Konten dari Pengguna

57 Kata Bijak Bahasa Jawa yang Penuh Makna Kehidupan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Kata Bijak Bahasa Jawa, Foto Unsplash/Mohamed Nohassi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kata Bijak Bahasa Jawa, Foto Unsplash/Mohamed Nohassi

Kata bijak bahasa Jawa yang penuh makna dapat dibagikan ke media sosial untuk melengkapi postingan status agar lebih menarik. Bahasa Jawa menjadi satu bahasa di Indonesia yang memiliki banyak penuturnya. Sebagai bahasa daerah, bahasa Jawa terbilang populer di kalangan masyarakat umum.

Berdasarkan buku Fonologi Bahasa Indonesia Jawa dan Jawa Kuna, Marsono, (2021:364), bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah dari 500-an bahasa daerah yang ada di Indonesai. Jumlah penuturnya sekitar 75.500.000 orang, merupakan bahasa daerah terbesar.

Dalam hal jumlah penutur bahasa di dunia, bahasa Jawa menduduki urutan ke-11 terbanyak. Wilayah penyebarannya, meliputi: DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Medan, dan daerah-daerah trasmigrasi di Indonesia, Suriname, Belanda, dan New Caledonia.

Daftar isi

Kata Bijak Bahasa Jawa

Ilustrasi Kata Bijak Bahasa Jawa, Foto Unsplash/Aziz Acharki

Berikut merupakan beberapa kata bijak bahasa Jawa yang bisa dibagikan ke media sosial.

  1. Aja milik barang kang melok.

    (Jangan tergiur barang yang berkilau)

  2. Nek pancen tresno kui kudu dijogo, ora malah keno godo karo wong liyo.

    (Kalau memang cinta harus dijaga, bukan malah termakan godaan orang lain)

  3. Urip iku urup.

    (Hidup itu hendaknya menyala atau memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita)

  4. Ambeg utomo, andhap asor.

    (Boleh menjadi yang utama, tetapi tetap rendah hati)

  5. Senadyan aku sengit banget karo kowe, tapi roso ning ati ora iso diapusi. Roso tresno iki mung kanggo sliramu.

    (Walau sebenarnya aku sangat membencimu, perasaan di hati ini tidak bisa dibohongi. Rasa sayang yang ada di dalam hati hanyalah untukmu)

  6. Cuplak andheng-andheng, yen ora prenah panggonane bakal disingkirake.

    (Orang yang menyebabkan keburukan, semua kebaikannya akan terhapus).

  7. Eling lan waspada, sadar lan sabar, setiti lan ngabekti, sumeleh tur sareh.

    (Ingat dan waspada, sadar dan sabar, hemat dan mengabdi, ikhlas dan tenang).

  8. Golek jodho aja mung mburu endhaning warna, pala krama aja ngeceh-ngeceh banda.

    (Mencari jodoh jangan hanya memperhatikan warna kulitnya saja, menikah bukan untuk memeras harta seseorang).

  9. Kawula namung saderma, mobah-mosik kersaning hyang sukma.

    (Lakukan yang kita bisa, selanjutnya serahkan kepada Tuhan).

  10. Kebo nyusu gudel.

    (Tidak ada yang salah jika orang yang lebih tua meminta petunjuk atau diajari oleh yang lebih muda).

  11. Golek jodho ojo mung mburu endhaning warna, pala krama aja ngeceh-ngeceh banda.

    (Mencari jodoh jangan hanya memperhatikan warna kulitnya, tetapi juga hatinya)

  12. Cekelana impenanmu, amarga yen impen mati, urip iku kaya manuk sing swiwine rusak, mula ora bisa mabur.

    (Berpegang teguhlah pada mimpi. Mimpi yang mati ibarat burung yang sayapnya rusak dan tak bisa terbang)

  13. Manungsa mung ngunduh wohing pakarti.

    (Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri)

  14. Ra usah kakean cangkem, sing penting kui buktine.

    (Tidak usah banyak cakap, yang penting buktinya)

