Konten dari Pengguna

310 Kosakata Bahasa Jawa dari Ngoko hingga Krama

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 9 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kosakata Bahasa Jawa. Foto: Unsplash/Jonas Jacobsson
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kosakata Bahasa Jawa. Foto: Unsplash/Jonas Jacobsson

Kosakata bahasa Jawa merupakan salah satu aspek yang paling mencolok dalam kekayaan budaya dan linguistik masyarakat Jawa.

Bahasa ini tidak hanya menawarkan cara berkomunikasi, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai kesopanan, hierarki sosial, serta kedekatan antarindividu dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu keunikan bahasa Jawa terletak pada sistem tingkat tutur yang terbagi menjadi beberapa lapisan, yaitu Ngoko, Madya, dan Krama.

Daftar isi

Kosakata Bahasa Jawa

Ilustrasi Kosakata Bahasa Jawa. Foto: Unsplash/Kimberly Farmer

Kosakata bahasa Jawa memiliki kekayaan yang sangat beragam dan mendalam, yang menjadikannya salah satu bahasa dengan sistem komunikasi yang kompleks dan kaya akan nuansa.

Dikutip dari laman p2k.stekom.ac.id, salah satu alasan utama dari keragaman ini adalah adanya pembagian bahasa menjadi beberapa tingkatan yang berbeda, yaitu ngoko, madya, dan krama.

Pembagian ini bukan hanya berdampak pada variasi kata yang digunakan dalam percakapan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial, norma kesopanan, etika, dan tata krama yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Jawa.

Setiap tingkatan bahasa memiliki peranan penting dalam menggambarkan sikap dan pengakuan terhadap status sosial serta hubungan antara pembicara dengan lawan bicaranya.

Tingkatan bahasa Jawa ini digunakan berdasarkan sejumlah faktor, seperti situasi percakapan, usia, dan kedudukan atau hubungan sosial antara pembicara dengan orang yang diajak berbicara.

Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Jawa bukan hanya sekadar alat komunikasi, melainkan juga sarana untuk menunjukkan rasa hormat, menjaga keharmonisan sosial, dan menunjukkan kesopanan dalam berbagai konteks kehidupan.

Dalam hal ini, tingkatan bahasa memberikan panduan tentang bagaimana seseorang harus berbicara dan memilih kata yang tepat sesuai dengan keadaan dan siapa yang diajak berbicara.

Bahasa Jawa ngoko adalah tingkatan bahasa yang paling rendah dan biasanya digunakan dalam situasi yang lebih santai dan tidak resmi.

Penggunaan bahasa ngoko seringkali terlihat dalam interaksi sehari-hari antara teman sebaya, atau ketika berbicara dengan orang yang lebih muda atau dalam hubungan yang lebih akrab.

Bahasa ini tidak membutuhkan formalitas yang tinggi, sehingga percakapan terasa lebih bebas, kasual, dan penuh keakraban.

Ngoko juga lebih mudah dipahami dan digunakan dalam konteks percakapan yang tidak memerlukan tingkat kesopanan yang khusus.

Meski demikian, penggunaan bahasa ngoko tetap memerlukan pengertian tentang siapa lawan bicara agar tidak menyinggung perasaan orang lain.

Sementara itu, bahasa krama adalah tingkatan bahasa yang digunakan dalam situasi yang lebih formal atau ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, dihormati, atau memiliki kedudukan sosial yang lebih tinggi.

Krama mencerminkan rasa hormat dan sopan santun, dan digunakan untuk menjaga jarak sosial yang sesuai dalam interaksi antara pembicara dan lawan bicara.

Pemilihan kata dalam bahasa krama cenderung lebih halus, sopan, dan penuh kehormatan, sehingga menciptakan suasana yang lebih resmi dan terhormat.

Dalam penggunaan bahasa krama, penting untuk memilih kata yang tepat sesuai dengan tingkatan penghormatan yang ingin disampaikan, karena kata-kata yang salah bisa dianggap kurang sopan atau tidak menghormati lawan bicara.

