Konten dari Pengguna

402 Rumah Sakit Angker Korea Apakah Kisah Nyata? Ini Faktanya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 402 Rumah Sakit Angker Korea apakah kisah nyata. Foto: Unsplash.com/Dima Yakovlev
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 402 Rumah Sakit Angker Korea apakah kisah nyata. Foto: Unsplash.com/Dima Yakovlev

MD Pictures menghadirkan film horor adaptasi Korea berjudul 402 Rumah Sakit Angker Korea. Kisah misteri dalam film ini membuat pertanyaan 402 Rumah Sakit Angker Korea apakah kisah nyata muncul di kalangan penonton.

Latar cerita yang mengangkat tempat menyeramkan membuat film ini memiliki konsep berbeda dari horor pada umumnya.

Selain unsur ketakutan, film ini juga menampilkan perjalanan karakter dalam menghadapi berbagai kejadian tidak terduga.

Film Horor 402 Rumah Sakit Angker Korea Apakah Kisah Nyata?

Ilustrasi 402 Rumah Sakit Angker Korea apakah kisah nyata. Foto: Unsplash.com/Jon Butterworth

402 Rumah Sakit Angker Korea apakah kisah nyata? Jawabannya adalah tidak sepenuhnya. Dikutip dari mdentertainment.com, film ini terinspirasi dari Gonjiam: Haunted Asylum yang mengambil latar rumah sakit jiwa Gonjiam di Korea Selatan, tetapi cerita, karakter, dan berbagai kejadian dalam film merupakan hasil pengembangan fiksi.

402 Rumah Sakit Angker Korea mengangkat kisah kelompok kreator konten bernama Para Pencari Hantu yang ingin membuat siaran langsung uji nyali di sebuah bangunan terbengkalai.

Tujuan utama kelompok tersebut adalah mendapatkan perhatian penonton melalui eksplorasi tempat yang dikenal memiliki kisah menyeramkan.

Perjalanan itu membawa para karakter menuju Rumah Sakit Yong-won, lokasi fiktif yang menyimpan berbagai rahasia.

Angka 402 dalam judul bukan menunjukkan nomor rumah sakit nyata yang masih berdiri di Korea Selatan. Nomor tersebut berasal dari ruangan misterius yang menjadi bagian penting dalam cerita asli Gonjiam: Haunted Asylum.

Ruangan itu menjadi simbol rasa penasaran karena menjadi tempat yang ingin dibuka dan diselidiki dalam perjalanan para karakter.

Proses penentuan judul film juga melewati beberapa tahap. Tim produksi MD Pictures sempat mencari judul yang tepat hingga proses syuting dan penyuntingan selesai.

Setelah berdiskusi dengan tim kreatif serta pemasaran, angka 402 dipilih karena dianggap mampu mewakili inti misteri yang terdapat dalam cerita.

Versi Indonesia tidak melakukan pengambilan gambar di lokasi asli Gonjiam karena bangunan rumah sakit tersebut sudah tidak ada.

Tim produksi kemudian membuat rumah sakit fiktif bernama Yong-won dengan melakukan riset untuk menciptakan suasana bangunan terbengkalai khas film horor Korea.

Selain mempertahankan unsur utama dari karya aslinya, film ini juga menghadirkan beberapa penyesuaian. Karakter, latar belakang tempat, dan detail kejadian dikembangkan agar memiliki identitas tersendiri.

Pendekatan tersebut membuat cerita tidak hanya menjadi salinan dari film sebelumnya, tetapi memiliki arah baru untuk penonton Indonesia.

Film ini disutradarai oleh Anggy Umbara dan mengadaptasi konsep horor dokumenter yang membuat suasana terasa lebih dekat dengan kejadian nyata.

Para pemain yang terlibat antara lain Arbani Yasiz sebagai Juna, Saputra Kori sebagai Adit, Elang El Gibran sebagai Bara, Diandra Agatha sebagai Arum, Lea Ciarachel sebagai Yuri, Aylena Fusil sebagai Tyas, serta Jang Han Sol sebagai Daeho.

Cerita berfokus pada upaya kelompok tersebut mengungkap misteri Rumah Sakit Yong-won yang dikaitkan dengan aktivitas sekte sesat.

Ruangan 402 menjadi bagian paling menegangkan karena menyimpan rahasia yang menjadi tujuan utama penyelidikan.

Meskipun mengambil inspirasi dari tempat dan kisah horor yang dikenal luas, film ini tidak menyajikan kejadian nyata secara langsung.

402 Rumah Sakit Angker Korea apakah kisah nyata dapat dijelaskan sebagai film yang menggunakan inspirasi dari cerita dan lokasi misterius, lalu dikembangkan menjadi karya fiksi dengan unsur hiburan. (Shofia)

Baca Juga: Dune Part Three Kapan Tayang di Indonesia, Penggemar Film Perlu Tahu