250 Contoh Kalimat Intransitif dalam Bahasa Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di dalam bahasa Indonesia terdapat beragam jenis kalimat, salah satunya adalah contoh kalimat intransitif. Biasanya kalimat intransitif ini disebut juga sebagai kalimat aktif intransitif.
Dikutip dari buku Pola Kalimat Aktif‒Pasif Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia, Ina, (24), kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang merupakan kebalikan dari kalimat aktif transitif, yaitu kalimat aktif yang tidak memerlukan objek dalam struktur kalimatnya.
Verba aktif yang digunakan dalam kalimat aktif intransitif ini ada yang berprefiks me- (n), ber- (n), dan ada pula yang berupa kata kerja aus (tak berprefiks).
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Kalimat Intransitif
Berikut adalah contoh kalimat intransitif dalam bahasa Indonesia yang perlu diketahui oleh pelajar.
Adik tidur.
Kucing mengeong.
Burung berkicau.
Pohon-pohon tumbuh.
Nina tertawa.
Juna duduk.
Vanya tersenyum.
Bapak bingung.
Air mengalir.
Hari berlalu.
Lampion menyala.
Hujan turun deras.
Pintu rusak.
Mobil mogok.
Daun-daun berguguran tertiup angin.
Dia menjadi arsitek.
Wajahnya terlihat pucat.
Petir terlihat menyambar dari kejauhan.
Langit berubah merah saat senja.
Rasa lapar sangat terasa ketika tengah malam.
Air danau terlihat segar di siang hari.
Cahaya terpancar dari sorot matanya.
Suara ricuh terdengar dari luar rumah.
Pemandangan bintang yang indah dapat diamati dari teleskop.
Buku itu tercium aroma khasnya.
Bunga-bunga di taman bermekaran sangat indah.
Sayap kupu-kupu terlihat indah.
Knalpot motor berisik di jalan raya.
Tangannya bergetar begitu hebat.
Mie goreng terlihat sangat lezat.
Deburan ombak menghantam pantai terdengar dari kejauhan.
Pesawat terbang tinggi di langit cerah.
Aku bersepeda santai di tepi pantai.
Mereka tertawa terbahak di depan panggung.
Kucing itu tertidur nyenyak di dalam kardus.
Air terjun mengalir deras di tengah hutan.
Ibu berbicara lirih agar bayinya tidak bangun.
Fara mengaku mirip dengan komedian itu.
Kami berlari cepat mengejar bus.
Ayah bekerja cerdas setiap hari di rumah.
Roket itu mendarat mulus di Bulan.
Anjing itu menggongong keras ketika ada tamu di depan gerbang.
Aku menangis setelah membaca buku itu.
Pohon kelapa itu berayun pelan ditiup angin.
Bayi itu menggenggam erat di pangkuan ibunya.
Adik terlihat murung.
Lukisan itu terlihat sangat indah.
Kucing itu terlihat sangat menggemaskan.
Mobil itu terlihat begitu mengkilap.
Zayn terpilih sebagai ketua kelas.
Kelinci-kelinci itu berlarian di kandangnya.
Bu guru merasa bangga pada muridnya.
Kami merasa puas dengan keputusan ini.
Rambutnya terlihat sangat lembut.
Pelajaran fisika itu terasa sangat sulit.
Foto-foto itu terlihat sangat tua.
Kakek sedikit kesulitan di kursinya.
Bibi mengurus rumah dengan telaten.
Mereka berlomba memenangkan perlombaan di sekolah dengan semangat membara.
Dia bersembunyi di balik pohon besar saat bermain petak umpet.
Adik berjalan-jalan.
Anak itu berjalan.
Sinta berjalan sendirian.
Anjing itu berjalan tertatih-tatih.
Kami berjalan pulang.
Ayah dan ibu berjalan bersama.
Ningning berjalan cepat.
Kereta itu berjalan lambat.
Dio berjalan lesu.
Anak itu berjalan lincah.
