Konten dari Pengguna

25 Contoh Puisi Pendek Bahasa Indonesia dengan Berbagai Tema

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Puisi Pendek. Unsplash/Thought Catalog.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Puisi Pendek. Unsplash/Thought Catalog.

Puisi menjadi salah satu bentuk karya sastra yang cukup populer dan menjadi kegemaran banyak orang. Puisi dapat memikat hati para pembaca, karena memiliki kata-kata indah nan bermakna. Contoh puisi pendek dengan berbagai tema bisa ditemukan dengan mudah.

Mengutip dari Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran, Juwati. (2017), puisi memiliki ciri khas tersendiri dalam hal penggunaan bahasa. Bahasa dalam puisi merupakan bahan mentah yang diolah penyair menjadi sebuah karya sastra.

Bagi sebagian orang, merangkai puisi bukanlah sebuah hal yang mudah, karena kata-kata yang digunakan dalam puisi umumnya berbeda dengan yang digunakan dalam cerita.

Daftar isi

25 Contoh Puisi Pendek Bahasa Indonesia dari Berbagai Tema

Ilustrasi Contoh Puisi Pendek. Unsplash/Thought Catalog.

Berikut adalah beberapa contoh puisi pendek bahasa Indonesia dari berbagai tema yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan:

1. “Guru”

Oleh: David Aribowo

Terlahir karena terpilih

Berada di bumi karena takdir

Melangkah dengan menebar berkat

Menjadi terang karena tuntutan

Terpilih menjadi guru teladan

Berada di sekolah karena pilihan

Memberi ilmu dengan menebar senyum

Guru teladan yang menjadi terang

2. “Pahlawan Selanjutnya”

Oleh: Ardaradja Kusuma B.

Pattimura mempertajam pedang sebelum bertarung

Kita mempertajam pensil untuk bersiap belajar

Diponegoro bersiap dengan memperkuat pertahanan pasukannya

Kita juga akan membaca buku untuk bersiap di masa depan

Perjuangan pahlawan hebat masih ada

Api semangat diturunkan ke kita kawula muda

Untuk belajar dan menambah pengetahuan

Meneruskan perjuangan mereka melalui ilmu

Jangan berkecil hati dan semangat

Karena perjuangan kita sama hebatnya

Teruslah haus akan ilmu dan lapar akan fakta

Dengan itulah kita menjadi pahlawan selanjutnya

3. "Jangan Menyerah"

Aku akan terus melangkah

Berjuang menggapai harapan

Tak peduli anggapan maupun cercaan

Terus bergerak tidak ada keraguan

Terpeleset jatuh

Tergores luka

Bangkit tuk melangkah

Tak pernah sudi untuk menyerah

Hidup itu sulit

Bagi mereka yang tak mau mencoba

Hidup itu menyebalkan

Bagi mereka yang lemah dan berputus asa

Tetapkan tujuan untuk sebuah pergerakan

Perbanyak pikiran untuk perluas wawasan

Jangan lemah ketika terjatuh

Bangkit lagi teruskan langkah kehidupan

Agar kelak kita sampai juga di tempat tujuan

4. “Bingkai Kehidupan”

Masa demi masa berlalu sudah

Kemana kaki jalan melangkah

Liku-liku kehidupan mengukir sejarah

Kini saatnya berpotret diri

Berbenah dari segala keburukan

Meningkatkan semua kebaikan

Ramadhan sebentar khan tiba

Kini saatnya tuk membuka pintu hati

Memaafkan semua kekhilafan

Mari kita sambut dengan gembira

Dengan memperbanyak ibadah

Tuk menggapai tingkatan taqwa

Derajat tertinggi di sisi khalik

Semoga Allah selalu membimbing kita

Dan nanti memasukkan kita dalam surga-Nya

Amin

5. “Motivator Sejati”

Sang sahabat utusan Tuhan

Ajakan serta nasihat yang engkau beri

Jadikanlah sosok yang berarti

Guna dewasaku di masa depan

Motivator sejati

Kau beri penataran serta ciptakan solusi

dari perangkap kehidupan yang membelenggu pemikiran

Semangat motivasi tak henti

Dari pengalaman yang kau beri

Ikhlas serta tulus arahanmu

Tuk raih tujuan hidupku

Motivator sejati…

Jangan kau pergi

Dari kehidupan ini

Tinggalkan ku sendiri

Urai muslihat berduri

Dalam sepinya ide yang kumiliki.

