Konten dari Pengguna

3 Contoh Susunan Acara Hari Raya Idul Fitri untuk Referensi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Contoh Susunan Acara Hari Raya Idul Fitri, Foto Unsplash/Mufid Majnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Susunan Acara Hari Raya Idul Fitri, Foto Unsplash/Mufid Majnun

Idulfitri menjadi salah satu momen indah yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam setelah mengerjakan puasa satu bulan penuh di bulan suci Ramadan. Pada momen tersebut, ada berbagai acara yang hendak dilakukan. Untuk itu, pentinmempunyai contoh susunan acara Hari Raya Idul Fitri sebagai referensi.

Meskipun demikian, contoh susunan acara tersebut tetap dapat diubah dan disesuaikan dengan kondisi serta keperluan yang ada. Namun, struktur susunan acaranya yang terdapat di dalamnya tetaplah sama.

Dalam menyambut Hari Raya Idulfitri, umat Islam akan mengerjaan salat Idulfitri di pagi hari. Salat ini menjadi tanda bahwa telah berakhirnya bulan suci Ramadan.

Daftar isi

Salat Idulfitri

Ilustrasi Contoh Susunan Acara Hari Raya Idul Fitri, Foto Unsplash/Masjid Pogung Raya

Sebelum membahas contoh susunan acara hari raya Idul Fitri,ketahui terlebih dahulu tentang salat Idulfitri. Berdasarkan buku yang berjudul Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah), Saiful Hadi El Sutha (2012:122), salat Idulfitri merupakan salat sunah yang dikerjakan oleh umat Islam pada hari pertama bulan Syawal.

Salat Idulfitri ini untuk menandai berakhirnya bulan Ramadan, sekaligus untuk menyambut datangnya hari raya Idulfitri. Hukum mengerjakan salat Idulfitri bagi umat Islam yaitu sunah mu'akkadah, yakni sangat dianjurkan, hingga mendekati wajib.

Nabi Muhaammad saw senantiasa menjaga dan mengerjakan salat Idulfitri, bahkan kemudian beliau meminta kaum wanita dan anak-anak untuk ikut menghadiri pelaksanaan Salat Idulfitri dengan tujuan syi'ar Islam, sekaligus sebagai bukti keimanan dan ketakwaan seseorang.

Waktu mengerjakan salat Idulfitri yakni mulai dari naiknya matahari setinggi tombak sampai tergelincir. Dala mengerjaka ibadah salat Idulfitri umat Islam disunahkan untuk sedikit ditunda (hingga hari menjadi sedikit siang), supaya kaum muslimin dapat menunaikan zakat fitrah.

Jundub meriwayatkan satu hadis dengan berkata, "Nabi Muhammad saw, ketika beliau melaksanakan salat Idulfitri, maka beliau mengerjakannya manakala matahari telah meninggi dua tombak (agak sedikit siang). Sementara ketika melaksanakan salat Idul Adha, maka beliau mengerjakannya manakala matahari meninggi satu tombak."

Terkait pelaksanaan salat Idulfitri, terdapat beberapa hal yang sunah untuk dikerjakan umat Islam, yakni sebagai berikut:

  1. Melakukan mandi terlebih dahulu, kemudian memakai wewangian dan mengenakan baju yang bagus.

  2. Makan terlebih dahulu sebelum berangkat menuju tempat dilaksanakannya salat Idulfitri.

  3. Banyak membaca "takbir" pada malam Idulfitri, hingga imam keluar untuk memimpin pelaksanaan salat Idulfitri. Bunyi kalimat takbir yang sebaiknya dilantunkan pada malam Idulfitri adalah:

    اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.

    Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar. Allaahu Akbar wa lillaahil hamd.

    Artinya:

    Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar, dan hanya bagi Allah segala puji.

  4. Berangkat ke tempat salat Idulfitri dari satu jalan dan pulang dari salat melalui jalan yang berbeda, sebagaimana yang Nabi Muhammad saw. lakukan, dimana ketika hari Raya beliau keluar dan pulang dari jalan yang berbeda.

