Konten dari Pengguna

57 Pantun Nasehat 4 Baris Anak Sekolah untuk Meningkatkan Semangat

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pantun Nasehat 4 Baris Anak Sekolah. Unsplash.com/jules a.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pantun Nasehat 4 Baris Anak Sekolah. Unsplash.com/jules a.

Pantun merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sarat akan nilai dan makna. Salah satunya pantun nasihat 4 baris anak sekolah yang sangat cocok digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai positif.

Nilai-nilai yang harus ditanamkan seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, dan semangat belajar, dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat.

Dikutip dari jurnal berjudul Kajian Ekopuitika dalam Pantun Nasihat karya Anwarsani, Misnawati, 2023, 15, pantun nasehat tidak hanya digunakan sebagai hiburan, pantun juga bisa menjadi media penyampai pesan moral dan pendidikan. Terutama bagi anak-anak sekolah.

Daftar isi

Pantun Nasehat 4 Baris Anak Sekolah untuk Meningkatkan Semangat

Ilustrasi Pantun Nasehat 4 Baris Anak Sekolah. Unsplash.com/Denise Jans

Berikut adalah deretan pantun nasehat 4 baris anak sekolah yang bisa digunakan untuk meningkatkan semangat.

  1. Pagi hari burung bernyanyi,

    Mentari cerah menyapa bumi.

    Rajin belajar setiap hari,

    Agar cita-cita tercapai nanti.

  2. Pergi ke ladang membawa cangkul,

    Menanam padi di tengah sawah.

    Ilmu dituntut janganlah mogol,

    Supaya hidup tak jadi susah.

  3. Naik sepeda ke kota tua,

    Beli buku dan juga pena.

    Belajar giat jangan ditunda,

    Ilmu bekal sepanjang masa.

  4. Pohon rindang tempat berteduh,

    Angin sepoi menyejukkan hati.

    Jangan malas dan jangan jenuh,

    Belajar tekun raih prestasi.

  5. Ke taman bunga melihat mawar,

    Bersama teman hati pun riang.

    Jika ingin hidup benar,

    Belajarlah dengan senang.

  6. Hari Minggu pergi berlari,

    Di taman kota bersama kawan.

    Jangan putus asa dalam diri,

    Terus berjuang tanpa beban.

  7. Mentimun muda dipetik pagi,

    Dimakan enak di hari Senin.

    Sekolah itu ladang rezeki,

    Tuntutlah ilmu dengan rajin.

  8. Anak kecil main di taman,

    Tertawa riang sambil berlari.

    Jadilah pelajar penuh harapan,

    Dengan belajar raih mimpi-mimpi.

  9. Langit biru tampak cerah,

    Burung terbang di angkasa luas.

    Belajar itu tidaklah susah,

    Asal tekun dan tidak malas.

  10. Jalan-jalan ke kota Padang,

    Jangan lupa beli rendang.

    Jika ingin masa depan gemilang,

    Belajarlah dengan senang.

  11. Bunga melati harum mewangi,

    Tumbuh subur di halaman rumah.

    Rajin belajar setiap pagi,

    Agar kelak hidup tak susah.

  12. Ke pasar beli kelapa,

    Kelapa muda enak rasanya.

    Belajar itu membawa bahagia,

    Ilmu berguna sepanjang usia.

  13. Ke sekolah membawa buku,

    Buku tebal penuh catatan.

    Belajar itu kunci ilmu,

    Buka pikiran, tajamkan wawasan.

  14. Beli sepatu di toko sebelah,

    Warnanya hitam dan cukup murah.

    Jadilah murid yang tak mudah menyerah,

    Terus berjuang meski lelah.

  15. Senja datang langit memerah,

    Burung pulang ke dalam sarang.

    Belajar tekun, jangan menyerah,

    Ilmu tinggi hidup pun terang.

  16. Mentari pagi bersinar terang,

    Menyapa bumi penuh harapan.

    Bersungguh-sungguh dalam berjuang,

    Ilmu didapat jadi pegangan.

  17. Burung nuri hinggap di dahan,

    Berkicau riang tak henti-henti.

