50 Contoh Majas Metafora dalam Bentuk Kalimat Lengkap

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

50 contoh majas metafora adalah rangkaian ungkapan yang digunakan untuk memperkaya bahasa dan memperjelas makna dengan cara membandingkan 2 hal yang berbeda tetapi memiliki kesamaan sifat atau karakteristik.
Melalui majas ini, setiap kalimat dapat menjadi lebih ekspresif dan menyentuh perasaan, memberikan gambaran yang lebih mendalam bagi pendengar atau pembaca.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Majas Metafora
Dikutip dari buku Analisis Bentuk, Fungsi, dan Makna Majas dalam Bahasa Tetun, Rofinus Taek, S. Pd., M. Hum., (2023:99), majas metafora berasal dari bahasa Yunani ‘metaphora’ yang artinya memindahkan.
Istilah metaphora diturunkan dari kata ‘meta’ yang artinya di atas dan ‘pherein’ yang artinya membawa. Majas ini merupakan suatu majas yang seringkali menimbulkan penambahan kekuatan dalam suatu kalimat.
Majas metafora membantu orang yang berbicara atau menulis untuk menggambarkan hal-hal dengan jelas dengan cara membanding-bandingkan suatu hal dengan hal lain yang memiliki ciri-ciri dan sifat yang sama.
Dibandingkan dengan majas lainnya, majas metafora merupakan majas yang paling singkat, padat, dan rapi.
Poerwadarminta menjelaskan metafora adalah majas dengan pemakaian kata-kata yang memiliki arti lain tetapi merupakan lukisan yang didasarkan persamaan atau perbandingan.
Ciri-Ciri Majas Metafora
Majas metafora memiliki beberapa ciri yang membedakannya dari jenis majas lainnya. Berikut adalah ciri-ciri utama dari majas metafora.
Menggambarkan suatu hal dengan cara membandingkan dua hal yang berbeda tanpa menggunakan kata pembanding seperti "seperti" atau "bagai".
Dalam metafora, satu hal disebut dengan istilah yang seolah menggantikan hal lain yang lebih luas atau lebih umum.
Menyamakan satu objek dengan objek lain yang memiliki sifat atau ciri-ciri yang hampir sama. Misalnya, "wajahnya adalah bulan purnama" yang menggambarkan wajah yang sangat cantik.
Menyampaikan makna secara tidak langsung, yang memungkinkan pendengar atau pembaca untuk merenung lebih dalam tentang makna di balik pernyataan tersebut.
Padat dan singkat. Berbeda dengan beberapa majas lainnya, metafora umumnya lebih ringkas, tidak memerlukan penjelasan panjang, dan langsung menuju ke inti makna.
Tidak menggunakan kata pembanding. Dibandingkan dengan majas simile yang menggunakan kata pembanding seperti “seperti” atau “bagai”, majas metafora menyamakan dua objek tanpa pembanding eksplisit.
Misalnya, "dia adalah matahari keluarga" tidak menggunakan kata “seperti”.
Fungsi dan Tujuan Majas Metafora
Majas metafora digunakan dalam bahasa untuk berbagai tujuan dan fungsi yang mendalam. Berikut adalah beberapa fungsi dan tujuan utama dari majas metafora.
1. Memberikan Kekayaan Ekspresi
Majas metafora memperkaya bahasa dengan memberikan gambaran yang lebih hidup dan kuat. Dengan metafora, sebuah kalimat atau ungkapan dapat mengandung makna yang lebih dalam dan lebih menarik.
2. Menyampaikan Makna Secara Lebih Efektif
Metafora membantu untuk menyampaikan makna yang lebih kompleks atau emosional dengan cara yang lebih sederhana dan lebih mudah dimengerti.
Misalnya, mengatakan "dia adalah karang di tengah lautan" lebih memberi kesan keteguhan daripada hanya mengatakan "dia sangat tegas."
3. Mengungkapkan Perasaan dan Emosi
Metafora sering digunakan untuk mengungkapkan perasaan atau emosi dengan cara yang lebih halus dan tidak langsung.
Dibandingkan dengan penggunaan kata-kata yang langsung dan lugas, metafora memberikan ruang bagi pembaca atau pendengar untuk merasakan dan menginterpretasikan emosi yang ingin disampaikan secara lebih kompleks dan halus.
Hal ini sangat berguna ketika seseorang ingin mengungkapkan perasaan yang sulit untuk diungkapkan secara langsung atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut untuk menyentuh hati orang lain.
Misalnya, ketika seseorang mengatakan, "hatinya adalah lautan yang penuh rahasia," itu bukan hanya menggambarkan bahwa orang tersebut memiliki banyak perasaan tersembunyi tetapi juga memberikan gambaran visual yang lebih kuat dan emosional.
Lautan dalam metafora ini melambangkan kedalaman dan ketidakterjangkauan, sementara "rahasia" merujuk pada perasaan yang belum terungkap.
Penggunaan metafora ini memungkinkan orang untuk merasakan beratnya perasaan tanpa harus menjelaskannya secara rinci.
Selain itu, metafora juga dapat digunakan untuk menyampaikan emosi yang lebih intens, seperti kecemasan, kebahagiaan atau kesedihan.
Sebagai contoh, "air matanya adalah hujan yang tidak berhenti" menggambarkan kesedihan yang mendalam, yang hampir tidak ada habisnya.
4. Menambah Keindahan dan Estetika dalam Bahasa
Salah satu tujuan penggunaan majas metafora adalah untuk memperindah bahasa, baik dalam sastra, puisi atau pidato. Metafora membuat bahasa lebih menarik dan memikat, serta memberikan nuansa artistik.
