu-sedu.
Nuri menemukan barang itu di jalan.
Riski menyalakan lampu di depan rumah.
Yona membuang sampah di tempat sampah.
Adikku menikah dengan temannya Enggar.
Pak andri makan nasi goreng di warung.
Indah berangkat tadi pagi.
Bunga mawar sangat cantik.
Kakak memotong buah semangka.
Budi menangkap ikan dengan jaring.
Masyarakat suku Badui menerapkan isolasi dari dunia luar.
Taman Nasional Baluran menyimpan berbagai jenis flora dan fauna.
Hasan memakai seragam baru di hari pertama masuk sekolah.
Kakak berangkat pukul 19.30 WIB.
Dila membaca chat Whatsapp.
Mereka menemukan mobil parkir di pinggir hutan.
Ikhsan menendang tanaman bunga itu.
Abi menyeberang dengan sangat hati-hati.
Adikku telah tertidur.
Kakek mempunyai anak tiga orang.
Ayah membelikan putrinya buku cerita.
Adi menggambarkan adiknya pemandangan alam.
Mereka berasal dari Jakarta.
Risa pergi.
Renada berangkat ke kampus.
Beni membaca kitab suci.
Andi terinfeksi virus Covid-19 kemarin.
Amanda berdiri tegak.
Ibu pergi berbelanja ke toko.
Joko membeli bahan makanan.
Meita membeli sayur di pasar.
Aku mengantuk.
Ibu Nia mengajar Bahasa Inggris di SMAN 1 Makassar.
Gadis itu dokter bedah.
Bibi membuat anyaman.
Kakak pergi berolahraga.
Kak Dira sedang membuat kue.
Paman sedang membaca koran.
Bibi sedang menonton televisi.
Erna sedang mengerjakan PR Matematika.
Ibu menanam bunga mawar di taman.
Penelitian ini bermanfaat.
Adik terjatuh dari sepeda.
Hani memakai kerudung ke sekolah.
Polisi itu menangkap segerombolan pencuri.
Aku membuang sampah pada tempatnya.
Ica menangis tersedu-sedu.
Niken bermain bola di lapangan.
Dila menjual buah-buahan di pasar.
Nia kuliah di Universitas Hasanuddin.
Kami mahasiswa Universitas Terbuka.
Guru matematika akan dikirim ke luar negeri.
Pekerjaan dia mengawasi semua narapidana di sini.
Desi menyalakan lampu di depan rumah
Reza menyeberang dengan sangat hati-hati
Nana mencuci piring di dapur.
Nandar makan daging sapi di ruang tamu.
Ulfa bermain game tadi pagi.
Arumi makan abon sapi.
Ani ingin makan mangga.
Ana membantu ibunya memasak.
Dina mengajari adiknya menari.
Kepintaran Dita telah diketahui semua guru.
Ibu sedang memasak sayur bayam.
Dia adalah saudara kandung kami.
Salma bermain voli.
Dimas bermain sepak bola di lapangan.
Mina berangkat kerja pukul 10.00 WIB.
Theo mencontek saat ulangan.
Ayah sedang memotong rumput.
Nita meminjam buku di perpustakaan.
Anjing itu keluar rumah.
Mito dan Anto berolahraga di lapangan.
Doni adalah teman kami.
Soni membeli ayam goreng.
Kucing itu pergi meninggalkan tuannya.
Kamu harus pulang sekarang!
Janganlah kau berdiri di tengah jalan!
Silakan anda mengisi formulir ini!
Lala mengajari adiknya cara menggosok gigi.
Budi bermain basket.
Kura-kura itu berjalan sangat lambat.
Gajah itu sangatlah besar.
Tania pergi membeli permen.
Andita sedang memasak mie.
Bento pulang membawa oleh-oleh.
Adik pergi membeli garam.
Kakak sedang berjualan di pasar.
Pingkan membawakan ayahnya donat.
Keahlian Ratna telah diketahui banyak orang.
Buku itu terjatuh.
Bu Endang mengajar mahasiswanya dengan media zoom meeting.
Aziz merenung di kamar.
Abas pingsan kemarin.
Sari suka membaca.
Pak Darwis membawakan rekannya laporan penelitian.
Yani membelikan adiknya buku tulis.
Dia belajar meneliti.
Kucing juga butuh kasih sayang.
Asian Games diselenggarakan di Jakarta dan Palembang.
Presiden Jokowi memukau hadiri saat Pembukaan Asian Games 2018.
Alia ingin menangkap kupu-kupu di taman.
Alfi sedang bermain.
Pemandangannya bagus.
Peserta lomba ini dua puluh orang.
Mereka sedang membuat prakarya.
Pak Herman beternak lebah.
Ibu membuat Alia kue.
Mereka berasal dari Jakarta.
Alia memasukkan mainannya ke dalam keranjang.
Boni mengikuti lomba sepak bola.
Ibu membuat Alia jus jeruk setiap hari.
Kucingnya sangat menggemaskan.
Dita sangat disiplin.
Suasana hatinya sedang gembira.
Kucing mencuri ikan.
Nenek menceritakan masa lalunya kepadaku.
Anjing itu menggonggong.
Bunga itu berbau harum.
Mobil yang diparkir itu berwarna merah.
Ikan-ikan berenang cepat.
Adikku suka makan es krim.
Aku berjalan kaki ke sekolah dengan teman-teman.
Burung-burung bernyanyi di pagi hari.
Kucingku suka tidur di atas sofa.
Aku mendengarkan musik favorit.
Mobi baru tersebut terlalu mahal untuk dibeli.
Makanan di restoran ini sangat lezat.
Ibu mengantar bekal adik.
Ibu mengajariku memasak.
Mereka menyelesaikan proyek besar.
Aku menemukan kunci mobil di laci.
Kakak menyusun rencana perjanan dengan hati-hati.
Ana tidur di kursi malam ini.
Hana membersihkan kamar ibu.
Kucing itu sedang memakan makanannya.
Ibu mengadopsi kucing ras.
Gajah itu banyak diburu manusia.
Ibu tertidur pulas.
Jawabannya sangat tepat.
Rumah Ali luas.
Ruang kelas itu bersih.
Kue ulang tahun kakak tinggal separuh.
Pembangunan gedung baru itu sudah berbulan-bulan.
Murid yang tidak membawa pakaian olahraga ada 5 orang.
Ayah mendaur ulang kertas.
Pak RT berpidato.
Pemerintah mengadakan penanaman pohon.
Ibu menggoreng ikan nila.
Adik bermain mobil-mobilan di teras.
Aku menemukan uang Rp50.000 di jalan.
Kelinci memakan rumput hijau di halaman rumah.
Pak Hardiman membunyikan lonceng sekolah.
Pak Adman membimbing pelajaran olahraga.
Fandi terlambat masuk kelas.
Desi membuatkan kopi arabika untuk kakek.
Mery tidak sengaja mematahkan penggaris Dina.
Pak Maulana makan malam bersama keluarganya.
Rina menghibur Rani.
Itulah kumpulan contoh kalimat simpleks yang lengkap dengan penjabaran tentang definisi, ciri-ciri, dan strukturnya agar lebih mudah dipahami. (LAIL)
Baca juga: 50 Contoh Kalimat SPOK yang Benar dalam Bahasa Indonesia beserta Penjelasannya
