4 Cerita tentang Puasa Ramadan yang Menyentuh Hati

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan puasa Ramadan akan segera datang, umat Muslim mempersiapkan diri untuk melakukan ibadah di bulan suci ini. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah dengan membaca cerita tentang puasa Ramadan agar Ramadan semakin berkualitas.
Mengutip dari laman resmi kemenag.go.id, sidang yang menentukan jatuhnya 1 Ramadan atau biasa disebut sidang isbat akan dilakukan pada tanggal 10 Maret 2024. Dan menurut perkiraan, bulan Ramadan akan jatuh pada tanggal 11 atau 12 Maret 2024.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
4 Cerita tentang Puasa Ramadan
Berikut beberapa contoh cerita tentang puasa Ramadan yang menyentuh hati.
1. Kesabaran yang Berbuah Surga
Mengutip dari laman uii.ac.id, dalam kajian yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad MZ dengan mengangkat tema “Ramadan Bulan Sabar” pada Kajian Spesial Senja, berikut adalah contoh ceritanya:
Bulan Ramadan disebutkan oleh Allah Swt. sebagai bulan keberkahan. Namun untuk menggapai keberkahan ini tidaklah mudah dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Sekecil apapun amal baik kita akan dilipatgandakan pahalanya dan yang menjadi salah satu upaya untuk meraih itu semua adalah kesabaran.
Banyak yang tidak tahu bulan Ramadan identik dengan sabar karena sabar itu sendiri artinya puasa. “Sabar secara bahasa adalah al-habsu wal kaffu wal man’u yang artinya menahan dan mencegah sama hal nya dengan arti puasa.
Jadi kalau ada orang yang tidak puasa di bulan Ramadan tidak kuat untuk menahan nafsu makan di siang hari berarti dia tidak sabar dan tidak mungkin akan mendapat keberkahan.
Ada tiga macam sabar yang patut diamalkan dalam keseharian dan itu sifatnya wajib. Yang pertama sabar dalam menjalankan perintah-Nya, yang kedua sabar dalam menjauhi larangan-Nya dan kemaksiatan, dan yang ketiga sabar ketika menghadapi takdir Allah Swt.
Antara puasa Ramadan dan sabar itu kaitannya sangat dekat, bagi orang yang tidak bersabar mereka tidak akan sanggup untuk berpuasa, namun jika dirinya sabar dan sadar bahwa dirinya diciptakan hanya untuk beribadah dan puasa adalah salah satu ibadah yang diperintahkan maka hari-harinya saat berpuasa akan dimudahkan.
Sabar dalam berpuasa bukan hanya menahan lapar saja, tapi juga meningkatkan porsi ibadah kita yang mana ada solat tarawih, makan sahur sehingga waktu tidur kita berkurang dan kita dituntut untuk tidak berkeluh kesah sehingga kita mendapat hikmah.
Tingkatan sabar adalah ketika diri ini ikhlas, ridho, lalu bersyukur dengan apapun yang terjadi. Keutamaan sabar sangat luar biasa yaitu Allah akan memasukkan orang-orang yang sabar ke dalam surga tanpa hisab.
Maka dari itu bersabar hendaknya dimulai dari kehidupan sehari-hari, karena Allah Swt mengirim cobaan untuk menguji kesabaran.
2. Orang Puasa Dapat Pintu Eksklusif di Surga
Mengutip dari laman nu.or.id, berikut adalah contoh cerita tentang puasa di bulan Ramadan yang selanjutnya.
Puasa merupakan rukun Islam yang harus dipenuhi oleh seluruh Muslim di dunia. Ibadah yang satu ini menuntut kesabaran yang ekstra.
Pasalnya, puasa harus menahan lapar dan dahaga selama seharian penuh, mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Tidak hanya itu, selama puasa, orang juga tidak diperkenankan untuk melakukan maksiat dalam waktu yang cukup panjang, sehari penuh.
Sebab, maksiat tersebut dapat menggugurkan pahala puasa. Dengan begitu, puasa yang dilakukan hanya menyisakan kelaparan dan kehausan, tanpa memperoleh anugerah pahala atas ibadahnya. Artinya, puasa dengan maksiat sia-sia belaka.
