Teks Takbiran Idul Fitri 2024 Lengkap dalam Bahasa Arab dan Artinya

Kabar Harian
Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
Konten dari Pengguna
4 April 2024 21:42 WIB
·
waktu baca 7 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Teks Takbiran Idul Fitri 2024 Lengkap. Unsplash+/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Teks Takbiran Idul Fitri 2024 Lengkap. Unsplash+/Getty Images
ADVERTISEMENT
Malam menjelang Idulfitri sering dirayakan dengan pembacaan takbir. Tak heran pada malam itu, takbir Idulfitri terus berbunyi hingga salat Idulfitri. Karena itu, teks takbiran Idul Fitri 2024 lengkap dengan maknanya perlu diketahui untuk memeriahkan malam Idulfitri.
ADVERTISEMENT
Bacaan takbir Hari Raya Idulfitri dilantunkan umat Islam sejak malam 1 Syawal (malam takbiran). Banyak cara yang dilakukan umat Islam malam takbiran. Ada yang menggunakan pengeras suara sambil keliling, pawai obor, dan menggemakan takbir di masjid.
Mengutip dari NU Online, bacaan takbir Idulfitri dibagi menjadi dua, yaitu takbir muqayyad dan takbir mursal. Takbir muqayyad adalah takbir yang dianjurkan dibaca setiap setelah salat, baik salat fardhu ataupun sunnah. Sementara takbir mursal adalah takbir yang dibaca kapan saja dan di mana saja.

Teks Takbiran Idul Fitri 2024 Lengkap

Teks Takbiran Idul Fitri 2024 Lengkap. Unsplash/grstocks
Dikutip dari NU Online, berikut adalah teks takbiran Idul Fitri 2024 lengkap dengan bahasa Arab, teks latin, dan artinya. Takbir dilafalkan sebanyak 3 kali sebagaimana penjelasan Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’, Syarhul Muhadzdzab:
ADVERTISEMENT
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.
Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar.”
Selain tiga takbir ini, kita menambahkannya dengan dzikir sebagaimana dzikir takbir Rasulullah saw di bukit Shafa yang diriwayatkan Imam Muslim.

Bacaan Takbir Panjang

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ
"Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar."
ADVERTISEMENT
Artinya, “Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.”

Bacaan Takbir Singkat

Adapun lafal takbir yang sering dibaca masyarakat sebagai berikut tidak jadi masalah. Lafal takbir itu cukup baik untuk dibaca.
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”
ADVERTISEMENT

Waktu Mulai & Berakhir Takbiran

Waktu Mulai & Berakhir Takbiran. Unsplash/Jason Blackeye
Takbiran pada saat idul fitri dimulai sejak maghrib malam tanggal 1 syawal sampai selesai salat id.
Hal ini berdasarkan dalil berikut:
Allah berfirman, yang artinya: “…hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu.” (Qs. Al Baqarah: 185)
Ayat ini menjelaskan bahwasanya ketika orang sudah selesai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan maka disyariatkan untuk mengagungkan Allah dengan bertakbir.
Ibn Abi Syaibah meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai shalat selesai. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir. (HR. Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 5621)
ADVERTISEMENT
Keterangan:
1. Takbiran Idulfitri dilakukan dimana saja dan kapan saja. Artinya tidak harus di masjid.
2. Sangat dianjurkan untuk memperbanyak takbir ketika menuju lapangan. Karena ini merupakan kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Berikut diantara dalilnya:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar rumah menuju lapangan kemudian beliau bertakbir hingga tiba di lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai sahalat selesai. Setelah menyelesaikan shalat, beliau menghentikan takbir. (HR. Ibn Abi Syaibah dalam Al Mushannaf)
Dari Nafi: “Dulu Ibnu Umar bertakbir pada hari id (ketika keluar rumah) sampai beliau tiba di lapangan. Beliau tetap melanjutkan takbir hingga imam datang.” (HR. Al Faryabi dalam Ahkam al Idain)
Dari Muhammad bin Ibrahim (seorang tabi’in), beliau mengatakan: “Dulu Abu Qotadah berangkat menuju lapangan pada hari raya kemudian bertakbir. Beliau terus bertakbir sampai tiba di lapangan.” (Al Faryabi dalam Ahkam al Idain)
ADVERTISEMENT

