Konten dari Pengguna

50 Puisi Kemerdekaan Menyentuh Hati untuk Menyambut HUT RI

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 20 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi kemerdekaan menyentuh hati. Foto: unsplash/Bisma Mahendra
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi kemerdekaan menyentuh hati. Foto: unsplash/Bisma Mahendra

Daftar isi

Daftar isi

chevron-up

Membacakan puisi kemerdekaan menyentuh hati adalah salah satu cara memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Puisi merupakan ragam sastra yang bahasanya terikat irama, rima, ritma, serta disusun dalam larik dan bait.

Puisi kemerdekaan umumnya berisi ungkapan atau ekspresi penulisnya tentang semangat nasionalisme dan makna perjuangan pahlawan. Selain itu, beberapa puisi kemerdekaan berisi harapan untuk para penerus bangsa.

Bagi yang mencari contoh puisi kemerdekaan menyentuh hati, dapat menyimak artikel ini.

Puisi Kemerdekaan Menyentuh Hati

Ilustrasi puisi kemerdekaan menyentuh hati. Foto: Unsplash

Dirangkum dari buku Antalogi Puisi Kemerdekaan - Indonesia Maju oleh Komunitas Muda Bersejarah, Antologi Puisi Kemerdekaan oleh Alfin Nirhayatul Islamiyah, dkk., dan sumber lainnya, berikut sederet puisi kemerdekaan menyentuh hati yang bisa dibacakan untuk merayakan HUT RI 17 Agustus.

1. Hikmah Kemerdekaan - Yamin

Tujuh puluh empat tahun silam

Ku belum dipertemukan

Raga belum terwujud

Nyawa belum bersemayam

Tapi tampak sinyal kehidupan

Di usiaku yang separuh baya ini

Aku hanya bisa menikmatimu

Belum bisa memberi warna

Teruntuk negeri ini

Pagi merayap siang

Tepat pukul sepuluh detik-detikmu diperdengarkan

Pekik merdeka menggema mengangkasa ke penjuru negeri

Dengan rasa haru ku sambut pekikmu

2. Satu Kata "Merdeka" - Alina Yulia Utami

Hati bergetar

Jiwa bergelora

Semangat ini tak pernah padam

Dari dirimu

Dengan sebuah bambu runcing

Kau lawan musuh musuhmu

Tetesan darah mengalir membasahi tubuhmu

Namun kau tak pernah menyerah

Dengan penuh keyakinan kau kobarkan semangat

Harapan untuk bisa terbebas dari belenggu penjajahan

Kau teriakan kata MERDEKA

Merdeka untuk nusa dan bangsa

3. Merdeka, Kini dan nanti - Ahmad Suryadi

Merdeka ini adalah upaya yang tak kenal lelah

Usaha yang tak pernah menyerah

Merdeka ini adalah cucuran keringat dan darah

Yang setia mencucur hingga melimpah ruah

Merdeka ini adalah lelah

Lelah yang dirasakan oleh setiap jiwa

Merdeka ini tak mudah digapai

Karena berjuta ton darah raib serta tergadai

Merdeka didapat dengan taruhan nyawa

Demi merdeka jutaan nyawa dan jiwa melayang

Demi merdeka untuk senyum esok yang lebih

Demi merdeka untuk senyum bangsa Indonesia

Demi merdeka ibu pertiwi, kini dan nanti.

4. Indonesia Telah Merdeka - Hernawati

Indonesia telah merdeka

Sudah lama Indonesia merdeka

Merdeka dari penjajahan bangsa Eropa dan Asia

Merdeka dari penjajahan Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Nippon pemimpin Asia

Saat ini Indonesia telah merdeka

Merdeka dari belenggu penjajahan kolonial yang begitu lama

Merdeka dari belenggu kependudukan militer Jepang hingga muncul romusha

Indonesia saat ini telah merdeka, merdeka dari belenggu yang menyiksa

Wahai Indonesia tercinta

Belenggu penjajah begitu lama telah sirna

Biarkan kisah lampau menjadi sejarah bangsa

Kini dirimu telah merdeka

Wahai Indonesia tercinta

Jangan sia-siakan kemerdekana yang telah ada

Kemerdekaan yang kau dapat dari tumpah darah dan tetesan air mata

Kemerdekaan yang kau dapat dari perjuangan dan pengorbanan pahlawan yang telah tiada

Wahai Indonesia tercinta

Tanah Airku yang selalu kupuja

Kini engkau telah merdeka

Indonesia telah merdeka

5. Merdekalah Bangsaku - Yamin

Sejarahmu terus terkenang diingatanku

Tujuh belas Agustus saksi bisu hari kebebasanku

Para pahlawan bertaruh keras pertahankan keutuhanmu

Sebagai kenangan sepanjang hidup

Indonesia kini merdeka

Berkibarnya sang merah putih bawa napas lega tanpa nestapa

Mengenang cerita berderailah air mata

Kemerdekaan hilangkan jeritan lara

Indonesia merdeka....