Tak pelak, puasa merupakan ibadah yang begitu istimewa. Karenanya, bagi yang mampu melaksanakannya dengan baik, ada berbagai macam imbalan istimewa pula yang telah Allah Swt siapkan.
Di antara imbalan yang Allah Swt siapkan untuk orang yang berpuasa adalah pintu eksklusif di surga nanti. Pintu surga yang satu ini dibuat hanya bagi mereka yang berpuasa. Tidak ada yang lain yang diperkenankan masuk ke surga melalui pintu tersebut.
Hal demikian ini disampaikan langsung oleh Rasulullah saw melalui beberapa hadisnya. Imam Ahmad bin Hajar al-Haitami al-Makki (909-995 H) atau yang dikenal Imam Ibnu Hajar dalam kitabnya yang berjudul Ithafu Ahlil Islam bi Khususiyyatis Shiyam mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut.
في الجنة ثمانية ابواب, باب يسمى الريان لا يدخله الا الصائمون
Artinya, “Di surga, terdapat delapan pintu. Satu pintu bernama Al-Rayyan. Tidak ada yang masuk surga melalui pintu tersebut kecuali orang-orang yang berpuasa.”
Dalam hadits lain, dijelaskan lebih rinci mengenai proses orang-orang puasa itu masuk surga melalui pintu tersebut. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Bukhari, dan Imam Muslim. Berikut hadisnya.
عن سهل بن سعد رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ان في الجنة بابا يقال له الريان يدخل منه الصائمون يوم القيامة. لا يدخل منه احد غيرهم, يقال: أين الصائمون؟ فيقومون فيدخلون. فاذا دخلوا أغلق عليهم. فلم يدخل منه احد.
Artinya. Dari Sahl bin Sa’ad ra, Nabi Muhammad saw bersabda, “Sungguh di surga itu terdapat sebuah pintu yang diberi nama Al-Rayyan. Yang masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat nanti adalah orang-orang yang berpuasa. Tidak ada satu orang pun yang memasukinya selain mereka.
Dikatakan, “Di mana orang-orang berpuasa?” Maka orang-orang yang berpuasa itu berdiri, lalu masuk (melalui pintu tersebut). Ketika mereka semua telah masuk, maka pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi satu orang pun yang masuk melaluinya.”
Dari dua hadits tersebut, secara jelas ditegaskan bahwa orang yang berpuasa mendapatkan pintu masuk eksklusif di surga.
3. Keseruan Puasa Ramadan di Pondok
Mengutip dari Cerpen Santriwati Al-Ishlah Bernama Haya Rohmah Az-Zahwa, kelas 8H, asal Palirangan-Payaman-Solokuro-Lamongan, pada laman alishlah.ac.id, berikut contoh cerita tentang puasa Ramadan.
Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang sangat dinanti oleh seluruh umat manusia. Pada bulan ramadan ini umat Islam dari segala kalangan melaksanakan ibadah puasa dan berlomba-lomba memperbanyak ibadah di bulan Suci Ramadan.
Saat malam pertama melakukan shalat tarawih di pondok, santriwan dan santriwati Al-Ishlah berbondong-boncong berangkat shalat isya’ lebih awal dibandingkan hari-hari biasanya, karena akan melaksanakan shalat tarawih.
Shalat isya’ dilaksanakan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan shalat tarawih yang berjumlah 8 rakaat dan ditambah witir 3 rakaat. Setelah sholat tarawih dan sholat witir selesai, dilanjutkan dengan ceramah atau kultum. Ceramah atau kultum biasanya diisi oleh Kiyai atau ustadz-ustadz pondok Al-Ishlah.
Setelah sholat tarawih selesai, santriwan dan satriwati bertadarus Al-Qur’an, dan dilanjut dengan kegiatan lainnya. Disela-sela menunggu bel tidur, biasanya para santri ada yang beli bakso, ada yang buat mie, dan ada yang berkumpul dengan kawan-kawan.
Ketika bel tidur sudah bunyi, para santriwati pergi ke kamar mandi untuk sekedar buang air kecil, cuci muka, sikat gigi, dan wudhu. Saatnya waktu sahur tiba, biasanya ada yang membangunkan untuk persiapan makan sahur atau yang biasa di sebut dengan “Grebek sahur”.