  5. Dalam cuaca yang bagus, sebaiknya salat Idul Fitri dikerjakan di lapangan atau tempat-tempat terbuka yang luas. Karena Nabi Muhammad saw selalu mengerjakan salat Idulfitri di lapangan.

  6. Memberikan ucapan selamat hari raya Idulfitri kepada saudara sesama muslim setelah mengerjakan salat Idulfitri.

Adapun niat mengerjakan salat Idulfitri yakni sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا / مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى.

Ushallii sunnatan li 'lidil Fithri rak'ataini imaaman/makmuuman lillaahi Ta'aalaa.

Artinya:

Aku berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Fitri sebanyak dua raka'at, sebagai imam/makmum, karena Allah Ta'ala.

Tata cara pelaksanaan salat Idulfitri sedikit berbeda dengan salat sunah pada umumnya, yaitu bahwa dalam salat Idulfitri, pada rakaat pertama imam dan makmum hendaklah bertakbir tujuh kali selain takbiratul ihram.

Sementara pada rakaat kedua, setelah bangkit dari sujud, imam dan makmum bertakbir sebanyak 5 kali, di luar bacaan takbir sewaktu bangkit dari sujud. Di antara masing-masing takbir tersebut, disunahkan membaca:

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.

Subhaanallaahi wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar.

Artinya:

Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.

Contoh Susunan Acara Hari Raya Idul Fitri

Ilustrasi Contoh Susunan Acara Hari Raya Idul Fitri, Foto Unsplash/Positive Moslem Attitude

Berikut adalah contoh susunan acara hari raya Idul Fitri yang bisa digunakan sebagai referensi.

Contoh 1

  1. Pembukaan acara yang dilakukan oleh MC dan disertai dengan pembacaan Surat Al-Fatihah.

  2. Sambutan dari ketua masjid tempat dilakukannya salat Idulfitri atau ketua panitia yang menyusun acara tersebut.

  3. Penyampaian bimbingan tentang tata cara salat Idulfitri

  4. Melaksanakan salat Idulfitri secara berjamaah dengan petugas yang telah ditentukan.Adapun nama petugasnya yakni sebegai berikut:

    Yang bertugas sebagai muroqi, yakni Ananda ImamHanafi.

    Yang bertugas sebagai imam, yakni Ustaz Hasan Abdulah.

    Yang bertugask sebagai khotib, yakni Ustaz Soleh Mubarak.

  5. Penutup acara dilakukan oleh MC.

Contoh 2

  1. Pembukaan acara dilakukan oleh MC.

  2. Pembacaan takbir bersama, dipandu oleh MC.

  3. Sambutan dari ketua panitia salat Idulfitri yang akan disampaikan oleh Bapak Gopur.

  4. Penyampaian tata cara salat Idulfitri serta pelaksanaan salat Idulfitri dengan petugas yang telah ditentukan.

    Yang bertugas sebagai bilal, yakni Agus Edi Susanto.

    Yang bertugas sebagai imam, yakni Ustaz Yusuf Ali.

    Yang bertugas sebagai khotib dalam salat Idulfitri pagi hari ini yakni Ustaz Malik Ahmad.

  5. Istigfar bersama.

  6. Ramah tamah.

  7. Penutup acara dipimpinoleh MC.

Contoh 3

  1. Pembukaan acara dipimpin oleh MC.

  2. Pembacaan selawat nabi bersama jamaah dipimpin oleh MC.

  3. Sambutan dari ketua panitia yang bertugas.

  4. Melaksanakan salat Idulfitri secara berjamaah dengan petugas sebagai berikut.

    Yang bertugas sebagai muroqi, yakni Ahmad Hidayat.

    Yang bertugas sebagai imam, yakni Ustaz Saiful Hambali.

    Yang bertugas sebagai khotib, yakni Ustaz Safar Mauladan.