Lahirkan pemuda pemudi bangsa

Terbang ke awan menguak kedamaian

Menengok ke kanan bawa kebaikan

Kaki cengkeram erat semboyan kemerdekaan

Baca Juga: 25 Puisi tentang Alam yang Menyentuh Jiwa

6. Pahlawan Bangsa - Yuni Inawati

Pahlawan bangsa...

Berbekal semangat untuk merdeka

Kau taklukkan penjajah Jepang - Belanda

Demi negeri tercinta

Kau rela pertaruhkan nyawa

Kau korbankan jiwa dan raga

Walau bambu runcing yang kau bawa

Tak menggoyahkan tekad juangmu

Dengan kaki telanjang tak beralas

Tak menggetarkan langkah kakimu

Meski badan telah bercucuran darah

Tulang-tulangmu hampir patah

Tak memadamkan api semangatmu

Kau berjuang membebaskan rakyat

Dari belenggu derita yang berabad-abad

Kau selamatkan Ibu Pertiwi

Dari kekusaan tirani

7. Kisah Tanah Legenda - Ayu Zagita

Manakala kisah terdahulu

Derai-derai merah menutup pertiwi

Pula penuh sesak jeritan pilu

Ulah momok yang menimbun peti

Bara serdadu kian beradu

Menepis ruam pada tungkai yang ruai

Lepas kepung daratan tanpa tandus

Tembang-tembang kemenangan menggema

"Merdeka!"

"Kita Merdeka!"

Tabuh gemuruh sukacita tergambar

Manakala pergumulan landai dan tumbang

Khatam sudah kisah tanah legenda

Lantas dilukis penuh tinta merah

Laksana bulan mengenang malam

Lencana terpatri menembus kalam

8. Pejuang - Cynthia

Pejuang…

Engkau kerahkan tenagamu

Untuk negeri tercinta

Engkau korbankan nyawamu

Demi kebebasan dan kedamaian

Dalam memperjuangkan Indonesia

Engkau tinggalkan keluargamu

Untuk merebut kembali apa hakmu

Pejuang…

Walaupun engkau belum pernah

Melihat dan merasakan merdeka

Namun namamu harum di negeri ini

Itulah yang pantas untuk negaraku

Yang merdeka

Adil dan makmur

Untumu negara Indonesia

9. Satu Kata Merdeka - Ikbal Alimuddin

Kita semua adalah pejuang

Pejuang buat diri kita sendiri

Memperjuangkan masa depan

Layaknya para pahlawan kemerdekaan

Perjuangan memang tak semuda membalikkan telapak tangan

Karna di balik perjuangan ada kemerdekaan yang menanti untuk diraih

Inilah yang juga dilakukan oleh para pahlawan

Mereka memperjuangkan kemerdekaan dengan bercucuran keringat

Bertumpah darah

Mengerahkan seluruh jiwa dan raganya

Demi satu kata

"Merdeka"

Semangat perjuangan para pahlawan

Juga tertanam kuat di diri kita semua

Dalam meraih impian

Tidak semuda membalik telapak tangan

Butuh diterpa

Sampai titik darah penghabisan

Butuh berjuang

Demi satu kata

"Merdeka"

10. Pahlawanku - Yamin

Darah mengalir terus dikenang

Sengsara kehausan serta kelaparan

Langkah sedikit lengah

Terpeleset jurang yang mendalam

Karena jasamu Indonesia mampu bernapas lega

Menghirup udara kebebasan

Aman dari sergapan senjata

Jauh dari serangan penjajah tak terduga

Tanpamu kami tidak tahu keadaan sekarang

Keberanianmu larut dalam darah juang

Kekuatanmu sekeras baja

Keyakinanmu kuat dalam hati sanubari

Pahlawanku...

