Konten dari Pengguna

250 Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat, Pengertian, dan Jenisnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh kalimat majemuk bertingkat. Foto: Unsplash/Sincerely Media
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh kalimat majemuk bertingkat. Foto: Unsplash/Sincerely Media

Contoh kalimat majemuk bertingkat sangat diperlukan, agar pembaca dapat memahami kalimat terkait.

Secara umum, kalimat majemuk merupakan salah satu istilah dalam konstruksi bahasa Indonesia, M. Ramlan (2001) menyebut bahwa kalimat majemuk atau kalimat luas adalah kalimat yang terdiri dari dua klausa atau lebih.

Hubungan antar klausa menjadi dasar perbedaan jenis kalimat majemuk yang terbagi menjadi dua, yaitu kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat, berdasarkan pembahasan Hasan Alwi et. al., (2003).

Daftar isi

Contoh Kalimat Majemuk Bertingkat

Sebelum menilik lebih jauh contoh kalimat majemuk bertingkat, alangkah baiknya untuk memahami pengertian dan jenis kalimat tersebut. Pengertian, jenis, dan contoh kalimat tersebut dibahas selengkapnya sebagai berikut:

1. Pengertian Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat disebut juga dengan kalimat majemuk kompleks atau kalimat majemuk subordinatif. Jenis kalimat ini memiliki lebih dari satu klausa, serta hubungan antar klausanya tidak sederajat.

Klausa pada kalimat majemuk bertingkat terbagi menjadi dua, yaitu klausa sebagai induk kalimat dan anak kalimat. Klausa sering diartikan sebagai gabungan kata yang terdiri dari subjek dan predikat.

Adapun perbedaan atau ciri khas antara induk kalimat dan anak kalimat yaitu, keberadaan induk kalimat dapat berdiri sendiri, sedangkan anak kalimat tidak bisa dan membutuhkan induk kalimat untuk berdiri.

Anak kalimat juga diawali dengan kata hubung atau konjungsi sebagai ciri lainnya. Contoh anak kalimat yaitu “sejak pandemi Covid-19”, di mana kalimat tersebut membutuhkan kalimat induk seperti “Kakak jarang pergi ke luar rumah”.

Di antara induk kalimat dan anak kalimat harus dihubungkan dengan kata hubung. Macam-macam kata hubung ini yang nanti akan menjadi dasar pembagian jenis-jenis kalimat majemuk bertingkat/kompleks/subordinatif.

2. Jenis-Jenis Kalimat Majemuk Bertingkat

Dalam salah satu sumber baca yang ditulis oleh I Gusti Ngurah Ketut Putrayasa tahun 2016 mengenai “Jenis - Jenis dan Pola Kalimat Bahasa Indonesia”, terdapat 11 jenis dan kalimat majemuk bertingkat, sebagai berikut:

  • Hubungan waktu Ditandai dengan keberadaan kata hubung: sejak, sedari, sewaktu, sementara, seraya, setelah, sambil, sehabis, sebelum, ketika, tatkala, hingga, sampai.

  • Hubungan syarat Ditandai dengan keberadaan kata hubung: jika(lau), seandainya, andaikata, andaikan, asalkan, kalau, apabila, bilaman, manakala.

  • Hubungan tujuan Ditandai dengan keberadaan kata hubung: agar, supaya, untuk, biar.

  • Hubungan konsesif Ditandai dengan keberadaan kata hubung: walau(pun), meski(pun), sekalipun, biar(pun), kendati(pun), sungguh(pun).

  • Hubungan pembandingan Ditandai dengan keberadaan kata hubung: seperti, bagaikan, laksa-na, sebagaimana, daripada, alih-alih, ibarat.

  • Hubungan penyebaban Ditandai dengan keberadaan kata hubung: sebab, karena, oleh karena.

  • Hubungan pengakibatan Ditandai dengan keberadaan kata hubung: sehingga, sampai-sampai, maka.

  • Hubungan cara/alat Ditandai dengan keberadaan kata hubung: dengan, tanpa.

  • Hubungan kemiripan Ditandai dengan keberadaan kata hubung: seolah-olah, akan.

  • Hubungan kenyataan Ditandai dengan keberadaan kata hubung: padahal.

  • Hubungan penjelasan Ditandai dengan keberadaan kata hubung: bahwa.

