45 Contoh Kalimat Opini dan Perbedaannya dengan Kalimat Fakta

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Disadari maupun tidak, contoh kalimat opini dapat kita temukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya, kalimat opini dipahami sebagai pendapat atau pemahaman yang bersifat subjektif terkait suatu hal atau peristiwa.
Keberadaan kalimat opini selalu beriringan dengan kalimat fakta. Lantas, apa yang dimaksud dengan opini? Apa perbedaannya dengan kalimat fakta? Untuk memahami lebih lanjut, simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Apa Itu Opini?
Menyadur buku Bahasa Indonesia untuk SMK yang disusun oleh Utami Pratiwi, opini adalah suatu sikap atau pendapat seseorang terkait sebuah persoalan maupun keadaan tertentu.
Opini juga dapat diartikan sebagai gagasan tentang suatu hal yang belum pasti. Itulah mengapa, kebenaran opini bersifat relatif karena adanya pengaruh unsur pribadi yang subjektif.
Dengan kata lain, opini antara satu orang dengan yang lainnya terkait suatu hal cenderung tak sama. Hal itu dikarenakan adanya pengaruh pola pikir, pengetahuan, serta lingkungan sekitar dalam menanggapi situasi atau persoalan yang sedang dihadapi.
Sementara itu, menurut Herson Kadir dan Lian Puluhulawa dalam Pias-Pias Materi Bahasa dan Sastra Indonesia untuk kelas XII SMA/MA menyebutkan bahwa opini merupakan sintesis pendapat yang timbul melalui diskusi sosial. Hal itu menyebabkan opini menimbulkan pro-kontra terkait suatu gagasan.
Ciri-ciri Kalimat Opini
Sama halnya dengan jenis kalimat lainnya dalam bahasa Indonesia, kalimat opini memiliki karakteristik khusus yang perlu diketahui. Menurut sumber yang sama, ciri-ciri kalimat opini adalah sebagai berikut:
Mengandung pendapat pribadi maupun orang lain
Pada suatu kondisi, kalimat opini memuat pernyataan dari seseorang yang notabene sudah dikenal sehingga terkesan sebagai fakta. Padahal, perkataan seseorang tersebut masih sebatas pendapat yang kebenarannya belum bisa dibuktikan. Selain bersumber dari pendapat orang lain, kalimat opini juga dapat ditimbulkan dari pendapat pribadi.
Bersifat subjektif
Ciri kalimat opini yang satu ini erat kaitannya dengan ciri yang pertama. Sebuah kalimat opini cenderung bersifat subjektif sehingga pendapat yang dikeluarkan berdasarkan satu pihak. Dengan kata lain, hal itu tak bisa dikatakan netral.
Memuat kata yang bersifat relatif
Di samping bersifat subjektif, kalimat opini juga memuat kata bersifat relatif. Adapun yang dimaksud dengan relatif yakni penggunaan kata atau frasa yang bisa berubah, bergantung siapa yang mengucapkannya. Misal, paling, lebih, agak, mungkin, sebaiknya, atau biasanya.
Tidak didukung oleh data atau sumber yang valid
Selain subjektif dan menggunakan kata bersifat relatif, kalimat opini umumnya tak disertai dengan pemaparan data atau sumber data yang telah teruji kebenarannya. Hal itu secara tidak langsung memunculkan berbagai pendapat, sebab, tak ada fakta yang mendasari kalimat opini tersebut.
Menunjukkan pendapat yang belum tentu terjadi
Opini juga erat kaitannya dengan pendapat yang belum tentu terjadi, sehingga kebenarannya pun bersifat relatif.
Contoh Kalimat Opini
Setelah memahami pengertian dan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas, berikut beberapa contoh kalimat opini yang dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari:
Menikmati senja semakin sempurna dengan adanya kopi dan gorengan.
Makanan terasa hambar apabila tak dilengkapi dengan sambal.
Dian merupakan pemimpin organisasi yang hebat.
Sup sebaiknya dimakan selagi hangat.
Sebagai generasi muda yang berkualitas, sebaiknya kita bersiap untuk menjadi penerus perjuangan bangsa.
Dimas merupakan siswa paling rajin di antara teman seangkatannya.
Matematika adalah mata pelajaran tersulit di sekolah.
Perempuan akan semakin terlihat anggun saat mengenakan gaun.
Laki-laki lebih kuat dibandingkan perempuan.
Rumah mewah adalah rumah yang dilengkapi dengan kolam renang.