    Sekolah itu tempat harapan,

    Untuk wujudkan masa depan pasti.

  18. Naik perahu ke pulau Bali,

    Melihat ombak hati pun damai.

    Jangan lupa sholat dan rajin mengaji,

    Ilmu dunia akhirat pun tercapai.

  19. Ke pasar beli pepaya,

    Ditambah tomat dan juga jambu.

    Jangan hanya main saja,

    Belajar juga penting untuk ilmu.

  20. Matahari terbit di ufuk timur,

    Cahayanya hangat menyejukkan hati.

    Jika ingin jadi anak yang makmur,

    Belajarlah giat setiap hari.

  21. Bermain layang di padang luas,

    Langit biru jadi hiasan.

    Jangan iri pada yang cerdas,

    Karena usaha bawa keberhasilan.

  22. Melukis senja di atas kanvas,

    Warnanya indah seperti mentari.

    Jangan sombong jika cerdas,

    Tetap rendah hati dan berbudi pekerti.

  23. Duduk tenang di bawah pohon,

    Membaca buku pelajaran sekolah.

    Ilmu adalah cahaya kehidupan,

    Penerang jalan menuju berkah.

  24. Pergi berkemah di tengah hutan,

    Malam dingin diselimuti kabut.

    Belajar giat capai impian,

    Agar masa depan penuh sambut.

  25. Beli es krim di pinggir jalan,

    Rasa coklat jadi pilihan.

    Ilmu tinggi bukan khayalan,

    Asal belajar dengan kesungguhan.

  26. Ayam berkokok di pagi hari,

    Menandakan hari telah dimulai.

    Datang ke sekolah jangan sendiri,

    Ajak teman supaya ramai.

  27. Pergi ke sawah naik sepeda,

    Melihat padi mulai menguning.

    Belajar bukan soal nilai semata,

    Tapi bekal hidup yang tak hening.

  28. Main gasing di bawah jendela,

    Tertawa riang penuh cerita.

    Jangan lupa jaga tata krama,

    Bersikap baik di mana saja.

  29. Makan ketupat sambal terasi,

    Ditemani ikan dan lalapan.

    Jangan menyerah walau diuji,

    Sabar dan tekun bawa kemenangan.

  30. Berlayar jauh ke negeri jiran,

    Lewati ombak dan badai besar.

    Ilmu itu seperti pelindung badan,

    Bisa menyelamatkan dari bahaya besar.

  31. Pergi ke toko membeli tinta,

    Untuk menulis surat keluarga.

    Ilmu itu tak kenal usia,

    Semakin dicari makin berharga.

  32. Sore hari bermain layangan,

    Angin kencang jadi tantangan.

    Belajarlah dengan penuh harapan,

    Karena hidup butuh perjuangan.

  33. Pohon beringin tumbuh menjulang,

    Akarnya kuat menancap tanah.

    Anak sekolah harus gemilang,

    Jujur, tekun, dan tak mudah lelah.

  34. Burung pipit hinggap di dahan,

    Dahan goyang tak jadi jatuh.

    Tuntut ilmu dengan kesabaran,

    Jangan menyerah walau penuh peluh.

  35. Bunga mawar tumbuh di taman,

    Harumnya semerbak sampai ke pagar.

    Jika ingin jadi pahlawan zaman,

    Belajarlah rajin, jangan suka mungkar.

  36. Jalan-jalan ke kota Semarang,

    Beli oleh-oleh lumpia enak.

    Datang ke sekolah jangan garang,

    Hormat pada guru, sikap harus baik.

  37. Naik becak keliling kota,

    Melihat taman dan juga pasar.

    Punya cita jangan disia-sia,

    Kejar dengan tekun dan sabar.

  38. Buah mangga dipetik pagi,

    Ditaruh rapi di atas nampan.

    Bangun pagi lalu mandi,

    Agar semangat ke sekolah berperan.

  39. Pagi hari minum teh hangat,

    Sambil duduk membaca puisi.

    Anak sekolah harus semangat,

    Jangan bosan menuntut prestasi.

  40. Layang-layang terbang tinggi,

    Tali ditarik makin ke atas.