3. Contoh Kalimat Sesuai Jenisnya

Berikut contoh kalimat majemuk bertingkat berdasar dua aturan pokoknya, seperti: 1). keberadaan induk dan anak kalimat, dan 2). penggunaan tanda koma (,) apabila anak kalimat berada di depan atau mendahului induk kalimat.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Waktu

  • Kucing adikku terus tertidur sejak matahari terbenam.

  • Sejak kemarin sore, adikku terus menangis di kamarnya.

  • Pamanku memiliki alergi terhadap kopi sejak anaknya lahir.

  • Sedari Teni kecil, dia selalu bersikap sopan.

  • Ibuku memasak banyak makanan sewaktu aku berulang tahun.

  • Sewaktu sekolahku terbakar, aku berlari tak tentu arah.

  • Ayahku pergi memancing sementara ibuku berbelanja di pasar.

  • Sementara listrik mati, bibiku merapikan baju-baju di lemari.

  • Sinta mengerjakan ujian seraya memanjatkan doa di dalam hati.

  • Seraya berkata tidak, Rani memecahkan gelas ke lantai.

  • Ardi mencari lowongan kerja setelah dinyatakan lulus dari universitas.

  • Setelah libur panjang, Jamal mengalami demam tinggi.

  • Joni meminum jus jeruk sambil berendam di kolam.

  • Sambil melukis gunung, Dimas memantau kucingnya di halaman rumah.

  • Anjing itu berlari keluar rumah sehabis mencuri persediaan daging.

  • Sehabis matahari menyingsing, deburan ombak tidak terdengar lagi.

  • Haikal meminum vitamin sebelum berangkat ke kantor untuk bekerja.

  • Sebelum aku pergi ke Malang, aku meminum obat anti mabuk kendaraan.

  • Yuda mengalami kesemutan ketika berlatih tarian tradisional.

  • Ketika hujan turun, Jeje tertidur pulas.

  • Aku memejamkan mata tatkala senja menyapa.

  • Tatkala rindu menyeruak di dalam dada, Cinta memandang langit begitu lekat.

  • Tio terus berolahraga di gym hingga matahari berada di atas kepala.

  • Hingga saatnya tiba, aku akan menjadi presiden Indonesia.

  • Markus berdiri di trotoar sampai bus keberangkatannya datang.

  • Sampai saat aku beranjak dewasa, aku merasakan kejamnya dunia.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Syarat

  • Gigi akan pergi bekerja jikalau kucingnya tidak terluka.

  • Jikalau kau memang bukan untukku, aku akan menyendiri sepanjang hidupku.

  • Aku akan menerima beasiswa itu seandainya ibuku tidak memintaku untuk bekerja.

  • Seandainya waktu bisa diputar, aku akan serius belajar untuk membanggakan mereka.

  • Rumah itu pasti sudah hancur andaikata tidak dilapisi beton baja.

  • Andaikata besok dia gagal, dia akan sangat terpukul.

  • Kakekku akan berusia 80 tahun besok andaikan dia masih hidup.

  • Andaikan ayahku tak bekerja, keluargaku akan sengsara.

  • Anakku mau memakan obat asalkan obatnya tidak pahit.

  • Asalkan memiliki bukti lulus SMA, siapa pun dapat melamar di café ini.

  • Tia akan berhenti merokok kalau uang sakunya ditambah.

  • Kalau Retno memiliki kemauan, dia pasti sudah menjadi direktur.

  • Aku akan menari di depan menara apabila kakakku memenangkan medali.

  • Apabila Mahen terjatuh, dia akan tetap tersenyum.

  • Bangunan itu akan segera selesai bilamana pekerjanya ditambah.

  • Bilamana dia tidak melunasi utangnya, aku akan mengikhlaskan uangku.

  • Banjir akan melanda jalanan manakala hujan deras terus mengguyur.

  • Manakala hutan sudah kekurangan pepohonan, longsor akan terjadi.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Tujuan

  • Tanah itu harus diberi pupuk agar tanamannya tumbuh dengan baik.

  • Agar tidak terjadi kesalahpahaman, Nikta dan Gina harus sering berkomunikasi.

  • Lemari itu harus dicat ulang supaya warnanya lebih menyala.

  • Supaya tidak salah info, pelanggan warta harus membacanya secara seksama.

  • Aku membeli banyak oleh-oleh untuk dibagikan kepada keluargaku.

  • Untuk membeli buku ini, pembeli harus membayar tagihan melalui e-wallet.

  • Aheng menjaga pola makannya biar proporsi tubuhnya terjaga.

