5 Cara Menghilangkan Sifat Magnet pada Benda

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara menghilangkan sifat magnet pada benda cukup mudah dan menarik untuk dibahas. Magnet merupakan sebuah objek yang memiliki kemampuan untuk menarik benda yang ada di sekitarnya.
Magnet memiliki dua kutub yang berbeda yaitu kurub utara (N) dan kutub selatan (S). Kutub-kutub pada magnet ini adalah daerah di sekitar atau ujung magnet yang punya daya tarik paling kuat.
Jika kedua kutub yang berbeda disatukan atau didekatkan, maka akan tolak menolak. Dan jika kutub magnet yang berlawanan didekatkan maka akan saling tarik-menarik
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Magnet
Dikutip dari artikel ilmiah Magnet Jenis Magnet dan Peruntukannya dalam Pembelajaran, Ningsih ES, (2018:4) magnet berasal dari kata magnesia yang merupakan sebuah daerah di Asia Kecil.
Pada zaman dahulu di daerah tersebut ditemukan batu besar yang dapat menarik besi atau baja. Benda inilah yang kemudian disebut sebagai magnet.
Magnet dapat digunakan untuk mengambil barang dari logam seperti besi, misalnya pada peralatan bengkel yang jatuh dan sulit untuk dijangkau oleh tangan.
Selain itu magnet dapat ditemukan pada panel listrik, telepon, dinamo, alat ukur Listrik, kompas, hiasan kulkas dan lain sebagainya.
Jenis-Jenis Magnet
Berdasarkan asalnya magnet terbagi menjadi dua kelompok, yaitu magnet alam dan magnet buatan. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
Magnet Alam, adalah magnet yang ditemukan di alam. Magnet ini dapat ditemukan pada bebatuan yang mengandung unsur magnet. Bebatuan yang dapat menarik besi inilah yang disebut magnet alam.
Magnet Buatan, adalah magnet yang sengaja dibuat oleh manusia. Magnet buatan dibagi lagi menjadi dua kelompok berdasarkan sifat kemagnetannya, yaitu magnet tetap atau permanen dan magnet sementara.
Magnet tetap adalah magnet yang sifat kemagnetannya terjadi dalam waktu yang lama sedangkan magnet sementara sifat kemagnetannya bersifat sementara. Magnet permanen terbuat dari baja, dan magnet sementara terbuat dari besi yang lunak.
Berdasarkan jenis logamnya magnet dibedakan menjadi empat tipe, yaitu tipe magnet permanen campuran seperti campuran besi dan alumunium, tipe magnet keramik yang terbuat dari serbuk ferit, tipe magnet besi lunak yang terbuat dari 96% besi dan 4% silicon, dan tipe magnet pelindung yang terbuat dari 74% nikel, 20% besim 5% tembaga dan 1% mangan.
Bentuk-Bentuk Magnet
Magnet yang ditemukan di alam seperti di tambang memiliki bentuk yang tak beraturan, sedangkan magnet yang dibuat oleh manusia dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut adalah beberapa bentuk magnet yang perlu diketahui:
Magnet batang, merupakan magnet yang bentuknya seperti batang,balok atau kubus yang kecil. Magnet ini biasanya dipakai untuk kunci pintu pada lemari kaca dan kayu. Selain itu juga bisa dipakai sebagai penutup benda lain, seperti kotak pensil, kotak hadiah, dan lain-lain
Magnet ladam, dikenal juga dengan nama magnet tapal kuda, karena bentuknya seperti tapal yang digunakan sebagai alas kaki kuda. Kegunaan magnet u atau magnet tapal kuda ini adalah untuk mengangkat benda-benda magnetik.
Magnet jarum, memiliki bentuk pipih, memanjang, dan ada ujung yang lancip. Magnet jarum biasanya dipakai untuk membuat kompas dan berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin.
Magnet silinder, memiliki bentuk silinder yang bulat dan pipih. Kegunaan magnet silinder sebagian besar sama dengan kegunaan magnet batang yaitu untuk kunci pintu pada lemari kaca dan kayu. Selain itu magnet ini juga bisa digunakan untuk penutup benda lain, seperti kotak pensil, kotak hadiah, dan lain-lain.
Magnet cincin, seperti namanya magnet cincin bentuknya seperti cincin. Magnet ini memiliki bentuk lingkaran dengan lubang di tengahnya. Magnet cincin digunakan untuk pembuatan pengeras suara, seperti speaker di radio, bioskop, ataupun ponsel. Magnet cincin juga dapat dimanfaatkan pada mesin motor listrik.
Mengenal Sifat Magnet
Magnet memiliki beberapa sifat yang menarik, diantaranya sebagai berikut:
Magnet memiliki daya tarik yang dapat menarik benda tertentu di sekitarnya seperti jenis logam. Namun tak semua logam dapat ditarik magnet tergantung pada jenisnya.
Magnet dapat menarik benda yang tertutupi benda lain. Artinya, gaya magnet dapat menembus benda lain. Contohnya ketika menaburkan serbuk besi di kertas dan menaruh magnet dibalik kertas, maka serbuk besi akan bergerak seiring dengan gerakan magnet.
Gaya magnet yang besar akan tetap dapat menarik benda lain yang tertutupi oleh benda yang tebal.
Magnet memiliki dua kutub yaitu utara dan selatan. Kutub utara akan selalu menghadap utara bumi, sedangkan kutub selatan akan selalu menghadap selatan bumi. Hal ini dikarenakan pengaruh medan magnet bumi yang kuat.