Mereka tertawa.
Kami bersenang-senang.
Anak itu berkelahi.
Tejo berlari.
Andini menangis.
Ia terasingkan
Leo bekerja.
Anton bergembira.
Tika belajar.
Tina bersekolah.
Para siswa bermain sepak bola.
Kamu terlihat pucat hari ini.
Para pelaku kejahatan sudah tertangkap polisi.
Mereka bekerja di lapangan.
Adi bermain mobil-mobilan.
Merry suka bernyanyi di kamar mandi.
Andi berlari sekencang mungkin.
Tina belajar Matematika dengan serius.
Kami berbincang-bincang dengannya selama dua jam.
Bimo bermain di lapangan bersama teman-temannya.
Ibu pergi belanja ke pasar tadi pagi.
Diva dangdut tersebut bernyanyi dengan merdunya.
Kami semua berteriak saat lampu ruang tamu tiba-tiba meledak.
Toni dan Tono bertengkar hanya karena hal sepele.
Ibu berlari ke dalam rumah saat ada debt collector datang.
Kami tersenyum bahagia melihat semua keluarga bersatu.
Mereka terdesak untuk mundur atau menyerah.
Semua siswa TK itu berlari ke arah makanan yang datang.
Kami belajar mengenai jenis-jenis kalimat.
Ikan itu bernafas melalui insang.
Kakak berkeringat karena kepanasan.
Adik terjatuh dari tangga saat bermain dengan teman-temannya.
Tiara bercengkerama dengan teman-teman sekelasnya.
Sebuah bus tenggelam di Danau Riuhremah.
Semua uang di almari menghilang dengan tiba-tiba.
Ayah dan ibu terkesima dengan riasan wajah kakak saat menikah.
Dia bernyanyi dengan suara nyaring.
Anak-anak berguru silat.
Pak Anwar berburu sembako murah.
Paman bersepeda ontel.
Bangunan itu beratap daun rumbia.
Rumahnya berdinding papan.
Mentari senja berhiaskan mega.
Artis itu berdandan ala K-pop.
Penyanyi itu bersuara merdu.
Kacamatanya berlensa minus.
Langit malam ini bertabur bintang.
Bude berbelanja ke pasar setiap hari.
Kakak begadang hingga larut malam.
Tubuhnya berlumuran lumpur.
Berthy berenang dengan teman-temannya.
Kami berlibur ke Tarakan minggu depan.
Bayi itu menangis karena lapar.
Adik berteriak sekencang-kencangnya.
Mereka berbaris di lapangan.
Topan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
Ayah bekerja dengan giat setiap hari
Kakek berjalan menggunakan tongkat.
Perahu itu bermesin ganda.
Ibu pergi dengan terburu-buru.
Kedua orang itu berjabat tangan akrab sekali.
Mereka bercanda dan tertawa terbahak-bahak.
Aku tertidur di sofa saat menunggu ibu pulang.
Presiden berpidato di Istana Kemerdekaan.
Ayam berkokok di pagi hari.
Dia bergumam dengan suara yang sangat pelan.
Bani melompat tanpa takut jatuh.
Kami menonton dengan antusias.
Ular kobra bersembunyi di dalam tanah.
Kawanan burung itu berlari menuju sarangnya.
Ia mengamati dengan penuh perhatian.
Andi berangkat dengan bergegas.
Kami bersepeda setiap hari Minggu.
Ikan salmon bertelur di sungai.
Rumahnya berpagar bambu.
Arlojinya berlapis emas.
Makanan itu berbungkus daun pisang.
Rumah itu bernuansa Minang.
Bangunan itu bernilai sejarah.
Villa itu berlatar pegunungan.
Artis itu bertopi koboi.
Kami berlatih drama.
Mobilnya berplat B.
Lantai gedung itu beralaskan pemadani.
Kereta itu berjalan lambat.
Anak itu berjalan lincah.
Dito tertidur di kamar.
Ayah bekerja di kantor.
