250 Contoh Kalimat Simpleks dan Penjelasan Singkatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kalimat simpleks bisa memberikan pemahaman tentang jenis kalimat tersebut dalam pelajaran bahasa Indonesia. Peserta didik juga akan tahu perbedaan dengan jenis kalimat lainnya, terutama perbedaan dengan kalimat kompleks.
Artikel ini akan membagikan sederet contoh kalimat simpleks yang bisa menambah pemahaman tentang materi bahasa Indonesia ini. Simak selengkapnya di bawah!
Contoh Kalimat Simpleks
Mengutip Seri Penyuluh Bahasa Indonesia, Kalimat terbitan Pusat Pembinaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia, Kemdikbud, pada 2015, pengertian kalimat simpleks adalah kalimat tunggal yang hanya terdiri dari satu struktur predikat atau satu klausa saja.
Berbeda dengan kalimat kompleks yang bisa berisi dua struktur predikat dalam sebuah kalimat. Kalimat simpleks tak hanya dapat berisi subjek dan predikat, tetapi juga bisa dilengkapi dengan objek, pelengkap, dan keterangan.
Baca Juga: 100 Kosa Kata Bahasa Indonesia yang Jarang Didengar beserta Artinya
Merangkum berbagai sumber, berikut ini sederet contoh kalimat simpleks:
Orang itu guru kami.
Ada beragam jenis topeng di museum ini.
Kelelawar merupakan hewan unik.
Anton berangkat.
Ayah Nani adalah dokter jantung.
Kikan pulang.
Artis itu menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Pemanah itu memanah mati buruannya.
Shafira bermain bulu tangkis.
Kartini sedang membuat surat jawaban.
Andien sedang membaca buku.
Ayah membersihkan sepatu.
Santi menanam bunga.
Tina merapikan tempat tidur.
Riza menyeberang jalan.
Juleha menangkis bola.
Singa itu menerkam mangsanya.
Kepakaran Teguh diakui banyak orang.
Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit.
Ranti membuat hiasan rumah.
Rindu terjatuh dari pohon nangka.
Guru mengajari muridnya membaca.
Harimau itu menerkam mangsanya dengan lahap.
Pelukis itu menjual lukisannya kepada orang kaya.
Semut itu memakan gula yang berserakan.
Sopir itu menabrak pohon karena rem blong.
Sulaeman mengajari anaknya melukis.
Lala menjemput adiknya di sekolah.
Pak Edi menanam padi di sawah.
Gaby bermain boneka di kamar.
Riza menonton film Barbie di bioskop malam ini.
Dina membonceng ibu ke pasar.
Arya terjatuh dari pohon rambutan.
Beruang itu terjepit di pintu kandang.
Kami berangkat pukul 07.30 WIB.
Ibu memasak di dapur.
Kakeknya meninggal tadi pagi.
Daniel jatuh dari sepeda.
Sopir itu menabrak warung.
Guru mengajari muridnya berhitung.
Matahari terbit dari timur.
Dia menari dengan anggun.
Kucing itu mendengkur pelan.
Dia bekerja dengan rajin.
Burung bernyanyi dengan merdu.
Bunga mekar di musim semi.
Sungai mengalir dengan tenang.
Saya menikmati membaca buku.
Mobil melaju dengan lancar.
Mereka bermain sepak bola setiap hari.
Dia berenang di kolam renang.
Hujan turun dengan lembut.
Bulan bersinar terang.
Dia melukis seni yang indah.
Anjing itu menggonggong dengan keras.
Anak-anak tertawa gembira.
Saya suka es krim coklat.
Angin bertiup lembut.
Dia memasak makanan lezat.
Film berakhir dengan bahagia.
Gunung-gunung berdiri tegak.
Dia berlari cepat.
Pintunya berderit keras.
Bintang-bintang berkelap-kelip di malam hari.
Dia belajar dengan rajin.
Gitar memainkan musik yang manis.
Saya bangun lebih awal.
Pepohonan bergoyang tertiup angin.
Dia bernyanyi dengan indah.
Apinya menyala terang.
Dia tersenyum hangat.
Bayi itu tidur dengan nyenyak.
Deburan ombak laut terjadi.
Saya menyaksikan matahari terbit.
Perahu berlayar dengan lancar.
Komputer bekerja dengan baik.
Kopinya berbau nikmat.
Dia menggambar dengan presisi.
Salju turun dengan lembut.
Jam berdetak kencang.
Dia berolahraga setiap hari.
Bunganya berbau harum.
Tepi sungai itu damai.
Telepon berdering keras.
Dia belajar matematika.
Anak-anak bermain di luar.
Anjing itu mengibaskan ekornya.
Saya membaca buku yang bagus.
Televisi menghibur.
Dia menulis dengan penuh semangat.
Pelangi itu berwarna-warni.
Dia mendengarkan dengan penuh perhatian.
Bintang-bintang muncul di malam hari.
Saya sarapan lebih awal.
Kereta tiba tepat waktu.
Burung-burung berkicau riang.
Bayi itu menangis dengan keras.
Dia bernyanyi di kamar mandi.
Matahari terbenamnya menakjubkan.
Sungai mengalir dengan lancar.
Dia memasak makan malam.
Kucing itu mendengkur puas.
Saya berjalan di taman.
Bunganya mekar dengan indah.
Daunnya berdesir lembut.
Para siswa belajar dengan penuh semangat.
Dia melukis seni yang dinamis.
Angin menderu kencang.
Aku memainkan gitar.
Kopinya rasanya enak.
Mobil melaju dengan cepat.
Dia membaca novel.
Guntur bergemuruh dengan keras.
