Konten dari Pengguna

22 Contoh Barang Mentah dalam Proses Produksi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Contoh Barang Mentah, Foto Pixabay/Coernl
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Barang Mentah, Foto Pixabay/Coernl

Terdapat beberapa contoh barang mentah yang sering dijumpai dalam ke proses produksi. Barang mentah sendiri merupakan barang yang pertama kali dipakai saat akan melakukan kegiatan produksi.

Di dalam proses produksi, ada elemen tambahan agar barang mentah menjadi barang yang lebih bermanfaat dibanding sebelumnya.

Bahan mentah merupakan komponen penting dalam sebuah proses produksi. Tanpa barang mentah, produksi tidak bisa berjalan lancar sebab tidak ada barang yang diolah.

Dalam praktiknya, barang mentah berbeda dengan barang setengah jadi. Barang mentah merupakan sebuah barang yang yang belum diproses sama sekali sedangkan barang setengah jadi merupakan tahapan kedua sesudah barang mentah diproses.

Daftar isi

Pengertian Barang Mentah

Ilustrasi Contoh Barang Mentah, Foto Pixabay/realworkhard

Sebelum membahas tentang contoh barang mentah, alangkah baiknya jika memahami terlebih dahulu pengertian barang mentah itu sendiri. Berdasarkan buku yang berjudul Penganggaraan Perusahaan, Selva Temalagi dkk., (2024:72), barang mentah adalah bahan dasar yang belum mengalami pengolahan atau pemrosesan signifikan.

Barang mentah adalah bahan murni yang diambil langsung dari sumber alam atau dari tahap awal produksi. Barang mentah biasanya memerlukan lebih banyak pengolahan dan pemrosesan sebelum dapat digunakan dalam produksi.

Di dalam produksi, barang mentah sering kali menjadi bahan baku setelah melalui tahap awal pengolahan.

Dalam beberapa kasus, perbedaan antara bahan baku dan barang mentah dapat bersifat relatif tergantung pada industri dan konteks tertentu.

Intinya, barang mentah adalah bahan dasar yang belum diubah secara signifikan, sedangkan bahan baku sudah mengalami tahap pengolahan awal.

Berdasarkan buku yang berjudul Geografi: Membuka Cakrawala Dunia, Bambang Utoyo, halaman 90, bahan mentah atau bahan baku merupakan faktor yang sangat penting dalam aktivitas industri. Tanpa adanya bahan mentah, mustahil kegiatan industri dapat berjalan.

Bahan baku industri diperoleh dari kegiatan ekonomi sektor primer, yaitu hasil pertanian, perkebunan, pertambangan, kehutanan, dan perikanan.

Begitu pentingnya ketersediaan bahan mentah ini, tidak sedikit beberapa jenis industri ditempatkan lokasinya mendekati daerah persediaan bahan mentah.

Berdasarkan buku Penganggaran Perusahaan, H. Ali Hardana, S.Pd., M.Si, dkk., (2022:44), menurut para ahli bahan mentah yang di perlukan untuk proses produksi dibagi menjadi dua macam yaitu, bahan mentah langsung dan bahan mentah tidak langsung.

Bahan mentah langsung atau direct material adalah semua bahan mentah yang merupakan bagian daripada barang jadi yang di hasilkan, bahan mentah langsung ini apabila di masukkan ke dalam pencatatan penganggaran di catat ke dalam anggaran bahan mentah.

Sedangkan bahan mentah tidak langsung atau disebut juga dengan indirect material, adalah bahan baku yang ikut berperan dalam proses produksi tetapi tidak secara langsung tampak pada barang jadi yang di hasilkan.

Bahan mentah tidak langsung ini apabila dilakukan pencatatan di dalam penganggaran perusahaan dicatat di dalam anggaran B.O.P atau Biaya Over Head Pabrik.

