50 Contoh Seloka Nasehat yang Menarik

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh seloka nasehat berfungsi untuk memberi nasihat kepada seseorang. Puisi lama ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi seseorang untuk mendengarkan nasihat yang diberikan.
Seloka dapat disebarkan secara lisan maupun tulisan. Umumnya, satu bait seloka terdiri dari empat baris. Namun, ada pula seloka yang ditulis lebih dari empat baris.
Perlu diketahui, seloka merupakan salah satu jenis puisi lama yang menjadi salah satu warisan budaya Indonesia dan sering ditemui di mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Seloka
Seloka merupakan satu di antara dari sekian banyak puisi klasik yang ada. Namun, tidak banyak orang yang mengetahui tentang seloka.
Dikutip dari buku Mengenal Lebih Dekat, Sri Khairani Lubis, dkk, (2020:74), seloka berasal dari bahasa Sanskerta yaitu sloka. Seloka adalah bentuk puisi Melayu Klasik, berisi pepatah maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran, bahkan ejekan.
Seloka adalah jenis puisi lama yang terdiri atas empat larik, terkadang bisa juga ditemui seloka yang ditulis lebih dari empat larik. Tiap-tiap larik terdiri atas empat kata atau 8-11 suku kata. Bersajak aa-aa sama halnya syair. Hubungan larik- lariknya seperti pantun. Larik pertama dan kedua merupakan sampiran. Larik ketiga dan keempat merupakan isi.
Dari pengertian di atas, dapat dikatakan karakter seloka mirip dengan pantun, hanya seloka lebih mendekati puisi melayu klasik. Selain itu, seloka tergolong sebagai puisi bebas, di mana terkadang rima bisa muncul, tetapi ada juga seloka yang tidak memakai rima. Seloka mempunyai keunikan, yaitu beberapa bait yang saling berhubungan.
Fungsi seloka yaitu untuk mengkritik semua sikap negatif dari anggota masyarakat tanpa harus menyinggung perasaan dari anggota masyarakat tersebut. Seloka juga bisa menjadi panduan atau pengajaran bagi individu yang terkait.
Selain itu fungsi seloka sangat bergantung kepada isinya yaitu untuk menyindir, mengejek, menempelak, melahirkan rasa benci karena sikap manusia, memberi pengajaran dan panduan, serta sebagai alat protes sosial.
Ciri-Ciri Seloka
Untuk membedakannya dengan jenis puisi yang lain, seloka dapat dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Seloka Asli India
Terdiri dari 2 baris.
Setiap baris terdiri dari 16 suku kata dan merupakan dua potongan kalimat, jadi setiap baris ada 2 x 8 kata.
Umumnya berisi pelajaran atau petuah berhikmat.
Isi bait satu dengan yang lain saling berkaitan.
2. Seloka Umum
1 bait terdiri dari 4 baris.
Sajak a-b-a-b.
Baris ke 1 dan ke 2 merupakan sampiran dan baris ke 3 dan 4 merupakan isi.
Setiap baris terdiri dari 4 kata.
Rangkaian pantun yang sambung menyambung.
Contoh Seloka Nasehat yang Menarik
Berikut merupakan contoh seloka nasehat yang menarik.
Habis batas tebing dititi Jembatan runtuh terkena bedil Mahkamah sejati di Mahsyur nanti Hanya Allah hakim yang adil
Ke pasar mencari sayur Beli bayam cukup seikat Niat menjadi manusia jujur Kepercayaan mudah didapat
Beli bayam cukup seikat Masak jangan pakai merica Kepercayaan mudah didapat Ketika berkata hindari dusta
Pergi ke pasar membeli nanas Saat dijalan ketemu trantib Selalu taatilah lalu lintas Supaya jadi pengendara yang tertib
Anak ayam turun sepuluh Mati satu tinggal sembilan Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh Supaya engkau tidak ketinggalan
Anak ayam turun sembilan Mati satu tinggal delapan Ilmu boleh sedikit ketinggalan Tapi jangan sampai putus harapan
Besuami istri bebannya berat Bertanggung jawab dunia akhirat Tersalah jalan hiup mudarat Salah berhitung hidup melarat
Menjadi suami hendaklah bijak Iman di dada pantang berkacak Tehadap istri hendaklah lunak Terhadap anak bertunak-lunak
Ibu ke pasar membeli lobak Adik membeli jajanan pasar Barang siapa berlaku tamak Maka dirinya termasuk ingkar
Berilah dia banyak makanan Supaya dia tak kelaparan Janganlah lupa disedekahkan Ke fakir miskin yang membutuhkan
Sesama burung saling sahuti Janganlah sampai ada kelahi Sesama teman saling hormati Janganlah malah saling memaki
Apa tanda Melayu jati Tunjuk ajarnya dipegang mati Kalau hendak hidup terpuji Tunjuk ajar pakaian diri
Bila hidup hendak selamat Kepada ibu bapak hendaklah taat Kalau hidup hendak selamat Kepada ibu bapa wajiblah hormat
Kalau angin bertiup di darat Ambillah jala turunkan sampan Kalau hidup hendak selamat Ayah dan bunda kita muliakan
Cendawan berduri robekkan kain Ambil tambang diikat sebelah Pikirkan diri yang belum kawin Adakah kumbang bersedia singgah
Lihat katak jangan ditangkap Katak putih di atas mimbar Selalu bijak dalam bersikap Kita melatih rasa sabar.
