3 Contoh Soal PPh Pasal 21 dan Jawabannya Lengkap

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 adalah jenis pajak yang penting dalam sistem perpajakan di Indonesia. Untuk perhitungannya, dapat dipahami dari contoh soal PPh Pasal 21 dan jawabannya.
Pajak ini dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh oleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri berdasarkan jenis pekerjaan, jabatan, jasa, atau kegiatan lainnya.
Dikutip dari Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan Pasal 21, disebutkan bahwa “Pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi dalam negeri”
Contoh Soal PPh Pasal 21 dan Jawabannya Lengkap
Di bawah ini ada beberapa contoh soal PPh Pasal 21 dan jawabannya lengkap yang dapat dijadikan untuk bahan latihan perhitungan pajak penghasilan.
1. Contoh Soal 1 untuk Karyawan Tetap (Status TK/0)
Data:
Nama: Budi
Status: TK/0 (Tidak Kawin, tanpa tanggungan)
Gaji per bulan: Rp10.000.000
Iuran pensiun: Rp100.000 per bulan
Tidak ada tunjangan atau bonus
Langkah-langkah perhitungan:
Hitung Penghasilan Bruto per Tahun
Rp10.000.000 × 12 = Rp120.000.000
Kurangi Biaya Jabatan (5% dari bruto, maks Rp500.000/bulan)
5% × Rp10.000.000 × 12 = Rp6.000.000
Karena di bawah atau sama dengan batas maksimum (Rp6 juta per tahun), tetap Rp6.000.000
Kurangi Iuran Pensiun
Rp100.000 × 12 = Rp1.200.000
Hitung Penghasilan Neto per Tahun
Rp120.000.000 – Rp6.000.000 – Rp1.200.000 = Rp112.800.000
Kurangi PTKP (TK/0 = Rp54.000.000)
Rp112.800.000 – Rp54.000.000 = Rp58.800.000
Hitung PPh 21 Terutang
Karena Rp58.800.000 masuk lapisan pertama (≤ Rp60 juta):
5% × Rp58.800.000 = Rp2.940.000 per tahun
PPh 21 per Bulan
Rp2.940.000 ÷ 12 = Rp245.000
Jawaban: PPh Pasal 21 Budi = Rp245.000 per bulan
2. Contoh Soal 2 untuk Karyawan Tetap (Status K/2)
Data:
Nama: Siti
Status: K/2 (Kawin, 2 tanggungan)
Gaji pokok: Rp12.000.000/bulan
Tunjangan transport: Rp1.000.000/bulan
Iuran pensiun: Rp150.000/bulan
Langkah-langkah:
Penghasilan Bruto per Tahun
(Rp12.000.000 + Rp1.000.000) × 12 = Rp156.000.000
Biaya Jabatan (maks Rp6.000.000 per tahun)
5% × Rp156.000.000 = Rp7.800.000 → ambil Rp6.000.000
Iuran Pensiun
Rp150.000 × 12 = Rp1.800.000
Penghasilan Neto per Tahun
Rp156.000.000 – Rp6.000.000 – Rp1.800.000 = Rp148.200.000
PTKP (K/2 = Rp54.000.000 + (Rp4.500.000 × 3) = Rp67.500.000)
Penghasilan Kena Pajak (PKP)
Rp148.200.000 – Rp67.500.000 = Rp80.700.000
Dibulatkan ke ribuan terdekat: Rp80.000.000
PPh 21 Terutang
5% × Rp60.000.000 = Rp3.000.000
15% × Rp20.000.000 = Rp3.000.000
Total = Rp6.000.000 per tahun
PPh 21 per Bulan
Rp6.000.000 ÷ 12 = Rp500.000
Jawaban: PPh Pasal 21 Siti = Rp500.000 per bulan
3. Contoh Soal 3 untuk Karyawan Tidak Tetap (Freelancer / Honorer)
Data:
Nama: Andi
Status: TK/0
Honorarium bulan ini: Rp7.000.000
Tidak ada penghasilan tetap bulanan
Tidak ada biaya jabatan (karena bukan karyawan tetap)
Langkah-langkah:
Karena penghasilan tidak tetap, maka cara hitungnya:
Jika ≤ Rp4.500.000 → tidak dipotong pajak
Jika > Rp4.500.000, maka:
PPh 21 = 5% × (Honor – Rp4.500.000)
Perhitungan:
= 5% × (Rp7.000.000 – Rp4.500.000)
= 5% × Rp2.500.000
= Rp125.000
Jawaban: PPh Pasal 21 Andi = Rp125.000
Pemahaman tentang contoh soal PPh Pasal 21 dan jawabannya sangat penting bagi setiap pekerja, pengusaha, maupun praktisi akuntansi. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam perhitungan dan pelaporan pajak. (Aya)
Baca juga: Cara Download Kartu NPWP di Coretax dengan Cepat dan Tepat