Selain ngoko dan krama, ada juga bahasa madya, yang berada di antara kedua tingkatan tersebut.

Bahasa madya digunakan dalam situasi yang lebih santai dibandingkan dengan krama, tetapi tetap memerlukan sedikit tingkat kesopanan dan kehormatan, misalnya ketika berbicara dengan orang yang belum terlalu akrab, atau dalam konteks di mana tidak perlu terlalu formal, namun tetap harus menjaga etika komunikasi yang baik.

Bahasa madya sering kali digunakan dalam interaksi sosial yang bersifat lebih netral, seperti antara orang yang sedikit lebih tua dan lebih muda, atau dalam percakapan yang tidak memerlukan tingkat kesopanan tinggi, tetapi tetap menjaga kedudukan sosial yang tepat.

Penggunaan berbagai tingkatan bahasa ini mencerminkan bagaimana masyarakat Jawa memandang pentingnya kesopanan dalam berbicara dan berinteraksi.

Tidak hanya sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga untuk menunjukkan rasa hormat, menjaga hubungan yang baik, dan menunjukkan tingkat kedekatan atau jarak sosial antara individu.

Inilah yang menjadikan bahasa Jawa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai cerminan dari budaya, tata krama, dan nilai-nilai sosial yang berkembang dalam masyarakat. Berikut adalah kumpulan kosakata bahasa Jawa:

  1. Abang – Merah

  2. Adus – Mandi

  3. Alon – Perlahan

  4. Angkat – Mengangkat

  5. Angon – Menggembala

  6. Aja – Jangan

  7. Aku – Saya

  8. Akeh – Banyak

  9. Aja ngono – Jangan begitu

  10. Alas – Hutan

  11. Ambyar – Hancur, rusak

  12. Anak – Anak

  13. Anget – Hangat

  14. Apa – Apa

  15. Apik – Bagus

  16. Arang – Jarang

  17. Awak – Tubuh

  18. Babaran – Penjelasan

  19. Bakal – Akan

  20. Banyu – Air

  21. Bapa – Ayah

  22. Bareng – Bersama

  23. Baru – Baru

  24. Becik – Baik

  25. Bebarengan – Bersamaan

  26. Beda – Berbeda

  27. Bejo – Untung

  28. Bengi – Malam

  29. Biar – Supaya

  30. Bingung – Bingung

  31. Bokong – Pantat

  32. Bongso – Keturunan

  33. Bubrah – Hancur

  34. Budhal – Berangkat

  35. Budi – Perilaku

  36. Cahaya – Cahaya

  37. Cilik – Kecil

  38. Cocog – Cocok

  39. Coro – Cara

  40. Cutha – Kota

  41. Dalem – Rumah (berarti istana atau rumah yang besar)

  42. Dalu – Malam

  43. Dangan – Tuntutan

  44. Daring – Online

  45. Duwe – Punya

  46. Duwek – Duit

  47. Eling – Ingat

  48. Embah – Nenek

  49. Enak – Enak

  50. Endi – Mana

  51. Enem – Enam

  52. Geni – Api

  53. Golek – Mencari

  54. Gubuk – Rumah kecil

  55. Gusti – Tuhan

  56. Gus – Sebutan untuk anak laki-laki, biasanya yang sudah mondok

  57. Hati-hati – Waspada

  58. Hidup – Urip

  59. Hidangan – Sajian

  60. Ibu – Ibu

  61. Indi – Belakang

  62. Ingkang – Yang

  63. Isih – Masih

  64. Isuk – Pagi

  65. Jaga – Menjaga

  66. Jelajah – Menjelajahi

  67. Jendela – Jendela

  68. Jengan – Ketawa

  69. Jukir – Parkir

  70. Jum’at – Jumat

  71. Kabeh – Semua

  72. Kadhang – Kadang

  73. Kanggo – Untuk

  74. Kaping – Ke

  75. Karya – Pekerjaan

  76. Kasihan – Kasihan

  77. Kebak – Penuh

  78. Kebon – Kebun

  79. Keduwel – Mendem

  80. Kelek – Kocak

  81. Kendi – Tempat air

  82. Kene – Sini

  83. Kendang – Alat musik

  84. Kepengin – Ingin

  85. Kepiye – Bagaimana

  86. Kerjo – Kerja

  87. Keprah – Pekerjaan

  88. Kesa – Hilang

  89. Kesuwen – Lama

  90. Kesan – Impressions

  91. Ketek – Kecil

  92. Ketinggalan – Tertinggal

  93. Kepiye – Gimana

  94. Kembar – Kembar

  95. Kepungkur – Belakang

  96. Kucir – Kucir rambut

  97. Kuwi – Itu

  98. Laku – Melakukan

  99. Layang – Surat

  100. Lawang – Pintu

  101. Lemah – Lembek, lemah

  102. Luh – Air mata

  103. Luwih – Lebih

  104. Madu – Madu

  105. Masa – Masa

  106. Mangka – Maka

  107. Mangkat – Pergi

  108. Mangun – Bangun

  109. Mangan – Makan

  110. Mangsa – Musim

  111. Manis – Manis

  112. Manten – Pengantin

  113. Marep – Depan

  114. Masang – Memasang

  115. Masti – Pasti

  116. Mateni – Mematikan

  117. Mburi – Belakang

  118. Mboten – Tidak

  119. Menehi – Memberi

  120. Miring – Miring

  121. Mlu – Keluar

  122. Mung – Hanya

  123. Munggu – Minggu

  124. Nambah – Menambah

  125. Ngerjakan – Mengkerjakan

  126. Nggolek – Mencari

  127. Nonton – Menonton

  128. Ngomong – Berbicara

  129. Nyeret – Menarik

  130. Ngantuk – Mengantuk

  131. Ngomong-ngomong – Ngobrol

  132. Ojo – Jangan

  133. Pantes – Pantas

  134. Papan – Papan

  135. Pasi – Pas

  136. Pekerjaan – Pekrja

  137. Pegel – Pegal

  138. Pemahaman – Pangerten

  139. Peti – Peti

  140. Podo – Sama

  141. Pulang – Pulang

  142. Pundhi – Pundak

  143. Rame – Ramai

  144. Reresik – Bersih

  145. Roncang – Terikat

  146. Rujak – Rujak

  147. Rumangsa – Merasa

  148. Runtuh – Runtuh

  149. Saka – Dari

  150. Sak iki – Sekarang

  151. Sang – Rasa

  152. Sape – Sapi

  153. Sapu – Sapu

  154. Sarap – Sarapan

  155. Sasaran – Tujuan

  156. Sayang – Sayang

  157. Sekolah – Sekolah

  158. Seket – Seger

  159. Selamet – Selamat

  160. Sekene – Sekalian

