Konten dari Pengguna

5 Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat, Lebih Mudah dan Cepat Jadi ASN

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat, Foto:Unsplash/Yunus Tuğ
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat, Foto:Unsplash/Yunus Tuğ

Sekolah kedinasan yang sepi peminat kini menjadi topik yang menarik perhatian banyak orang. Selama ini, sekolah kedinasan selalu dikenal sebagai jalur prestisius dengan tingkat persaingan yang sangat ketat.

Ribuan calon peserta ujian rela begadang belajar hanya untuk memperebutkan kursi yang jumlahnya terbatas.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena baru bahwa ada beberapa sekolah kedinasan dengan jumlah pendaftar yang jauh lebih sedikit dibandingkan sekolah kedinasan populer lainnya.

Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat

Ilustrasi Sekolah, Foto:Unsplash/Kateryna Hliznitsova

Sekolah kedinasan yang sepi peminat semakin banyak dibicarakan karena jumlah pendaftar yang tidak sebanyak sekolah kedinasan populer lainnya.

Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh faktor penyebaran informasi yang belum merata, jurusan yang tergolong spesifik, atau lokasi kampus yang tidak berada di kota besar.

Meski demikian, sepinya peminat bukan berarti mutunya rendah. Justru, peluang untuk diterima menjadi lebih besar dan membuka jalan menuju profesi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Persaingan yang lebih longgar membuat kesempatan masuk menjadi semakin terbuka. Berikut adalah sekolah kedinasan yang memiliki pendaftar relatif sedikit, sebagaimana dikutip dari laman kumparan.com.

1. Politeknik Penerbangan Medan (Poltekbang Medan)

Poltekbang Medan berada di bawah Kementerian Perhubungan dan resmi berdiri berdasarkan PM 51/2019.

Program pendidikan yang ditawarkan antara lain Diploma III Teknik Listrik Bandar Udara, Telekomunikasi dan Navigasi Udara, Pemeliharaan Pesawat, serta Pemanduan Lalu Lintas Udara. Akreditasinya adalah “B”.

Fasilitasnya meliputi laboratorium ILS, bengkel teknik pesawat, dan laboratorium digital. Pada seleksi tahun 2024, peserta berjumlah 153 orang dari total 261 yang memilih institusi ini.

2. Politeknik Penerbangan Makassar (Poltekbang Makassar)

Institusi ini juga berada di bawah Kementerian Perhubungan. Didirikan pada 1984 dan berubah status menjadi politeknik pada 2019, Poltekbang Makassar menawarkan program Diploma III Teknologi Bandar Udara, Navigasi Udara, Telekomunikasi Bandar Udara, dan Pemeliharaan Pesawat.

Berdasarkan data DIKTI, akreditasinya adalah “Baik”. Poltekbang aktif melakukan riset serta menjalin kerja sama, salah satunya dengan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Pada 2024, peserta seleksi tercatat sebanyak 88 orang.

3. Politeknik Pelayaran Sorong (Poltekpel Sorong)

Poltekpel Sorong berada di bawah Kementerian Perhubungan dan berlokasi di Kota Sorong, Papua Barat.

Dibentuk pada 10 Juli 2007 melalui BP2IP Sorong dan resmi menjadi politeknik pada 2019. Program Diploma III yang ditawarkan meliputi Nautika, Permesinan Kapal, dan Manajemen Transportasi Laut, dengan akreditasi “Baik”.

Kurikulumnya mengacu pada standar internasional STCW 1978/2010 dan menerapkan sistem asrama serta magang di kapal niaga dalam maupun luar negeri.

4. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) – Formasi Papua Barat

Poltekip berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM. Pada tahun 2024, formasi Papua Barat membuka 200 kursi umum, 80 kursi pegawai, dan 10 kursi khusus untuk putra-putri Papua Barat.

Meskipun kuota besar tersedia, pendaftar hanya berjumlah 14 orang. Kurikulumnya mencakup teori pemasyarakatan, teknik rehabilitasi, serta praktik di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan. Akreditasinya berkisar antara “Baik” hingga “Baik Sekali”.

5. Politeknik Imigrasi (Poltekim) – Formasi Papua Barat

Poltekim berada di bawah Kementerian Hukum dan HAM dengan alokasi khusus bagi calon taruna asal Papua Barat. Pada seleksi 2024, tersedia 200 kursi formasi umum dalam total kuota 400 kursi.

Kurikulumnya memadukan teori dan praktik dalam bidang administrasi keimigrasian, hukum keimigrasian, dan manajemen teknologi keimigrasian.

Akreditasinya mulai dari “Baik” hingga “Baik Sekali”, dengan praktik lapangan di unit imigrasi Papua Barat.

Dengan peluang diterima yang lebih besar, sekolah kedinasan yang sepi peminat dapat menjadi langkah awal menuju karier ASN yang stabil dan terarah. (DANI)

Baca juga: 7 Kegiatan Hari Pahlawan di Sekolah untuk Menumbuhkan Semangat Nasionalisme