Konten dari Pengguna

5 Makna Filsafat Pendidikan yang Berbasis pada Pancasila

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Makna Filsafat Pendidikan yang Berbasis pada Pancasila. Unsplash.com/Husniati Salma
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Makna Filsafat Pendidikan yang Berbasis pada Pancasila. Unsplash.com/Husniati Salma

Apa makna filsafat pendidikan yang berbasis pada Pancasila? Filsafat pendidikan merupakan dasar pemikiran yang menentukan arah, tujuan, dan isi dari sebuah sistem pendidikan suatu bangsa.

Di Indonesia, filsafat pendidikan berlandaskan Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa. Oleh karena itu, filsafat pendidikan yang berbasis pada Pancasila memiliki makna penting dalam membentuk bangsa Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Makna Filsafat Pendidikan yang Berbasis pada Pancasila

Ilustrasi Makna Filsafat Pendidikan yang Berbasis pada Pancasila. Unsplash.com/Husniati Salma

Apa makna filsafat pendidikan yang berbasis pada Pancasila? Di bawah ini adalah beberapa penjelasan lengkap seputar maknanya, yang dikutip dari ejournal.undwi.ac.id.

1. Menumbuhkan Ketakwaan dan Moral yang Luhur kepada Tuhan Yang Maha Esa

Berdasarkan sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, pendidikan harus menanamkan nilai religius, etika, dan moralitas.

Tujuan utamanya adalah membentuk individu yang beriman kepada Tuhan, jujur, dan berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Nilai spiritual adalah fondasi utama bagi perkembangan intelektual dan sosial peserta didik.

2. Menanamkan Jiwa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila kedua menegaskan bahwa pendidikan harus menumbuhkan rasa kemanusiaan, empati, dan keadilan. Guru dan lembaga pendidikan harus berkontribusi dalam menumbuhkan sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, dan menjunjung tinggi martabat manusia.

3. Menjunjung Rasa Persatuan dan Nasionalisme

Sila ketiga berbunyi "Persatuan Indonesia", yang mengandung makna bahwa pendidikan harus menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air.

Melalui pembelajaran yang berorientasi pada kecintaan terhadap budaya lokal dan nilai kebangsaan, peserta didik akan mampu menjaga keutuhan NKRI dan menghargai keberagaman.

4. Menanamkan Nilai Demokrasi dan Tanggung Jawab Sosial

Makna filsafat pendidikan lainnya bersumber dari sila keempat yang berbunyi "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan."

Dalam sila keempat diperjelas ahwa pendidikan perlu melatih peserta didik agar berpikir kritis, menghargai pendapat orang lain, dan terbiasa bermusyawarah terlebih dahulu untuk mencapai kesepakatan.

5. Mewujudkan Keadilan Sosial di Dunia Pendidikan

Sila kelima mengajarkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan pendidikan yang sama. Filsafat pendidikan berbasis Pancasila juga menuntut pemerataan akses pendidikan dan penegakan keadilan agar semua anak bangsa dapat berkembang sesuai potensinya.

Dengan demikian, makna filsafat pendidikan yang berbasis pada Pancasila berbasis pada pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Bangsa yang beriman, berilmu, beretika, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negaranya. (Aya)

Baca juga: 3 Fungsi Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa