Konten dari Pengguna

5 Keutamaan Bulan Muharram dan Berbagai Fakta Menariknya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi keutamaan bulan Muharram. Foto: unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keutamaan bulan Muharram. Foto: unsplash.com.

Bulan Muharram adalah salah satu bulan istimewa dalam kalender Islam. Ada berbagai keutamaan bulan Muharram dan amalan mulia yang bisa dilakukan oleh setiap muslim untuk mendapat berkah dan rahmat dari Allah SWT.

Keistimewaan bulan Muharram tertuang dalam penggalan surat At-Taubah ayat 36 yang artinya, “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan. Sebagaimana ketetapan Allah (di lauhul mahfuz) ada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antara empat bulan haram.”

Berikut ini keutamaan bulan Muharram lengkap dengan berbagai amalan mulia yang bisa dilakukan umat muslim.

Keutamaan Bulan Muharram

Ilustrasi keutamaan bulan Muharram. Foto: unsplash.com.

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah dan termasuk dalam Asyuhul Hurum atau bulan Allah yang diharamkan terjadinya peperangan. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan ini sudah dikenal sebagai bulan suci oleh masyarakat Jahiliyah.

Pada bulan ini, setiap orang dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan bentuk persengketaan lainnya. Setelah Islam datang, bulan Muharram sebagai bulan suci dipertahankan, sementara tradisi Jahiliyah yang umumnya dilakukan pada bulan ini dihapuskan.

Dirangkum dari Majalah Aula Edisi Juli 2024-Istiqamahkan Ngaji, setidaknya ada lima keutamaan bulan Muharram yang perlu dipahami umat Islam.

1. Bulan Hijrah dan Introspeksi

Penetapan bulan Muharram sebagai awal tahun baru kalender Hijriyah merupakan hasil dari musyawarah yang terjadi pada zaman Khalifah Umar bin Khattab. Penetapan tersebut didasarkan dengan berbagai pertimbangan.

Salah satunya, keputusan bulat Rasulullah SAW untuk hijrah pasca peristwa Bai’atul Aqabah atau ikrar penduduk Madinah yang datang ke Mekah untuk masuk Islam, di mana terjadi bai’at 75 orang Madinah yang siap membela Islam dan melindungi Rasulullah SAW apabila datang ke Madinah.

Oleh karena itu, bulan ini dijadikan sebagai momentum transformasi diri agar hijrah makani yang dilakukan Rasulullah SAW dari Mekah ke Madinah menjadi hijrah maknawi.

Maksudnya, perubahan menjadi lebih baik secara individual maupun sosial. Contohnya menjadi pribadi yang lebih bertakwa dan menjadi masyarakat yang dapat membangun peradaban yang lebih baik melalui musahabah, evaluasi, dan introspeksi diri.

2. Bulan Dilipatgandakan Amal Baik dan Buruk

Pada bulan Muharram, Allah SWT dan Nabi SAW menganjurkan untuk memperbanyak amalan kebaikan dan melarang melakukan berbagai kedzaliman.

Sebab, pada bulan ini, nilai amalan baik akan dilipatgandakan, begitu pula dengan nilai dosa atas perbuatan zalim dan maksiat. Jadi, alangkah baiknya pada bulan Muharram diisi dengan kebaikan serta menjauhi segala larangan-Nya.

3. Bulan Allah dan Para Nabi

Syeikh Jalaludin As-Suyuthi menjelaskan bahwa kelebihan bulan Muharram terletak pada namanya yang lebih Islami dibandingkan dengan nama bulan Hijriah lainnya. Pada zaman Jahiliyyah, bulan Muharram dinamakan sebagai shaffar awal.

Ketika Islam datang, Allah SWT menyebut bulan Shaffar Awwal sebagai bulan Muharram yang dinisbatkan dengan asma-Nya. Selain itu, bulan ini disebut sebagai bulan nabi karena berbagai peristiwa sejarah terjadi pada bulan ini.

Contohnya, yaitu diterimanya taubah Nabi Adam AS setelah diturunkan dari surga hingga diampuninya kesalahan yang telah lewat dan yang akan datang dari Nabi Muhammad SAW. Peristiwa-peristiwa itu membuat bulan ini istimewa dan menjadi bahan renungan bagi umat muslim.

4. Memiliki Hari yang Istimewa

Bulan Muharram memiliki hari-hari istimewa yang disebut hari Asyura. Itu adalah hari kesepuluh bulan Muharram, di mana terjadi banyak peristiwa sejarah penting agama Islam. Jadi, setiap muslim disunahkan untuk memperingatinya dengan berpuasa.

Itu disampaikan Rasulullah SAW dalam hadist riwayat Imam Muslim. Dalam hadis tersebut Rasulullah bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharram, dan shoat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.”

Dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Qatadah, Rasullah SAW bersabda tentang keutamaan puasa Asyura, “Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat. Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura, niscaya Allah akan memberi seribu pahala malaikat dan 10.000 pahala syuhada”. (HR. Muslim)

5. Waktu Terbaik untuk Melakukan Amalan Salih

Dari penjelasan di atas, bulan Muharram menjadi salah satu waktu terbaik untuk melakukan amalan salih, seperti melakukan puasa sunnah, menyantuni anak yatim, berzikir, bertaubat, dan memperbanyak doa dan istighfar.

Dikutip dari buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya karya Khalifa Zain Nasrullah, beberapa puas sunnah yang bisa dilakukan pada bulan Muharram, yaitu:

  • Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram

  • Puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram

  • Puasa Muthlaq yang bisa dilakukan kapan saja asalkan tidak bertepatan dengan hari-hari terlarang untuk berpuasa

  • Puasa Daud atau puasa yang dilakukan selang hari.

  • Puasa Senin kamis

  • Puasa ayyamul bidh atau dilaksanakan pada 13, 14, dan 15 Muharram.

Baca Juga: Berarti Bagi Umat Muslim, Berikut Sejarah Kalender Hijriyah

Fakta Menarik Bulan Muharram

Ilustrasi fakta menarik bulan Muharram. Foto: pixabay.com.

Dikutip dari buku Mengenal Nama Bulan dalam Kelender Hijriyah karya Ida Fitri Shohibah, meski bulan Muharram ditetapkan sebagai permulaan tahun baru Islam, bulan ini bukan waktu permulaan hijrah Nabi.

Hijrah Rasulullah jatuh pada tanggal 2 Rabiul Awal tahun ke-13 kenabian atau tanggal 14 September 622. Adapun beberapa peristiwa menarik yang terjadi saat bulan Muharram dan menjadi alasan bulan Muharram dijadikan sebagai bulan yang istimewa, yaitu:

  • Nabi Adam bertaubat pada Allah dan dipertemukan kembali dengan istrinya Siti Hawa di Padang Arafah atau Jabal Rahmah

  • Nabi Idris di angkat oleh Allah ke langit

  • Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan

  • Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud

  • Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara

  • Penglihatan Nabi Ya’kub yang kabur dipulihkan Allah

  • Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit kulit yang dideritanya

  • Nabi Yunus selamat dan bisa keluar dari perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam

  • Allah menurunkan kitab Taurat untuk Nabi Musa

  • Nabi Musa menyeberangi laut merah menyelamatkan diri dari kejaran Fir’aun

  • Nabi Sulaiman dikaruniai Allah Kerajaan yang besar

  • Nabi Muhammad SAW terlepas dari racun orang-orang Yahudi

  • Terbunuhnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husain bin Ali ra di bukit Karbala.

(IPT)