Konten dari Pengguna

25 Puisi tentang Alam yang Menyentuh Jiwa

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang yang mengarang puisi tentang alam. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang yang mengarang puisi tentang alam. Foto: Pixabay

Salah satu jenis karya sastra adalah puisi. Puisi biasanya ditulis dengan berbagai tema, seperti puisi tentang alam, percintaan, orang tua, sahabat, pendidikan, dan masih banyak lagi.

Puisi adalah karya sastra yang dapat menjadi tempat curahan perasaan, ide, dan gagasan pengarang atau penulisnya. Pengungkapan bahasa dalam puisi mayoritas menggunakan makna-makna simbolis, sehingga kerap terjadi penafsiran makna yang berbeda-beda dalam memaknainya.

Puisi dapat mengekspresikan emosi, suasana hati, kekaguman, keresahan, kegelisahan, dan suasana hati lainnya. Melalui puisi, seseorang akan lebih sadar untuk mengamati, mengagumi, atau memikirkan keadaan lingkungan sekitarnya.

Bagi pemula, membuat puisi bisa dimulai dari bait yang paling sederhana, yaitu dua bait hingga kemudian menjadi bait yang tak terhingga atau disesuaikan dengan keinginan sang penulis.

Kebanyakan puisi setiap baitnya terdiri dari 3-5 baris saja. Dikutip dari beberapa sumber, inilah kumpulan puisi tentang alam.

Ilustrasi membaca puisi tentang alam pegunungan. Foto: Pixabay

Puisi tentang Alam Pegunungan

Pegunungan menjadi sebuah kenampakan alam yang begitu megah. Oleh sebab itu, membuat puisi bertemakan pegunungan sangatlah menarik.

Menghimpun dalam buku Serpihan Puisi Alam milik Radius. S.K. dkk, berikut contoh puisi tentang alam 3 bait dengan tema pegunungan:

1. Panorama Gunung Pagi Hari

Udara dingin amat membeku

Kabut tipis masih melayah-layah

Perlahan-lahan bangkit sang surya

Cahayanya menembus alam semesta

Kicau burung mulai terdengar

Menemani pagi yang datang

Suasana pun disemarakkan

Agar manusia penuh kebahagiaan

Dari rumah-rumah penduduk

Terlihat asap mulai mengepul

Menanak nasi di pagi hari

Untuk sarapan di pagi ini

2. Keindahan Kaki Gunung

Di kaki gunung nun jauh di sana

Ada hamparan dari sawah

Warnanya menghijau

Menyejukkan pandangan mata

Angin semilir tiada henti

Menerpa ke wajah para petani

Sembari membersihkan padi

Agar panen di tahun ini membuahkan hasil

Burung-burung berlarian

Dari pucuk-pucuk dahan

Kadang-kadang mereka menggoda

Petani yang istirahat di Gubuk Tua

3. Kesegaran Udara Pegunungan

Kubentangkan kedua tanganku

Di puncak gunung berwarna biru

Memandang dari ketinggian

Hamparan bumi penuh keindahan

Kupejamkan mata kuhirup udara

Udaranya pun kuhirup dalam dalam

Agar memenuhi rongga dada

Aku pun merasakan kesegarannya

Inilah alam pegunungan

Sangat bersih dan segar

Jauh dari polusi

Yang bisa menyakiti diri

4. Keindahan Alam di Pagi Hari

Ku buka mata

Cahaya pagi menembus kaca jendela

Semerbak mawar merah dan putih merekah

Ku buka jendela

Ku hirup udara nan segar

Melihat kabut tebal yang masih menyelimuti bumi

Setetes embun membasahi daun

Kicauan indah terdengar di telinga

Angin menembus halus menembus kulit

Ku lihat awan seputih melati

Dan langit sebiru lautan samudra

Kini ku siap menghadapi hari yang baru dan indahnya bumi

5. Hutan yang Indah

Air dangkal kujalani

Tubuh yang basah mulai kukeringkan

Akar-akar pohon memakan air dan hujan telah tiada

Kemarau menyambut

Untuk keseimbangan alam

Merdunya burung-burung bernyanyi

Hari baru sebagai tandanya

Aku terpana akan buaian ini

Hanya millikku saja

Sejenak aku menutup mata

Sejenak membentangkan tanganku

Bahagia kurasakan, sejuk, dan bahagia

Ilustrasi membaca puisi tentang alam dan cinta. Foto: Pixabay

Puisi tentang Alam dan Cinta

Puisi tentang alam 2 bait di bawah ini mengekspresikan wujud cinta dan syukur manusia atas keindahan alam yang telah diciptakan Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta.