Anggaran Barang Mentah

Ilustrasi Anggaran Barang Mentah, Pexels/Pixabay

Adapun anggaran barang mentah berdasarkan buku yang berjudul Penganggaran Perusahaan, H. Ali Hardana, S.Pd., M.Si, dkk., (2022:44), adalah sebagai berikut:

1. Anggaran Kebutuhan Bahan Mentah

Anggaran ini disusun sebagai perencanaan jumlah bahan mentah yang dibutuhkan untuk keperluan produksi pada periode mendatang.

Kebutuhan bahan mentah dirinci menurut jenisnya, menurut macam barang jadi yang akan dihasilkan, dan menurut bagian-bagian dalam pabrik yang menggunakan bahan mentah tersebut.

2. Anggaran Pembelian Bahan Mentah

Anggaran ini disusun sebagai perencanaan jumlah bahan mentah yang harus dibeli pada periode mendatang. Bahan mentah yang harus dibeli diperhitungkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor persediaan dan kebutuhan bahan mentah.

3. Anggaran Persediaan Bahan Mentah

Jumlah bahan mentah yang dibeli tidak harus sama dengan jumlah bahan mentah yang dibutuhkan, karena adanya faktor persediaan. Anggaran ini merupakan suatu perencanaan yang terperinci atas kuantitas bahan mentah yang disimpan sebagai persediaan.

4. Anggaran Biaya Bahan Mentah yang Habis Digunakan dalam Produksi

Sebagian bahan mentah disimpan sebagai persediaan, dan sebagian dipergunakan dalam proses produksi, anggaran ini merencanakan nilai bahan mentah yang digunakan dalam satuan uang.

Contoh Barang Mentah

Ilustrasi Contoh Barang Mentah, Foto Pixabay/neelam279

Berikut adalah kumpulan contoh barang mentah dalam proses produksi menurut buku yang berjudul Buku Siswa EKONOMI Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial Untuk Siswa SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013.

1.Bahan Tambang

Adapun contoh bahan atau barang mentah dari bahan tambang seperti:

  1. Minyak bumi

  2. Timah

  3. Tembaga

  4. Biji emas

  5. Perak

  6. Batu bara

2. Hasil Hutan

Barang mentah dari hasil hutan seperti:

  1. Kayu

  2. Tumbuh-tumbuhan.

3. Hasil Pertanian

Barang mentah dari hasil pertanian seperti:

  1. Padi

  2. Jagung

  3. Gandum.

4. Hasil Perkebunan

Barang mentah dari hasil perkebunan seperti:

  1. Kelapa sawit

  2. Tebu

  3. Buah-buahan

  4. Biji kopi

  5. Kakao.

5. Hasil Peternakan

Barang mentah dari hasil peternakan seperti:

  1. Sapi

  2. Domba

  3. Kambing

  4. Kuda

  5. Ayam

  6. Bebek

Pengertian Proses Produksi

Ilustrasi Contoh Barang Mentah, Foto Pixabay/Bergadder

Setelah mengetahui contoh barang mentah dalam proses produksi, tidak ada salahnya jika memahami pengertian dari proses produksi.

Inilah pengertian proses produksi menurut buku yang berjudul Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMK/MAK Kelas XII Semester 1. Bidang Keahlian Agribisnis dan Agroteknologi. Program Kehalian Agribisnis Ternak. Kompetensi Keahlian Industri Peternakan, Ir. Hieronymus Budi Santoso, (2021:16).

Proses diartikan sebagai suatu cara, metode, dan teknik bagaimana sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan, dan dana) yang ada diubah untuk memperoleh suatu hasil. Produksi berupa sebuah kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa.

Melihat kedua definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa proses produksi merupakan kegiatan untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa menggunakan faktor-faktor yang ada, seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku, dan dana, agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia.

Terdapat berbagai jenis proses produksi bila ditinjau dari berbagai segi. Proses produksi yang dilihat dari aspek arus proses pengolahan bahan mentah sampai menjadi produk akhir, terbagi menjadi 2, yaitu proses produksi terus-menerus (continuous processes) dan proses produksi terputus-putus (intermittent processes).