  15. Pondasine sukses iku integritas, yakin, amanah, karakter sing mulyo, tresno lan setia.

    (Fondasi kesuksesan adalah integritas, keyakinan, amanah, karakter, cinta, dan setia)

  16. Wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah.

    (Orang sabar rezekinya luas, mengalah hidup lebih berkah)

  17. Ngeluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sekti tanpa aji-aji, sugih tanpa bhanda.

    (Berjuang tanpa membawa massa, menang tanpa merendahkan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kaya tanpa didasari harta)

  18. Ngilo marang ghito'e dewe.

    (Berkaca, introspeksi, evaluasi diri, melihat diri sendiri)

  19. Yen kabih wis ginaris nyata, aja nganti ana ati sing rumangsa sengsara narima pacoba.

    (Jika semua sudah menjadi ketentuan Tuhan, jangan ada lagi hati yang merasa sedih di saat menerima cobaan)

  20. Akeh wong sing ngrasake tresna, namung mek setitik wong sing ngrasakne hakekate tresna.

    (Banyak orang yang bisa merasakan cinta, tapi hanya sedikit orang yang bisa merasakan hakikat dari cinta)

  21. Eling lan waspada, sadar lan sabar, setiti lan ngabekti, sumeleh tur sareh.

    (Ingat dan waspada, sadar dan sabar, hemat dan mengabdi, ikhlas dan tenang)

  22. Sapa wani rekasa, bakal nggayuh mulya.

    (Siapapun yang bersungguh-sungguh dalam usahanya pasti akan meraih kemuliaan)

  23. Kebo sapi dikeluhi, uwong dikandani.

    (Jika kerbau atau sapi dalam melakukan sesuatu perlu dicambuk, berbeda dengan orang atau pribadi manusia yang hanya diajak berbicara saja untuk bertindak)

  24. Beras kui bakale soko pari, kandas kui asale soko ngapusi."

    (Beras itu ada dari padi, putus cinta dari sebuah kebohongan)

  25. Kegedhen endas kurang utek.

    (Orang pandai bukan hanya soal intelegensi saja, melainkan pandai dalam menempatkan dirinya serta pandai membaca situasi yang terjadi)

  26. Kawula namung saderma, mobah-mosik kersaning hyang sukmo.

    (Lakukan semua sebisa mungkin, setelah itu serahkan kepada Tuhan)

  27. Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake.

    (Orang yang menyebabkan keburukan maka semua kebaikannya akan terhapus)

  28. Gusti paring mergi kangge tyang ingkang purun teng merginipun.

    (Tuhan akan memberikan jalan bagi mereka yang mengikuti jalan kebenaran)

  29. Aku ancene wedi kelangan kowe, namung aku luweh wedi yen kowe ora nemu kebahagiaan gegara aku.

    (Aku memang takut kehilanganmu, tapi aku lebih takut jika kamu tidak menemukan kebahagiaan hanya karena aku)

  30. Sepi ing pamrih, rame ing gawe, banter tan mblancangi, dhuwur tan nungkuli.

    (Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih, cepat tanpa harus mendahului, tinggi tanpa harus melebihi)

  31. Yen kowe tresna mung amarga rupa, banjur kepiye anggonmu tresna marang gusti kang tanpa rupa?

    (Kalau kamu cinta hanya karena wajah, lalu bagaimana kamu mencintai Tuhan yang tanpa rupa?)

  32. Urip ing dunyo iki mung sedelok. Kabeh iku yak opo caramu ngadepi ujiane Gusti Allah.

    (Hidup di dunia ini hanya sebentar. Semuanya tinggal bagaimana caramu menghadapi ujian dari Allah)

  33. Sukses lan gagal iku bagian tekan urip, ojo leren lan dilakoni terus nganti sukses.

    (Sukses dan gagal adalah bagian dalam kehidupan. Jangan menyerah dan dijalani saja sampai sukses)

  34. Basa iku busananing bangsa.

    (Budi pekerti seseorang bisa terlihat dari tutur kata yang diucapkannya)

  35. Kebo-sapi dikeluhi, wong dikandani.

    (Jika kerbau atau sapi dalam melakukan sesuatu perlu dicambuk, berbeda halnya dengan manusia yang hanya diajak berbicara saja untuk bertindak)

  36. Kegedhen endhas kurang utek.

    (Orang yang kurang ilmu atau pikiran)

  37. Manungsa mung ngunduh wohing pakarti.

    (Manusia hanya menerima akibat dari perbuatannya sendiri).

  38. Ora usah kakean cangkem, sing penting kuwi buktine.

    (Tidak usah banyak berbicara, yang penting itu buktinya)

  39. Sabar iku ingaran mustikaning laku.

    (Bertingkah laku dengan mengedepankan kesabaran itu sebuah hal yang sangat indah dalam sebuah kehidupan)

  40. Sanajan aku sengit banget karo kowe, nanging rasa ning ati ora bisa diapusi. Rasa tresna iki mung kanggo sliramu.

    (Walaupun aku sangat membencimu, perasaan di hati ini tidak dapat dibohongi. Rasa sayang yang ada di dalam hati ini hanyalah untukmu)

  41. Sapa wani rekasa, bakal nggayuh mulya.

    (Siapa pun yang bersungguh-sungguh dalam usahanya pasti akan meraih kemuliaan)

  42. Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu.

    (Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu yang dapat membawa tingkah lakumu, agar baik biar nasibmu)

  43. Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa.

    (Jangan jadi orang yang merasa bisa dan merasa pintar, tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa)

  44. Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemitan."

    (Sebaik-baiknya orang adalah yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi)

  45. Sabar iku lire momot kuat nandhang sakening coba lan pandhadharaning urip.

    (Sabar itu merupakan sebuah kemampuan untuk menahan segala macam godaan dalam hidup)

  46. Memayu hayuning bawana.

    (Menghiasi alam semesta)

  47. Meneng widara uleran.

    (Terlihat baik namun sebenarnya buruk)

  48. Gusti Allah mboten sare.

    (Tuhan tidak pernah tidur)

  49. Nek wes niat kerjo iku, ojo golek perkoro, nek wes diniati golek rejeki iku ora usah golek rai.

    (Kalu sudah mendaptan pekerjan itu jangan cari perkara, kalau sudah diniati cari rezeki itu tidak usah cari muka)

  50. Nek wes onok sukurono, nek durung teko entenono, nek wes lungo lalekno, nek ilang iklasno.

    (Kalau sudah punya itu disyukuri, kalau belum datang ya dinanti, kalau sudah ditinggal pergi lupakan, kalau hilang iklaskan)

  51. Urip iku koyo kopi, yen ndak iso nikmati rasane panggah pait.

    (Hidup itu bagaikan secangkir kopi, jika kalian tidak bisa menikmatinya yang dirasakan hanyalah pahit)

  52. Kudu semangat masio gak ono sing nyemangati.

    (Harus semangat walau gak ada yang kasih semangat)

  53. Tersno iku kadang koyo criping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo.

    (Cinta itu terkadang seperti keripik tela. Bisa hancur kalau tidak bisa hati-hati dalam membawanya)

  54. Aku gak enek sampean bagai sego kucing ilang karete AMBYAARR.

    (Aku tanpamu bagaikan nasi kucing tanpa karetnya Berantakan)

  55. Arek lanang kuoso milih, arek wedok kuoso nolak.

    (Anak laki laki bebas memilih, anak perempuan bebas menolak)

  56. Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo maneh seng gak duwe.

    (Orang yang punya pacar itu haruslah sabar dengan pasangan yang dimiikinya. Apa lagi yang gak punya)

  57. Jarene wes ikhlas de'e karo sing liyo, kok iseh ngomong 'Nek Tuhan ra bakal mbales, karma sing mbales.' Mbok wes meneng wae luwih apik.

    (Katanya sudah ikhlas dia dengan yang lain, kok masih bilang 'Kalau Tuhan nggak anak membalas, karma yang balas'. Sudah diam aja lebih baik)

Kumpulan kata bijak bahasa Jawa yang penuh makna kehidupan ini dapat dibagikan di berbagai media sosial. (Ria)

Baca juga: Bahasa Jawa Halus: Aturan Penggunaan dan Contoh Kalimatnya