Saat dua magnet dengan kutub yang sama didekatkan, maka akan saling tolak-menolak.
Saat dua magnet dengan kutub yang berbeda didekatkan, maka akan saling tarik-menarik.
Jika sebuah magnet dipotong-potong menjadi bagian yang kecil, maka potongan-potongan itu akan menbentuk kutub-kutub yang baru. Sekecil apapun bentuknya dan masih memiliki sifat kemagnetan.
Gaya dan sifat magnet dibentuk oleh medan magnet. Medan magnet adalah ruang di sekitar magnet yang masih ada pengaruh gaya tarik magnet. Oleh karena itu, jika benda didekatkan ke magnet, maka gaya magnet membesar dan sebaliknya. Medan magnet digambarkan sebagai garis lengkung.
Magnet yang hilang sifat kemagnetannya, karena adanya tambahan energi. Energi menyebabkan partikel bahan bergerak lebih cepat dan teracak. Magnet pun tidak bergerak ke arah yang sama seperti sebelumnya.
Cara Membuat Sifat Magnet Sementara
Magnet terdiri dari dua jenis, yaitu magnet alami dan magnet buatan. Magnet alam dapat ditemukan di alam, sedangkan magnet buatan adalah jenis magnet yang sengaja dibuat manusia.
Berikut akan dijelaskan bagaimana cara membuat sifat magnet sementara:
1. Cara Penggosokkan
Untuk membuat magnet sementara, biasanya dengan menggunakan besi atau baja. Cara pertama yaitu dengan cara penggosokkan. Penggosokkan dapat dilakukan dengan menggosok kutub magnet pada batang besi atau baja.
Penggosokkan ini harus dilakukan searah dan dilakukan berulang-ulang. Semakin lama menggosok, sifat magnet yang dihasilkan akan semakin kuat tetapi juga hanya bersifat sementara.
Besi atau baja yang pertama kali digosok akan memiliki kutub yang sama dengan magnet yang asli. Baja akan lebih sulit dibuat magnet namun memiliki sifat magnet lebih lama dibanding besi.
2. Aliran Arus Listrik
Cara kedua untuk membuat sifat magnet sementara yaitu dengan menggunakan arus listrik yang dialirkan pada besi atau baja, cara ini dinamakan elektromagnetik.
Buatlah lilitan kawat atau besi yang akan dibuat menjadi magnet, lalu hubungkan dengan baterai sebagai sumber listrik.
Kekuatannya elektromagnetiknya dapat menjadi besar jika menambah jumlah lilitan kawat dan baterai, namun sifatnya tetap sementara dan akan hilang saat arus listriknya putus.
3. Induksi Magnet
Induksi magnet dapat dilakukan dengan cara mendekatkan benda magnetis seperti logam, besi atau baja dengan magnet.
Benda-benda tersebut akan berubah menjadi sifat magnet sementara dan dapat menarik benda magnet lainnya, dan jika dilepaskan sifat kemagnetannya akan hilang.
Cara Menghilangkan Sifat Magnet
Selain dapat dibuat, sifat magnet juga dapat dihilangkan. Berikut akan dijelaskan cara menghilangkan sifat magnet:
1. Dibakar
Magnet yang dibakar atau dipanaskan dengan suhu yang tinggi akan membuat sifat magnet hilang.
Hal ini karena partikel-partikel yang terdapat di dalamnya akan bergerak lebih cepat dan acak yang mengakibatkan elementer magnet tidak lagi menunjuk arah yang sama.
2. Dipukul
Benda yang memiliki sifat magnet memiliki bahan magnet elementer di dalamnya yang tersusun dengan arah yang sama. Magnet elementer ini seperti atom atau molekul kecil penyusun bahan magnet.
Pemukulan pada magnet dapat membuat elementer ini mengacak dan sifat kemagnetannya menghilang.
3. Dijatuhkan
Cara menghilangkan sifat magnet selanjutnya yaitu dengan cara dijatuhkan. Ketika magnet jatuh sifat maget akan hilang sementara sama seperti dipukul.
Hal ini karena katika jatuh magnet akan berpusat pada elementer magnet yang acak karena adanya goncangan dan sifat magnet pun hilang.
4. Mengaliri dengan Arus Bolak Balik (AC)
Mengaliri magnet dengan arus bolak-balik (AC) akan menghilangkan sifat magnet. Magnet memiliki penghantar melingkar yang berbentuk kumparan panjang atau solenoida.
Jika magnet tersebut diletakkan pada solenoida tersebut maka sifat magnet akan berpindah dan mengikuti aliran listrik bolak-balik pada solenoida. Akibatnya sifat magnet akan menghilang.
5. Hilang Karena Proses Pembuatannya Berhenti
Yang dimaksud dengan hilang karena proses pembuatannya berhenti yaitu berlaku pada magnet buatan yang bersifat sementara.
Magnet buatan sementara sifat kemagnetannya hanya ada ketika proses pembuatan berlangsung, dan ketika medan utama magnet menghilang makan sifat magnet pun akan hilang. Contohnya yaitu proses magnet elektromagnetik.
Baca Juga: Contoh Perubahan Fisika dan Kimia beserta Faktor Penyebabnya
Demikian informasi mengenai magnet mulai dari pengertiannya, jenisnya, bentuknya, sifatnya, cara membuat magnet sementara hingga bagaimana cara menghilangkan sifat magnet pada benda. Semoga bermanfaat! (Mit)
