5 Tingkat Kematangan Steak yang Bisa Dipilih sesuai Selera

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tingkat kematangan steak menjadi salah satu hal paling penting yang perlu diperhatikan saat menyantap hidangan daging sapi panggang ini.
Pasalnya, setiap orang memiliki selera berbeda dalam menikmati steak ada yang menyukai tekstur lembut dan juicy dengan bagian dalam yang masih merah, namun ada juga yang merasa lebih nyaman menyantap daging yang benar-benar matang.
Memahami perbedaan tingkat kematangan steak tak hanya membantu memilih sesuai selera, tetapi juga bisa memberikan pengalaman bersantap yang lebih memuaskan.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
5 Tingkat Kematangan Steak yang Perlu Diketahui untuk Kenikmatan
Tingkat kematangan steak tidak hanya memengaruhi tampilan luar dan dalam daging, tetapi juga mengubah rasa, kelembutan, bahkan aroma yang dihasilkan saat dimasak.
Steak adalah salah satu sajian kuliner yang sangat digemari di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Hidangan ini dikenal karena kelezatan dagingnya yang dibakar atau dipanggang sempurna, serta kelembutan dan juicy-nya yang menggugah selera.
Satu hal yang perlu dipahami saat menikmati steak adalah tingkat kematangannya. Tidak semua orang menyukai steak yang matang sempurna sebagian justru menyukai bagian dalamnya tetap merah dan lembut.
Mulai dari rare yang hampir mentah hingga well done yang matang sepenuhnya, setiap tingkat kematangan memiliki karakteristik unik.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui perbedaan dan ciri khas dari masing-masing tingkatan agarbisa menentukan pilihan yang paling cocok saat memesan di restoran atau memasak sendiri di rumah.
Berikut adalah 5 kematangan steak yang bisa dipilih sesuai selera dikutip dari laman lawrys.id.
Rare – Kematangan Minimal, Cita Rasa Maksimal (49°C)
Deskripsi:
Tingkat kematangan rare berarti daging hanya sedikit dimasak di luar, sementara bagian dalamnya tetap mentah. Ini membuat bagian tengah steak terlihat merah terang dan terasa sangat lembut saat digigit.
Tekstur dan Rasa:
Daging pada tahap ini sangat juicy dan terasa seperti daging mentah, meskipun sudah terkena panas dari pemanggangan. Biasanya, hanya bagian permukaan luar saja yang mengalami perubahan warna karena terkena panas, sementara bagian dalam tetap "mentah".
Cara Memasak:
Panggang steak di atas api panas selama 2-3 menit per sisi.
Suhu internal: sekitar 49°C.
Catatan:
Tingkat ini cocok bagi Anda yang sangat menyukai cita rasa alami dari daging tanpa banyak bumbu atau gangguan dari proses memasak. Namun, tidak semua orang bisa menerima tekstur yang sangat lembek ini.
Medium Rare – Standar Emas Pecinta Steak (54°C)
Deskripsi:
Medium rare adalah tingkat kematangan favorit banyak orang. Bagian tengah steak berwarna merah muda dengan sedikit jus mengalir saat dipotong.
Tekstur dan Rasa:
Sangat juicy dan lembut, namun sudah cukup matang untuk menghilangkan rasa "mentah" dari daging. Lemak yang ada di dalam daging mulai meleleh dan memberikan aroma serta rasa yang lebih kompleks.
Cara Memasak:
Panggang 4-5 menit per sisi.
Suhu internal: sekitar 54°C.
Catatan:
Medium rare dianggap sebagai “sweet spot” karena mampu menjaga rasa asli daging dan tekstur juicy-nya tanpa terlalu mentah atau terlalu matang. Cocok untuk para pencinta steak sejati.
Medium – Keseimbangan Matang dan Juicy (60°C)
Deskripsi:
Pada tingkat kematangan ini, bagian dalam steak masih berwarna merah muda, tetapi tidak lagi "basah" seperti medium rare. Warna lebih pucat dan seragam.
Tekstur dan Rasa:
Daging mulai terasa lebih padat dibandingkan medium rare, namun masih menyisakan kelembutan. Kandungan jus mulai berkurang, namun tetap memberikan sensasi kenyal dan lezat.
Cara Memasak:
Panggang 6-7 menit per sisi.
Suhu internal: sekitar 60°C.
Catatan:
Pilihan yang ideal untuk mereka yang ingin menghindari bagian daging yang terlalu merah, tetapi tetap menginginkan kelembutan dan rasa khas steak.
Medium Well – Hampir Matang Sempurna (65°C)
Deskripsi:
Tingkat kematangan medium well menunjukkan daging yang hampir sepenuhnya matang. Bagian tengahnya hanya menyisakan sedikit warna merah muda pucat atau bahkan hampir tidak ada.
Tekstur dan Rasa:
Daging menjadi lebih kering dan padat. Kandungan air dan lemak sebagian besar sudah menguap, sehingga teksturnya lebih kenyal dan rasa daging lebih bersahaja.
Cara Memasak:
Panggang 8-9 menit per sisi.
Suhu internal: sekitar 65°C.
Catatan:
Medium well cocok untuk Anda yang tidak ingin melihat warna merah muda sama sekali pada steak, namun masih ingin menikmati sedikit kelembutan dan juicy dari daging.
Well Done – Matang Total (71°C+)
Deskripsi:
Tingkat well done berarti daging dimasak sepenuhnya. Tidak ada lagi warna merah muda pada bagian tengah steak.