6. Keindahan Alam Ini

Berdiri aku di tepi pantai

Di bawah langit yang membentang

Merasakan negeri keindahan

Indonesia yang ku sayang

Indonesia Negeri Khatulistiwa

Beribu nikmat di dalamnya

Pemberian dari Tuhan Yang Esa

Agar bersyukur kita kepada-Nya

7. Alamku Sahabatku

Dengan lautan yang dihamparkan

Kami berlayar mencari ikan

Dengan gunung-gunung menjulang

Kami buat persawahan

Dengan alam Tuhan memberikan

Segalanya yang manusia membutuhkan

Agar mereka bersyukur

Jangan sampai manusia kufur

8. Lautan yang Indah dan Tenang

Lautan yang indah dan tenang

Terlihat ikan yang sedang bergurau riang

Dibalik terumbu karang yang tampak kokoh

Bersamana tanaman laut yang bergerak indah

Manusia yang melihat itu sangat terpesona

Ikan ikan berenang dengan ceria

Air laut tampak tenang dan tidak bergelombang

Suasana lautan sangat nyaman dan tenang

9. Damai

Hatiku damai mendengar air yang bergemiricik lembut

Kubentangkan kedua tanganku

Kugenggam udara dan air

Kuteguk udara dan air

Kesegaran alam

Tuhan,

Ini adalah titipan-Mu

Kan kujaga selalu

Pundakku tak dapat memikulnya

Jika tanpa-Mu

Sang Pencipta Alam

10. Hembusan Udara Bukit

Pohon-pohon menari

Menyambut mentari

Tersipu malu bersama burung-burung

Memuji kehangatan mentari

Asri nan damai alam ini

Tak ingin ku beranjak

Sejuk hingga relung hati ini

Tak ada duanya

Tempatku mengadu lelah

Ilustrasi menulis puisi tentang keindahan alam. Foto: Pixabay

Puisi tentang Keindahan Alam

Setelah 2-3 bait puisi, simak contoh puisi tentang alam 4 bait yang menggambarkan keindahannya.

11. Pemandangan Indah

Wahai Tuhan

Aku memendam kagumku padaMu

Dari malam hingga ketemu malam

Tak pernah padam api pesonaku

Hembusan angin gunung

Indahnya tarian tumbuhan

Rasanya nyaman

Bagai taman surga di bumi

Sempurnalah alam ini

Terpesona aku

Terpana aku

Harus dijaga selalu

Agar tak pernah sirna

Terjangan laut pun adalah kebiasaan alam

Batu karang dipecahnya

Aneka fauna terhempas

Dari dasar laut paling dalam

12. Desaku yang Permai

Sawah terlihat mulai kuning

Pagi pun siap bersalam sapa dengan mentari

Membuat ayam-ayam berdendang seirama

Para petani pun siap bekerja

Padi merunduk

Siap untuk ditumbuk

Petani senang

Bersama hasil panennya

Air sungai mengalir lembut

Bagai kaca yang sangat bening

Jiwa dan raga terbasuh

Desaku yang permai

Ramainya obrolan alam

Angin yang bersentuhan dengan dedaunan

Hingga menuju samudera langit

Di pinggiran sungai

Aku menari-nari

13. Laut yang Ramai

Hamparan laut mengundang

Orang-orang segera datang

Menari-menari memandang bentangan air

Pertemuan pun ditemukan

Datanglah

Dari segala penjur pun datang

Keramaian pun menutupi sepi

Cinta kasih mengalun lagu pantai

Kelabu telah minggat dari sini

Kesunyian guntur yang menggelegar

Turun-turun dari langit pun tiada

Basahnya kaki-kaki dalam tanah

Kesuburan kembali merayap pada pepohonan

Yang menghidupkan alam dan sekitarnya

14. Potongan Surga Nusantara

Masih dalam renungan pagi

Saat burung berkata merdu

Menyanyi kicau sendu tentang alam hari ini

Disana terhampar potongan surga

Terlukis dalam ranah keindahan

Langit selaksa biru nan indah

Awan berarak mengikuti sang angin

Padi menunduk dalam kebersahajaan

Terhampar di atas permadani kuning alam pesawahan

Gunung terlihat gagah menjulang penuh digdaya

Pepohonan hijau berbaris menanti sang matahari

Inilah Indonesiaku

Keindahan Lukisan Tuhan yang tergores di kanvas negeriku

Inilah Indonesiaku

Hamparan keindahan yang menghias tanah airku

15. Alam di Lembah Semesta

Angin dingin kelam berderik

Kabut putih menghapus mentari

Tegak cahayanya menusuk citra

Pahatan gunung memecah langit

Berselimut awan beralas zamrud

Tinggi.. tajam

Sejak waktu tidak beranjak

Di sanalah sanubari berdetak

Sunyi sepi tak berteriak

Cermin ilusi di atas danau

Menikung pohon yang melambai warna

Di celah kaki kaki menjejak karya karya-Nya

Ilustrasi kumpulan puisi tentang bencana alam. Foto: Pixabay

Puisi tentang Bencana Alam

Keadaan bencana alam yang menyedihkan juga menjadi inspirasi dalam pembuatan puisi. Menghimpun dalam buku Kumpulan Puisi Cinta, Alam, dan Corona karya Zaim Dzaky Sanjaya, adapun contoh puisinya sebagai berikut:

16. Menggenang

Ku lewati jalan itu

Sehabis turun hujan

Air banyak menggenang

Di sepanjang tepian jalan

Baginilah setiap hujan

Air tak tertampung di selokan

Akhirnya jalan pun terendam

Membahayakan bagi pejalan

Kenapa bencana ini terjadi

Mungkinkah karena ulah kita

Yang sudah tak memiliki nurani

Merusak alam tanpa rasa berdosa

17. Bersabar

Bencana datang kapan saja

Kadang-kadang tidak diduga

Datangnya dengan tiba-tiba

Manusia tak siap menghadapinya

Apapun yang sedang terjadi

Rasa sabar harus di hati

Bencana ini ketentuan rabbul Izzati

Sebagai ujian bagi manusia di muka bumi

18. Menjelang Panen

Terhampar luas padi di desa

Warnanya kuning keemasan

Pemandangan yang membahagiakan jiwa

Hamparan sawah bagai hiasan

Sayang sayang seribu sayang

Hujan turun tak kunjung reda

Harapan bahagia pun melayang

Air hujan merendam sawah

Bencana ini sungguh menyedihkan

Bagi penduduk di pedesaan

Padi menguning ini rusak

Menyisakan kepedihan

19. Amarah Laut

Sore, di pantai itu

Anak-anak bermain ria

Senang dan bergembira

Dengan teman-teman sebayanya

Tak ada yang asing

Semua seperti hari biasanya

Mereka berkumpul kala sore tiba

Mengisi jerah hari dan letih jiwa

Namun entah mengapa

Laut mengeluarkan amarahnya

Gelombang besar terbentuk jelas

Menghantam daratam dengan ganas

Bagaimana tidak

Amarah yang besar itu

Menyapu rata tanpa permisi

Menggulung apa yang dilalui

Oh Laut

Apa salah kami

Oh Tuhan

Maafkan kami

Ilustrasi membuat puisi tentang lingkungan alam. Foto: Pixabay

Puisi tentang Lingkungan Alam

Lingkungan alam memiliki keindahan yang menakjubkan. Merujuk pada buku Pembelajaran Puisi, Apresiasi dari dalam Kelas oleh Supriyanto, inilah contoh puisi tentang berbagai lingkungan alam yang ada di bumi.

20. Embun Pagi

Kabut turun membumi

Membawakan embun pagi

Embun datang menghampiri

Rumput-rumput berdiri

Butir-butir menatap mentari

Bagaikan permata berseri

Bersama embun pagi

21. Hidup Rukun

Damai tenang

Tenteram dan nyaman

Semua warga bertegur sapa

Sebagai bukti saling kenal semua warga

Lingkungan bersih dan indah

Semua tertata sesuai rencana

Sebab semua warga bekerja sama

Merawat dan memelihara alam semesta

22. Sungai

Oh, sungaiku

Engkaulah bagian dari hidupku

Andaikan saja kau bersih

Air yang mengalir membuatku ingin bermain

Bersama ikan-ikan yang hidup di sana

Oh, sungaiku

Andaikan saja kau bersih

Kau akan membuat kota ini menjadi indah

23. Sehelai Daun

Sehelai daun, kering dan kuning

Ringan melayang dari puncaknya yang tinggi

Jatuh ke bumi, berbisik lirih

Aku sudah terbuang dari lingkunganku

Adakah di sini menerima hadirku

Lalu hujan pun turun, menyiram bumi yang murung

Daun yang luruh terbawa arus

Sampai di kaki pohon yang kurus

Menetap melembap dan membusuk, merelakan dirinya jadi humus

Tak lama setelah itu

Pohon yang kurus membangun tubuh

Dahan ranting dan daun tumbuh subur dan rimbun

Sehelai daun, kering dan kuning

Merana tersia-sia, turut menyumbang jasa

24. Dari Bentangan Langit

Dari bentangan langit yang semu

Ia, kemarau itu, datang kepadamu

Tumbuh perlahan, berhembus amat Panjang

Menyapu lautan, mengekal tanah berbongkahan menyapu hutan!

Mengekal tanah berbongkahan!

Datang kepadamu, Ia, kemarau itu

Dari Tuhan, yang senantiasa diam

Dari tangan-Nya

Dari tangan yang dingin dan tak menyapa

Yang senyap dan yang tak menoleh barang sekejap

25. Indonesiaku Hijau

Secercah harapan kunanti

Melihat Indonesiaku hijau

Kapan dan kapan

Ia semakin tua

Oh, Indonesia..

Kulihat engkau memutih

Tergerai dentuman industri

Engkau semakin redup

Oh, Indonesia..

Kapan aku menatapmu hijau

Dengan semburat angin sepoi

Kuingin habiskan sisa hidupku

Tuk melihatmu tersenyum

(VIO)