Kau berikan kebahagiaan anak cucu bangsa

Kau tinggalkan kenangan sejarah tuk pijakannya

11. Puisi Kemerdekaan - Tika Madjid

17 kemarin

Terasa menggemparkan

Terasa menggembirakan

Ada pekik kemenangan

Ada pekik kebahagiaan

Bahagia bisa kembali ke tanah mulia

Bahagia bisa bersama ibu pertiwi

Kini 17 Agustus bergema kembali

Ada yang bergolak di hati

Ingin menangis

Ingin meratap

Tapi kepada siapa

Ibu Pertiwi sedang gundah gulana

Ibu Pertiwi sedang kecewa

Oleh hempasan rasa amarah

Hempasan rasa serakah

Hempasan rasa…

Kemana sang perkasa

Kemana sang pejuang pusaka

Kemana mereka?

17 Agustus-ku

Jangan berlari dariku

Jangan menghindariku

Aku tak sanggup melihat derai air matamu

Aku takkan bisa melihat muram wajahmu

Aku…

Aku sudah hampir kehilangan Ibu Pertiwi

Jangan pergi

Tetaplah bersamaku

Menapaki langkah yang pernah kita lalui

Menuai asa yang pernah kita rasakan

Mari susul Ibu Pertiwi

Mengamit tangannya

Mencuri senyumnnya

12. Merah Putih Untuk Pertiwi - Alfin Nihayatul Islamiyah

Guratan tinta emas dalam kertas bekas

Memori masa kelam terlintas

Dalam balutan darah yang masih menggenang

Melaju melewati masa menjadi kenangan

Maksud terbuai dalam hati yang luluh

Kisah puluhan tahun yang beradu dalam peluh

Kelu; rasanya hati berdayu-dayu

Kertas bekas waktu menjadi rapuh

Merdeka! Diiringi Indonesia Raya yang menggema

Air mata yang siap meluncur kapan saja

Penantian di penghujung usia

Akhir kata yang menjadi lega seluruh warga bumiputera

13. Kamilah yang Pantas Merdeka - Annuquyah

17 Agustus kembali datang

Banyak sejarah, banyak pengorbanan, banyak peninggalan

Buku sejarah yang menceritakan

Musium yang mengabadikan

Inilah kami tidak takut gugur di medan perang

Tujuan kami bukan kematian melainkan kemerdekaan abadi

Wahai penjajah!

Kedatanganmu memberontak, merampas, mencaci maki dan menyiksa orang-orang tak berdosa