Tekstur dan Rasa:
Daging terasa lebih keras dan cenderung kering. Banyak orang menghindari tingkat kematangan ini karena hilangnya kelembutan alami steak. Namun, beberapa orang tetap menyukainya karena merasa lebih aman dan higienis.
Cara Memasak:
Panggang 10-12 menit per sisi.
Suhu internal: minimal 71°C.
Catatan:
Tingkat kematangan ini cocok untuk anak-anak atau mereka yang sangat khawatir akan daging setengah matang. Namun, kualitas daging dan teknik memasak harus benar-benar diperhatikan agar tidak menghasilkan steak keras dan hambar.
Jenis Daging Terbaik untuk Steak
Berikut penjelasan singkat tentang jenis-jenis daging steak terbaik:
Tenderloin (Fillet Mignon)
Karakteristik:
Tenderloin merupakan bagian daging paling empuk karena ototnya jarang digunakan oleh sapi. Bentuknya silinder dan ukurannya kecil, dengan sedikit atau bahkan tanpa lemak marbling.
Kelebihan:
Sangat lembut, cocok untuk steak rare hingga medium.
Rasa halus, cocok bagi pemula yang belum terbiasa dengan rasa daging sapi yang kuat.
Kekurangan:
Kurang juicy jika dimasak terlalu matang (di atas medium).
Harga relatif mahal karena potongan ini hanya sedikit dari satu ekor sapi.
Tingkat kematangan ideal: Rare hingga Medium.
Ribeye
Karakteristik:
Diambil dari bagian tulang rusuk sapi, ribeye memiliki banyak marbling (lemak di antara serat daging) yang membuatnya sangat juicy dan beraroma kuat.
Kelebihan:
Lemak marbling memberikan rasa yang gurih dan juicy saat dimasak.
Cocok untuk berbagai teknik memasak seperti grilling atau pan-searing.
Kekurangan:
Bisa terasa terlalu berlemak bagi sebagian orang.
Jika dimasak terlalu matang (well done), tekstur bisa berminyak dan berat.
Tingkat kematangan ideal: Medium rare hingga Medium well.
Sirloin
Karakteristik:
Sirloin berasal dari bagian belakang sapi. Lebih padat dibanding tenderloin tapi tetap empuk, dan memiliki sedikit lemak di tepinya.
Kelebihan:
Keseimbangan antara rasa daging dan lemak.
Lebih terjangkau dari tenderloin dan ribeye.
Kekurangan:
Bisa menjadi agak keras jika dimasak terlalu matang.
Tidak selembut tenderloin atau sejuicy ribeye.
Tingkat kematangan ideal: Medium rare hingga Medium.
Striploin (New York Strip)
Karakteristik:
Potongan ini berada di antara tenderloin dan sirloin, dengan tekstur yang padat namun tetap cukup empuk dan memiliki sedikit marbling.
Kelebihan:
Tekstur pas dan cita rasa lebih kuat dari tenderloin.
Populer karena keseimbangan antara kelembutan dan rasa daging.
Kekurangan:
Bisa sedikit lebih keras dari tenderloin.
Kurang juicy dibanding ribeye.
Tingkat kematangan ideal: Medium rare hingga Medium well.
T-Bone dan Porterhouse
Karakteristik:
Gabungan dua jenis daging dalam satu potong: tenderloin di satu sisi tulang, dan striploin di sisi lainnya. Porterhouse memiliki porsi tenderloin yang lebih besar dibanding T-bone.
Kelebihan:
Dua tekstur dan rasa dalam satu steak.
Menyajikan pengalaman makan yang unik dan kaya rasa.
Kekurangan:
Teknik memasaknya harus cermat agar kedua sisi matang merata.
Harganya cenderung lebih mahal.
Tingkat kematangan ideal: Medium rare hingga Medium.
Flank dan Skirt Steak
Karakteristik:
Diambil dari bagian perut sapi, potongan ini cenderung tipis dan berserat kasar. Rasanya kuat, tetapi teksturnya cenderung lebih keras.
Kelebihan:
Murah dan kaya rasa.
Cocok untuk steak slice seperti fajitas atau salad.
Kekurangan:
Cepat keras jika dimasak lebih dari medium.
Harus diiris melintang serat agar tidak alot.
Tingkat kematangan ideal: Medium rare.
Tip Memasak Steak agar Sesuai Kematangan yang Diinginkan
Memasak steak bukan hanya soal durasi atau suhu, tapi juga soal pengalaman dan intuisi. Berikut tips agar Anda mendapatkan steak sempurna:
Gunakan Termometer Daging
Untuk hasil yang akurat, termometer sangat membantu mengetahui suhu internal daging tanpa perlu memotongnya.
Jangan Lupa "Resting Time"
Setelah steak selesai dimasak, diamkan selama 5-10 menit agar jus dalam daging meresap kembali, tidak keluar saat dipotong.
Bumbui Sederhana
Gunakan garam, lada hitam, dan sedikit minyak zaitun. Jangan terlalu banyak bumbu agar cita rasa asli daging tetap menonjol.
Panaskan Wajan atau Grill Sebelumnya
Steak membutuhkan panas tinggi agar bagian luarnya cepat karamelisasi tanpa membuat dalamnya terlalu matang.
Pilih Daging Berkualitas
Kualitas steak dimulai dari bahan baku. Daging dengan marbling (lemak dalam daging) yang baik akan menghasilkan steak yang lebih juicy.
Itulah berbagai tingkat kematangan steak dan jenis daging terbaik yang bisa disesuaikan dengan selera, agar pengalaman makan steak jadi lebih nikmat dan memuaskan. (Arf)
Baca juga: Cara Membuat Steak Daging Sapi Sederhana di Rumah