Grebek sahur di lakukan bergiliran tiap kamar, dan tiap kamar diberi jadwal buat grebek sahur. Grebek sahur biasa nya di mulai pukul 02.00 WIB, akan ada penilaian dari bagian dapur, dan pemenangnya diumumkan setelah liburan dengan pemberian hadiah.
4. Kenangan di Bulan Puasa
Mengutip dari laman smpn6tp.sch.id, berikut adalah contoh cerita saat menjalani puasa Ramadan.
Bulan Ramadan tahun lalu, setiap subuh Andi bersama teman-temannya melaksanakan salat subuh berjamaah di masjid. Pagi harinya, Andi bersama teman temannya bermain layang layang di lapangan. Selesai bermain layang layang di lapangan mereka pulang ke rumah masing masing.
Setelah mempersiapkan diri, Andi dan teman-temannya pergi ke masjid untuk melaksanakan salat zuhur berjamaah sebelum azan berkumandang. Selesai solat zuhur mereka bermain petak umpet di lapangan setelah bermain petak umpet Andi dan teman-temannya duduk di dekat pohon besar, sambil menikmati udara yang segar.
Setelah selesai duduk, Andi dan teman temannya pun pergi memancing ikan di sungai. Setelah memancing mereka pulang ke rumah untuk tidur siang, lalu Andi dan teman temannya pergi ke masjid untuk melakukan solat ashar berjemaah di masjid.
Setelah solat Ashar, Andi dan teman temannya bermain sepak bola di lapangan, karena mereka sudah kelelahan mereka pun pulang ke rumah untuk mempersiapkan diri pergi ke masjid. Sebelum pergi ke masjid mereka pergi ke toko buat membeli makanan
“Hei kawan kawan makanan yang ada di toko ini enak loh.” kata Andi
“Oh,,, iya nampaknya kue di toko ini enak.” kata salah satu teman Andi
“Ayuk kita beli untuk berbuka puasa.” kata teman Andi yang lain
Setelah membeli makanan Andi dan teman temannya pergi ke masjid untuk mendengar ceramah yang ada di masjid
“Teman-teman yuk kita beri kue kita dengan orang pengurus masjid agar, orang tersebut menyiapkannya unruk berbuka puasa.” kata Andi
“Ayuk setelah kita beri makanan ini mari kita ke dalam untuk mendengar ceramah.” kata salah satu teman Andi
Setelah mendengar ceramah dan mereka pun mendengar orang yang azan dan Andi dan teman teman berbuka puasa di masjid selesai berbuka puasa mereka solat maghrib berjemaah Andi dan teman temannya pulang ke rumah untuk makan bersama keluarga. Selesai makan Andi dan teman temannya pergi ke masjid dan saat di masjid mereka pun bercerita dan bersenda gurau
“Teman-teman selesai solat isya yuk kita menginap di masjid.” ajak Andi
“Ayuk,,” kata salah satu teman Andi
“Kami ikut tapi harus meminta izin orang tua dulu” kata teman Andi yang lain
“Ok, kalian beri tahu orang tua kalian dulu” kata Andi
Setelah selesai berbicara mereka pun masuk ke dalam masjid untuk menunggu azan solat isya berkumandang, lalu mereka solat isya berjemaah. Setelah selesai solat isya dan terawih mereka pulang ke rumah meminta izin kepada orang tua untuk menginap di masjid.
Setelah diizinkan mereka pergi ke masjid saat di masjid Andi dan teman temannya membersihkan masjid. Selesai membersihkan masjid mereka mengaji dan mendoakan kedua orang tua mereka.
Setelah berdoa, mereka tidur, saat tengah malam mereka solat bersama, saat menjelang sahur mereka pulang ke rumah masing-masing untuk sahur. Setelah sahur mereka pergi ke masjid dan menunggu azan subuh selesai solat berjemaah mereka mendoakan kedua orang tua.
Itu dia empat contoh cerita tentang puasa Ramadan yang menyentuh hati dengan berbagai tema. (HEN)
Baca Juga: Tata Cara Puasa Ramadan yang Tepat untuk Umat Islam
