40 Contoh Sampah Organik dan Anorganik serta Cara Mengolahnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Mengenal contoh sampah organik dan anorganik dapat memudahkan kita dalam mengolah. Setiap orang dianjurkan untuk memilah dan mengelompokkan sampah berdasarkan jenisnya.
Berdasarkan Laporan Akhir - Kajian Timbulan Sampah Harian Permukiman Kulon Progo yang diunggah situs dlh.kulonprogokab.go.id, sampah organik adalah jenis sampah dari bahan-bahan alami yang dapat terurai oleh mikroorganisme dan bersifat biodegradable.
Sementara itu, sampah anorganik atau non-organik adalah jenis sampah yang dihasilkan dari bahan non-hayati, seperti produk sintetik dan hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang. Simak artikel ini untuk mengetahui sederet contoh sampah organik dan anorganik.
Contoh Sampah Organik dan Anorganik
Seperti yang telah dijelaskan di atas, mengenal jenis-jenis sampah penting untuk memudahkan masyrarakat dalam mengelompokkan dan mengolah sampah dengan baik.
Menyadur situs Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Buleleng, meskipun sampah adalah sisa dari hasil produksi yang tak dapat digunakan lagi, tetapi beberapa jenis sampah dapat didaur ulang untuk dibuat menjadi barang yang bernilai.
Agar kita dapat membedakan jenis-jenis sampah dengan baik, ketahui sederet contoh sampah organik dan anorganik berikut:
Contoh Sampah Organik
Menyadur situs Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Buleleng, sampah organik berasal dari sisa makhluk hidup yang mudah terurai secara alami tanpa perlu adanya proses campur tangan manusia. Sampah organik juga bisa disebut sebagai sampah ramah lingkungan.
Adapun, contoh sampah organik adalah sebagai berikut, dirangkum dari buku Berkas Sampah oleh Hanindya Kusuma Artanti, dkk.:
Daun daun kering
Kulit buah
Makanan sisa yang sudah basi
Makanan kadaluarsa
Potongan rambut manusia
Ampas tahu dari pabrik tahu
Buah busuk
Jerami sisa panen padi
Kulit kerang
Kulit kacang tanah
Tisu bekas pakai
Kapas bekas pakai
Kertas bekas
Serbuk kayu sisa olahan mebel
Air bekas cucian beras
Ampas kopi
Ampas teh
Bangkai hewan
Kotoran hewan dan manusia
Minyak goreng bekas pakai
Contoh Sampah Anorganik
Menyadur buku Panduan Pengelolaan Sampah oleh Ir. Miftahur Rohim, M.Kes, sampah anorganik merupakan jenis sampah yang tak mudah terurai secara alami. Umumnya, jenis sampah ini berasal dari plastik, kaca, logam, dan lainnya.
Sampah anorganik juga mengandung bahan kimia berbahaya sehingga membutuhkan cara pengolahan khusus agar bisa didaur ulang. Di bawah ini beberapa contoh sampah anorganik yang banyak dijumpai di sekitar rumah:
Ban bekas
Sendok
Kaca
Gabus sintetis
Logam
Botol plastik
Kaleng bekas
Kain
Plastik
Keramik
Karet
Perangkat elektronik
Bohlam
Baterai
Cat
Pestisida
DVD bekas
Sedotan
Tutup botol
Kabel listrik
Baca Juga: Perbedaan Sampah Organik dan Anorganik, Pengertian, serta Contohnya
Cara Mengolah Sampah Organik
Mengelola sampah organik dapat mengurangi kerusakan lingkungan sekitar akibat penumpukkan sampah-sampah. Selain itu, pengolahan sampah organik juga bisa menjadi produk yang lebih bermanfaat. Di bawah ini beberapa cara mengolah sampah organik yang mudah dilakukan:
1. Kompos
Cara pertama untuk mengolah sampah organik adalah dengan mengubahnya menjadi kompos. Berdasarkan situs Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, kompos adalah salah satu jenis pupuk organik.
Kompos sendiri berasal dari bahan-bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan karena adanya interaksi antara bakteri pembusukan dalam bahan organik tersebut. Berikut angkah-langkah cara membuat kompos:
Kumpulkan sampah organik dari rumah tangga yang akan diolah menjadi pupuk kompos.
Pastikan sampah organik tersebut tak bercampur dengan sampah anorganik.
Siapkan wadah dengan ukuran besar untuk membuat kompos. Wadah yang digunakan harus dilengkapi dengan penutup agar kompos yang dibuat tak terkontaminasi dengan bahan lain.
Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah berisi sampah organik. Ketebalan tanah dan sampah organik dapat disesuaikan.
Siram permukaan tanah menggunakan air secukupnya.
Setelah itu, masukkan sampah organik yang telah dicampur arang sekam dan kapur pertanian ke dalam wadah pembuatan kompos.
Pastikan sampah disebar secara merata. Sebisa mungkin ketebalan sampah sama dengan ketebalan tanah.
Siram dengan air yang telah dicampur Effective Microorganisms - 4 (EM4).
Sekarang, tambahkan lagi tanah ke dalam wadah. Kali ini, tanah berfungsi sebagai penutup sampah.
Jika sudah, tutup wadah tersebut sampai rapat dan biarkan sekitar tiga minggu.
