Konten dari Pengguna

4 Fungsi Gendang Telinga sebagai Organ Penting dalam Tubuh Manusia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk fungsi gendang telinga, Foto: Unsplash/Franco Antonio Giovanella
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk fungsi gendang telinga, Foto: Unsplash/Franco Antonio Giovanella

Fungsi gendang telinga terdiri dari beberapa bagian. Hal ini perlu dipelajari karena terkait dengan organ penting pada tubuh manusia. Organ tersebut menjadi penentu baik atau buruknya kondisi pendengaran manusia.

Sebagaimana namanya, gendang telinga merupakan organ yang menjadi bagian dari telinga. Telinga berfungsi sebagai indera pendengaran dan memiliki fungsi keseimbangan bagi tubuh (http://eprints.undip.ac.id/).

Telinga terdiri dari beberapa bagian, seperti daun telinga, tulang pendengaran, dan salah satu yang terpenting, yaitu gendang telinga. Jika didasarkan pada anatominya, gendang telinga terletak di perbatasan telinga bagian luar dan telinga tengah.

Daftar isi

Telinga dan Bagian-Bagiannya

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai fungsi dari gendang telinga, perlu diketahui terlebih dahulu tentang pengertian telinga dan bagian-bagian telinga itu sendiri.

Simak penjelasan mengenai telinga beserta bagian-bagiannya, berikut ini:

1. Pengertian Telinga

Sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya, telinga manusia berfungsi sebagai indera pendengaran dan keseimbangan manusia. Bagian tubuh ini, bekerja dengan menangkap dan merubah bunyi dari energi mekanis menjadi energi elektris.

Perubahan energi tersebut berlangsung secara efisien untuk kemudian diteruskan menuju otak, agar disadari serta dimengerti, sehingga manusia mampu memahami suatu hal (Nugroho dan Wiyadi, Anatomi dan Fisiologi Pendengaran Perifer: 76).

Telinga terdiri dari beberapa bagian, yang semua bagiannya bekerja sama membangun fungsi pendengaran melalui tahapan-tahapan yang menjadi tugasnya. Pembagian tersebut dikaji dalam pembahasan anatomi telinga.

2. Anatomi Telinga

Dalam anatomi telinga, telinga dibagi lagi ke dalam tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Berikut merupakan penjelasan dan struktur telinga yang ada di masing-masing bagian tersebut, berdasarkan pada beberapa sumber:

Telinga Luar

Bagian telinga yang satu ini berfungsi untuk menangkap rangsang getaran bunyi dari luar, sehingga telinga luar menjadi jalur utama masuknya bunyi. Selain itu, telinga luar juga berfungsi dalam perlindungan telinga dari kotoran.

Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga (pinna auricularis) yang nampak dari luar, saluran telinga (canalis auditorius externus) yaitu bagian yang mengandung rambut-rambut halus, dan kelenjar sebasea yang sampai ke membran timpani.

  • Daun telinga Daun telinga merupakan bagian telinga luar yang tersusun dari tulang rawan elastis dan kulit. Bagian ini terbagi lagi ke dalam beberapa sub bagian, yaitu lobula, heliks, anti heliks, tragus dan antitragus (http://eprints.undip.ac.id/).

  • Saluran telinga Saluran telinga adalah bagian telinga luar yang berbentuk seperti huruf S. Saluran ini terdiri dari 1/3 kerangka tulang rawan dan 2/3 kerangka tulang sejati, serta memiliki rambut-rambut halus dan kelenjar lilin untuk melindungi telinga dari kotoran.

  • Kelenjar sebasea Kelenjar sebasea diketahui berfungsi menghasilkan serumen, sehingga kelenjar ini sering disebut dengan kelenjar seruminosa, yaitu epitel kulit yang terlepas dan partikel debu. Kelenjar sebasea terletak pada kulit liang telinga.

Telinga Tengah

Telinga tengah dikenal juga dengan sebutan cavum tympani, yaitu bagian telinga yang berfungsi menghantarkan bunyi dari telinga luar ke telinga dalam. Bagian ini dibatasi oleh membran timpani, serta foramen ovale dan foramen rotundum.

Sebagaimana telinga luar, telinga tengah juga terdiri dari beberapa sub bagian di dalamnya, yaitu membran timpani atau gendang telinga, tulang-tulang pendengaran, dan tuba auditiva eutachius, sebagaimana penjelasan berikut:

  • Membran timpani Membran timpani atau gendang telinga, yaitu salah satu organ terpenting manusia dalam proses pendengaran, karena fungsi gendang telinga adalah menerima dan menyalurkan gelombang bunyi. Bagian ini terletak di antara telinga luar dan tengah.

  • Tulang-tulang pendengaran Tulang pendengaran terdiri dari tulang martil (maleus), tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi (stapes). Ketiga tulang tersebut terangkai dan melintang pada telinga bagian tengah dan terhubung pada membran timpani.

  • Tuba auditiva eutachius Tuba auditiva eutachius dikenal juga dengan sebutan saluran eutachius, yaitu saluran penghubung antara ruang telinga tengah dengan rongga faring. Keberadaannya memungkinkan keseimbangan tekanan udara pada telinga.

Telinga Dalam

Telinga bagian dalam disebut sebagai labirin yang menjadi persimpangan terakhir gelombang bunyi. Pada bagian ini, getaran mekanik gelombang bunyi diubah menjadi impuls listrik untuk diantarkan ke pusat pendengaran.

