3 Menu Munggahan dan Keunikan Tradisinya Menjelang Puasa

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Indonesia memiliki beragam tradisi untuk menyambut datangnya bulan ini. Salah satu tradisi yang paling dikenal di masyarakat Jawa adalah tradisi munggahan. Di dalam tradisi ini, terdapat banyak menu munggahan yang unik dan khas.
Kata munggahan berasal dari bahasa Sunda “unggah” yang artinya “naik”, menggambarkan proses peningkatan spiritual dari bulan Sya'ban menuju bulan Ramadhan yang mulia. Tradisi ini adalah perpaduan antara budaya lokal dan nilai-nilai keagamaan Islam yang dilaksanakan beberapa hari atau satu hari sebelum ibadah puasa dimulai.
Menu Munggahan Jelang Bulan Suci Ramadan
Berikut adalah beberapa menu munggahan yang pada umumnya selalu ada dan menjadi ciri khas tradisi ini, yang dikutip dari patikab.bps.go.id.
1. Nasi Liwet
Nasi liwet adalah hidangan paling populer dalam tradisi munggahan. Menu ini biasanya disajikan secara bersama-sama, di mana nasi dimasak bersama uap santan dan rempah, kemudian dihidangkan dengan lauk seperti ayam, tahu-tempe, urap, atau sambal.
Nasi liwet menjadi lambang kebersamaan dan rasa syukur karena proses memasaknya yang melibatkan banyak anggota keluarga.
2. Nasi Tumpeng dan Lauk Tradisional
Di beberapa daerah lain, masyarakat menyajikan nasi tumpeng dengan lauk khas masyarakat kampung yang sederhana dan beragam. Nasi tumpeng bernilai estetika tinggi, dan dianggap membawa keberkahan dan keseimbangan dalam hidangan.
Menu ini disiapkan dalam suasana munggahan yang hangat sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki umur yang panjang dan mampu menjalani menjalani puasa.
3. Lauk dan Sayur Pendamping: Ayam, Tempe, Urap
Selain nasi liwet dan nasi tumpeng, menu munggahan sering dilengkapi dengan lauk sederhana dan bergizi seperti ayam goreng, tempe bacem, sambal, dan urap. Urap terdiri dari sayuran yang direbus kemudian diberi taburan kelapa yang sudah dibumbui lezat.
Penyajian berbagai lauk dan urap bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, sekaligus menambah rasa kebersamaan diantara masyarakat yang menggelar tradisi munggahan.
Keunikan tradisi munggahan terletak pada keselarasan budaya dan religius. Tradisi ini dinikmati sebagai acara makan dan sebagai ritual sosial yang memperkuat nilai silaturahmi dan solidaritas di tengah komunitas masyarakat.
Beragam kegiatan munggahan seperti ziarah, bersih-bersih lingkungan, dan doa bersama menunjukkan bahwa tradisi ini mencakup aspek spiritual, budaya, dan pendidikan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.
Tradisi munggahan merupakan bagian dari budaya Indonesia dalam menyambut bulan suci Ramadan. Menu munggahan yang khas seperti nasi liwet, nasi tumpeng, serta lauk pauk tradisional adalah simbol kebersamaan yang penuh dengan makna. (Win)
Baca juga: Susunan Acara Tarhib Ramadhan 2026 untuk Referensi Panitia