Hukum Mengumandangkan Takbir Idul Fitri

Hukum Mengumandangkan Takbir Idul Fitri. Unsplash/masjidmpd
Mengutip dari buku Fikih Sunnah Sayyid Sabiq, Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, 2020, takbir pada hari raya Idulfitri dan Idul Adha merupakan sunah hukumnya.
Sunnah di sini berlaku bagi kaum laki-laki maupun perempuan baik yang tengah berpergian atau tidak (mukim).
Kecuali bagi orang yang sedang menunaikan haji karena ia membaca talbiyah yang menjadi syiar selama keadaan ihram hingga melakukan tahalul.
Sehingga takbir di kedua hari raya dianjurkan bagi kaum muslim untuk dilaksanakan. Sebagaimana firman Allah Swt dalam Surat Al-Baqarah ayat 185 mengenai takbir di hari Idulfitri:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: "Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."
ADVERTISEMENT
Adapun anjuran bertakbir di hari raya Idul Adha bersandar pada dalil surat Al-Baqarah ayat 203:
وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ
Artinya: "Berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya."
Menurut Ibnu Abbas, yang dimaksud beberapa hari yang ditentukan dalam ayat tersebut adalah hari-hari tasyrik.

Keutamaan Membaca Takbir

Suatu amalan dianjurkan untuk dilaksanakan pasti ada manfaat dan keutamaan, termasuk takbiran. Bahkan melantunkan takbir di malam hingga menjelang shalat Idulfitri hukumnya sunah.
Sunnah ini ditujukan untuk semua orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan, mukim ataupun musafir, sedang berada di rumah, masjid, ataupun di pasar.
Sunnah menggemakan bacaan takbiran saat malam lebaran dikemukakan oleh Rasulullah saw dalam hadisnya yang berbunyi:
"Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir"
ADVERTISEMENT
Anjuran memperbanyak takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan karena sabda Rasulullah saw:

1. Melebur Dosa-dosa

Keutamaan membaca takbir adalah dapat melebur dosa-dosa yang telah diperbuat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut ini.
"Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa."
Disunnahkan pula untuk melantunkan takbir selama menuju tempat salat. Tak perlu lantang saat melantunkannya, melantunkan dengan suara lirih atau cukup di dalam hati juga dianjurkan.

2. Menghidupkan Hari Raya Idulfitri

Takbir di Hari Raya Idulfitri juga termasuk takbir mursal. Mengumandangkan takbir di Hari Raya Idulfitri merupakan salah satu amalan untuk menghidupkan hari raya dan penyempurna .
Hal ini tertuang pada hadis yang berbunyi:
“Barangsiapa yang menghidupkan malam hari raya, Allah akan menghidupkan hatinya di saat hati orang sedang mengalami kematian."
ADVERTISEMENT

3. Terhindar dari Godaan Setan

Takbir di Hari Raya Idulfitri bukan hanya merupakan ungkapan syukur atas kemenangan spiritual umat Islam, tetapi juga merupakan bentuk perlindungan dari godaan setan.
Melalui kesadaran akan kebesaran Allah, syukur atas kesuksesan dalam ibadah, dan suasana kebersamaan yang diciptakan oleh takbir, umat Islam dapat memperkuat pertahanan mereka terhadap godaan setan dan menjaga iman mereka tetap kokoh di jalan yang benar.

4. Bagian dari Syukur

Takbir di Hari Raya Idulfitri merupakan bagian dari syukur kepada Allah Swt karena telah diberi kemudahan menjalankan puasa secara lancar.
Sesuai dengan firman Allah Swt berikut:
“Hendaklah kamu mencukupkan bilangan (puasa) ketika mengucapkan takbir dan hendaklah kamu mengagungkan Allah Swt atas petunjuknya yang diberikan kepadamu agar kamu dapat besyukur.” (QS. albaqarah 185)”
ADVERTISEMENT
Itulah teks takbiran Idulfitri 2024 lengkap dengan artinya. Dengan merayakannya, umat Islam menjadikan hari penuh kegembiraan ini momentum untuk merefleksikan perjalanan spiritual, meneguhkan tekad untuk terus berbuat baik, dan merajut tali persaudaraan yang kuat. (Adi)