Telinga dalam meliputi dua sub bagian, yaitu labirin tulang dan labirin selaput. Labirin tulang sendiri terdiri dari vestibulum, kanalis semisirkularis, dan koklea. Berikut merupakan penjelasan beberapa bagian tersebut:

  • Koklea Koklea memiliki sebutan 'rumah siput,' karena bentuknya berupa dua setengah lingkaran sebagaimana bentuk cangkang siput pada umumnya. Puncak koklea disebut helikotrema yang menghubungkan skala timpani dengan vestibuli. Koklea terbagi lagi pada tiga bagian skala, yaitu skala vestibuli yang terletak di bagian dorsal, skala media yang terletak di bagian tengah, dan skala timpani yang terletak di bagian ventral. Setiap skala dipisahkan oleh suatu membran. Sebagaimana skala yang berjumlah tiga, membran pada koklea juga terdiri dari tiga membran, yaitu membran vestibuli, membran tektoria, dan membran basilaris. Ketiganya berturut-turut menjadi sekat skala vestibuli, media, dan timpani.

  • Vestibular Vestibular merupakan salah satu bagian telinga dalam yang terdiri dari tiga buah kanalis semisirkularis. Vestibular menjadi salah satu bagian terpenting telinga dalam dari dua bagian pentingnya, selain koklea yang telah dijelaskan sebelumnya.

  • Kanalis semisirkularis Kanalis semisirkularis membentuk lingkaran yang tidak lengkap, juga saling berhubungan secara tidak lengkap. Bagian telinga yang satu ini diketahui berperan dalam fungsi keseimbangan manusia (Nugroho dan Wiyadi, Jurnal THT-KL: 80).

  • Organon corti Organon corti (OC) diketahui terdapat di dalam koklea, tepatnya terletak di atas membran basilaris dari basis ke apeks. Bagian ini mengandung organel penting yang berfungsi dalam mekanisme saraf pendengaran perifer. OC terdiri dari satu baris sel rambut dalam dan tiga baris sel rambut luar, yang jumlahnya berturut-turut sebanyak 3.000 dan 12.000 helai rambut. Jenis rambut yang ada pada bagian ini juga terbagi menjadi dua, yaitu serat pendek dan panjang. Rambut dengan serat pendek memiliki tekstur yang kaku dan cenderung bergetar pada frekuensi yang tinggi. Sedangkan sebaliknya, serat panjang memiliki tekstur lentur dengan kecenderungan getar dengan frekuensi rendah. Getaran itu terjadi apabila corti menangkap gelombang bunyi yang dihantarkan dari luar ke dalam. Organ ini jugalah yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls yang disampaikan ke pusat pendengaran.

Photo illustration by Jessica Flavia on Unsplash

Fungsi Gendang Telinga

Gendang telinga lebih dikenal dalam bahasa sains sebagai membran timpani (membrana tympani). Bagian ini berperan penting dalam proses penangkapan suara untuk didengar manusia. Berikut penjelasan fungsi gendang telinga selengkapnya:

1. Menerima Gelombang Bunyi

Gelombang bunyi atau getaran suara yang disampaikan melalui udara di sekitar akan tertangkap dan diterima oleh telinga, tepatnya oleh gendang telinga yang terletak di antara telinga bagian luar dan telinga bagian tengah.

Dalam prosesnya, gelombang bunyi akan melewati daun telinga untuk kemudian memasuki lorong dalam telinga. Ketika gelombang bunyi melewati lorong, getaran itu akan mengenai membran timpani dan diterima di sana sebelum kembali disalurkan.

2. Memproses dan Menyalurkan Gelombang Bunyi

Setelah getaran suara diterima gendang telinga, getaran tersebut akan diproses dan disalurkan olehnya menuju tulang-tulang pendengaran, yaitu maleus, incus, dan stapes di telinga bagian tengah (http://eprints.undip.ac.id/).

Saat memproses dan menyalurkan gelombang bunyi, membran timpani akan menggelembung ke arah dalam, menuju telinga bagian tengah, sehingga menyentuh tulang-tulang pendengaran dan getaran berhasil disalurkan.

3. Menghasilkan Suara yang Jernih

Hasil suara yang jernih di sini artinya suara yang akhirnya ditangkap oleh otak manusia. Suara dihasilkan dari getaran yang memiliki gelombang bunyi. Semakin baik gendang telinga menangkap gelombang, maka semakin baik pula hasil suara yang diterima.

Organ di seluruh bagian tubuh manusia telah tercipta secara presisi, sehingga memiliki fungsi sebagaimana mestinya, selayaknya gendang telinga. Jika gendang telinga terganggu, maka suara yang sampai di otak manusia tidak akan sejernih lazimnya.

4. Melindungi Telinga dari Berbagai Kotoran dan Benda Asing

Letak gendang telinga yang berada di antara telinga luar dan telinga tengah menjadikan gendang telinga sebagai bagian penting yang mampu mencegah masuknya kotoran, bakteri, atau pun benda asing dari luar telinga.

Bentuk gendang telinga yang mengerucut ke dalam mampu mempersempit dan menghalangi kontaminasi luar menuju telinga bagian tengah hingga bagian dalam, sehingga telinga terhindar dari berbagai penyakit yang merugikan.

Baca juga: 5 Fungsi Hati pada Manusia Sebagai Organ Vital

Demikian ulasan mengenai fungsi gendang telinga, lengkap dengan pengertian telinga dan bagian-bagiannya sebagai organ penting bagi manusia yang dapat pembaca simak. Jagalah kesehatan setiap organ tubuh, untuk menjaga kestabilan fungsi yang dimilikinya.(NF)