  5. Ramah tamah atau halalbihalal

  6. Penutup acara yang dipimpin oleh MC.

Merayakan Hari Raya setelah Salat Idul Fitri

Ilustrasi Contoh Susunan Acara Hari Raya Idul Fitri, Foto Unsplash/Afif Ramdhasuma

Berdasarkan buku yang berjudul Panduan Muslim Sehari-hari, DR. KH. M. Hamdan Rasyid, MA,, dan Saiful Hadi El-Sutha, (2016:277), setelah selesai dari melaksanakan salat Idulfitri, maka biasanya umat Islam di seluruh penjuru dunia merayakan hari kemenangan, yaitu hari raya Idulfitri.

Dalam merayakan hari raya Idulfitri ini, seluruh umat Islam larut dalam kegembiraan, kebahagiaan, dan suka cita. Hakikat Idulfitri bukanlah memakai pakaian yang baru atau menghidangkan makanan dan minuman yang lezat, melainkan kembalinya manusia pada kondisi yang suci dari noda dan dosa seperti bayi yang baru dilahirkan, sehingga dapat menemukan kembali kemanusiaannya serta berikrar kembali kepada tuhannya.

Hal ini dapat dibuktikan dengan kesediaannya untuk membayar zakat pada sesamanya yang selama ini terlupakan. Di samping itu umat Islam juga semakin bertakwa kepada Allah Swt., bermurah hati dalam bidang moral dan spiritual, sehingga bersedia untuk meminta dan memberi maaf kepada sesamanya, memperkokoh tali persaudaraan, mengikis habis perasaan dendam, dengki, dan iri hati serta persengketaan dan permusuhan, sebagaimana tuntunan Nabi Muhammad saw.

اجْتَهِدُوا يَوْمَ الْفِطْرِ فِي الصَّدَقَةِ وَ أَعْمَالِ الْخَيْرِ وَ الْبَرِ مِنَ الصَّلَاةِ وَ الزَّكَاةِو التَّسْبِيحِ وَ التَّهْلِيْلِ فَإِنَّهُ الْيَوْمُ الَّذِي يَغْفِرُ اللَّهُ تَعَالَى فِيْهِ ذُنُوبَكُمْ وَيَسْتَجِبْ دُعَاءَكُمْ وَ يَنْظُرُ إِلَيْكُمْ بِالرَّحْمَةِ.

Artinya:

"Bersungguh-sungguhlah kalian pada hari raya Idulfitri dengan mengeluarkan sedekah serta melaksanakan perbuatan baik dan kebajikan, seperti salat, zakat, bertasbih dan bertahlil. Karena sesungguhnya hari raya Idulfitri adalah hari di mana Allah Swt. akan mengampuni dosa-dosa kalian, menjawab doo-doa kalian, dan melihat kalian dengan pandangan rahmat (kasih sayang)."

Hari raya Idulfitri adalah hari yang suci dan penuh kemuliaan, maka pada hari itu setiap muslim dan muslimah disunahkan untuk saling mengunjungi (bersilaturahmi), saling berbagi kebahagiaan dengan saling memberikan jamuan.

Dan yang terpenting lagi adalah saling memaafkan dengan penuh keikhlasan dan ketulusan, sehingga pada hari itu setiap orang beriman akan benar-benar kembali bersih dan suci. Sebagaimana hakikat hari raya Idulfitri yang sedang dirayakannya.

Dalam konteks inilah, kiranya sangat relevan sekali doa yang diucapkan satu sama lain ketika saling bertemu dan berjabat tangan. "Minal 'aa'idiina wal faiziin" yang berarti "Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali kepada kesucian, dan memperoleh kemenangan (dalam memerangi hawa nafsu)."

Demikianlah beberapa contoh susunan acara hari raya Idul Fitri yang bisa digunakan sebagai referensi dan informasi penting terkait salat Idulfitri. (Adm)

Baca juga: Teks Takbiran Idul Fitri 2024 Lengkap dalam Bahasa Arab dan Artinya