Entah mengapa kata putus asa

Tidak pernah tertulis dalam pendirian kami

Meskipun pada akhirnya kami jadi sejarah yang mungkin selamanya dikenang

Sebelum itu, darah menjadi minuman kami

Bunyi pistol menjadi syair di setiap derap langkah

Peluru menjadi makanan kami

Ada yang menembus tubuh memanggil kematian

Ada yang melintas, ada yang diam

Tumbuh menjadi pengorbanan

Kami dapatkan kemerdekaan yang kami impikan

Kamilah yang pantas merdeka

14. Padamu Pahlawanku - Alina Yulia Utami

Derap langkah mengiringi kepergianmu

Dihari nan suci ini tanpa diriku

Kau berjuang demi nusa dan bangsa

Demi membela Ibu Pertiwi

Oh pahlawanku

Kau berjuang demi membela ibu pertiwi

Kau korbankan harta bahkan nyawamu

Untuk negeri ini

Demi mempertahankan pancasila dan NKRI

Oh pahlawanku

Begitu besar jasamu

Begitu harum namamu

Terima kasih pahlawanku

Kau bela negeri ini sampai mati

15. 1708 - Ahmad M. Mabrur Umar

1708

Sejarah negeri telah terukir dalam ribanya

Dahulu dijajah, kini lantang bersorak merdeka

Merah putih berkibar gagah penuh karisma

Salam satu semboyan Bhinneka Tunggal Ika

1708

Takkan rela terjajah lagi

Malam suram berganti cerah mentari pagi

Tidak lagi terdengar tangisan pertiwi

Datanglah segera, jangan ayal lagi

1708

Bukti sejati juang para pahlawan

Mengangkat bambu, bedil pun dilawan

Penjajah dilawan, negeri sendiri jadi kawan

Walau langit kelam berbalut pekat sang awan

16. Merdeka atau Mati - Yamin

Darah menggenang di tanah tak bertuan

Ratusan nyawa melayang

Bergelimpangan di medan perang

Mengangkat panji kemenangan

Seorang pejuang berteriak lantang

Gagah berani memegang senjata lawan penjajah

Dua kata menjadi pilihan

Merdeka atau mati

Tubuh kekar dihujani peluru

Penuh lubang di sekujur tubuh

Darah bercucuran mereka tetap tegak berdiri

Sekali lagi lantangkan merdeka atau mati

17. Merdeka itu Mahal - Ahza Purnama

Jika kau ingin bebas

Jika kau ingin tak terikat

Jika kau ingin tak tertekan

Jika kau ingin hidup damai

Berarti kau ingin merdeka kawan

Tapi apa yang kau buat

Apakah sudah berkorban

Apakah sudah juang

Apakah sudah perang

Atau hanya berpangku tangan kawan

Tahukah kau

Ribuan jiwa runtuh tertimbun

Untuk membebaskan pertiwi dari penjajah keji

Walau darah membanjiri raga kawan

Ingat merdeka itu mahal

18. Karya Dalam Merdeka - Asfis Suminarsih

Indah mengenang dalam bahagia

Nusantara kini telah bebas merdeka

Jadi negeri yang mandiri dan berjaya

Namun...

Hingga negeri kita makin berjaya di segala lininya

Kita tak bisa hanya bahagia dengan kata

Berikan bukti dengan segala upaya

Sepenuh hati kita bersama berikan karya

Dengan pikiran maupun tenaga

Wujudkan negeri makmur sentosa Dalam naungan Pancasila

Keberagaman kan mewarnai indahnya

Dalam beda selalu bersama

19. Merdekalah Bangsaku - Yamin

Sejarahmu terus terkenang diingatanku

Tujuh belas agustus saksi bisu hari kebebesanku

Para pahlawan bertaruh keras pertahankan keutuhanmu

Sebagai kenangan sepanjang hidup

Indonesia kini merdeka

Berkibarnya sang merah putih

Bawa napas lega tanpa nestapa

Mengenang cerita berderailah air mata

Kemerdekaan hilangkan jeritan lara

Indonesia merdeka...

Lahirkan pemuda pemudi bangsa

Terbang keawan menguak kedamaian

Menengok ke kanan bawa kebaikan

Kaki cengkeram erat semboyan kemerdekan

20. Kebebesan - Yamin

Kebebasan memberi kesejukan di bumi pertiwi

Bebas tanpa jerit penindasan

Bebas dari deru keadaan

Kini anak manusia tersenyum bahagia

Problematika kemerdekaan telah lewat

Anak negeri mudah menggapai mimpi

Tak sekeras kerja rodi melelahkan diri

Kini kita telah bebas

Bebas melindungi tanah air

Sudah berada ditempat yang berdaulat

Kita bisa satukan bangsa

Sampai Indonesia terus berjaya

21. Merah Putih - Astis Suminarsih

Semangat yang tiada henti dalam jiwa

Berikan energi setiap insan Bersama karya nyata

Mantapkan hati lanjutkan Langkah demi Langkah

Gelora dalam dada tak kan pernah patah

Menyala tergambar dalam warna merah

Tiada lupa hati yang suci

Teriring do'a menembus langit sang Ilahi

Memohon lindungan bagi kokohnya negeri

Bersihkan diri luruskan niat dalam hati

Putih lambangkan semua dalam diri

Jayalah Indonesia

Kibarkan dan korbankan semangat merah putih

22. Mentari Indonesia - Bunda Azki

Derap langkah para penjaga paksa

Letupan senjata tanpa aksama

Ribuan nyawa hilang tanpa dosa

Hanya derai air mata yang berkuasa

Ketika doa dan air mata bersama

Penjuru bumi langit berkuasa

Sebilah bambu runcing mencakar angkasa

Kekuatan besar mencabar bumi seisinya

Merdeka, merdeka, merdeka

Peluh dan lara berganti indahnya nirwana

Luka tikam menganga berganti senyuman sukma

Ribuan dera tergantikan secercah sinar khatulistiwa

Kisah romansa akan indah pada waktunya

Bukan karena kamu dan aku saja

Namun korelasi keduanya

Karena kita sama, kita adalah Indonesia.