6. “Desaku di Pagi Hari”

Kicau burung bersahutan

Di pagi yang penuh kehangatan

Bermain-main di pucuk dan dahan

Melengkapi alam desa penuh keindahan.

Udara segar bersemilir

Memasuki sela-sela desa

Hari baru mulai bergulir

Suasana rasa sentosa

7. “Di Tepi Hutan”

Memasuki tepi hutan

Berjalan menuju jalan setapak

Terdengar burung burung berkicauan

Mengiringi insan yang bekerja

Aroma hutan kuat tercium

Ketika kaki mulai melangkah

Pohon-pohon berdiri megah

Sembari menebar aroma harum

8. “Aku Ingin”

Oleh: Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

Kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

9. “Pasangan Sejati”

Menjadi pasangan sejati

Menjadi yang abadi

Yang akan menemani

Di akhirat kelak nanti

Semua karena cinta

Sebaiknya tetap pada jalurnya

Allah mendidik kita dengan agama

Membawa kita kepada-Nya

Tidak semua dengan kelembutan

Kadangkala dengan peringatan

Semua karena perbuatan

Agar menjadi pelajaran

Diciptakan neraka

Bukan untuk menakuti

Hanya untuk mengingat Ilahi

Sebaik-baik tempat adalah surga

10. “Surat Cinta”

Bukankah surat cinta ini ditulis

Ditulis ke arah siapa saja

Seperti hujan yang jatuh ritmis

Menyentuh arah siapa saja

Bukankah surat cinta ini berkisah

Berkisah melintas lembar bumi yang fana

Seperti misalnya gurun yang lelah

Dilepas embun dan cahaya.

11. “Cinta Itu Lagu”

Cinta adalah lagu yang tak pernah berakhir,

Kita adalah dua nada yang selalu berdampingan.

Di dalam harmoni kita yang indah,

Kita adalah lagu yang tak pernah usang.

Cinta kita adalah musik yang abadi,

Mengalun dalam hati kita sepanjang waktu.

12. “Segala Rintangan”

Beban berat ini takkan aku lepaskan,

Ketika kita berjalan bersama, kita kuat.

Dalam badai dan terik, kita teguh,

Kita adalah pasangan yang tak terpisahkan.

Dalam cinta kita, kita temukan kekuatan,

Untuk menghadapi segala rintangan bersama

13. “Di Bawah Selimut Kedamaian Palsu”

Oleh: Widji Thukul

Apa guna punya ilmu

Kalau hanya untuk mengibuli

Apa gunanya banyak baca buku

Kalau mulut kau bungkam melulu

Di mana-mana moncong senjata

Berdiri gagah

Kongkalikong

Dengan kaum cukong

Di desa-desa

Rakyat dipaksa

Menjual tanah

Tapi, tapi, tapi, tapi

Dengan harga murah

Apa guna banyak baca buku

Kalau mulut kau bungkam melulu

14. “Musium Perjuangan”

Oleh: Kuntowijoyo

Susunan batu yang bulat bentuknya

Berdiri kukuh menjaga senapan tua

Peluru menggeletak di atas meja

Menanti putusan pengunjungnya.

Aku tahu sudah, di dalamnya

Tersimpan darah dan air mata kekasih

Aku tahu sudah, di bawahnya

Terkubur kenangan dan impian

Aku tahu sudah, suatu kali

Ibu-ibu direnggut cintanya

Dan tak pernah kembali

Bukalah tutupnya

Senapan akan kembali berbunyi

Meneriakkan semboyan

Merdeka atau Mati.

Ingatlah, sesudah sebuah perang

Selalu pertempuran yang baru

Melawan dirimu.

15. “Di Koridor Sekolah”

Apa kabar Kau yang di sana?

Tahukah kamu, bahwa Aku selalu tak percaya dengan semua ini

Setiap pulang sekolah aku kemudian selalu di sini

Karena di tempat ini, Di koridor sekolah kita selalu bersama,

Bermain, dan tertawa

Meskipun ragamu entah dimana

Dan jiwamu telah melayang-melayang

Tapi dalam hati serta pikiranku masih ada kau, sahabat

16. “Pengkhianatan Sahabat”

Kau hadir

Dalam suka serta dukaku

Di kala sedih kau ada

ku suka kau juga ada

Kau, sahabatku

Dulu…

Secercah tawamu yang indah kemudian selalu menggelitik jiwaku untuk tersenyum

Tapi kini semua berubah

Hitam tak jadi putih kembali

Selama ini…

Kutahu benar sifat-sifatmu

Namun ku keliru bahkan, bahkan aku tahu sifat aslimu

Telah dibuat akan mata ini, Rasanya tak akan dapat kubedakan

Di mana kebaikan asli dan mana yang palsu

Kau tusuk aku dari belakang dan beberkan kejelekanku

Sungguh tak ku sangka

Kau balas persahabatan ini dengan itu

Mungkin hanya seperti itu saja arti sahabat bagimu.

