30 Quotes Can This Love Be Translated yang Paling Romantis

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Quotes Can This Love Be Translated ramai dicari seiring makin kuatnya daya tarik drama yang satu ini di kalangan penonton, terutama penonton yang suka dialog sederhana tapi kena di perasaan.
Potongan kalimat dari adegan-adegan kunci kerap berseliweran di linimasa, dibagikan ulang, ditafsirkan, bahkan dijadikan caption karena dianggap mewakili perasaan yang sulit diucapkan secara langsung.
Quotes Can This Love Be Translated yang Bikin Baper
Mengutip situs korean-binge.com, berikut adalah kumpulan quotes Can This Love Be Translate yang paling romantis dan bikin baper.
Drama Korea Can This Love Be Translated? (2026) menghadirkan deretan dialog puitis yang sarat makna tentang cinta, bahasa, luka batin, dan keberanian untuk memahami perasaan satu sama lain.
Kutipan-kutipan dalam drama ini tidak hanya berfungsi sebagai dialog, tetapi juga menjadi refleksi emosional dari perjalanan Cha Mu Hee, Joo Ho Jin, Hiro, dan tokoh lainnya.
Episode 1: Awal Pertemuan dan Bahasa Perasaan
Episode pembuka memperkenalkan tema utama drama Korea ini, yakni cinta yang sulit diterjemahkan dengan kata-kata. Dialog-dialognya menyoroti perasaan rapuh, harapan, serta awal keterikatan emosional antar tokoh.
“Aku ingin terus bertemu denganmu. Kurasa setiap momen perjalanan ini terasa indah karena kamu menjadi bagian dari pemandangannya.” – Hiro
“Hanya kamu yang bisa mengerti ucapanku yang berantakan dan menafsirkan arti di baliknya.” – Mr. Kim
“Aku sekadar menyampaikan ucapan orang lain, bukan menghakimi siapa mereka sebenarnya.” – Joo Ho Jin
“Mungkin terlihat putus asa dan menyedihkan, tapi ini juga cinta.” – Cha Mu Hee
“Bantu aku menutup semuanya dengan sedikit harga diri, dan tolong terjemahkan juga perasaanku ini.” – Cha Mu Hee
“Meski cinta ini lahir dari kemalangan, semoga kebahagiaan tetap menyertaimu.” – Cha Mu Hee
Episode 2: Getaran Perasaan yang Mulai Tumbuh
Pertemuan singkat berubah menjadi kenangan yang terus menghantui. Episode ini dipenuhi kegelisahan, harapan kecil, dan perasaan yang mulai sulit diabaikan.
“Dia hanya seseorang yang kebetulan kutemui. Tapi membayangkan pertemuan tak terduga dengan orang menarik saat bepergian saja sudah membuat jantung berdebar.” – Cha Mu Hee
“Saat mendengar suaranya di belakangku, rasanya jantungku hampir meledak.” – Cha Mu Hee
“Aku tak akan memintamu berpacaran, dalam keadaan apa pun.” – Joo Ho Jin
“Aku mungkin tak mengajakmu menjalin hubungan, tapi bolehkah tetap menyertaimu dan memberi semangat dari kejauhan?” – Joo Ho Jin
“Festival yang lama kamu tunggu akhirnya dimulai. Aku akan menonton dari kejauhan dan menyemangatimu.” – Joo Ho Jin
Episode 3: Kesalahpahaman dan Luka yang Mulai Terbuka
Bahasa menjadi sumber konflik. Setiap kata yang salah ditafsirkan menambah jarak emosional di antara keduanya.
“Aku tidak sedang menerjemahkan. Itu adalah kata-kata perhatianku sendiri.” – Joo Ho Jin
“Setiap orang berbicara dalam bahasanya masing-masing. Karena itu, kesalahpahaman tak terhindarkan.” – Mr. Kim
“Bahasamu, yang menyembunyikan kelemahan dengan kebalikan kata dan meluap saat marah, terlalu sulit untuk kuterjemahkan.” – Joo Ho Jin
Episode 4: Perasaan yang Mulai Diakui
Konsep hati dan kejujuran menjadi sorotan utama, menandai perubahan sikap para tokoh.
“Jika aku mulai menyukai Cha Mu Hee, aku tidak akan menyembunyikannya. Aku akan mengungkapkan perasaanku.” – Hiro
“Ini hati. Yang terakhir sudah kamu hancurkan, jadi rawat yang ini dengan baik.” – Cha Mu Hee
Episode 5: Harapan, Aurora, dan Ketakutan Kehilangan
Keindahan alam menjadi simbol harapan, sekaligus ketakutan akan cinta yang tak terbalas.
“Dari semua matahari terbenam yang pernah kulihat, hari ini yang paling indah.” – Cha Mu Hee
“Aku ingin melihat aurora dengan orang yang kusukai. Tapi kini perempuan yang dia sukai ada di sini.” – Cha Mu Hee
“Romansaku bukan romantis. Lebih menakutkan. Jika harus memilih genre, ini horor.” – Joo Ho Jin
Episode 6: Delusi, Ketakutan, dan Kejujuran
Aurora menjadi metafora cinta yang indah namun tak tergapai.
“Aurora adalah ilusi tragis dari kerinduan bumi pada matahari.” – Cha Mu Hee
“Jangan lari kali ini. Aku sedang mempertimbangkannya dengan serius.” – Joo Ho Jin
Episode 7–9: Kebaikan yang Menyakitkan
Kebaikan berubah menjadi sesuatu yang menakutkan ketika disertai ketakutan akan kehilangan.
“Kebaikan itu menakutkan. Tidak ada yang lebih menakutkan dari kebaikan yang diyakini akan berakhir.” – Mr. Kim
“Cintailah aku sebesar cintaku padamu. Selamat tinggal.” – Cha Mu Hee
Episode 10: Perpisahan dan Harapan
Episode ini dipenuhi pengakuan, keikhlasan, dan doa untuk kebahagiaan.
“Delusimu menyedihkan karena terlalu indah.” – Do Rami
“Aku berharap delusi bahwa tidak ada yang bisa mencintaimu akan menghilang.” – Joo Ho Jin
“Semoga cahaya aurora menyinari seluruh penjuru dunia.” – Cha Mu Hee
Episode 11–12: Akhir yang Dipilih
Penutup drama menegaskan bahwa memahami bahasa hati adalah kunci dari cinta sejati.
“Aku ingin tinggal bersamamu.” – Cha Mu Hee
“Jika aku tidak berani memperjuangkan apa yang kuinginkan, yang tersisa hanya penyesalan.” – Hiro
“Akhirnya, kita tiba pada akhir yang dipenuhi kebahagiaan.” – Cha Mu Hee
“Mari ganti musiknya. Karena akhir kita akan benar-benar bahagia.” – Joo Ho Jin
Demikianlah kumpulan quotes Can This Love Be Translated yang merangkum perjalanan emosi para tokohnya, sekaligus menunjukkan bagaimana bahasa, diam, dan keberanian mengungkap perasaan saling bertemu dalam satu cerita cinta. (Fikah)
Baca juga: 5 Quotes Film Sore Istri dari Masa Depan yang Penuh Makna Cinta dan Waktu