23. Penuh Peluh oleh Alwiyah Dwi P.

Aku menyaksikan dari jauh

Senjata itu kian merusak tubuh

Dan kini hanya tinggal separuh

Tak terlihat utuh

Jiwaku terasa ikut terbunuh

Semakin terdengar suara gemuruh

Semakin aku tak bisa menahan pelih

Berjuang dengan semangat penuh

Meski keadaan semakin gaduh

Semangatnya yang semakin rusuh

Di balik pakainnya yang lusuh

Masih terdapat semangat yang tetap utuh

Selalu berpegang teguh

Untuk menjaga indonesia ingin membuatnya runtuh

24. Indonesia - Chatya Fawziyah

Tujuh puluh enam tahun Indonesia merdeka

Meninggalkan segala cerita lama yang penuh duka

Ratusan tahun dijajah dengan kejamnya

Hingga tak sedikit yang gugur karenanya

Indonesia...

Sejarah perjuangan tak mungkin dilupa

17 Agustus 1945

Proklamasi atas nama bangsa Indonesia berkumandang ke penjuru dunia

Indonesia usiamu tak lagi muda

Namun semangatmu harus tetap membara

Demi segala cita-cita para pejuang bangsa

Majulah Indonesia

Jayalah bangsa dengan beragam suku dan budaya

Kepakkan sayapmu setinggi angkasa

Tunjukkan gagahmu di mata dunia

25. Malam Tirakatan - Yamin

Malam semakin larut

Angin semilir lembut

Seolah berhenti memberi hormat

Dan mengucap salam kepada negeri tercinta

Sejenak lampu dipadamkan

Tampak tebaran bintang di langit laksana permata

Mereka bertamasya

Menari-nari di angkasa

Begitu lama mereka berthaan hidup

Dengan berbekal ketabahan dan keikhlasan

Perjuangan mereka akhirnya terwujud

Meski setelah itu jatuh bangun menjaga merah putih

26. Benderaku - Gatot Supriyanto

Ini benderaku, dua warna

Telah digambar dengan tubuh memar pahlawan

Bahkan tubuh luluh

Dengan tangan terpotong-potong

Hati tercabik-cabik

Diaduk di tungku peperangan

Merahnya membasahi bumi pertiwi

Putihnya jadi cermin negeri

Kuingin jadi angin

Bergabung kau, kau, kau hingga menggunung

Menjaga bendera tetap berkibar

27. Indonesiaku - Diyah Fadilah

Indonesiaku,

Kini kau 'tlah terlepas dari belenggu penjajahan

Dulu ditindas, ditebas hingga dirampas

Hingga satu persatu rakyat tewas

Indonesiaku,

Terbebas dari penjajah tak semudah membalik tangan

Detik demi detik merelakan keringat bertetesan

Satu malam pun serasa ribuan tahun

Indonesiaku,

Kini sang dwiwarna telah berkibar

Semerbak harumnya bagaikan mawar

Sampai tak terasa puluhan tahun terlewatkan

Indonesiaku,

Semoga kisahmu tak pernah pupus

Tak hanya suka namun juga duka

Bukan hanya tinggal sebuah cerita

28. Anak Garuda - Panggi Gus Yogantoro

Dari telur aku menetas

Dan ku belajar terbang mengitari angkasa luas negeri ini

Belajar mengenal keelokan negeri ini

Kepakkan sayap ku siap mengantarkan kemajuan untuk negeri ini

Cengkeraman kuatku akan mencengkeram kuat Pancasila

Cengkeraman kuatku akan mencengkeram kuat Bhineka Tunggal Ika

Kuku-kuku tajamku akan mengoyak orang yang merusak negeri ini

Paruh tajamku akan mematuk semua pengacau yang ada di negeri ini

Karena aku adalah anak garuda

Yang akan selalu meneruskan perjuangan garuda-garuda terdahulu

Yang akan menjaga dan mencintai selalu Indonesia.