    Ilmu itu seperti pelita diri,

    Terangi hidup biar tak terbatas.

  41. Ke taman bunga naik delman,

    Membawa kamera dan juga tas.

    Hindari malas dalam pelajaran,

    Ayo bangkit dan jadi cerdas!

  42. Laut biru ombak berdebur,

    Angin berhembus membawa layar.

    Jangan biarkan waktumu kabur,

    Gunakan untuk belajar dan berkarya besar.

  43. Mentari pagi bersinar terang,

    Langit cerah tanpa awan.

    Belajar itu tak pernah usang,

    Bekal hidup sepanjang zaman.

  44. Menanam padi di tengah sawah,

    Dipanen petani di musim panen.

    Jika ingin hidup tak susah,

    Ilmu dicari dengan semangat dan tekad keren.

  45. Jalan-jalan ke Gunung Merapi,

    Bawa bekal dan juga tongkat.

    Rajin belajar setiap hari,

    Kelak jadi anak yang hebat.

  46. Memancing ikan di danau luas,

    Ikan besar masuk ke jala.

    Sekolah itu tempat yang pas,

    Untuk belajar dan berkarya nyata.

  47. Ke warung beli roti bakar,

    Dimakan hangat bersama teh.

    Jangan suka berkata kasar,

    Jaga sikap di tiap langkah.

  48. Di hutan rimba bertemu rusa,

    Berlari cepat seperti kilat.

    Kalau gagal jangan putus asa,

    Teruslah coba hingga dapat.

  49. Langit senja warna jingga,

    Indah nian saat dipandang.

    Ilmu dicari sepanjang usia,

    Biar hidup jadi lebih tenang.

  50. Main layang di sore hari,

    Tali dipegang erat sekali.

    Hormati guru setiap hari,

    Agar ilmu masuk ke dalam hati.

  51. Naik perahu menyeberang kali,

    Air tenang tak bergelora.

    Sekolah tempat membangun diri,

    Ayo semangat capai cita-cita!

  52. Ke toko buku beli penghapus,

    Sekalian beli pensil dua.

    Kalau ingin jadi anak sukses,

    Belajar sungguh-sungguh itulah kuncinya.

  53. Main sepak bola di lapangan,

    Bersama teman penuh semangat.

    Belajar itu bukan beban,

    Tapi jalan menuju hidup yang hebat.

  54. Naik sepeda ke rumah paman,

    Lewat gang kecil banyak tikungan.

    Sekolah itu tempat harapan,

    Jangan disia-siakan kesempatan.

  55. Pergi ke taman memetik melati,

    Bunga putih harum mewangi.

    Tuntutlah ilmu dengan hati,

    Supaya hidup tak tersesat nanti.

  56. Langit biru dihiasi pelangi,

    Datangnya indah setelah hujan.

    Terus belajar sepanjang hari,

    Jangan kalah oleh rasa bosan.

  57. Ke toko roti beli donat,

    Duduk santai di kursi taman.

    Jangan bandingkan diri dengan sahabat,

    Setiap orang punya jalan ke depan.

Pantun pada umumnya terdiri dari komponen sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama dalam pantun. Fungsinya adalah sebagai pengantar atau pembuka yang membentuk rima dan irama pantun.

Biasanya, sampiran tidak memiliki hubungan langsung dengan isi pantun. Namun, dalam beberapa kasus, sampiran dapat memiliki keterkaitan dengan isi, terutama dalam pantun yang lebih kompleks.

Isi adalah dua baris terakhir dalam pantun yang mengandung pesan, nasihat, atau makna utama yang ingin disampaikan oleh penulis.

Isi merupakan inti dari pantun dan biasanya memiliki hubungan yang lebih erat dengan kehidupan sehari-hari atau nilai-nilai budaya.

Melalui pantun nasihat 4 baris anak sekolah, siswa siswi dapat belajar banyak hal penting dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang ringan dan menghibur. Pesan moral yang terselip dalam setiap baitnya mampu membentuk karakter positif sejak dini. (Win)

Baca juga: 20 Cerita Dongeng Pendek beserta Pesan Moralnya