Dia menari dengan anggun.
Anjing itu mengambil bolanya.
Bulan bersinar terang.
Aku tersenyum hangat.
Burung-burung bernyanyi dengan merdu.
Film berakhir dengan bahagia.
Sungai mengalir dengan tenang.
Dia berlari dengan cepat.
Dia menyaksikan matahari terbenam.
Bayi itu tidur dengan nyenyak.
Gitar memainkan musik yang indah.
Saya menikmati liburan saya.
Apinya berderak pelan.
Anak-anak tertawa terbahak-bahak.
Angin bertiup lembut.
Dia membuat kue yang lezat.
Hujan turun dengan lembut.
Kucing itu melakukan peregangan dengan malas.
Saya membaca novel misteri.
Telepon berdering keras.
Bunganya mekar dengan cerah.
Mobil melaju dengan lancar.
Dia menulis puisi.
Jam terus berdetak pelan.
Dia bernyanyi dengan penuh semangat.
Bintang-bintang berkelap-kelip di malam hari.
Aku menyesap teh panas.
Sungai mengalir dengan damai.
Anak-anak tertawa gembira.
Dia berlari maraton.
Dia melukis dengan antusias.
Kopinya berbau surgawi.
Burung-burung berkicau riang.
Telepon berbunyi bip keras.
Saya belajar dengan rajin.
Angin bertiup lembut.
Matahari terbenam di barat.
Matahari bersinar terang.
Dia menikmati melukis.
Anjing menggonggong dengan keras.
Buku ini di atas meja.
Burung terbang di langit.
Dia tertawa terbahak-bahak.
Aku suka es krim.
Kucing itu tidur dengan nyenyak.
Bunga mekar di musim semi.
Hujan turun dengan lembut.
Penumpang itu datang tepat waktu.
Joe menunggu kereta.
Kereta itu terlambat.
Mary naik bus.
Saya melihat Mary di halte bus.
Ada beragam jenis topeng di museum ini.
Kelelawar merupakan hewan unik.
Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit.
Aida bermain basket.
Anisa sedang sakit.
Ari tiba di rumah pukul 5 sore.
Devi mengajari adiknya Bahasa Inggris.
Diana membeli mangga di pasar.
Ibu pergi sejak tadi malam.
Ita membuat donat.
Jangan merokok di sini!
Kau harus kembali ke rumah ini sekarang!
Ketampanan Abriel sudah diakui keluarganya.
Kucing itu keluar rumah.
Lium memukul anjing tetangga.
Lofarsa membeli buku bekas di toko buku.
Mereka datang di malam hari.
Nayla adalah adik Ardan.
Nita dan Salma pergi ke kafe dengan mobil.
Pria itu dokter mata.
Rumi mengajari adiknya menggunakan komputer.
Saya sudah sarapan di rumah.
Singa itu sangat besar.
Soni membeli martabak untuk Niara.
Tiara membantu ayahnya di kebun.
Siti melamun di pagi hari.
Komet menendang bola hingga pecah semalam.
Anjing itu menikahi kucing.
Kemarin Toni mengamuk karena nilai jelek.
Saya mau pergi ke gerja pada jam tiga sore.
Sayangku datanglah kepadaku.
Andi mencuri buah tomat tetangganya.
Ani mengambil bolpoin milik ayahnya.
Rudi menendang bola hingga terpeleset.
Anjing saya menggonggong kepada tetangga.
Paman saya pergi ke rumah nenek.
Rhaimond pergi ke kampus jam 4 sore.
Aku menyayangi kamu sampai kapanpun.
Aku pergi ke toko kemarin.
Dia mengerjakan tes hari Jumat.
Kamu bertukar pikiran beberapa jam.
Anak kecil itu bermain di taman.
Dia mendapatkan waktu terbaiknya kemarin.
Saya tidak tahu tentang rapat itu.
Dia tidak mandi.
Temanku tidak membayar apapun di liburannya.
Kami tidak memiliki cukup makanan untuk semuanya.
Rachel tidak memberi tahu rahasinya.
Beruang itu menggeram.
Jim berlari dengan cepat.
Aku lupa pensilku.
Shelby makan siang di luar.
Perpustakaan tutup hari ini.
Meg mencari anjing yang hilang itu kemana-mana.
Awan hitam yang mengancam tampak di atas kepala.
Chase mengunyah perlahan.
Maya terjatuh.
Semua orang perlu tenang.
Dia telah menyelesaikan proyeknya kemarin.
Mereka pergi berlibur bulan depan.
Mereka makan malam romantis nanti malam.
Dia memulai pekerjaan barunya minggu depan.
Saya tak menghadiri pesta tersebut.
Dia tak mau membeli mobil baru tahun baru.
Saya sedang bekerja saat ini.
Dia menari sangat indah di atas panggung.
Dia mengajariku bermain gitar.
Saya sedang tak baik-baik saja.
Dia belajar untuk ujian depan.
Dia mengikuti sebuah kompetisi.
Kami tak jadi pergi makan malam.
Ayah menggunakan jaket karena cuaca dingin.
Saya melihat film tersebut kemarin.
Adikku bernyanyi dengan indah.
Mereka bermain sepak bola.
Saya sudah selesai membaca buku.
Paman sudah berkelana ke berbagai negara.
Andini memenangkan kompetisi menari.
Ahmad membaca di perpustakaan.
Mahasiswa berdiskusi.
Dosen itu ramah.
Harga buku itu sepuluh ribu rupiah.
Truk itu mengangkut beras.
Sintia menemukan gelang di pantai.
Razzan menonton pertandingan sepak bola.
(NSF)