5. Mempermudah Pemahaman dengan Membandingkan Hal yang Tidak Tampak
Dalam 50 contoh majas metafora, metafora memungkinkan seseorang untuk memahami konsep atau ide yang sulit dijelaskan secara langsung dengan membandingkannya dengan hal lain yang lebih familiar atau lebih mudah dibayangkan.
6. Menggugah Imajinasi Pembaca atau Pendengar
Dengan menggambarkan sesuatu dengan cara yang tidak biasa, majas metafora mendorong pembaca atau pendengar untuk berpikir lebih kreatif dan membuka pikiran terhadap berbagai kemungkinan makna.
Secara keseluruhan, majas metafora berfungsi untuk memberikan nuansa, memperkaya ekspresi, serta menggugah perasaan dan imajinasi.
50 Contoh Majas Metafora
Dikutip dari buku Implementasi Majas dalam Sosiolinguistik, Indras Tiawan, (2024:20), Majas, Idiom, dan Peribahasa Superlengkap, Ainia Prihantini, S. Hum., (2015: 4), Ultralengkap Peribahasa Indonesia Majas Plus Pantun, Puisi dan Kata Baku Bahasa Indonesia Untuk SD, SMP, SMA & Umum, Nur Indah Sholikhati, S.Pd., M.Pd., (103), dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan Pembentukan Istilah, Tim Redaksi BIP, (58), berikut adalah 50 contoh majas metafora.
Sampah masyarakat itu akhirnya berhasil ditangkap oleh polisi.
Perempuan itu sudah mengetahui bahwa kekasihnya seorang buaya darat.
Di teras rumahnya, dia sedang melamun memandang dewi malam.
Jantung hatiku hanya dirimu. Oh, sayangku!
Bambang giat belajar agar menjadi bunga bangsa yang membanggakan Indonesia.
Berita itu ditulis oleh seorang kuli tinta yang berwawasan luas.
Yuni belum bangun, padahal raja siang sudah mengintip dari jendela.
Pertarungan sang raja hutan dan harimau berlangsung sengit.
Rinda merupakan salah satu kutu buku di sekolah ini.
Di negara ini sudah banyak tikus berdasi yang perlu dibasmi.
Singa memang kuat sehingga pantas kalau dia dijuluki raja hutan.
Beberapa pekerjaan sudah diselesaikan dengan baik oleh tangan kanan Pak Bobi.
Winda memang kembang desa di kampung ini, wajar banyak pemuda yang ingin memperistrinya.
Prestasi Ardi yang selalu menjadi bintang kelas semakin membuat bangga ibunya.
Wajar saja semua warga dijadikan kaki tangan Pak Bowo, mereka mudah sekali meminta bantuan pada orang terkaya itu.
Aldi adalah matahari di keluarganya.
Tanpa Lani, tim ini hanyalah kapal tanpa nahkoda.
Suara Dina adalah emas yang memikat setiap pendengar.
Nando menjadi batu karang bagi teman-temannya yang sedang goyah.
Keputusannya adalah pedang bermata dua.
Senyuman Ratih adalah pelangi setelah badai.
Bayu merupakan mesin penggerak komunitas itu.
Nia bagaikan lilin yang menerangi kegelapan sekitarnya.
Andi adalah tangan dingin di balik suksesnya proyek ini.
Harapan mereka tinggal sebutir debu di gurun harapan.
Riko dikenal sebagai serigala panggung saat tampil menyanyi.
Cinta mereka sudah menjadi abu dalam tungku kenangan.
Aura Salsa adalah magnet yang menarik perhatian semua orang.
Pemuda itu menjadi benalu dalam kehidupan keluarganya.
Tegar adalah tembok kokoh yang melindungi adik-adiknya.
Rani adalah mutiara terpendam di sekolah ini.
Gadis itu adalah angin segar di tengah hiruk pikuk kota.
Toni menjadi bayangan kelam masa lalunya sendiri.
Suaranya adalah air yang menyejukkan jiwa gundah.
Putri sudah menjadi sangkar bagi burung kebebasan Ardi.
Tatapan pria itu adalah pisau yang menusuk perasaan.
Farah adalah pelita kecil dalam kegelapan pikiranku.
Langkahnya seperti gemuruh ombak di pantai sepi.
Wajah Vira adalah cermin dari masa lalu yang pilu.
Rangga adalah perisai dalam setiap pertempuran keluarga mereka.
Masalah itu menjadi benang kusut dalam pikirannya.
Kejujuran Rudi adalah emas yang mulai langka.
Kekasihnya adalah labirin tanpa jalan keluar.
Ibu itu menjadi pelabuhan terakhir bagi anak-anaknya.
Pipinya adalah apel ranum yang memikat siapa pun.
Tangannya adalah kompas penunjuk arah saat semua tersesat.
Kekayaan Reno hanyalah fatamorgana di padang kehidupan.
Marahnya seperti letusan gunung yang tak terbendung.
Mimpi Dita adalah benih yang terus tumbuh di ladang harapan.
Ayahnya menjadi benteng terakhir pertahanan keluarga.
Dengan memahami dan menggunakan 50 contoh majas metafora ini, setiap ungkapan dapat menjadi lebih hidup, bermakna, dan menyentuh hati.
Majas metafora bukan hanya alat untuk memperindah bahasa tetapi juga cara yang efektif untuk menyampaikan pesan dengan cara yang lebih mendalam dan menggugah.
Baca juga: Pengertian Majas, Fungsi, dan Jenis-jenisnya
