250 Contoh kalimat Aktif Intransitif, Pengertian, dan Cara Membuatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, contoh kalimat aktif intransitif merupakan salah satu contoh dari empat jenis kalimat aktif selain kalimat aktif transitif, semitransitif dan dwitransitif.
Berdasarkan buku Konsep Dasar Bahasa Indonesia, Yunus Abidin (2019), kalimat aktif intransitif adalah jenis kalimat aktif yang predikatnya tidak memerlukan objek. Jenis kalimat aktif ini tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cara Membuat Kalimat Aktif Intransitif
Ciri-ciri dari kalimat aktif intransitif adalah tidak memerlukan objek untuk disandingkan dengan predikat, namun dapat diikuti oleh kata keterangan atau pelengkap dalam susunan kalimatnya.
Selain itu, subjek di kalimat aktif transitif melakukan tindakan yang dinyatakan oleh predikat dan umumnya diikuti kata dengan prefiks ber- dan me-.
Pola kalimat ini yaitu Subjek-Predikat (S-P), Subjek-Predikat-Keterangan (S-P-K), dan Subjek-Predikat-Pelengkap (S-P-Pel).
Contoh Kalimat Aktif Intransitif
Berikut adalah contoh kalimat aktif intransitif:
Matahari terbit.
Ahmad datang.
Ibu memasak.
Anjing menggonggong.
Matahari terbit setiap pagi.
Adik sarapan setiap pagi.
Adik sedang bernyanyi
Sarah tidur di kamar.
Kakak belajar dengan rajin.
Aulia bermain boneka.
Dila makan dengan lahap.
Vidi berangkat ke sekolah.
Bunga bertemu Arin.
Syafa bercocok tanam di kebun.
Hanan sedang bertanya.
Ayah sedang berlayar di laut.
Alarm Sifa berbunyi dengan keras.
Para hadirin bertepuk tangan.
Angin berembus kencang.
Ibu menangis terharu.
Adik sedang bertengkar dengan temannya.
Penonton berteriak kencang.
Kakak berkeringat setelah olahraga.
Sidqi berlari dengan cepat.
Tasya berbicara dengan temannya.
Starla berguru silat.
Ayah berburu di hutan.
Bibi berdandan seperti artis.
Ibu berbelanja di pasar.
Adik bermain lumpur.
Baju kakek berlumur darah.
Para tentara berbaris rapi.
Ayah bekerja setiap hari.
Ular itu bersembunyi di bawah meja.
Salma bercanda dengan senang.
Nenek sedang bersalaman.
Ayam berkokok setiap pagi.
Kepala sekolah berpidato saat upacara.
Vania bersepeda setiap Minggu.
Kue itu berbungkus daun pisang.
Para murid berlatih drama.
Bumi berputar pada porosnya.
Alma sedang berduka.
Saqina berlatih drama.
Sarah sedang berenang.
Adik bermain petak umpat.
Rizal berdiri di depan kelas.
Nenek berjalan menggunakan tongkat.
Adik bersin tadi malam.
Ami berjalan-jalan di pantai.
Kuda itu berpacu dengan cepat.
Bulan itu bersinar terang.
Buku itu berjejer rapi di rak.
Debu beterbangan di udara.
Rerumputan berdesir tertiup angin.
Kucing berjemur di bawah matahari.
Dia berbuat curang saat perlombaan.
Rina bersuara merdu.
Lukman berpikir kritis.
Syahda berbicara dengan lantang.
Amar bergerak dengan lincah.
Lelaki itu berparas tampan.
Ibu berkata lembut.
Pak Yahya berpengetahuan luas.
Salwa bergegas pulang.
Septian berlari menuju rumahnya.
Esa bertingkah mencurigakan.
Nenek berbicara dengan pelan.
Findi berusaha dengan sungguh-sungguh.
Pengunjung berlarian keluar ruangan.
Aku berdoa untuk keselamatanmu.
Ismi bekerja hingga larut malam.
Mereka berjuang sampai titik darah penghabisan.
Ayah dan ibu berbincang di teras.
Paman berlibur ke Surabaya.
Aisyah berdoa dengan khusyuk.
Kami berdiskusi di dalam kelas.
Laura berteriak histeris.
Tentara itu berpangkat jenderal.
Tisa belajar dengan serius.
Bimo bermain di lapangan dengan temannya.
Ikan itu bernapas dengan insang.
Keisya berkeringat karena kepanasan.
Tara bercengkerama dengan teman kelasnya.
Alda bernyanyi dengan suara nyaring.
Langit malam ini bertabur bintang.
Kakak begadang setiap malam.
Adik menangis karena lapar.
Dia bergumam dengan suara lirih.
Jam tangan itu berlapis emas.
Bangunan itu bernilai sejarah.
Damar bertemu Danang malam ini.
Riko bersantai di depan rumah.
Para murid bertanya tentang perkembangbiakan ikan.
Ika berbahagia di hari ulang tahunnya.
Bapak itu berjualan roti.
Para siswa belajar tentang jenis kalimat.
Devan pergi bermain.
Pak yanto berburu sembako murah.
Jamal mandi di sungai.
Damkar berusaha memadamkan api.
Petugas kesehatan bekerja dengan penuh perjuangan.
Adik terjatuh dari tangga saat bermain dengan temannya.
Medina berbicara saat guru menerangkan.
Alya menyapu dengan bersih.
Kakek sedang bercerita dengan cucu-cucunya.
Ridwan berjalan kaki.
Rumah makan ini bernuansa Sunda.
Winda menggambar dengan pensil.
Ayah berbelanja ke pasar tiap subuh.
Yayah menangis tersedu-sedu.
Artis itu bertopi koboi.
Presiden berkunjung ke Semarang.
Kami berteman sejak masih kecil.
Kakak sedang menyanyi di atas panggung.
Kapal perang itu sedang bersiap.
Anak itu menunduk lesu.
Adit bermain mobil-mobilan.
Para mahasiswa berdemonstrasi di gedung DPR.
Ayam itu bertelur.
Kucing itu beranak empat.
Dian bertanya PR Bahasa Indonesia.
Matanya bercucuran air mata.
Mereka berselisih paham.
Hana menangis dengan suara keras.
Paman selalu mengumpat saat marah besar.
Siswa berlari ke kantin setelah bel istirahat.
Adi ketakutan saat berada di rumah sendirian.
Aku berpakaian gamis saat acara tasyakuran.
Andi bermain gitar di kamar.
Kami berkeliling alun-alun menggunakan delman.
Putri bertanya dengan mata melotot.
Ibu berangkat rapat saat hujan besar.
Para siswa berisik saat jam pelajaran.
Kakak berdebat dengan adik.
Kami bertamasya ke kebun binatang.
Ibu sedang memasak di dapur.
Wawan menulis dengan tangan kiri.
Semua siswa belajar di rumah selama pandemi.
Adik tidur di sofa.
Anggi menari dengan gemulai.
Anak-anak mandi di sungai.
Pak Jono berdagang di lapak.
Burung-burung berkicau di sarangnya.
Bunga-bunga bermekaran di taman.
Asya menari riang di pesta.
Perusahaan itu berkembang pesat.
Ikan-ikan berenang di sungai.
Hewan-hewan berkeliaran di kebun binatang.
Daun-daun berguguran dari ranting.
Mobil itu melaju dengan cepat.
Kucing melompat ke atas meja.
Ahmad berlari menuju garis finish.
Air terjun mengalir dengan deras.
Ayam-ayam berkeliaran bebas di halaman.
Semut-semut berjalan berbaris.
Kipas angin berputar dengan kencang.
Pohon itu berbuah lebat.
Pintu itu berderit saat dibuka.
