Konten dari Pengguna

Contoh Perubahan Fisika dan Kimia beserta Faktor Penyebabnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh Perubahan Fisika dan Kimia dan Faktor Penyebabnya. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Perubahan Fisika dan Kimia dan Faktor Penyebabnya. Foto: Pexels

Daftar isi

Perubahan pada materi-materi yang ada di alam semesta bersifat mutlak. Perubahan materi tersebut dapat berlangsung dalam dua cara, yaitu perubahan fisika dan kimia.

Ada banyak contoh perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan. Ketika seseorang memasak, ketika daun berubah warna, semua itu merupakan bagian dari perubahan materi. Bahkan dalam tubuh manusia pun terjadi perubahan kimia, biasa juga disebut reaksi kimia.

Untuk memahami perubahan fisika dan kimia secara komprehensif, kamu bisa menyimak pembahasan selengkapnya di bawah ini.

Contoh Perubahan Fisika dan Faktornya

Contoh Perubahan Fisika. Foto: Pexels

1. Pengertian Perubahan Fisika

Mengutip dari buku Klasifikasi Materi dan Perubahannya oleh Lina Arifah Fitriyah dan Humaidillah Kurniadi Wardana, perubahan fisika adalah perubahan pada materi (zat) yang tidak dapat menghasilkan materi (zat) baru.

Jadi, meski materi tersebut mengalami perubahan bentuk dan wujud, tetapi sifat fisikanya masih dimiliki. Perubahan fisika hanya bersifat sementara, karena setelah berubah dapat dikembalikan ke materi asalnya.

Sebab-sebab terjadinya perubahan fisika di antaranya adalah karena perubahan wujud yaitu membeku, mencair, menguap, meyublim, mengembun, dan desposisi.

Baca Juga: Bagaimana Arus Listrik yang Mengalir pada Rangkaian Seri? Ini Penjelasannya

2. Contoh Perubahan Fisika

Berikut beberapa contoh perubahan fisika yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Perubahan Bentuk. Contohnya, merobek kertas, membentuk bola dari adonan roti, atau memampatkan lumpur menjadi bola tanah.

  2. Perubahan Agregat. Contohnya, es yang mencair menjadi air atau air yang berubah menjadi uap saat mendidih.

  3. Perubahan Ukuran. Contohnya, memotong kayu menjadi potongan-potongan lebih kecil atau menggulung kain menjadi gulungan yang lebih rapat.

  4. Perubahan Warna. Contohnya, mengubah warna tinta, perubahan warna daun yang gugur, atau perubahan warna pada logam yang mengalami pemanasan.

  5. Perubahan Fase. Transisi suatu zat dari satu fase fisik ke fase fisik yang lain, seperti dari padat ke cair, dari cair ke gas, atau sebaliknya.

3. Faktor Perubahan Fisika

Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan fisika. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Suhu. Perubahan suhu dapat menyebabkan perubahan fisika pada beberapa zat. Pemanasan atau pendinginan dapat menyebabkan perubahan fase dari padat ke cair, dari cair ke gas, atau sebaliknya.

  2. Tekanan. Perubahan tekanan dapat mempengaruhi perubahan fisika pada beberapa zat. Misalnya, pemberian tekanan pada gas dapat menyebabkan gas berubah menjadi cair atau padat.

  3. Kelembaban. Kelembaban atau tingkat keasaman suatu lingkungan dapat mempengaruhi perubahan fisika pada beberapa benda. Misalnya, karat pada logam atau perubahan warna pada bahan organik.

  4. Cahaya. Paparan cahaya atau sinar matahari dapat menyebabkan perubahan fisika pada beberapa zat. Misalnya, perubahan warna atau pemutihan pada bahan-bahan tertentu.

  5. Gaya dan gesekan. Penerapan gaya atau gesekan pada suatu benda dapat menyebabkan perubahan bentuk atau perubahan fisika lainnya.

  6. Komposisi zat. Komposisi kimia suatu benda atau zat juga dapat mempengaruhi perubahan fisika. Contohnya, campuran dua zat dapat membentuk larutan atau campuran homogen, sedangkan campuran zat yang berbeda dapat menghasilkan campuran heterogen.

  7. Medan magnet atau listrik. Paparan medan magnet atau listrik dapat mempengaruhi perilaku beberapa zat dan menyebabkan perubahan fisika.

  8. Kecepatan reaksi. Kecepatan reaksi kimia juga dapat mempengaruhi perubahan fisika dalam beberapa kasus.

Contoh Perubahan Kimia dan Faktornya

Contoh Perubahan Kimia. Foto: Pexels

1. Pengertian Perubahan Kimia

Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan materi baru dengan sifat yang berbeda dengan materi semula. Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia.

Suatu materi yang mengalami perubahan kimia tidak dapat dikembalikan lagi kepada keadaan semula.

Baca Juga: Pengertian Elektrometri, Spektrofotometri, dan Kromatografi dalam Kimia

2. Contoh Perubahan Kimia

Mengutip dari Modul Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam – Kelas VII Semester Gasal yang diterbitkan Kemdikbud, berikut beberapa contoh perubahan kimia.

  1. Proses Bernafas. Proses bernafas mengubah oksigen (O2) menjadi karbondioksida (CO2). Perubahan oksigen (O2) menjadi karbondioksida (CO2) termasuk perubahan kimia.

  2. Proses Fotosintesis. Proses fotosintesis mengubah gas karbon dioksida (CO2) dan air menjadi gas oksigen dan karbohidrat. Perubahan tersebut termasuk perubahan kimia.

  3. Pembakaran. Kayu dibakar menjadi arang merupakan contoh perubahan kimia.

  4. Perkaratan. Perkaratan adalah reaksi oksigen menembus ke dalam celah celah besi sehingga lama kelamaan terbentuk karat pada celah celah tersebut. Perubahan besi menjadi karat adalah contoh perubahan kimia.

  5. Pembusukan. Contoh perubahan kimia karena peristiwa pembusukan adalah roti menjadi berjamur, nasi yang membusuk, dan susu yang menjadi masam.

  6. Fermentasi. Contoh perubahan kimia karena proses fermentasi adalah perubahan dari singkong atau beras menjadi tape.

  7. Pemasakkan. Contoh perubahan kimia yang disebabkan oleh proses pemasakan adalah nasi yang berubah jadi membusuk setelah beberapa jam dimasak.

3. Faktor Perubahan Kimia

Berikut beberapa faktor penyebab terjadinya perubahan kimia atau reaksi kimia.

  1. Suhu. Suhu dapat memengaruhi kecepatan reaksi kimia. Semakin tinggi suhu, semakin cepat reaksi kimia berlangsung. Hal ini karena energi kinetik pada molekul-molekul meningkat, sehingga meningkatkan kemungkinan tumbukan efektif antara reaktan.

  2. Konsentrasi. Semakin tinggi konsentrasi, semakin banyak partikel reaktan yang berdekatan dan meningkatkan kemungkinan reaksi berlangsung.

  3. Keberadaan katalis. Katalis adalah zat yang mempercepat reaksi kimia tanpa ikut berubah secara kimia. Keberadaan katalis dapat menurunkan energi aktivasi reaksi, sehingga meningkatkan kecepatan reaksi.

  4. Tekanan. Tekanan mempengaruhi reaksi yang melibatkan gas. Semakin tinggi tekanan gas, semakin sering tumbukan antara molekul gas terjadi, yang dapat meningkatkan kecepatan reaksi.

  5. Keberadaan cahaya. Pengaruh cahaya terlihat pada reaksi fotosintesis pada tumbuhan memerlukan cahaya matahari.

  6. Kehadiran atau keberadaan zat lain. Reaksi kimia dapat dipengaruhi oleh keberadaan katalis atau zat lain yang berinteraksi dengan reaktan atau produk reaksi.

  7. Struktur molekul. Jika molekul reaktan memiliki ikatan yang mudah diputus atau lebih reaktif, reaksi kemungkinan lebih mudah terjadi.

  8. pH. pH suatu larutan dapat mempengaruhi reaksi kimia tertentu, terutama pada reaksi yang melibatkan asam dan basa.

  9. Potensial redoks. Reaksi redoks melibatkan transfer elektron antara zat-zat yang bereaksi. Potensial redoks zat-zat ini dapat mempengaruhi kecenderungan mereka untuk bereaksi dan mengalami oksidasi atau reduksi.

(DEL)