5 Kegiatan Isra Miraj 2026 di Sekolah yang Edukatif

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan Isra Miraj 2026 di sekolah menjadi momentum pendidikan spiritual yang relevan untuk membangun pemahaman keagamaan, karakter, serta kedisiplinan peserta didik.
Peringatan keagamaan di lingkungan pendidikan berfungsi sebagai sarana internalisasi nilai ibadah, akhlak, dan sejarah Islam secara kontekstual.
Pelaksanaan kegiatan tersebut menempatkan lembaga pendidikan sebagai ruang pembinaan iman, etika sosial, dan tanggung jawab keagamaan secara berkelanjutan.
Kegiatan Isra Miraj 2026 di Sekolah
Kegiatan Isra Miraj 2026 di sekolah disusun sebagai rangkaian aktivitas edukatif yang memadukan pemahaman sejarah Islam dengan pembentukan sikap religius peserta didik.
Dikutip dari kabjombang.baznas.go.id, Isra Miraj merupakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha dalam satu malam atas kehendak Allah Swt.
Peristiwa tersebut terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-11 kenabian dan menjadi titik penting turunnya perintah shalat lima waktu bagi umat Islam.
Oleh sebab itu, pelaksanaan peringatan di sekolah perlu diarahkan pada kegiatan yang terstruktur, mendidik, serta relevan dengan perkembangan generasi muda.
Berikut adalah sejumlah ide kegiatan yang dapat diterapkan secara sistematis dan bermakna.
1. Tausiyah dan Kajian Makna Isra Miraj
Kegiatan tausiyah menjadi sarana utama untuk menyampaikan pemahaman mendalam tentang sejarah dan hikmah Isra Miraj.
Materi kajian dapat menekankan makna perjalanan spiritual Nabi Muhammad saw sebagai penguatan iman dan keteguhan dakwah. Penyampaian tausiyah sebaiknya menggunakan bahasa yang jelas dan runtut agar mudah dipahami peserta didik.
Pembahasan shalat sebagai inti peristiwa perlu ditekankan secara aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga melatih peserta didik untuk menyimak, merenung, dan mengambil pelajaran keagamaan secara sadar.
2. Lomba Tilawah dan Tahfiz Al-Qur’an
Lomba tilawah dan tahfiz berfungsi meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Quran sebagai sumber ajaran Islam. Kegiatan ini dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan agar setiap peserta memperoleh ruang berkembang.
Penilaian meliputi tajwid, kelancaran, dan adab membaca Al-Quran. Proses lomba juga melatih keberanian, konsentrasi, serta kedisiplinan berlatih. Nilai pembinaan lebih diutamakan dibandingkan sekadar hasil akhir perlombaan.
3. Lomba Adzan dan Pidato Islami
Lomba adzan mengajarkan pentingnya panggilan shalat yang benar sesuai tuntunan syariat. Peserta dilatih memperhatikan makhraj, irama, dan penghayatan makna adzan.
Sementara itu, lomba pidato Islami melatih kemampuan menyampaikan pesan agama secara terstruktur dan santun.
Tema pidato dapat dikaitkan dengan hikmah Isra Miraj dan kewajiban shalat. Kegiatan ini membentuk kepercayaan diri serta kemampuan komunikasi keagamaan yang bertanggung jawab.
4. Kaligrafi dan Karya Seni Islami
Kaligrafi Islami menjadi media ekspresi nilai keindahan dalam ajaran Islam. Peserta dapat menuangkan ayat Al-Quran atau lafaz berkaitan dengan shalat dan Isra Miraj. Proses pembuatan karya melatih ketelitian, kesabaran, serta kreativitas.
Penilaian tidak hanya pada hasil visual, tetapi juga pemahaman makna tulisan. Kegiatan seni Islami membantu menanamkan nilai religius melalui pendekatan estetika.
5. Simulasi Praktik Shalat dan Adab Masjid
Simulasi praktik shalat bertujuan memperbaiki pemahaman gerakan dan bacaan secara benar. Kegiatan ini dapat dipandu oleh pendidik yang memahami fikih ibadah.
Penjelasan adab masjid, niat, serta kekhusyukan menjadi bagian penting dari simulasi.
Peserta didik diajak memahami shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan spiritual. Pendekatan praktik langsung membantu pembiasaan ibadah secara konsisten.
Secara keseluruhan, ide kegiatan Isra Miraj 2026 di sekolah dapat menjadi sarana pembinaan iman dan karakter apabila dirancang secara terarah dan edukatif.
Pelaksanaan yang terstruktur mampu menanamkan nilai shalat, akhlak, dan keteladanan Nabi Muhammad secara berkelanjutan. (Suci)
Baca Juga: 5 Kegiatan Awal Semester 2 yang Seru dan Menyenangkan