  • Biar bertambah berat badan, Gery mengkonsumsi banyak karbohidrat.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Konsesif

  • Chani masih tertidur dengan nyenyak walaupun suara speaker tetangga terdengar begitu bising.

  • Walaupun besok hari minggu, Lukas tetap bekerja di rumah.

  • Raka menyanyi dengan baik meskipun tenggorokannya sedang sakit.

  • Meskipun Jiji tidak menjadi juara kelas, orangtuanya tetap memberi Jiji hadiah.

  • Yiyang terus menari di ruangannya sekalipun waktu sudah begitu larut.

  • Sekalipun dia menjual ginjalnya, dia tak akan mampu membeli mobil impiannya.

  • Herin tetap membantu temannya biarpun dia sedang tidak baik-baik saja.

  • Biarpun uang dapat dicari, uang tetaplah penting jika sekedar untuk foya-foya.

  • Restoran itu tetap ramai pengunjung kendatipun hari kerja.

  • Kendatipun tidak berpenghasilan tetap, Arya tetap bisa membanggakan orang tuanya.

  • Juan mengundurkan diri dari pekerjaannya walau gajinya sangat besar

  • Sungguhpun Rina melukis dengan baik, dia tidak mau menjual hasil karyanya.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Pembandingan

  • Ikan itu berenang sangat cepat seperti perenang yang ingin memenangkan medali.

  • Seperti angin yang berhembus di kesunyian malam, tangisannya mengalun begitu lirih.

  • Jarak rumahku ke kantor begitu jauh bagaikan Sabang sampai Merauke.

  • Bagaikan ditelan bumi, sahabat lamaku tak pernah terdengar lagi kabarnya.

  • Tawanya jarang sekali terdengar laksana munculnya bulan biru di langit malam.

  • Laksana jingga di sore hari, matanya indah saat terbuka.

  • Anak itu sangat pandai sebagaimana ayahnya dahulu di masa sekolah.

  • Sebagaimana enaknya masakan ibuku, masakan adikku sangat menggugah selera.

  • Mengatur pola makan lebih efisien daripada pergi ke gym dengan biaya mahal.

  • Daripada menyalahkan orang lain, Rinji memilih berbenah diri untuk masa depan.

  • Juno memakai kemeja biasa di musim dingin alih-alih memakai sweater hangat.

  • Alih-alih menanam anggur, Pak Suko memilih menanam jeruk yang lebih mudah.

  • Kakakku sangat mirip dengan ibuku ibarat buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

  • Ibarat kucing kelaparan, Mirna memakan makanannya dengan cukup rakus.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penyebaban

  • Melki tidak jadi pergi ke bandara sebab anaknya tiba-tiba jatuh sakit.

  • Sebab cuaca yang begitu ekstrim, saluran listrik dipadamkan sementara.

  • Marko lulus di empat universitas sekaligus karena prestasinya yang luar biasa.

  • Karena BMKG menyatakan besok aka ada badai, Ibu menasehatiku hingga 2 jam.

  • Eci adalah orang yang sangat siaga oleh karena itu dia selalu membawa payung di musim hujan.

  • Oleh karena keberadaan tanaman unik di depan rumahku, rumahku didatangi banyak warga setempat.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Pengakibatan

  • Gideon memacu kudanya begitu cepat sehingga dia terjatuh pagi tadi.

  • Sijung menyanyi dengan suara yang amat tinggi sampai-sampai speaker yang dipakainya berdenging.

  • Jason adalah anggota tertua di kelas maka dia terpilih menjadi ketua kelas tersebut.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Cara/Alat

  • Roki menggabungkan besi baja dengan api dari kompor.

  • Yasa membuka kelapa tanpa menggunakan alat apa pun.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Kemiripan

  • Kirana berjalan begitu anggun seolah-olah memiliki peran sebagai puteri kerajaan.

  • Dongdong berbicara santai pada ayahnya seakan sedang bergabung dengan temannya.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Kenyataan

  • Siska pura-pura tidak tahu padahal sebenarnya dia yang mendapatkan informasi lebih banyak dari orang lain.

Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan Penjelasan

  • Berkas lamaran pekerjaannya menunjukkan bahwa dia memiliki latar pendidikan yang luar biasa.

Itulah ulasan mengenai pengertian, jenis, dan contoh kalimat majemuk bertingkat yang dapat dipelajari para pembaca. Agar lebih memahami mengenai jenis-jenis kalimat dan contohnya, bacalah beberapa materi yang berkaitan.

Baca juga: Jenis-Jenis Kalimat Majemuk dan Contohnya