2. Pakan Ternak
Selain dijadikan kompos, sampah organik juga bisa diolah menjadi pakan ternak. Seperti diketahui, sampah organik salah satunya berasal dari tanaman yang merupakan makanan pokok ternak.
Menyadur laman Dinas Peternakan Pemerintah Kabupaten Lebak, sampah organik yang bisa digunakan sebagai pakan ternak, yaitu kulit tauge, kulit jagung, sisa sayuran, dan daun pisang.
Sebelum diberikan pada hewan ternak, sampah organik tersebut harus dipastikan bersih terlebih dahulu agar terbebas dari mikroorganisme yang merugikan hewan. Beberapa peternak bahkan mengolah sampah organik terlebih dahulu, terutama yang mengandung air tinggi agar tak cepat membusuk.
Cara Mengolah Sampah Anorganik
Berbeda dengan sampah organik yang mudah terurai di alam, sampah anorganik cukup lama terurai di alam. Apabila jumlah sampah anorganik di lingkungan sangat banyak, dapat menimbulkan masalah baru, seperti lingkungan menjadi kotor hingga muncul berbagai penyakit.
Untuk menanggulanginya, masyarakat dapat mengolah sampah anorganik menjadi produk-produk yang bermanfaat. Dirangkum dari Pengelolaan Limbah Anorganik yang diterbitkan dlhk.bantenprov.go.id, berikut beberapa cara mengolah sampah anorganik berdasarkan jenis-jenisnya.
1. Limbah Plastik
Sampah plastik adalah jenis sampah anorganik yang paling banyak dijumpai di sekitar rumah. Keunggulan barang-barang dari plastik adalah tak mudah berkarat dan tahan lama. Namun, plastik adalah jenis bahan yang sangat sulit hancur secara alami. Apabila dikubur di dalam tanah akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk hancur.
Salah satu cara untuk mengolah limbah plastik yaitu dengan mendaur ulang menjadi barang dengan fungsi yang berbeda. Misalnya, ember plastik bekas bisa didaur ulang menjadi pot bunga atau tempat sampah.
Sementara itu, plastik dari bungkus makanan ringan, sabun deterjen, dan lainnya dapat didaur ulang menjadi kerajinan, seperti dompet, tas, sandal, atau payung. Lalu, botol minum bekas dapat didaur ulang menjadi mainan anak-anak. Masyarakat dapat berkreasi mengolah sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai.
2. Limbah Logam
Seperti limbah plastik, sampah dari logam juga dapat dijadikan berbagai kerajinan. Kaleng bekas dapat diolah menjadi tempat sampah apabila kaleng tersebut berukuran besar. Namun, apabila kaleng bekas berukuran kecil, dapat diolah menjadi vas bunga, gantungan kunci, celengan, dan lainnya.
3. Limbah Kaca
Limbah kaca juga termasuk sampah yang sulit terurai. Anda bisa mengolah menjadi berbagai kerajinan yang memiliki nilai lebih. Misalnya, didaur ulang menjadi vas bunga, cenderamata, atau hiasan lainnya.
4. Limbah Kertas
Bahan anorganik lainnya yang sering dijumpai di sekitar adalah limbah kertas. Meskipun kertas terlihat mudah hancur dan tak berbahaya seperti plastik, limbah jenis ini tetap dapat menimbulkan masalah apabila telah menumpuk cukup banyak.
Ada beberapa cara untuk mengolah limbah kertas. Pertama, mengolah limbah kertas dengan membuat kerajinan atau barang berguna lainnya, misalnya didaur ulang menjadi tempat pensil, bingkai foto, sampul buku, dan lainnya.
Kedua, limbah kertas juga bisa dijadikan kertas lagi. Dikutip dari Kreasi Daur Ulang Membuat Kertas oleh Hanna Paluzi, berikut langkah-langkahnya:
Kumpulkan sampah kertas dan kelompokkan menurut jenisnya, misalnya kertas koran, majalah, buku tulis, dna lainnya.
Gunting kertas menjadi kecil-kecil untuk mempercepat proses daur ulang.
Rendam kertas ke dalam air. Lama perendaman tergantung jenis kertas yang digunakan.
Setelah seluruh bagian kertas basah dan terlihat lembek, masukkan sampah kertas ke dalam blender. Haluskan sampah kertas tersebut hingga benar-benar lumat, Anda bisa menambahkan air apabila diperlukan.
Tambahkan lem putih ke dalam blender dan aduk kembali agar benar-benar tercampur.
Masukkan garam secukupnya. Fungsi garam di sini adalah untuk mencegah agar kertas tak mudah berjamur dan berganti warna.
Letakkan bubur kertas ke dalam tempat yang lebar, seperti loyang.
Tambahkan air hingga ketinggian 2/3 wadah, sehingga bubur kertas dapat terapung. Usahakan campuran tidak terlalu encer agar kertas tak terlalu tipis.
Sekarang siapkan ayakan dengan ukuran lebih kecil dari wadah. Ukuran ayakan ini akan menentukan ukuran kertas daur ulang nantinya.
Aduk campuran kertas dan air di wadah, kemudian masukkan ayakan secara perlahan dari posisi miring lalu angkat dengan posisi mendatar.
Jemur bubur kertas yang ada di ayakan.
Setelah kering, lepaskan kertas tersebut pelan-pelan agar tak robek.
Selesai. Kertas daur ulang siap digunakan.
(NSF)