Proses produksi terus-menerus dilakukan apabila di dalam suatu usaha terdapat urutan-urutan yang pasti sejak dari bahan mentah sampai proses produksi akhir.

Proses produksi terputus-putus dilakukan apabila tidak terdapat urutan atau pola yang pasti dari bahan baku sampai dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu berubah. Penentuan tipe produksi didasarkan pada faktor-faktor seperti:

  1. Volume atau jumlah produk yang akan dihasilkan.

  2. Kualitas produk yang disyaratkan.

  3. Peralatan yang tersedia untuk melaksanakan proses.

Jenis Proses Produksi

Ilustrasi Proses Produksi, Pexels/Pixabay

Macam tipe proses produksi dari berbagai industri dapat dibedakan sebagai berikut.

1. Proses Produksi yang Terputus-putus (Intermittent Process)

Proses produksi yang terputus adalah kegiatan produksi yang dilakukan dengan alat multiguna. Dengan menggunakan alat multiguna, kegiatan produksi dapat dilakukan secara fleksibel.

Sifat-sifat atau ciri-ciri dari proses produksi yang terputus-putus (intermittent process/manufacturing) adalah sebagai berikut.

  1. Biasanya produk yang dihasilkan dalam jumlah yang sangat kecil namun dengan banyak variasi (sesuai pesanan).

  2. Penyusunan peralatan dilakukan berdasarkan fungsi peralatan tersebut.

  3. Mesin-mesin yang dipakai biasanya bersifat multiguna, misalnya komputer untuk mendesain logo dan produk otomotif sekaligus mencatat keuangan.

  4. Proses produksi tidak akan terhenti walaupun terjadi kerusakan atau berhentinya salah satu mesin atau peralatan.

  5. Pegawai sering bolak-balik memindahkan barang produksi, sehingga dibutuhkan ruang yang luas agar proses pemindahan dapat berlangsung secara lancar

Kebaikan atau kelebihan proses produksi terputus-putus adalah:

  1. Mempunyai fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan produk dengan variasi yang cukup besar. Fleksibilitas ini diperoleh dari:

    Sistem penyusunan peralatan.

    Jenis atau type mesin yang digunakan bersifat umum (general purpose machine).

    Sistem pemindahan yang tidak menggunakan tenaga mesin tetapi tenaga manusia.

  2. Mesin-mesin yang digunakan dalam proses bersifat umum, maka biasanya dapat diperoleh penghematan uang dalam investasi mesin-mesinnya, karena harga mesin-mesinnya lebih murah.

  3. Proses produksi tidak mudah terhenti akibat terjadinya kerusakan atau kemacetan di suatu tempat atau tingkat proses.

2. Proses Produksi Kontinu (Continuous Process)

Proses produksi kontinu merupakan proses produksi yang memakai peralatan produksi yang disusun dan diatur berdasarkan urutan kegiatan dalam menghasilkan produk atau jasa dan arus bahan di dalam proses yang sifatnya permanen (tidak bisa diubah).

3. Proses Produksi yang Berulang-ulang (Repetitive Process)

Repetitive process merupakan proses produksi yang menggabungkan proses produksi terputus-putus dan kontinu. Tetapi proses ini mempergunakan bagian dan bahan komponen yang berbagai jenis di antara proses yang kontinu.

4. Proses Produksi Campuran

Proses produksi campuran merupakan proses produksi yang menggabungkan fungsi intermittent process, continuous process, dan repetitive process.

Proses ini menggunakan berbagai komponen bahan, teknik jadwal produksi, dan mengutamakan kecepatan pelayanan.

Demikian adalah pengertian dan kumpulan contoh barang mentah dalam proses produksi yang sering ditemui. (Adm)

Baca juga: Mengenal Tahapan Produksi dan Tujuannya secara Umum