50 Contoh Perilaku Patriotisme dalam Berbagai Lingkungan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh perilaku patriotisme penting diketahui generasi muda Indonesia guna mengisi dan mempertahankan kemerdekaan. Pasalnya, banyaknya pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia dapat mengancam berbagai budaya dan tradisi lokal.
Oleh karena itu, menerapkan berbagai perilaku patriotisme dalam kehidupan sehari-hari sangat diperlukan untuk keberlangsungan hidup bangsa.
Artikel ini akan mengungkap contoh perilaku patriotisme di berbagai lingkungan, mulai dari keluarga hingga masyarakat. Sebelum itu, simaklah pengertian perilaku patriotisme di bawah ini.
Pengertian Perilaku Patriotisme
Menyadur buku PKN:- Kelas X terbitan Esis, istilah patriotisme berasal dari dua kata, yakni patriot dan isme yang artinya sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, patriotisme diartikan sebagai sikap bersedia mengorbankan segalanya untuk kejayaan dan kemakmuran tanah air.
Patriotisme juga didefinisikan oleh beberapa ahli. Menurut Budiono dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan SMP/MTS Kelas IX oleh P.N.H Simanjuntak, patriotisme adalah sikap yang berusaha mempertahankan kemerdekaan dengan segala cara, termasuk dengan mengorbankan jiwa dan raga.
Sementara menurut Richard Aldington, patriotisme adalah rasa tanggung jawab kolektif yang hidup dan dibutuhkan dalam setiap bentuk kehidupan bersama, di tingkat lokal maupun internasional.
Adapun perilaku patriotisme diartikan sebagai sikap berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Pengorbanan pada sikap patriotisme dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga.
Sikap patriotisme tak hanya digunakan pada saat perang, tetapi juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, meski Indonesia telah merdeka, perilaku patriotisme tetap diperlukan untuk mengisi kemerdekaan.
Menumbuhkan sikap patriotisme yang tinggi pada setiap warga negara dapat membantu mewujudkan Indonesia menjadi negara yang aman, sejahtera, dan stabil. Perilaku patriotisme dan nasionalisme dapat mencipatakan persatuan dan kesatuan yang penting bagi setiap bangsa.
Contoh Perilaku Patriotisme
Dikutip dari buku Wahana IPS Ilmu Pengetahuan Sosial terbitan Yudhistira Ghalia Indonesia, perilaku patriotisme meliputi sikap rela berkorban, kerja sama, kerpekasaan, keberanian, hingga ketegasan. Berikut contoh perilaku patriotisme dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh Perilaku Patriotisme di Lingkungan Keluarga
Menanamkan sikap patriotisme pada anak-anak bukan hanya tugas ibu, tapi juga ayah yang harus turut serta dalam pengembangan karakter anak yang berasaskan Pancasila. Berikut ini contoh perilaku patriotisme di lingkungan keluarga.
Melaksanakan tugas yang diberikan orang tua dengan ikhlas meski harus mengorbankan waktu bermain.
Saling membantu antar anggota keluarga sesuai dengan kemampuan
Mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumah menjelang perayaan Hari Kemerdekaan RI.
Membaca buku-buku bertema perjuangan.
Menyaksikan film sejarah bersama keluarga.
Membantu pekerjaan orang tua.
Membantu saudara yang kesusahan belajar.
Menjaga nama baik keluarga dalam berperilaku.
Memberi teladan dalam hal kegiatan agama
Membayar pajak bumi dan bangunan
Memiliki sikap sopan dan santun, menerapkan tata krama dan beradab dan menjadi pribadi yang perlu di tengah masyarakat.
Menanamkan nilai-nilai rela berkorban dan melaksanakan Pancasila sejak dini pada anak-anak.
Contoh Perilaku Patriotisme di Lingkungan Masyarakat
Sikap patriotisme tak hanya ditumbuhkan dalam lingkungan keluarga, namun juga perlu ditanamkan dalam lingkungan masyarakat.
Berikut ini contoh perilaku patriotisme di lingkungan masyarakat yang bisa dilakukan setiap individu, yaitu:
Memelihara kerukunan antar sesama warga.
Menghormati agama dan kepercayaan orang lain.
Saling tolong-menolong orang yang terkena musibah.
Menggunakan fasilitas dan sarana umum dengan baik.
Pandai menyeleksi dan menyaring pengaruh budaya asing.
Menerima pengaruh adat asing yang dapat memajukan dan mengembangkan kebudayaan bangsa.
Menolak pengaruh adat asing yang masuk jika tidak sesuai kepribadian bangsa.
Menjaga keharmonisan antar warga
Memberikan bantuan sosial untuk sesama yang membutuhkan
Penggunaan fasilitas umum dengan tanggung jawab
Selektif terhadap budaya asing, dengan menerima yang positif dan menolak yang tidak sesuai dengan karakter bangsa.
Mengembangkan dan memajukan kebudayaan lokal.
Mengadakan ronda malam
Membantu fakir miskin dan anak terlantar
Berpartisipasi dalam gotong royong
Ikut serta dan berpartisipasi dalam membangun desa
Tidak mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat
Bersikap adil kepada semua orang
Berani berjuang untuk kebaikan
Menjaga kebersihan dan keindahan sarana umum
Mecintai dan memakai produk dalam negeri
Menghormati dan menjunjung tinggi supremasi hukum
Contoh Perilaku Patriotisme di Lingkungan Sekolah
Sedangkan, contoh perilaku patriotisme di lingkungan sekolah yang bisa dilakukan setiap siswa meliputi:
Melaksanakan upacara bendera dengan khidmat.
