Konten dari Pengguna

3 Contoh Puisi Maulid Nabi Pendek dan Menyentuh Hati

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi maulid Nabi pendek. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi maulid Nabi pendek. Foto: Unsplash

Maulid nabi biasanya diperingati dengan meneladani kebaikan, jalan hidup, tuntunan, dan sifat baik yang dimiliki Nabi Muhammad SAW. Salah satu cara memperingati momen ini adalah dengan membaca puisi maulid nabi.

Maulid Nabi Muhammad SAW sendiri jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam tahun Hijriah. Di tahun ini, Maulid Nabi jatuh pada hari Kamis, 28 September 2023.

Kisah perjuangan Nabi Muhammad dalam berdakwah membuat hati siapa pun bergetar saat mendengarnya. Bahkan sampai di akhir hayatnya, Nabi Muhammad tidak pernah melupakan umatnya.

3 Contoh Puisi Maulid Nabi Pendek

Ilustrasi puisi maulid Nabi pendek. Foto: Unsplash

Bagi yang sedang mencari inspirasi, berikut beberapa contoh puisi Maulid Nabi pendek untuk meneladani kisah-kisah Nabi Muhammad SAW.

Puisi 1

Rindu kami padamu ya Rasul

Rindu tiada terperi

Berabad jarak darimu ya

Rasul Serasa dikau disini

Cinta ikhlasmu pada manusia

Bagai cahaya surga

Dapatkah kami membalas cintamu

Secara bersahaja

Karya: Taufik Ismail

Sumber: Lirik lagu Rindu Rasul oleh grup musik Bimbo

Puisi 2

Aduhai Nabi, damailah engkau

Aduhai Rasul, damailah engkau

Aduhai kekasih, damailah engkau

Sejahteralah engkau

Telah terbit purnama di tengah kita

Maka tenggelam semua purnama

Seperti cantikmu tak pernah kupandang

Aduhai wajah ceria

Engkau matahari, engkau purnama

Engkau cahaya di atas cahaya

Engkau permata tak terkira

Engaku lampu di setiap hati

Aduhai kekasih, duhai Muhammad

Aduhai penganti rupawan

Aduhai yang kokoh, yang terpuji

Aduhai imam dua kiblat

Karya: Syekh Al- Barzanji, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia

Sumber: Buku Mawlid al-Barzanjī

Puisi 3

Rasul menyuruh kita mencintai yatim piatu

Rasul sendiri waktu kecil tanpa ayah, tiada ibunda

Mencintai anak yatim piatu adalah mencintai Rasul kita

Rasul menyuruh kita mencintai orang miskin

Rasul sendiri tanpa harta, dia lelaki yang sungguh miskin

Mencintai orang miskin adalah mencintai Rasul kita

Rasul menyuruh kita mencintai orang lapar

Rasul sendiri ketat ikat pinggangnya, tak pernah longgar

Mencintai orang lapar adalah mencintai Rasul kita

Rasul menyuruh kita mencintai orang-orang tergilas

Rasul sendiri teladan ketegaran ketika ditindas

Mencintai orang tertindas adalah mencintai Rasul kita

Rasul menyuruh kita mencintai hewan, pohon dan lingkungan

Rasul sendiri lemah lembut pada kucing kesayangan

Mencintai satwa dan alam lingkungan adalah mencintai Rasul kita

Rasul menyuruh kita santun dalam beda pendapat

Rasul sendiri tidak marah bila beliau didebat

Santun dalam beda pendapat adalah mencintai Rasul kita

Kita cintai orang-orang lapar dan berkekurangan

Kita cintai orang-orang tertindas, dimanapun mereka

Kita cintai anak yatim dan piatu

Pada Rasulullah kita bersangatan cinta

Gemetar kami dalam zikir

Gagap kami menyanyikan shalawat

Tiada cukup butir tasbih

Tiada memada kosa kata

Dalam membalas cintanya

Secara sederhana

Karya: Taufik Ismail

Sumber: Buku Puisi-Puisi Kenabian dalam Perkembangan Sastra Indonesia Modern

(TAR)

Baca juga: Kapan Maulid Nabi Muhammad 2023 Diperingati? Catat Tanggal Liburnya