Konten dari Pengguna

26 Contoh Puisi Rakyat dalam Karya Sastra

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Puisi Rakyat. Unsplash/Thought Catalog
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Puisi Rakyat. Unsplash/Thought Catalog

Contoh puisi rakyat sering dicari para siswa ketika mengerjakan tugas dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Puisi rakyat adalah sastra rakyat yang sudah tentu bentuknya, biasanya terdiri dari beberapa deret kalimat.

Ada yang berdasarkan mantra, ada yang berdasarkan panjang pendek suku kata, lemah tekanan suara, atau hanya berdasarkan irama. Puisi ini merupakan puisi yang berasal dari rakyat atau masyarakat biasa, bukan dari kalangan sastrawan atau penulis terkenal.

Daftar isi

Jenis-Jenis Puisi Rakyat

Ilustrasi Contoh Puisi Rakyat. Unsplash/Joel Muniz

Sebelum membahas tentang contoh puisi rakyat, ketahui terlebih dahulu jenis-jenisnya. Adapun jenis-jenis puisi rakyat berdasarkan buku yang berjudul Super Complete SMP/MTs 7,8,9, Elis Khoerunnisa, dkk., (2020:541), adalah sebagai berikut:

1. Pantun

Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b- a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi.

Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di Nusantara, tonton (bahasa Tagalog), tuntun (bahasa Jawa), pantun (bahasa Toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan.

Ciri-ciri pantun:

  • Terdiri dari 4 baris dalam setiap bait baris pertama dan kedua merupakan sampiran.

  • Baris ketiga dan keempat merupakan isi.

  • Dalam satu baris terdiri dari 8-12 suku kata.

  • Rima a-a-a-a, ab-ab, aa-bb

2. Gurindam

Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India). Gurindam dapat dianggap sebagai puisi terikat, rima yang berujung sama.

Jadi, istilah gurindam berasal dari bahasa India, yaitu 'kirindam' berarti mula-mula atau perumpamaan. Gurindam sarat nilai agama dan moral. Gurindam bagi orang dulu sangat penting dan dijadikan norma dalam kehidupan.

Ciri-ciri gurindam:

  • Sajak berakhiran a-a;b-b;c-c.

  • Berasal dari Tamil (India).

  • Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan menampilkan suatu sebab akibat.

  • Terdiri atas dua baris dalam sebait.

  • Tiap baris memiliki jumlah kata sekitar 10-14 kata.

  • Baris pertama berisi soal, masalah, atau perjanjian.

  • Baris kedua berisi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama (isi atau maksud gurindam terdapat pada baris kedua).

3. Syair

Syair adalah salah satu jenis puisi lama yang berasal dari Arab. Syair adalah salah satu puisi lama.

Syair berasal dari Persia dan dibawa masuk ke Nusantara bersama dengan masuknya Islam ke Indonesia. Melalui pedagang Persia, pantun lama berupa syair mulai dikenal dan disukai masyarakat.

Kata atau istilah syair berasal dari bahasa arab yaitu 'syi'ir' atau 'syu'ur' yang berarti 'perasaan yang menyadari', kemudian kata syu'ur berkembang menjadi syi'ru yang berarti puisi dalam pengetahuan umum.

Dalam perkembangannya, syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair negeri Arab.

Ciri-ciri syair:

  • Setiap bait terdiri dari 4 baris.

  • Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.

  • Bersajak a-a-а-а.

  • Berasal dari Arab.

4. Seloka

Seloka adalah bentu puisi Melayu klasik, berisi pepatah maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran, bahkan ejekan. Umumnya ditulis empat baris memakai bentuk pantun/syair, terkadang bisa juga ditemui seloka yang ditulis lebih dari empat baris.

Ciri-ciri seloka:

  • Dalam satu baris hanya terdapat dua baris.

  • Dalam satu baris, suku katanya agak panjang, yakni sekitar 18 suku kata atau kurang.

  • Setiap isi bait dalam seloka saling berhubungan dengan bait berikutnya.

  • Menggunakan sajak bebas atau tidak terikat.

  • Berisi kritikan dan nasihat atau sikap negatif tertentu.

5. Talibun

Talibun adalah sejenis puisi lama seperti pantun karena mempunyai sampiran dan isi tetapi lebih dari 4 baris, berirama abc-abc, abcd- abcd, abcde-abcde, dan seterusnya.

Talibun identik dengan jumlah barisnya yang berjumlah genap dan lebih dari empat baris, misalnya enam baris, delapan baris, 10 baris. Jika pantun talibun berisi empat baris maka dua baris pertama adalah sampiran dan dua baris berikutnya adalah isi.

Begitu juga dengan pantun talibun enam baris maka tiga baris pertama adalah sampiran dan tiga baris berikutnya adalah isi. Aturan tersebut berlaku untuk pantun talibun dengan jumlah baris berapapun.

Ciri-ciri talibun:

  • Merupakan sejenis puisi bebas.

  • Terdapat beberapa baris dalam rangkap untuk menjelaskan pemerian.