Faiz bermain di taman.
Bunga bermekaran di halaman.
Daun-daun berguguran.
Andi berenang di kolam renang.
Hujan turun semalam.
Nana bernyanyi di panggung
Fian menyelam.
Fanny menggerutu sejak tadi.
Kakak menggigil.
Adik berdendang.
Dia tertegun.
Didi tertawa.
Hana berpidato di depan kelas.
Sani menari di gedung.
Air mendidih.
Matahari terbenam.
Burung-burung berkicau setiap pagi.
Ridwan makan.
Shifa tidur di kamar.
Putra bermain kelereng
Nadin bingung.
Fitri bernyanyi.
Kakiku terjepit.
Adik berlari kencang.
Ibu tertidur di ruang tamu.
Jeni sedang duduk di taman.
Sasa bercanda dengan temannya.
Dia tertawa.
Burung-burung berkicau di pagi hari.
Anak-anak bermain di halaman sekolah.
Angin bertiup sepoi-sepoi.
Sinar matahari menyinari bumi.
Air terjun mengalir deras.
Dia berlari menuju garis finish.
Daun-daun berguguran dari pohon.
Bunga-bunga mekar di taman.
Mobil itu melaju dengan cepat.
Awan berarak di langit biru.
Kucing melompat ke atas meja.
Hujan turun dengan lebat.
Gunung-gunung menjulang tinggi di kejauhan.
Pesawat terbang melintasi langit biru.
Ayam-ayam berkeliaran di halaman rumah.
Suara ombak terdengar di pantai
Anggrek-anggrek berkembang di pot.
Bayangan bulan terpantul di air danau.
Pohon-pohon bergoyang diterpa angin
Pelangi muncul setelah hujan reda.
Ikan-ikan berenang di dalam akuarium.
Burung camar terbang di atas laut.
Bola itu menggelinding ke arah gawang
Semut-semut berjalan berbaris.
Anak kecil berlari-lari riang di taman.
Kembang api mewarnai langit malam.
Petir menyambar di kejauhan.
Suara gitar terdengar merdu.
Kapal-kapal melintas di laut.
Padi-padi bergoyang ditiup angin.
Perahu layar melaju di danau.
Kuda-kuda berpacu di lapangan balap.
Anak ayam berlarian di halaman.
Kapal pesiar berlayar di tengah laut.
Bulan purnama bersinar terang.
Hujan meteor melintas di langit.
Bunga matahari menoleh ke arah matahari.
Salju turun dari langit malam.
Kapas terbang di udara.
Kelompok burung merpati terbang ke langit.
Sepeda motor melaju di jalanan.
Kipas angin berputar dengan kencang.
Orang-orang berjalan santai di trotoar.
Buku-buku berjejer rapi di rak.
Bunga bakung mekar di kebun.
Ikan paus meloncat di laut.
Kapal selam menyelam di dasar laut.
Pohon nangka berbuah lebat.
Suara gemericik air terdengar dari sungai.
Ular-ular merayap di tengah rerumputan.
Bulan sabit tergantung di langit malam.
Cendrawasih terbang bebas di hutan.
Pemandangan matahari terbenam sangat indah.
Salju putih menutupi pegunungan.
Suara deru ombak terdengar dari jauh.
Bintang-bintang berkedip di langit malam.
Kumbang-kumbang terbang di sekitar bunga.
Kucing-kucing berjemur di bawah sinar matahari.
Daun-daun berwarna merah di musim gugur.
Suara lonceng gereja terdengar di kota.
Kapal ikan berlayar pulang ke pelabuhan.
Burung camar terbang rendah di atas air.
Ikan hiu berenang di dasar laut.
Kapal selam muncul di permukaan laut.
Baca Juga: 127 Contoh Kalimat Nomina dan Penjelasannya
Itulah beberapa contoh kalimat intransitif dalam bahasa Indonesia yang bisa dijadikan referensi saat membuat kalimat.(Adm)