29. Merdeka - Rima Putri Utami

Mentari merekah bersinar kembali

Menyambut nuansa pagi berseri

Ayun langkah menuju janji

Janji bukti kekuatan negeri

Nan lepas dari segaal macam misteri

Kuatkan hati kokohkan ragawi

Lonceng kekuatan abadi

Gelap itu kini bersinar lagi

Menyongsing binar-binar hati

Engkau bebas kuat menuju jaya

Negeri tercinta

Indonesia merdeka

Di atas tangan pemuda bangsa

Yang tegak kokoh berwibawa lagi perkasa

30. Bela Negara - Dilla Hardina Agustiani

Kobar semangat terus membara

Menyulut asa tuk bela negara

Berkorban jiwa serta raga

Usir penjajah dari tanah air kita

Ratusan nyawa pahlawan telah melayang

Mereka dengan gagah berani berperang

Menebas ketidakadilan walau penuh rintang

Agar tak ada lagi rakyat yang terkekang

17 Agustus kita telah merdeka

Perjuangan para pahlawan tak sia-sia

Terluka parah bahkan hilang nyawa pun rela

Demi melihat generasinya hidup damai Sentosa

31. Barisan Masa Depan - Acep Suhendar

Kami sudah siap bergerak

Kami sudah tak sabar untuk menatap langit

Gerakan kami serentak

Untuk segera menemukan berlian yang terkubur

Nyali kami tak bisa diukur oleh apa pun

Ketika bel mulai berbunyi

Kami akan berlari sekencang-kencangnya

Menyongsong masa baru yang akan datang

Beritakan hal ini pada Bung Karno

Beritakan juga hal ini pada Bung Hatta

Bahwa mereka tak pernah sia-sia menciptakan negeri ini

Bahwa mereka telah berhasil memerdekakan bangsa ini

Kami barisan masa depan bergerak tanpa batas

Lampaui batas kemampuan dan bakat kami

Kami nyawa negeri ini

Kami pondasi bangsa ini

Dan kamilah yang akan memandu ibu bapa

Menuju podium kemenangan sesungguhnya

32. Perjuangan - Dadan Maulana

Kemerdekaan ini diraih dengan usaha

Usaha tanpa kata menyerah

Kemerdekaan ini diraih dengan keringat

Yang bercucuran gerimis turun membasahi dahan

Kemerdekaan ini diraih dengan lelah

Lelah yang setia menghantu

Kemerdekaan ini diraih dengan darah

Karena berjuta ton darah tumpah untuk kemerdekaan

Kemerdekaan ini diraih dengan nyawa

Karena beratus ratus tahun silam nyawa melayang

Semuanya untuk Indonesia

Semuanya untuk masa depan Indonesia yang lebih cerah

Perjuangan para pahlawan yang tidak sia-sia

Tapi sekarang malah di sia siakan

33. Prawira Negara - Dwi Yuliana

Gugur...

Tujuh Melati Pagar Bangsa kami gugur

Ibu Pertiwi menyeru meletakkan senjata

Tunailah Dharma Bakti mereka

Tak di sangka sebuah Lubang Buaya akhirnya

Apa...

Kata sudah 'Merdeka' terucap

Tapi kejadian itu datang merenggut

Melati Pagar Bangsa kami dari Ibu Pertiwi

Tlah usai kami yang meneruskan perjuangamu

Generasi muda penerusmu berjiwa ksatria

Berwatak Perwira pemimpin bangsa

Tanah dipihak oleh kalian Melati Pagar Bangsa

Agar kami ingat kami berjanji untuk negeri ini

Bertanya 'Apa yang negara berikan pada kami?'

Tetapi kami akan bertanya apa yang telah kami berikan

34. Jeruji Belanda - Eli Sulistyowati

Bergelut dengan sengsara

Berbalut rasa menderita

Tenggelam dalam tangis air mata

Terjerat dalam jeruji Belanda

Seakan hari tak kunjung berhenti

Seakan dunia bertema neraka

Seolah nyawa tak ada artinya

Seolah waktu berhenti seketika

Tapi semangat tak pernah padam

Tapi orasi tak pernah bungkam

Demi masa depan yang tak suram

Demi Indonesia tak jadi temaram

35. Jayalah Negeriku - Nisa Kardina

Gilang gemilang cerita dalam album kisah

Menorehkan semburan semangat yang membara

Walau tak terbilang nyawa melayang tuk merdeka

Persembahan mulia anak bangsa tuk ibu pertiwi

Jayalah selalu negeriku

Tegakku bagai karang membelamu

Mendekapmu dalam rinai merdu alammu

Membarut laramu dengan dendang laguku

Jayalah selalu negeriku

Takkan kubiarkan angkara membelah

Takkan kubiarkan fitnah menyerang

Kuikat engkau dengan renda kasih dan sayang

Jayalah selalu negeriku

Kami kan selalu ada untukmu

Bersamamu hingga senjata menjemput

Meninabobokkanku dalam dekapanmu

36. Indonesia Raya - Indah Putri Aulia

Diawal hari setiap pendidikan dimulai Terdengar lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya

Betapa bangga hati ini

Saat negeri tercinta telah merdeka

Dedikasi tinggi demi kebebasan dicurahkan

Sejarah yang menjadi saksi bisu pembantaian

Jerit tangis akan penyiksaan

Diberikan penjajah tanpa ampunan

Namun besarnya pengorbanan para pahwalan

Mampu membasmi ketidakadilan

Negeriku nan elok zambrud khatulistiwa julukanmu

Tanah kelahiranku menjadi tempat bersejarah

37. Indonesiaku - Shavna Agitsni

Gejolak amarah tertanam di mana-mana

Seakan tak ingin hidup lagi di dunia

Darah berceceran di mana-mana

Jejak sang pejuang untuk Indonesia

Nenek moyang menjadi saksi bisu

Dari kelamnya masa lalu

Para penjajah tak segan untuk membmbardir

Dengan senjata nuklir

Yang suaranya terdengar dari hulu sampai ke hilir

Merdeka!! Merdeka!!

Kata-kata itu bergema di mana-mana

Bambu runcing serta parang menjadi senjata

Kini saatnya Indonesia merdeka

38. Tetesan Darah - M. Zaky Dhiyaul Haq

Angin bertiup menerbangkan suara desing mesin

Tangisan menyayat hati terdengar sangat pilu

Asap dan debu bergumul seakan meminta mulut bisu

Karena tetesan darah sedang besatu

Berjuang di garda terdepan

Meninggalkan sanak saudara

Tuk meraih mimpi yang dicita-citakan

Walau darah pasti selalu bertetasan

Baju putih menjadi pilihan

Meski darah akan selalu bertetesan

Karena merah putih menjadi akhir perubahan

Sebuah semangat untuk meraih kemerdekaan

Tuhan...

Kini kemerdekaan telah tergenggam kepalan

Beri aku kekuatan

Untuk menjaga negeri penuh kedaulatan

39. Kemerdekaan Ini - Nurcahaya

17 Agustus 1945

Hari di mana bangsa bersukacita

Merasa lega dengan hasil jerih payah

Merasa lega dengan pengorbanan bertarung nyawa

Kemerdekaan ini adalah harta

Harta berharga bagi mereka yang memperjuangkannya

Kemerdekaan ini adalah bukti penghormatan

Dari sekelompok orang bagi bangsanya

Pukul 11.30

Riuh memekakkan mendadak senyap

Terdengar suara lantang Bapak Proklamator

Memprokalamsikan kemerdekaan Republik Indonesia

40. Krawang Bekasi - Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami, terbayang kami maju dan mendegap hati?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda.

Yang tinggal tulang diliputi debu.

Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa,

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami

Teruskan, teruskan jiwa kami

Menjaga Bung Karno, menjaga Bung Hatta, menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat

Berikan kami arti

Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

41. Getir Prokalamasi - Muharami Aisyah Hanafi

Masa yang telah lama dinantikan

Di mana para rakyat mendapat kebebesan

Dan hasil Nusantara, tak lagi jadi rebutan

Indonesia, memegang kuasa penuh, atas tanah pijakan

Semua, berkat jasa juang para pahlawan

Yang menuai jerih payah pengorbanan

Sehingga, menggenggam kekuasaan kembali, setelah banyak pertikaian

Ibu pertiwi, dengan bermacam keanekaragaman

Menyatukan usaha tuk tercapainya tujuan

Demi terhentinya berbagai ancaman

Menguatkan kembali pertahanan

Melindungi wilayah yang sudah seharusnya tetap aman

Ketika prokalamsi telah resmi terucap khidmat

Para penduduk turut bersemangat

Bersorak-sorai merdeka, dari tiap sudut kota

Bersama cerahnya sinar mentari yang begitu hangat

Linangan air mata, bersama senyum bahagia

Menatap penuh harap, akan selalu jaya di tiap masa

42. Diponegoro - Chairil Anwar

Di masa pembangunan ini

Tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti

Tak genta. Lawan banyaknya seratus kali.

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu

Kepercayaan tanda menyerbu

Sekali berarti

Sudah itu mati

MAJU

Bagimu Negeri

Menyediakan api

Punah di atas menghamba

Binasa di atas ditindas

Sungguhpun dalam ajal baru tercapai

Jika hidup harus merasai

Maju.

Serbu.

Serang.

Terjang.

