4 Cara Mudah Membedakan Daging Sapi dan Kambing dari Ciri-cirinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cara mudah membedakan daging sapi dan kambing bisa dilihat dari ciri-cirinya. Kedua daging yang identik dengan Hari Raya Idul Adha tersebut terkadang bercampur saat dibagikan.
Bagi Anda yang mendapatkan daging kurban, tetapi ragu dengan jenis daging tersebut, simak artikel ini yang membagikan cara mudah membedakan daging sapi dan kambing.
Cara Mudah Membedakan Daging Sapi dan Kambing
Orang-orang yang sering mengonsumsi dan mengolah daging sapi maupun kambing mungkin bisa lebih mudah membedakan kedua jenis tersebut. Namun, orang yang jarang mengolah daging tersebut akan sulit untuk mengenalinya terutama jika kedua jenis daging tersebut tercampur.
Kedua jenis daging tersebut memang terlihat mirip. Baik daging sapi maupun kambing termasuk dalam daging merah dan warnanya cenderung lebih gelap.
Dikutip dari laman Healthwire, berikut ini cara mudah membedakan daging sapi dan kambing apabila dilihat dari ciri-cirinya:
1. Lapisan Putih
Ciri pertama yang perlu diperhatikan untuk membedakan daging sapi dan kambing mentah adalah adanya lapisan putih atau tidak. Pada daging sapi, umumnya terdapat lapisan putih, sementara pada daging kambing tak mengandung lapisan putih tersebut.
2. Jumlah Daging
Apabila Anda mendapatkan daging sapi dan kambing dalam berat yang sama, misalnya sama-sama memiliki berat 1 kg, Anda akan melihat bahwa jumlah daging kambing lebih sedikit dibandingkan daging sapi.
3. Bau
Ciri yang paling mudah diketahui untuk membedakan antara daging sapi dan kambing adalah dari baunya. Daging kambing memiliki bau yang menyengat, tetapi tidak demikian halnya pada daging sapi.
Bau pada daging kambing disebut dengan bau prengus. Ini adalah bau yang berasal dari feromon kambing, terutama kambing jantang.
4. Kekenyalan
Setelah dimasak, daging sapi dan kambing bisa dibedakan dari kekenyalannya. Daging kambing lebih empuk dan mudah dikunyah dibandingkan daging merah lain, termasuk daging sapi.
Baca Juga: Siapa yang Berhak Menerima Daging Kurban menurut Ajaran Islam?
Mana yang Lebih Baik antara Daging Sapi dan Kambing?
Mana yang lebih baik antara daging sapi dan kambing? Untuk menjawab hal tersebut, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan. Disadur dari laman Marham, berikut ini uraiannya:
1. Rasa
Apabila dilihat dari rasanya, setiap orang akan memberikan penilaian yang berbeda-beda. Beberapa lebih menyukai rasa daging sapi, sedangkan beberapa lainnya lebih suka rasa daging kambing.
Umumnya, daging sapi lebih mudah diterima dan dibuat berbagai olahan, seperti bakso, rendang, dan masing banyak lagi. Cara memasak daging sapi juga lebih mudah dibandingkan daging kambing.
Sementara itu, daging kambing membutuhkan lebih banyak ketelitian dan waktu untuk mendapatkan masakan yang sempurna. Sering kali, daging kambing menawarkan rasa yang lebih kuat, sehingga kurang dapat dinikmati beberapa pecinta daging ini.
2. Kolesterol
Baik daging sapi atau kambing, sama-sama memiliki kandungan lemak jenuh yang bisa meningkatkan kolesterol dalam tubuh. Namun, daging kambing memiliki jumlah lemak jenuh dan kalori total yang lebih rendah, sehingga dalam hal ini daging kambing lebih baik dibandingkan daging sapi.
Sebagaimana data USDA, pada tiga ons daging kambing memiliki sekitar 112 kalori, 0,79 gram lemak jenuh, dan 2,3 mg zat besi. Sedangkan, dalam berat yang sama, daging sapi memiliki 179 kalori, 3 gram lemak jenuh, dan 2,9 mg zat besi.
Tips Mengolah Daging Kurban
Berdasarkan buku Teknik Pemotongan Hewan Kurban oleh drh. Supriyanto M.VPH, 2021, daging kurban tak hanya sebagai bentuk ibadah, tetapi juga cara untuk mempererat hubungan antar sesama.
Dengan pengolahan yang baik dan benar, daging kurban akan memiliki tekstur yang empuk. Berikut ini beberapa tips cara mengolah daging kurban:
1. Lumuri Garam
Sebelum mulai memasak, daging kurban dapat dilumuri dengan garam secukupnya. Garam tak hanya akan memberikan rasa pada daging, melainkan juga meningkatkan tekstur dan kelembutan daging.
Hal ini karena garam membantu mengatur serat-serat daging, sehingga akan membuat daging tersebut lebih empuk dan mudah dikunyah.
2. Jangan Dicuci
Berbeda dengan daging unggas atau ikan yang harus dicuci sebelum diolah, daging kambing atau sapi sebaiknya tidak dicuci terlebih dahulu.
Mencuci daging kurban dapat menghilangkan lapisan lemak yang secara alami melindungi daging agar tidak kering. Lapisan tersebut yang menjaga kelembaban daging selama proses memasak.
Daripada dicuci, daging kurban cukup dibersihkan dengan cara dilap menggunakan tisu dapur.
3. Berikan Rempah-Rempah
Rempah-rempah tak hanya dapat menambah rasa pada daging kurban, tetapi dapat membantu untuk memecah protein dalam daging sehingga daging lebih empuk. Rempah-rempah yang bisa digunakan, yaitu kunyit, jintan, merica, kemiri, kayu manis, jahe, dan laos.
Selain itu, rempah-rempah dapat menghilangkan bau tak sedap pada daging kurban. Rempah-rempah yang bersifat antioksidan dan antimikroba juga dapat membantu menjaga kualitas dan kesegaran daging.
4. Rendam dengan Jus Nanas
Agar daging lebih empuk, Anda dapat melumuri daging dengan jus nanas. Buah ini mengandung enzim bromelain yang bisa melonggarkan serat-serat daging dan meremukkan jaringan ikat.
Kandungan tersebut juga memiliki sifat tenderizing alami yang membuat daging lebih empuk dan mudah dikunyah.
5. Iris Daging dengan Benar
Teknik mengiris daging juga perlu diperhatikan. Untuk mendapatkan daging yang lembut, iris daging berlawanan arah serat dan buat menjadi potongan yang lebih kecil.
6. Masak dengan Suhu yang Tepat
Proses memasak daging kurban juga penting untuk diperhatikan. Sebelum matang, daging kurban dapat didiamkan di suhu ruangan. Lalu, memasak kembali daging dengan suhu ideal, yakni sekitar 65 derajat Celcius.
Setelah matang, biarkan daging selama beberapa saat sebelum dipotong agar sari-sarinya meresap kembali.
(NSF)