Dari Korea menuju Italia Lihat katak jangan ditangkap Tujuan kita hidup mulia Selalu bijak dalam bersikap.
Kota kuda tempat pertama bersua Bertukar cerita melepas rindu Wujudkan mimpi dengan usaha nyata Saling membantu bahu membahu.
Buah tangan dari kota kuningan Kota kuda tempat pertama bersua Jangan hanya jadi angan-angan Wujudkan mimpi dengan usaha nyata.
Langit dihias arakan mega Angin bertiup membelai ilalang Semangat bekerja terus berkarya Menjadi Inspirasi banyak petualang.
Tape ketan dibungkus daun jambu Buah tangan dari kota kuningan Berlomba-lomba menjadi nomor satu Jangan sampai sikut kiri kanan.
Orang kuat karena berolahraga Jiwa sehat raga subur Banyak syukur dengan apa yang ada Terhindar diri dari kufur dan takabur.
Disengat lebah menjadi kuat Orang kuat karena berolahraga Supaya jadi manusia bermanfaat Banyak syukur dengan apa yang ada.
Mawar mekar dihampiri lebah Disengat lebah menjadi kuat Belajar giat ilmu bertambah Supaya jadi manusia bermanfaat.
Melompat pelan dikejar landak Burung gagak di acara nikah Pikir perlahan sebelum bertindak Supaya tidak salah melangkah.
Masak jangan pakai merica Merica tumbuh tiada di taman Ketika berkata hindari dusta Pikir tenang jiwa pun nyaman.
Pedagang bakpau kuda-kudaan Pohon jati di tengah taman Dunia kacau, banyak godaan Teguhkan hati, pertebal iman
Pohon jati di tengah taman Taman dibuat orang Jerman Teguhkan hati, pertebal iman Pintar-pintarlah memilih teman.
Taman dibuat orang Jerman Orang Jerman membawa rotan Pintar-pintarlah memilih teman Ada teman ternyata setan.
Orang Jerman membawa rotan Rotan divernis di atas papan Ada teman ternyata setan Terlihat manis hanya di depan.
Bapak Bupati datang bertamu Datang sendiri ketika fajar Jika ingin mendapat ilmu Rajin-rajinlah dalam belajar.
Datang sendiri ketika fajar Ada katak terlihat janggal Rajin-rajinlah dalam belajar Biar tidak jauh tertinggal.
Ada katak terlihat janggal Lompat ke sawah menangkap ikan Biar tidak jauh tertinggal Tugas sekolah harus diselesaikan.
Lompat ke sawah menangkap ikan Ikan sembunyi di batu rongga Tugas sekolah harus diselesaikan. Guru senang, ayah pun bangga.
Adik kemari membawa obat Kakak lupa membungkus tomat Jalani hari dengan bertobat Semoga kita selalu selamat.
Kakak lupa membungkus tomat Tomat berbulu tumbuh perlahan Jika ingin hidup selamat Taat selalu perintah Tuhan.
Tomat berbulu tumbuh perlahan Ular boa ekornya goyang Taat selalu perintah Tuhan Rajin berdoa, rajin sembahyang.
Ular boa ekornya goyang Masuk ke air untuk berenang Rajin berdoa, rajin sembahyang Hati damai, jiwa pun tenang.
Ada awan tutupi fajar Bulan bintang terletak sejajar Ayo kawan kita belajar Agar cita-cita mudah dikejar.
Bulan bintang terletak sejajar Nelayan pergi, jaring ditebar Agar cita-cita mudah dikejar Harus dijalani dengan bersabar.
Nelayan pergi, jaring ditebar Jaring terseret ke dalam goa Selain dijalani dengan bersabar Jangan lupa untuk berdoa.
Jaring terseret ke dalam goa Lalu ditangkap sama Bang Mamat Jangan lupa untuk berdoa Agar kita diberi rahmat.
Kuda putih masuk terkurung Kakak berburu menangkap lutung Jangan bersedih dan juga murung Bila nasibmu belum beruntung.
Kakak berburu menangkap lutung Lutung menghilang di dalam karung Bila nasibmu belum beruntung Tetaplah berjuang dan bertarung.
Lutung menghilang di dalam karung Kerbau datang hendak termenung Tetaplah berjuang dan bertarung Walau rintangan besar menggunung.
Kerbau datang hendak termenung Tetaplah berjuang dan bertarung Walau rintangan besar menggunung Patah semangat harus dibendung.
Makan sate hangat-hangat Turun hujan lebat-lebat Pagi-pagi penuh semangat Tantangan hidup semakin berat.
Turun hujan lebat-lebat Hujan lebat membasahi toa Tantangan hidup semakin berat Tetaplah kuat dan terus berdoa.
Hujan lebat membasahi toa Toa tertutup kain sutera Tetaplah kuat dan terus berdoa. Agar hidup aman sejahtera.
Toa tertutup kain sutera Lalu diikat di hari Selasa Jika hidup aman sejahtera Negara kuat aman sentosa.
Baca Juga: 26 Contoh Puisi Rakyat dalam Karya Sastra
Itulah beberapa contoh seloka nasehat yang bisa dijadikan referensi untuk tugas sekolah.(glg)