17. “Sahabat Sejati”

Sahabat sejati adalah permata yang langka,

Selalu ada dalam senang dan duka.

Mereka mendengarkan saat kita bicara,

Dan bersama saat kita melangkah menjauh.

18. “Tangan yang Selalu Menggenggam”

Tangan yang selalu menggenggam, tidak pernah lepas,

Saat kita berjalan melalui kehidupan ini.

Sahabat adalah kekuatan dalam setiap langkah,

Mereka adalah cahaya saat malam datang.

Sahabat sejati, seperti bintang di malam,

Bersinar dalam kegelapan, takkan pernah pudar.

Mereka adalah bagian dari kisah hidup kita,

Dalam kenangan dan cinta, mereka takkan terlupakan.

19. “Hutanku Masa Depanku”

Oleh: Ghina Abiyyah Maharani

Hutan…

Kau sangat berjasa Tempat sumber oksigen

Untuk kehidupan makhluk hidup

Hutan…

Tempat hidup hewan

Tempat hidup tumbuhan

Dari segala ragam jenisnya

Hutan…

Kini kau tiada

Rusak karena ulah manusia Yang rakus dan semakin merajalela

Wahai manusia …

Mari lestarikan hutan demi kehidupan dan masa depan

20. “Hutan Rimba”

Di hutan rimba yang lebat dan sunyi,

Suara burung menggema, menyanyi.

Pohon-pohon tinggi menyapa langit biru,

Mengajarkan kita tentang hidup yang damai.

21. “Sungai dan Gunung”

Sungai yang mengalir dengan tenang,

Airnya jernih, bersih tanpa cacat.

Ikan-ikan kecil berenang dengan riang,

Menyatu dengan alam, sungai adalah sahabat.

Gunung-gunung menjulang tinggi,

Di atas sana, keindahan alam yang tiada tara.

Puncaknya tertutup salju putih bersih,

Mengajarkan kita tentang kebesaran alam semesta.

22. “Cinta Alam”

Hujan turun dengan lembut, merintik seperti puisi,

Memberi kehidupan pada bumi yang haus.

Ketika hujan datang, segala yang hidup berterima kasih,

Kita belajar tentang siklus alam yang tak terelakkan.

Matahari terbit dan terbenam dengan gemilang,

Memberi cahaya dan kehangatan kepada dunia.

Di antara bintang-bintang yang bersinar di malam yang gelap,

Kita merenung tentang keajaiban alam yang tak terhingga.

Dalam alam, kita menemukan ketenangan dan inspirasi,

Kita adalah bagian dari alam semesta yang penuh keajaiban.

Melalui alam, kita merasakan kekuatan dan harmoni,

Kita harus menjaga dan merawatnya, sebagai tugas yang suci.

23. “Desaku”

Karya: Ilyas

Desaku

Desa yang subur akan air mata

Tangisan selalu hadir

Kegelisahan

Rasa takut

Suram

Hingga kebodohan

Menghantui

Kekayaan

Kesuburan alam tak ada arti

Karena negeri ini lebih kaya

Akan tikus-tikus yang serakah

Penjajah keadilan dan

Pejabat yang tak tahu hitam dan putih

24. “Bertahan”

Oleh: Sri Damayanti

Telah ku coba tuk bertahan

Kepastian telah lama dia berikan

Namun kini pengkhianatan menjadi jawaban

Cinta sejati kini telah ternodai

Aku tetap melangkah menuju sebuah harapan

Cinta sejati telah menjauh dan menghilang

25. “Bintang-Bintang”

Bintang-bintang bersinar malam ini,

Di atas langit yang sunyi dan gelap.

Mereka saksi cinta tak terucap,

Kita, dua jiwa yang selalu berdampingan.

Bersama dalam hening, tanpa akhir,

Seperti kisah cinta yang abadi.

Demikian adalah contoh puisi pendek dengan berbagai tema yang bisa menambah wawasan. (Nisa)

Baca juga: 150 Contoh Kalimat Majas Hiperbola beserta Pengertiannya