  161. Sinaoni – Diberi pelajaran

  162. Sirep – Tidur

  163. Sore – Sore

  164. Suwun – Terima kasih

  165. Siji – Satu

  166. Suku – Kaki

  167. Tari – Menari

  168. Tangan – Tangan

  169. Tebar – Menyebar

  170. Telat – Terlambat

  171. Tuku – Membeli

  172. Turu – Tidur

  173. Teges – Arti

  174. Tengah – Tengah

  175. Tepa – Menghormati

  176. Tinggal – Tinggal

  177. Turu – Tidur

  178. Tutup – Menutup

  179. Turu – Tidur

  180. Wancik – Jam

  181. Wirausaha – Usaha

  182. Wong – Orang

  183. Watu – Batu

  184. Yen – Kalau

  185. Yen ora – Kalau tidak

  186. Yuk – Ayo

  187. Yen – Jika

  188. Zaman – Zaman

  189. Adigang – Berani

  190. Adoh – Jauh

  191. Ajrih – Takut

  192. Ajur – Hancur

  193. Ajaib – Ajaib

  194. Amah – Pelayan

  195. Ambegan – Terjatuh

  196. Sepurane – Maaf

  197. Anget-anget – Hangat-hangat

  198. Angon – Gembala

  199. Apik-apik – Bagus-bagus

  200. Aruh – Perjalanan

  201. Asu – Anjing

  202. Awakmu – Tubuhmu

  203. Babak – Tahap

  204. Bagja – Bahagia

  205. Bakal – Akan

  206. Bali – Kembali

  207. Banter – Keras

  208. Bantah – Menyangkal

  209. Bareng-bareng – Bersama-sama

  210. Baru-baru – Baru saja

  211. Bengis – Kejam

  212. Bener – Benar

  213. Besa – Besar

  214. Biyung – Ibu

  215. Bocah – Anak

  216. Bocah cilik – Anak kecil

  217. Bungah – Bunga

  218. Buru – Buruan

  219. Butuh – Perlu

  220. Cah – Anak

  221. Cendekia – Cerdas

  222. Cilik-cilik – Kecil-kecil

  223. Cemawis – Pandai

  224. Ceplok – Mata telur

  225. Cerita – Cerita

  226. Colong – Mencuri

  227. Cucuk – Menancapkan

  228. Curiga – Curiga

  229. Dadi – Menjadi

  230. Dandani – Memperbaiki

  231. Dangan – Permintaan

  232. Dasi – Dasi

  233. Dasar – Dasar

  234. Dawas – Lama

  235. Dhewe – Sendiri

  236. Dheweke – Dia

  237. Dolan – Bermain

  238. Duwe – Punya

  239. Enom – Muda

  240. Endhog – Telur

  241. Eling-eling – Ingat-ingat

  242. Emut – Ingat

  243. Gebug – Hantam

  244. Golek – Mencari

  245. Guling – Gulung

  246. Gusti – Tuhan

  247. Gusu – Kunyah

  248. Gutuk – Mengunyah

  249. Guwel – Gerut

  250. Hampas – Sisa

  251. Hangat – Hangat

  252. Harap – Harap

  253. Hasil – Hasil

  254. Hatur – Memberikan

  255. Hebat – Hebat

  256. Hidup – Urip

  257. Ilmu – Ilmu

  258. Ingkang – Yang

  259. Isih – Masih

  260. Isuk – Pagi

  261. Jaga – Menjaga

  262. Jalan – Jalan

  263. Jalan-jalan – Berkeliling

  264. Jangan – Jangan

  265. Jari – Jari

  266. Jarene – Katanya

  267. Jati – Kayu jati

  268. Jendela – Jendela

  269. Jenggot – Janggut

  270. Jernih – Jernih

  271. Jendral – Jenderal

  272. Jenggotan – Berkepala janggut

  273. Jomblo – Sendiri

  274. Kabeh – Semua

  275. Mugya – Semoga

  276. Mbeling – Nakal

  277. Mangan – Makan

  278. Mungkin – Mungkin

  279. Ngerusak – Merusak

  280. Ngatur – Mengatur

  281. Nganggo – Menggunakan

  282. Kuwi – Itu

  283. Kelep – Selip

  284. Kecemplung – Terjatuh

  285. Kempes – Kempes

  286. Ketoprak – Pertunjukan tradisional

  287. Kikuk – Terlalu rendah

  288. Kondhang – Terkenal

  289. Kondur – Kembali

  290. Kopong – Kosong

  291. Kuwawa – Mereka

  292. Kuwat – Kuat

  293. Lawas – Lambat

  294. Lembut – Lembut

  295. Luwes – Luwes

  296. Layar – Layar

  297. Lepet – Menekap

  298. Luwung – Beruntung

  299. Lah – Sudah

  300. Lendir – Lendir

  301. Lebur – Lumer

  302. Langit – Langit

  303. Lawang – Pintu

  304. Lumprah – Biasa

  305. Luhur – Agung

  306. Macet – Macet

  307. Mantan – Mantan

  308. Matur – Mengucapkan

  309. Mekaten – Begitu

  310. Mungkas – Selesai

Itulah kumpulan kosakata bahasa Jawa mulai dari ngoko hingga karma, semoga membantu dan bermanfaat. (KIKI)

Baca juga: 288 Kosakata Profesi Bahasa Inggris Dan Artinya