Kura-kura berjalan dengan pelan.
Rusa berlari dengan cepat di padang rumput.
Cicak itu berkelindan di dinding.
Api unggun berkobar dengan besar.
Awan gelap menggumpal di langit.
Bintang-bintang berkedip di malam hari.
Aku pergi ke pasar.
Kami berlatih sebelum tampil.
Aku berangkat bersama adik ke sekolah.
Kami memperhatikan dengan seksama.
Pertandingan itu berhadiah ratusan juta rupiah.
Aku pergi ke sekolah saat hujan turun.
Bendera merah putih berkibar di atas tiang.
Kami bersantai di pantai saat liburan.
Kakak melamun di kamar.
Telepon berdering saat Ayah tidur.
Persija bertanding di kandangnya sendiri.
Aku tidur nyenyak setiap malam.
Harimau itu mengaum.
Orang-orang bersorak.
Paduan suara menyanyi dengan khidmat.
Kelinci itu makan dengan cepat.
Domba bertarung menggunakan tanduknya.
Siswa berlatih pramuka.
Bus itu berisi murid-murid SMA.
Petani bertanam palawija.
Paman bersepeda ontel.
Kacamatanya berantai emas.
Villa itu berlatar pegunungan.
Permen ini beraroma kopi.
Lengannya berbalut perban.
Perahu ini bermesin ganda.
Sepeda adik beroda tiga.
Mobilnya berplat R.
Tumpeng itu berwadah tampah.
Mobil ini berbahan bakar bensin.
Lantai gedungnya beralaskan permadani.
Dina menyapu dengan bersih.
Lala bertanya di tengah pelajaran.
Saya datang kemarin.
Silvia sedang melukis.
Mentari senja berhiaskan mega.
Adik bermain layang-layang.
Aku bercermin di dalam kamar.
Nesa menggerutu.
Anak itu berkelahi.
Agung bergabung di timnas Indonesia.
Para peserta bekerja sama.
Bunglon beradaptasi dengan lingkungannya.
Film itu beradegan horor.
Kakak dan adik sedang beradu mulut.
Pertandingan sudah berakhir.
Pemain teater beraksi di panggung.
Para peserta berambisi untung menang.
Ayah beranjak dari kursi.
Kakak berpendapat dengan sopan.
Kadek berasal dari Bali.
Jalan itu beraspal.
Monyet itu berayun ke pohon.
Sungai itu berbahaya.
Anak itu berbakat akting.
Dia bersandar ke tembok.
Sampah itu berbau busuk.
Jalanan itu berkelok-kelok.
Kursi itu berbenturan dengan meja.
Semangka ini berbiji.
Sari berbisik di telinga.
Ayah berboncengan dengan adik.
Kelinci Aminah berbulu halus.
Kotoran ayam berceceran di teras.
Ayah bercelana panjang.
Baju Imas bercorak batik.
Makanan ini berdaging sapi.
Ustaz berdakwah di masjid.
Pelaku dan korban berdamai di kantor polisi.
Kedua mempelai pengantin berdansa.
Tamu undangan sudah berdatangan.
Jantungku berdebar kencang.
Kakak berdecak kesal.
Adik berendam di kolam.
Musik dangdut mulai berdendang.
Nadinya berdetak lemah.
Kakak berdiam diri di kamar.
Tangkai bunga itu berduri.
Sania telah berbohong kepada Ani.
Kakak dan adik berebut kamar mandi.
Para siswa berekreasi di TMII.
Kami berencana liburan minggu depan.
Makanan ini berformalin.
Ponsel Dani bergetar.
Aku berhenti menonton TV.
Itulah sederet contoh kalimat aktif intransitif dalam Bahasa Indonesia yang perlu dipelajari. Semoga bermanfaat! (fat)
Baca juga: 250 Contoh Kalimat Aktif, Pengertian, dan Cara Membuatnya