Memahami makna lagu-lagu perjuangan dan lagu daerah.
Menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Berprestasi membanggakan sekolah.
Mengikuti kegiatan yang bermanfaat, seperti pramuka dan PMR.
Mengaitkan materi pelajaran dengan nilai-nilai perjuangan.
Belajar dengan sungguh-sungguh untuk memajukan bangsa.
Mempelajari budaya-budaya daerah.
Meminjamkan alat-alat tulis kepada teman.
Menolong teman yang terjatuh
Ikut aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.
Banyak membaca buku untuk menambah wawasan
Tidak membela yang salah
Setia kawan terhadap teman
Menjaga kerukunan dengan bersikap sopan dan santun pada semua warga sekolah
Mencegah terjadinya perundungan di sekolah
Mengikuti pawai budaya dan kemerdekaan.
Meneladani sikap para pahlawan.
Mengenal hari-hari besar nasional serta memahami maknanya.
Menyanyikan lagu-lagu nasional dan memahami maknanya dengan semangat kebangsaan.
Baca Juga: 5 Perbedaan Patriotisme dan Nasionalisme dari Berbagai Aspek
Tujuan dan Manfaat Perilaku Patriotisme
Menumbuhkan perilaku patriotisme sejak dini bagi generasi muda sangat penting bagi bangsa Indonesia. Menyadur buku Pendidikan Kewarganegaraan oleh Grasindo, tujuan menumbuhkan sikap patriotisme, yaitu:
Menciptakan hubungan yang harmonis dan rukun, serta mempererat tali persaudaraan antar sesama warga negara.
Menjaga persatuan dan keutuhan negara dari ancaman, baik ancaman dari dalam maupun dari luar.
Menghapus tuntutan yang berlebihan (ekstremisme) hak dan kewajiban warga negara baik individu maupun kelompok.
Menumbuhkan rasa cinta tanah air dalam diri setiap warga negara sehingga dapat menghadapi berbagai ancaman.
Adapun manfaat dari perilaku patriotisme, yaitu:
Dapat memperkuat identitas nasional suatu negara.
Lebih menghargai warisan budaya, sejarah, nilai-nilai, hingga simbol-simbol nasional.
Warga negara akan lebih bersedia untuk kerja sama, saling menghormati, dan mengatasi perbedaan demi kepentingan bersama.
Lebih menghormati dan mendukung pemerintah serta lembaga-lembaga publik dalam menjalankan tugasnya
Mendorong semangat pengorbanan bagi kepentingan negara dan rakyat.
Konsep Patriotisme
Sebagai generasi penerus bangsa, setiap anak muda menjadi harapan untuk mewarisi jiwa patriotisme guna membangun karakter dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menyadur buku Membangun Perilaku Masyarakat Berjiwa Pancasila karya Dyah Lyesmana, dkk., berikut konsep patriotisme yang perlu dipahami.
1. Cinta Tanah Air
Patriotisme melibatkan perasaan cinta yang dalam pada tanah air atau negara tempat seseorang lahir, tinggal dan dibesarkan. Rasa cinta tanah air ini mencakup rasa bangga pada warisan budaya, sejarah, nilai-nilai, institusi, dan lambang nasional.
2. Loyalitas dan Pengabdian
Seseorang yang memiliki jiwa patriotisme pada dasarnya menunjukkan loyalitas yang tak tergoyahkan terhadap negaranya. Mereka siap mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi kepentingan negara dan rakyat.
Sikap patriotisme juga mencakup pengabdian yang kuat untuk memajukan negara dan kepentingan bersama.
3. Memiliki Partisipasi Aktif
Jiwa patriotisme dapat mendorong partisipasi aktif dalam kehidupan sosial, politik, dan ekonomi suatu negara. Hal ini dapat dilihat dari keterlibatan seseorang dalam pembangunan masyarakat, pelestarian lingkungan, pemilihan umum, dan berbagai kegiatan yang mendukung kemajuan bangsa.
4. Mempertahankan Kedaulatan
Orang yang berjiwa patriotisme selalu memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan kedaulatan negaranya dari ancaman atau bahaya eksternal. Mereka akan siap mempertahankan wilayah, kebebasan, dan martabat negara dalam situasi apa pun.
5. Keadilan Sosial
Seseorang yang memiliki jiwa patriotisme akan memperjuangkan keadilan sosial dan kemakmuran seluruh rakyat. Mereka akan menuntut kesetaraan, keadilan, dan kesejahteraan bagi semua warga negara tanpa memandang rasa, agama, atau latar belakang sosial.
Patriotisme menjadi nilai penting dalam memperkokoh identitas nasional, mempererat persatuan dan kesatuan, serta membangun kekuatan dan kemakmuran suatu bangsa.
Lebih lanjut, sikap patriotisme dapat menjadi fondasi bagi pembangunan negara yang sejahtera, di mana setiap warga negara turut berperan aktif mewujudkan kepentingan bersama.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan sikap patriotisme merupakan dasar dan fondasi yang penting untuk membangun dan memperkokoh negara.
Dengan menanamkan sikap patriotisme sejak dini, masyarakat Indonesia bisa menjadi lebih kuat, bersatu, dan siap menghadapi tantangan dalam memajukan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
(IPT)