  • Isinya berdasarkan sesuatu perkara diceritakan secara terperinci

Contoh Puisi Rakyat

Ilustrasi Contoh Puisi Rakyat. Unsplash/freestocks

Berikut merupakan kumpulan contoh puisi rakyat dalam karya sastra yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran:

1. Contoh Pantun

Contoh 1

Air surut memungut bayam

Sayur diisi ke dalam kantung

Jangan diikuti tabiat ayam

Bertelur sebiji riuh sekampung

Contoh 2

Baik bergalas baik tidak

Buli buli bertali tenang

Baik berbalas baik tidak

Asal budi sama dikenang

Contoh 3

Ikan nila dimakan berang-berang

Katak hijau melompat ke kiri

Jika berada di rantau orang

Baik-baik membawa diri

Contoh 4

Enak rasanya bubur yang hangat

Enak dimakan bersama kerupuk

Hidup memang harus semangat

Janganlah mudah kita terpuruk

Contoh 5

Fatamorgana ternyata semu

Namun indahnya tiada terkira

Patuhilah selalu nasihat ibumu

Agar hidupmu tidak sengsara

Contoh 6

Beli masi ke tempat Mbak Lulu

Beli pensil ke toko Cak Mamat

Sebaiknya kau pikir dahulu

Demi keputusan yang tepat

Contoh 7

Penghasil batik di Yogyakarta

Penghasil ulos Sumatera Utara

Kalau kamu memiliki cita-cita

Hendaklah mau sedikit sengsara

2. Contoh Gurindam

Contoh 1

Jika hendak mengenal orang mulia,

lihatlah kepada kelakuan dia.

Contoh 2

Jika hendak mengenal orang yang berilmu,

bertanya dan belajar tiadalah jemu.

Contoh 3

Jika hendak mengenal orang yang berakal,

di dalam dunia mengambil bekal.

Contoh 4

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,

di situlah banyak orang yang tergelincir.

Contoh 5

Apabila dengki sudah bertanah,

datanglah darinya beberapa anak panah.

Contoh 6

Pekerjaan marah jangan dibela,

nanti hilang akal di kepala.

Contoh 7

Jagalah hati jagalah lisan,

agar kau tidak hidup dalam penyesalan.

Contoh 8

Sayangilah orang tua dengan sepenuh hati,

itulah cara menunjukan bakti.

Contoh 9

Masa lalu biarlah berlalu,

masa depan teruslah kau pacu.

Contoh 10

Apabila kelakuan baik berbudi,

hidup menjadi indah tak akan merugi.

3. Contoh Syair

Contoh 1: Syair Perahu karya Hamzah Fansuri

Inilah gerangan suatu madah

Mengarangkan syair terlalu indah

Membetuli jalan tempat berpindah

Di sanalah iktikat diperbetuli sudah

Wahai muda kenali dirimu

Ialah perahu tamsil hidupmu

Tiadalah berapa lama hidupmu

Ke akhirat jua kekal hidupmu

Hai muda arif budiman

Hasilkan kemudi dengan pedoman

Alat perahumu jua kerjakan

Itulah jalan membetuli insan

Perteguh jua alat perahumu

Hasilkan bekal air dan kayu

Dayung pengayuh taruh di situ

Supaya laju perahumu itu

Sudahlah hasil kayu dan ayar

Angkatlah pula sauh dan layar

Pada beras bekal jantanlah taksir

Niscaya sempurna jalan yang kabir

Contoh 2: Syair Burung Nuri karya Sultan Badaroedin

Paksi Simbangan konon namanya

Cantik dan manis sekalian lakunya

Matanya intan cemerlang cahayanya

Paruhnya gemala tiada taranya

Terbangnya Simbangan berperi-peri

Lintas di Kampung Bayan Johari

Terlihatlah kepada putrinya Nuri

Mukanya cemerlang manis berseri

Simbangan mengerling ke atas geta

Samalah sama berjumpa mata

Berkobaran arwah leburlah cinta

Letih dan lesu rasa anggauta

Contoh 3: Syair Bidadari Lahir

Dengarlah kisah suatu riwayat

Raja di desa negeri Kembayat

Dikarang fakir dijadikan hikayat

Dibuatkan syair serta berniat

Adalah raja sebuah negeri

Sultan Agus bijak bestari

Asalnya baginda raja yang bahari

Melimpahkan pada dagang biaperi

Kabarnya orang empunya termasa

Baginda itulah raja perkasa

Tiadalah ia merasa susah

Entahlah kepada esok dan lusa.

4. Contoh Seloka

Contoh 1: Seloka 4 Baris

Sudah bertemu kasih sayang

Duduk terkurung malam siang

Hingga setapak tiada renggang

Tulang sendi habis berguncang

Contoh 2: Seloka 6 Baris

Baik budi emak si Randang

Dagang lalu ditanakkan

Tiada berkayu rumah diruntuhkan

Anak pulang kelaparan

Anak dipangku diletakkan

Kera di hutan disusui

5. Contoh Talibun

Contoh 1

Di kala mendung mulai menyapa

Rintik hujan mulai bersiap

Pelangi pun telah menyemburat

Jika hendak beroleh surga

Buat amal soleh padat merayap

Tinggalkan semua hal maksiat.

Contoh 2

Pasang wajah muka memelas

Orang sekitar sampai kesal

Hingga semua berpaling muka

Tuntutlah ilmu dengan ikhlas

Agar kelak tak menyesal

Siap menghadapi tantangan dunia.

Contoh 3

Berlayar ke pulau antah berantah

Menerjang gulungan ombak

Bersama nahkoda tak kenal kalah

Agar kau tak bersusah payah

Melewati masa depanmu kelak

Tuntutlah ilmu tak kenal lelah.

Contoh 4

Mencari udang memakai jala

Udang sirna tak tahu kemana

Meninggalkan harap di ujung usaha

Tiada hari tanpa duka merana

Kelak engkau di masa tua

Jika tak manfaatkan masa muda.

Itulah contoh puisi rakyat dalam karya sastra beserta dengan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat untuk siswa yang sedang mencari contoh puisi tersebut. (Ria)

Baca juga: 4 Ciri-ciri Puisi Rakyat Lengkap dengan Contohnya