Konten dari Pengguna

5 Motivasi Menjadi Guru yang Bijaksana dan Penuh Semangat

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Motivasi Menjadi Guru, Foto: Unsplash/Tra Nguyen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Motivasi Menjadi Guru, Foto: Unsplash/Tra Nguyen

Motivasi menjadi guru muncul dari keinginan untuk berperan dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda melalui ilmu serta teladan yang diberikan.

Dikutip dari buku berjudul Pendidik Karakter di Zaman Keblinger, oleh Doni Koesoema A., (2009:78), tanpa ada motivasi mustahil sebuah perubahan dapat dimulai.

Perubahan hanya demi perubahan itu sendiri tanpa disertai adanya motivasi dan pemahaman makna dari pihak guru tentang perubahan itu hanya akan menghasilkan perubahan yang semu.

5 Motivasi Menjadi Guru yang Bijaksana dan Penuh Semangat

Ilustrasi Motivasi Menjadi Guru, Foto: Unsplash/Austrian National Library

Berdasarkan buku berjudul Pendidik Karakter di Zaman Keblinger, oleh Doni Koesoema A., (2009:78-80) dan Menjadi Guru yang Hebat dan Menyenangkan, oleh Herry Prasetyo, (2019:3-4), inilah motivasi menjadi guru.

1. Guru Harus Bisa Mengembangkan Kemampuan

Motivasi sangat penting bagi guru dalam mengembangkan kemampuannya.

Ada beberapa bentuk kemampuan guru, seperti kemampuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang harus dikuasainya, maupun kemampuan dalam hal mengajar.

Sikap pasrah atau menerima apa adanya dirinya saat ini akan lebih menguasai pribadi guru. Hal ini berdampak buruk terhadap karakter guru yang seharusnya berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

2. Memberi Energi saat Menghadapi Kesulitan

Mengajar bukanlah hal yang selalu mudah. Proses menyampaikan ilmu kepada peserta didik terkadang terasa berat, terutama ketika seorang guru sedang menghadapi ujian, kesulitan, atau cobaan dalam kehidupannya.

Tantangan hidup terkadang dapat membuat seseorang terpuruk dan kehilangan harapan, bahkan menjauh dari potensi terbaiknya untuk meraih keberhasilan.

Meskipun menghadapi situasi sulit bukanlah hal yang mudah, seorang guru tetap perlu menjaga semangat dan tidak boleh kehilangan motivasi.

Apapun yang terjadi, energi terbaik harus dimiliki guru. Mengajar tanpa energi, tanpa kekuatan dari dalam diri, tidak akan mudah dilakukan.

Motivasi memberikan energi, motivasi membuat guru tetap kuat dalam situasi rapuh karena sedang mengalami kesulitan.

3. Guru Menegakkan Perubahan

Banyak seminar dan diskusi diselenggarakan dengan topik mengenai cara meningkatkan motivasi maupun memotivasi orang lain.

Para guru pun turut menghadiri berbagai ceramah dan seminar yang membahas isu tentang motivasi tersebut.

Berubah memang tidak mudah, terlebih lagi kalau perubahan itu berkaitan dengan keterampilan dan praksis yang telah mendarah daging, misalnya mengubah cara mengajar guru.

Sarason (1971) telah lebih dahulu memberikan peringatan bahwa perubahan dapat terjadi jika melibatkan pembaruan persepsi terhadap peran guru.

Demikian juga Fullan (2007) menemukan bahwa tanpa adanya atribusi makna pada level individual perubahan akan gagal di tengah jalan.

4. Kedewasaan Seorang Guru

Kedewasaan seorang guru memengaruhi perkembangan profesional, perjalanan karier dan perkembangan siklus kehidupan tiap individu (Hargreaves & Fullan, 1992).

Kedewasaan guru bisa dilihat dari bagaimana guru bereaksi dan tanggap atas usulan tentang perubahan dan pembaruan, baik itu pembaruan yang muncul akibat perubahan kebijakan di tingkat negara maupun di tingkat sekolah.

Guru sebaiknya memiliki kedewasaan dan keseimbangan berpikir berkaitan dengan peranan mereka dalam proses perubahan.

Guru harus tahu bahwa dalam proses perubahan itu peranan mereka sebagai guru bisa berpotensi melahirkan konflik.

Namun, guru harus bisa menemukan jalan keluar dan semakin bertumbuh ketika menemukan solusi dari gagasan perubahan tersebut.

Guru seperti ini memiliki perencanaan yang positif, mau terlibat, percaya diri, bersedia mengalami pemaksaan dari luar karena tuntutan perubahan yang pada akhirnya membuat mereka mampu menguasai diri sendiri.

5. Interaksi dengan Anak Didik

Interaksi tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Banyak hal bisa terjadi dan berkembang karena adanya interaksi, terutama interaksi yang positif.

Dunia pendidikan juga tidak bisa dilepaskan dari interaksi antara guru dan murid. Proses belajar-mengajar yang baik pun bisa terjadi jika dilakukan interaktif.

Ada keterlibatan guru dan siswa, tidak satu arah. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan interaksi terbaik dengan murid-muridnya.

Itulah motivasi menjadi guru yang bijaksana dan penuh semangat. Motivasi menjadi guru lahir dari tekad untuk mendidik dan membentuk masa depan generasi penerus. (IF)

Baca juga: 190 Kata-Kata untuk Jiwa yang Lelah untuk Membangkitkan Motivasi