Konten dari Pengguna

5 Contoh Bencana Hidrometeorologi dan Dampaknya

Kabar Harian
Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
3 Desember 2025 21:06 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
5 Contoh Bencana Hidrometeorologi dan Dampaknya
Inilah contoh bencana hidrometeorologi dan dampaknya bagi kehidupan.
Kabar Harian
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Contoh Bencana Hidrometeorologi. Unsplash.com/Iqro Rinaldi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Bencana Hidrometeorologi. Unsplash.com/Iqro Rinaldi
ADVERTISEMENT
Contoh bencana hidrometeorologi dan dampak yang ditimbulkan perlu dipahami oleh masyarakat. Bencana ini sangat umum terjadi di negara tropis seperti Indonesia dan dapat muncul dalam berbagai bentuk
ADVERTISEMENT
Dikutip dari www.kemhan.go.id, BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mendefinisikan bencana hidrometeorologi sebagai bencana alam atau fenomena merusak yang terjadi akibat interaksi antara atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), dan laut (oseanografi).

Contoh Bencana Hidrometeorologi

Ilustrasi Contoh Bencana Hidrometeorologi. Unsplash.com/asal jepret
Di bawah ini ada beberapa contoh bencana hidrometeorologi yang sering terjadi, dikutip dari sumedangkab.go.id.

1. Banjir

Banjir dapat terjadi ketika air limpasan dari sungai, danau, atau curah hujan yang ekstrem meluap ke daratan. Sehingga menyebabkan air merendam permukiman, ladang, atau infrastruktur bangunan .

2. Tanah Longsor

Setelah hujan lebat terjadi, tanah yang berada di lereng perbukitan atau pegunungan dapat mengandung banyak air dan kehilangan kestabilannya, sehingga longsor dapat terjadi.

3. Angin Kencang dan Angin Puting Beliung

Angin kencang atau angin puting beliung adalah angin yang berkecepatan tinggi. Kedua angin ini dapat merusak bangunan, menumbangkan pepohonan, dan menghancurkan fasilitas umum.
ADVERTISEMENT

4. Kekeringan

Kekeringan dapat muncul jika curah hujan sangat rendah dalam jangka waktu yang lama. Sehingga suplai air untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, pertanian, dan lingkungan menjadi sangat berkurang dan terbatas.

5. Cuaca Ekstrem dan Fenomena Meteorologi Lainnya

Selain bencana di atas, curah hujan ekstrem, badai, kebakaran hutan dan lahan akibat cuaca atau kekeringan, dan gelombang laut di pesisir juga tergolong bencana hidrometeorologi.

Dampak Bencana Hidrometeorologi

Ilustrasi Contoh Bencana Hidrometeorologi. Unsplash.com/Chris Gallagher
Pada saat bencana hidrometeorologi terjadi, dampaknya dapat sangat meluas dan memengaruhi banyak aspek kehidupan masyarakat dan lingkungan. Berikut adalah beberapa dampak utamanya.

1. Kerusakan Infrastruktur dan Permukiman

Banjir dan longsor dapat merusak rumah, jalan, jembatan, saluran air, dan fasilitas umum seperti sekolah, pusat kesehatan, dan perekonomian.

2. Gangguan Kesehatan

Bencana banjir dapat meningkatkan risiko penyakit yang mengganggu kesehatan. Misalnya penyakit kulit, diare, demam, dan penyakit lain yang timbul akibat kualitas air yang buruk dan kondisi lingkungan yang lembap.
ADVERTISEMENT

3. Kerugian pada Sektor Pertanian dan Perkebunan

Curah hujan yang tak terkendali atau kekeringan dapat merusak tanaman, mengganggu masa panen, bahkan menyebabkan petani gagal panen.

4. Gangguan Ekonomi dan Transportasi

Kondisi infrastruktur yang rusak, jalan terputus, dan akses transportasi terganggu dapat menghambat distribusi barang dan layanan, serta mempengaruhi pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.

5. Kerugian Lingkungan dan Ekosistem

Perubahan pada lahan, tanah longsor, erosi, dan kekeringan dapat merusak habitat makhluk hidup. Kondisi ini juga bisa menurunkan kualitas tanah dan mengganggu keseimbangan lingkungan.
Indonesia termasuk negara yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi karena beberapa faktor. Diantaranya karena wilayah geografis yang tropis, musim hujan yang intens, topografi (dataran rendah, pegunungan, pesisir), aktivitas alih fungsi lahan, deforestasi, dan urbanisasi tanpa perencanaan yang matang.
Sehingga upaya mitigasi sangat penting untuk meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi. Beberapa langkah yang bisa dilakukan yaitu menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air, reboisasi, menjaga vegetasi di lereng perbukitan, dan merawat daerah resapan air.
ADVERTISEMENT
Dengan begitu, memahami contoh bencana hidrometeorologi dan dampaknya penting untuk meningkatkan kesadaran setiap orang. Selain itu, kebijakan mitigasi dan adaptasi di sekolah, komunitas, maupun pemerintahan sangat penting terutama di wilayah rawan. (Aya)