43. Kala Itu - Eliya Najma M

Kala itu langit berseri seri

Awan bergerak elok mengikuti arus angin

Dan angin bertiup lembut membelai jiwa

Kala itu Indonesia ditimpa kabar gembira

Kala itu waktu masih pagi

Hanya ada sesosok yang bediri gagah

Mengumumkan kemerdekaan Indonesia

Kala itu di bagian bumi yang lain

Berdirilah banyak orang berhadap hadapan

Menunggu aba-aba mulainya perebutan

Perebutan kekuasaan yang dilindungi

Indonesia telah merdeka

Walau banyak yang mencaci dan membenci

Indonesia tetap kokoh pondasi

Walau banyak yang berusaha menghancurkan

44. Karya dalam Merdeka - Alte minasih

Indah mengenang dalam bahagia

Nusantara kini telah bebas merdeka

Jadi negeri yang mandiri dan berjaya

Namun...

Kita tak bisa hanya bahagia dengan kata

Berikan bukti dengan segala upaya hingga negeri kita makin berjaya di segala lininya

Sepenuh hati kita bersama berikan karya

Dengan pikiran maupun tenaga

Wujudkan negeri makmur sentosa

Dalam naungan Pancasila Keberagaman kan mewarnai indahnya.

Dalam beda selalu bersama

45. Satu Indonesia - Wisnu Nata

Indonesiaku

Indonesiamu

Indonesia kita

Jayalah bangsa

Merah Putih Benderanya

Garuda Lambang Negara

Pancasila Dasar Negara

Indonesiaku

Samudera nan luas beripu pulau

Kaya Sumber Daya dan Budayanya

Beraneka ragam sukunya

Berbeda Agamanya

Namun tetap Satu Indonesiaku

46. Indonesia Merdeka - Sisko Dion A

Di masa yang lalu

Beribu raga telah terpendam

Berjuta jiwa telah hilang

Kemerdekaan ini sangat berarti untuk kita

Kuatkan persatuan

Mencapai perdamaian negri

Di bumi ini aku berjanji

Ini Indonesiaku

Aku teguh melambangkan pancasila

Menghargai bhineka

Di hari ini aku berkata

"Indonesia Merdeka"

47. NKRI Harga Mati - Wisnu Nata

Jangan kau ragukan kesetiaan kami pada negeri ini

Jangan kau katakan kami intoleransi

Negeri kami sangat kami cintai

Indonesia Tanah Air kami

Tak kan rela sejengkal

tanah air kami lepas bumi pertiwi

Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati

Tetap berkibar sang merah putih

Indonesia Jaya kan tetap abadi

Timor Timur adalah masa lalu

Jangan ada lagi yang berpisah seperti itu

Aceh, Maluku, Papua yuk bersatu

NKRI tetap di dalam kalbu

48. Kemerdekaan - Mega Cahaya Ningsih

Kemerdekaan yang kau perjuangkan

Sampai titik darah penghabisan

Kau relakan

Hanya agar generasimu cerah dan sejahtera

Berbagai rintangan kau lewati

Berbagai tantangan kau hadapi

Berbagai permasalahan kau alami

Berbagai ujian kau salami

Hanya untuk kemerdekaan Indonesia

Hanya untuk kemakmuran bangsa

Hanya untuk keadilan bagi rakyatmu

Hanya untuk kesejahteraan generasimu

Sehingga melahirkan kata "merdeka"

Bagi Indonesia

Merdeka!

Satu Indonesia satu bangsa

49. Pejuang Kemerdekaan - Rahmy Ardhie

Merah darahmu menggelora

semangat juangmu membara

Tak pernah padam

Meski harus berkorban nyawa

Meski harus menderita

Kau telah memperjuangkan

Kemerdekaan Indonesia

Dengan perkasa

Dengan susah payah

Tanpa keluh kesah

Tak akan kami sia-siakan hasil

Perjuangamu

Akan kami isi dengan membangun negeri

Agar Indonesia semakin sendiri

50. Pahlawan Terakhir - George William Russell

Kami membaringkannya untuk beristirahat dengan kelembutan

Pulang kami menyerahkan emas senja

Kami berpikir dalam diri kami sendiri dengan kesusahan yang bodoh

Semua kisah bumi diceritakan

Sebuah kata yang indah pada akhirnya diucapkan

Hati yang sangat dalam seperti hati orang tua

Pergi; dan pembicara telah kehilangan utasnya

Atau semua kisah bumi diceritakan

Debu menggantung di jalan kering pucat

Dengan pusing ditembakkan dengan emas senja

Dan kenangan pahit bertiup di setiap wajah

Bagaimana semua kisah bumi diceritakan

(NSF)