Kucing adalah hewan terlucu di dunia.
Bian adalah laki-laki tertampan di grup bandnya.
Langit sudah mendung, pertanda hujan akan datang.
Indonesia merupakan negara terindah di dunia.
Teh lebih enak daripada kopi.
Soto terasa lebih nikmat jika ditambahkan kecap.
Tumbuhan sebaiknya diberi air yang cukup agar tak mati.
Rahma masuk angin karena tidur di lantai.
Film horor lebih menantang untuk ditonton dibandingkan film aksi.
Nasi padang kurang lengkap tanpa kerupuk jengkol.
Tempe lebih bergizi daripada tahu.
Joan terlihat murung, mungkin ia sedang patah hati.
Chandra kandidat terkuat sebagai Ketua OSIS.
Mengendarai mobil jauh lebih nyaman dibandingkan mengendarai motor.
Doraemon adalah kartun favorit semua orang.
Mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan dapat menyebabkan sakit tenggorokan.
Hilda lebih cocok mengenakan gamis daripada rok.
Rumah kosong adalah tempat terseram yang pernah ada.
Gedung itu sebaiknya di-cat putih agar terkesan mewah.
Bubur yang paling nikmat adalah bubur yang tak diaduk.
Daging sapi kurang nikmat jika dimasak setengah matang.
Membeli baju baru saat untuk lebaran adalah hal yang wajib.
Anak itu selalu bangun siang, sepertinya ia malas.
Investasi saham lebih menguntungkan daripada membeli kripto.
Bali memiliki pantai terindah di dunia.
Tulisan akan lebih bagus jika menggunakan tinta gel.
Kayu jati adalah bahan paling kokoh untuk membuat perabot rumah tangga.
Makan menggunakan tangan lebih nikmat dibandingkan menggunakan sendok.
Kupu-kupu adalah hewan tercantik di dunia.
Padi akan subur apabila diberi pupuk yang banyak.
Lompat tali lebih melelahkan daripada berlari sejauh seratus meter.
Kia adalah siswa cerdas. Ia selalu mengerjakan soal ujian dengan cepat.
Mangga lebih nikmat jika dimakan sebelum ranum.
Belajar akan terasa maksimal apabila suasana hening.
Baju itu terlihat bagus jika ditambah aksesori di bagian kerahnya.
Perbedaan Kalimat Opini dan Fakta
Seperti yang telah disebutkan bahwa keberadaan kalimat opini kerap disandingkan dengan kalimat fakta. Hal itu menimbulkan pertanyaan terkait apa saja perbedaan fakta dan opini.
Dihimpun dari buku Bahasa Indonesia: Langkah Baru (A New Approach) oleh Yohanni Johns dan buku Bahasa Indonesia untuk SMK oleh Utami Pratiwi, perbedaan kalimat opini dan fakta dapat dibedakan sebagai berikut:
Kalimat opini bersifat subjektif, sehingga informasi di dalamnya dipengaruhi oleh pendapat pribadi maupun pendapat orang lain. Sementara itu, kalimat fakta bersifat objektif, sehingga tak ada pengaruh dari pendapat seseorang terkait informasi yang disampaikan.
Kalimat opini tak didasari oleh sumber atau data yang kuat sehingga kebenarannya pun bersifat relatif bahkan kebenarannya pun tak sepenuhnya bisa dipertanggungjawabkan. Sementara itu, kalimat fakta didasarkan pada data yang akurat sehingga kebenarannya pun bisa dibuktikan.
Kalimat opini merupakan pendapat terkait sesuatu yang belum terjadi. Sementara itu, kalimat fakta merupakan pernyataan yang memaparkan sebuah peristiwa yang benar-benar terjadi.
Itulah sekilas penjelasan terkait pengertian dan contoh kalimat opini serta perbedaannya dengan kalimat fakta. Dengan memahami konsep kedua kalimat di atas, semoga dapat menambah wawasan kita.
(ANM)
Frequently Asked Question Section
Apakah kalimat opini?

Apakah kalimat opini?
Suatu sikap atau pendapat seseorang tentang sebuah persoalan maupun keadaan tertentu. Opini juga dapat diartikan sebagai gagasan tentang suatu hal yang belum pasti.
Apa ciri-ciri kalimat opini?

Apa ciri-ciri kalimat opini?
Mengandung pendapat pribadi maupun orang lain, bersifat subjektif, memuat kata yang bersifat relatif, tidak didukung data atau sumber yang valid, dan menunjukkan pendapat yang belum tentu terjadi.
Bagaimana contoh kalimat opini?

Bagaimana contoh kalimat opini?
"Matematika adalah mata pelajaran tersulit di sekolah." "Menikmati senja semakin sempurna dengan adanya kopi dan gorengan." "Makanan terasa hambar apabila tak dilengkapi dengan sambal."
